PERSIB

Soal Tagar RadovicOut, Begini Penjelasan Dirigen Viking

POJOKSATU.id, BANDUNG – Kekalahan Persib Bandung atas Persebaya Surabaya di fase Grup A Piala Presiden 2019 semakin menggemakan tagar Radovic Out.
Bobotoh mendesak manajemen Persib memecat Miljan Radovic yang dinilai belum layak menukangi skuat sebesar Persib Bandung.
Betapa tidak, juara Piala Presiden 2015 itu harus tersingkir lebih awal di pentas pramusim itu setelah menelan dua kali kekalahan.
Yana Umar – Dirijen Viking Persib Bandung (@yanaumar33/instagram)
Kendati masih harus melakoni satu laga tersisa, namun praktis kans Supardi Nasir dan koleganya melanju ke fase gugur tertutup.
Tak ayal, di pertandingan tersebut, teriakan Radovic mundur menggema. Puncaknya salahseorang oknum Bobotoh berupaya untuk menyerang pelatih asal Montenegero itu.
Dirijen Viking, salahsatu kelompok Bobotoh, Yana Umar menilai desakan Radovic mundur yang digelorakan Bobotoh adalah sesuatu hal yang wajar sepanjang tidak dibarengi dengan tindak kekerasan.
“Sebenarnya gini, apapun kritiknya boleh kita aspirasikan dengan situasi tim seperti ini, tapi dengan cara yang benar,” katanya seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Simamaung.
Karena itu, ditegaskan Yana, insiden pemukulan Radovic oleh oknum Bobotoh sangat tidak dibenarkan, dan pihaknya menyayangkan insiden itu terjadi.
“Insiden yang menimpa Radovic (pemukulan) itu tidak dibenarkan,” tegasnya.
Pihaknya pun meminta tim berbenah, baik itu dengan atau tanpa Miljan Radovic nantinya. Kompetisi adalah ajang sesungguhnya yang didalamnya tidak boleh ada masa percobaan pemain atau percobaan taktik.
“Harus berbenah melihat hasil sekarang, ya seperti itu (baik dengan atau tanpa Radovic),” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Persib Tersingkir di Piala Presiden 2019, Miljan Radovic Akui Salah Ambil Keputusan

POJOKSATU.id, BANDUNG – Persib Bandung angkat koper lebih dini di ajang Piala Presiden 2019 usai dibungkam Persebaya Surabaya 3-2 di babak penyisihan Grup A, kemarin.
Persib menelan dua kali kekalahan di fase grup sehingga langkahnya dipastikan terhenti. Persebaya sendiri dipastikan lolos ke fase berikutnya.
Pelatih Persib Bandung, Miljan Radovic pun mengaku melakukan kesalahan ketika melakukan beberapa pergantian pemain di laga tersebut.
Kapten Persib Bandung Minta Bobotoh Bersabar
VIDEO: Detik-Detik Miljan Radovic Dipukul Bobotoh
Namun demikian, ditegaskan pelatih asal Montenegero itu, ia telah berupaya semaksimal mungkin menurunkan pemain yang benar-benar siap.
“Kita hanya bisa berencana dan berproses, tidak bisa harus langsung jadi dan itu bukan kesimpulan,” katanya seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Bobotoh.
Radovic pun sempat melontarkan kritikan terhadap beberapa pemain yang menurutnya ternyata tidak siap bermain.
“Kamu lihat siapa pemain yang masuk dan bermain, mereka tidak bisa bermain, kita hanya bisa memainkan 11 pemain, sisanya kita hanya mengganti 1,2 ,3, 4 pemain. seperti hari ini kita hanya bisa mengganti beberapa pemain,” ungkapnya.
Radovic sendiri mengalami insiden yang tidak mengenakan saat seseorang yang diduga Bobotoh berupaya menyerangnya usai pertandingan.
Beruntung, sejumlah petugas keamanan berhasil mengamankan pelaku, dan Radovic tidak mengalami luka yang cukup berarti.
(qur/pojoksatu)

Kapten Persib Bandung Minta Bobotoh Bersabar

POJOKSATU.id, BANDUNG – Kekalahan Persib Bandung atas Persebaya Surabaya berujung pada pemukulan Miljan Radovic oleh seorang oknum Bobotoh di tepi lapang.
Maung Bandung tersingkir di pentas Piala Presiden 2019 setelah kalah 2-3 dari Bajul Ijo di babak penyisikan Grup A Piala Presiden 2019.
Diduga kecewa, Radovic yang tengah berjalan menuju lorong ruang ganti tiba-tiba diserang oleh seseorang yang diduga suporter Persib.
VIDEO: Detik-Detik Miljan Radovic Dipukul Bobotoh
Beruntung, sejumlah petugas keamanan berhasil mengamankan pelaku, dan Radovic tidak mengalami luka yang cukup berarti.
Kapten Persib, Supardi Nasir pun coba angkat suara mengomentari performa buruk Persib di pentas pramusim itu.
“Kurang memuaskan untuk kita tentunya, tapi saya bersyukur dengan tim ini. Saya yakin dengan semua pihak di tim ini dan semua bisa bantu,” tuturnya seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Bobotoh.
“Walaupun di Piala Presiden tidak berhasil, kita ke depannnya yakin tim ini bisa berbicara banyak. Kita optimis untuk tim ini,” ucapnya.
Supardi menilai hasil ini dipengaruhi juga oleh dinamika tim. “Bagaimana pun juga materi pemain kita selalu berubah-ubah dan kita butuh waktu. Saya minta bobotoh untuk sabar,” sebutnya.
“Kita menerima kritikan dan dukungan, kita berharap doa dari semua. Saya tahu semua kecewa, tapi harus disyukuri karena tidak ada pemain yang cedera. Ini Persib, ini Bandung, ini Bobotoh, kita harus jalan bersama,” ujarnya memungkasi.
(qur/pojoksatu)

VIDEO: Detik-Detik Miljan Radovic Dipukul Bobotoh

POJOKSATU.id, BANDUNG – Kekalahan Persib Bandung atas Persebaya Surabaya berujung pada pemukulan Miljan Radovic oleh seorang oknum Bobotoh di tepi lapang.
Maung Bandung tersingkir di pentas Piala Presiden 2019 setelah kalah 2-3 dari Bajul Ijo di fase Grup A Piala Presiden 2019.
Diduga kecewa, Radovic yang tengah berjalan menuju lorong ruang ganti tiba-tiba diserang oleh seseorang yang diduga suporter Persib.

Beruntung, sejumlah petugas keamanan berhasil mengamankan pelaku, dan Radovic tidak mengalami luka yang cukup berarti.
Mendapat perlakukan tidak menyenangkan dari Bobotoh, pelatih asal Montenegero itu pun hanya berharap dukungan Bobotoh untuk Persib di saat menang maupun kalah.
“Kritik Bobotoh itu normal, tapi sekarang saya kritik mereka. Saya minta maaf untuk bobotoh yang sudah support pemain dan pelatih. Tapi kalau mereka (Bobotoh) datang hanya untuk memukul itu tidak enak,” tuturnya seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Bobotoh.
“Sekarang situasi berbeda, kita menang kita dukung. Tapi kalau kalah jangan sampai pukul pemain dan jangan pukul pelatih,” ujarnya.
Miljan sendiri mengaku tidak habis pikir kenapa dirinya jadi sasaran pemukulan. Padahal ia selalu beranggapan siap menerima semua kritik yang dialamatkan pada dirinya.
“Pemain setiap hari latihan keras, saya kecewa sekali. Saya kritik balik, saya tahu saya salah, kita kalah. Tapi ini turnamen, bukan kompetisi,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Dipukul Bobotoh, Miljan Radovic Cuma Bilang Begini

POJOKSATU.id, BANDUNG – Kekalahan Persib Bandung atas Persebaya Surabaya berujung pada pemukulan Miljan Radovic oleh seorang oknum Bobotoh di tepi lapang.
Maung Bandung tersingkir di pentas Piala Presiden 2019 setelah kalah 2-3 dari Bajul Ijo di fase Grup A Piala Presiden 2019.
Diduga kecewa, Radovic yang tengah berjalan menuju lorong ruang ganti tiba-tiba diserang oleh seseorang yang diduga suporter Persib.
Beruntung, sejumlah petugas keamanan berhasil mengamankan pelaku, dan Radovic tidak mengalami luka yang cukup berarti.
Mendapat perlakukan tidak menyenangkan dari Bobotoh, pelatih asal Montenegero itu pun hanya berharap dukungan Bobotoh untuk Persib di saat menang maupun kalah.
“Kritik Bobotoh itu normal, tapi sekarang saya kritik mereka. Saya minta maaf untuk bobotoh yang sudah support pemain dan pelatih. Tapi kalau mereka (Bobotoh) datang hanya untuk memukul itu tidak enak,” tuturnya seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Bobotoh.
“Sekarang situasi berbeda, kita menang kita dukung. Tapi kalau kalah jangan sampai pukul pemain dan jangan pukul pelatih,” ujarnya.
Miljan sendiri mengaku tidak habis pikir kenapa dirinya jadi sasaran pemukulan. Padahal ia selalu beranggapan siap menerima semua kritik yang dialamatkan pada dirinya.
“Pemain setiap hari latihan keras, saya kecewa sekali. Saya kritik balik, saya tahu saya salah, kita kalah. Tapi ini turnamen, bukan kompetisi,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Persib Akan Tampil Beda di Liga 1, Klaim Sang Kapten

POJOKSATU.id, BANDUNG – Persib Bandung angkat koper lebih dini di ajang Piala Presiden 2019 usai dibungkam Persebaya Surabaya 3-2 di babak penyisihan Grup A, kemarin.
Persib menelan dua kali kekalahan di fase grup sehingga langkahnya dipastikan terhenti. Persebaya sendiri dipastikan lolos ke fase berikutnya.
Kendati tampil buruk di ajang pramusim, kapten Persib, Supardi Nasir masih menaruh optimisme pada klubnya menatap musim Liga 1 2019.
Meski kecewa dengan performa timnya di Piala Presiden 2019, Supardi tetap yakin hasil berbeda akan didapat Persib ketika kompetisi Liga 1 dimulai nanti.
“Ya, memang ini tentu bukan hasil yang kami semua harapkan. Tapi, saya pribadi dan teman-teman di tim berusaha untuk terus lebih baik, bekerja keras lagi,” ucap Supardi seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Goal.
Persib masih harus menjalani laga penutup Grup A. Pada laga itu Persib akan bertemu Perseru Serui, yang juga belum pernah sekali pun mencicipi poin selama Piala Presiden.
“Andai kata di ajang Piala Presiden ini kami harus gagal, tapi tetap optimistis bisa terus bangkit. Saya yakin di kompetisi nanti kami akan berbicara banyak,” tekad mantan penggawa PSIS Semarang itu.
(qur/pojoksatu)

Sempat Memimpin, Persib Tumbang di Tangan Persebaya

POJOKSATU.id, BANDUNG – Persib Bandung menelan kekalahan kedua di babak penyisihan Grup A Piala Presiden 2019.
Maung Bandung menyerah 2-3 atas Persebaya Surabaya dalam duel bertajuk Super Big Match di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Kamis (7/3/2019) petang WIB.
Pasukan Miljan Radovic sendiri sempat memimpin lewat gol Erwin Ramdani, namun Bajul Ijo berhasil membalikkan keadaan untuk kemudian memertahankan keunggulan mereka hingga peluit akhir dibunyikan wasit.

Dengan hasil positif ini, skuat besutan Djajang Nurjaman pun makin kokoh di puncak klasemen Grup A dan berpeluang melaju ke fase berikutnya.
Sementara Persib mengalami situasi sulit bahkan kans untuk lolos ke fase knock-out nyaris tertutup, apalagi jika TIRA-Persikabo mampu menang atas Perseru Serui.
Pertandingan dua ‘kawan’ itu sendiri berlangsung sengit dan menarik sejak wasit meniup peluit kick-off tanda pertandingan dimulai.
Persib tampil menekan sejak menit awal lewat kreasi serangan yang dikonstruksi Gozali Siregar dan Esteban Vizcarra.
Persib mendapat peluang di menit 10. Namun, crossing manja Erwin gagal dikonversi sempurna N’Douassel karena dikawal empat palang pintu lawan.
Jual beli serangan tercipta dalam 15 menit pertama, dan Persib akhirnya mampu menjebol gawang Persebaya setelah Erwin mampu meneruskan umpan cerdas N’Douassel di mulut gawang.
Persebaya pun langsung merespon gol Erwin dengan meningkatkan tensi serangan. Alhasil, enam menit berselang, Persebaya mampu menyamakan kedudukan kewat sepakan Jalilov yang berdiri bebas di depan gawang M. Natshir.
Bajul Ijo pun berbalik menguasai jalannya pertandingan lewat serangan balik yang cepat. Damian bahkan nyaris membalikkan keadaan jelang turun minum, namun sepakannya masih mampu dimuntahkan kiper Persib.
Sementara Persib sendiri punya kans untuk kembali memimpin di menit 44 setelah Hansamu nyaris mencetak gol bunuh diri saat coba menyundul bola set-piece.
Persib kembali mendapat peluang di menit 45+1, namun gagal dimanfaatkan N’Douassel, sehingga babak pertama berakhir dengan skor sementara sama kuat 1-1.
Memasuki interval kedua, Persebaya berinisiatif menekan lewat pergerakan di kedua sayap. Alhasil, Jalilov mampu membalikkan keadaan setelah terbebas dari kawalan di depan gawang lawan.
Gol tercipta diawali sebuah umpan terobosan lambung cantik yang berhasil mengecoh barisan pertahanan Persib. Jalilov yang mendapatkan bola mengontrol sebentar untuk kemudian melesakkan ke gawang M. Natsir yang sudah dalam posisi terkecoh.
Persib coba merespon dan di menit 70 N’Douassel nyaris menyamakan kedudukan jika tandukannya gagal ditepis Rohim.
Terus menekan, Persib justru kembali ketinggalan, kali ini lewat aksi brilian Irfan Jaya. Menguasai bola di tepi kotak penalti dan menggiring bola, penggawa timnas itu mengecoh dua pemain sebelum menaklukkan kiper Persib.
Tak ingin seumur jagung berlaga di pentas pramusim itu, Persib terus meningkatkan tensi serangan. Mereka pun kembali dihampiri asa setelah pemain pengganti, Frets Butuan mampu memperkecil ketertinggalan setelah mencetak gol cantik di menit 86.
Menyambut umpan crossing Beckham Putra, mantan pemain PSMS Medan itu dengan tenang melesakkan sepakan di hadapan kiper Persebaya.
Sayang, Persib harus menerima kenyataan pahit karena hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir, mereka gagal mengejar ketertinggalan

Jumpa Persib Bandung, Djanur Coba Lupakan Momen Manis!

POJOKSATU.id, BANDUNG – Persebaya Surabaya akan bentrok dengan Persib Bandung di laga lanjutan babak penyisihan Grup A Piala Presiden 2019 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Bandung, Kamis (7/3/2019) petang WIB.
Bagi sang pelatih, Djajang Nurjaman, laga nanti tentu menjadi laga yang sarat emosional mengingat Persib adalah mantan klub yang pernah dibesutnya.
Djanur bahkan sukses mengantarkan Maung Bandung merengkuh trofi juara Piala Presiden pada 2015 lalu. Kala itu Persib menang 2-0 atas Sriwijaya FC di partai final di Stadion Gelora Utama Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta.
Piala Presiden 2019: Persib Pincang, Persebaya Compang-camping
Jajal Persebaya, Persib Bandung tanpa Lopicic dan Febri Hariyadi
Namun, Djanur kini coba untuk melupakan momen manis bersama Pangeran Biru dan bertekad untuk mengulang kejayaan bersama Bajul Ijo, klub yang dibesutnya kini.
Persebaya yang kini memuncaki klasemen sementara Grup A sendiri sukses mengawali ajang pramusim ini dengan menoreh kemenangan 3-2 atas Perseru Serui di laga pembuka.
“Sesuatu yang excited menghadapi tim yang pernah saya latih dan menghadapi Bobotoh yang luar biasa,” kata Djanur seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Djanur Tak Merasa Diuntungkan dengan Absennya Febri Hariyadi
Beckham: Menang atas Persebaya Harga Mati buat Persib
Djanur berharap bisa mengulangi hasil positif seperti yang pernah dilakukannya saat menukangi PSMS Medan di Piala Presiden 2018.
Kala itu, skuatnya mampu membungkam Maung Bandung dengan skor meyakinkan 2-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
“Saya selalu ingin menang dengan tim yang saya bawa,” tekad pria asal Majalengka itu.
(qur/pojoksatu)

Beckham: Menang Atas Persebaya Harga Mati buat Persib

POJOKSATU.id, BANDUNG – Persib Bandung wajib memenangkan pertandingan kontra Persebaya di babak penyisihan Grup A Piala Presiden 2019 jika ingin menjaga asa di pentas pramusim itu.
Maung Bandung akan bentrok dengan Bajul Ijo di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Kamis (7/3/2019) petang WIB.
Pemain muda Persib, Beckham Bupetra Nugraha menilai, laga nanti merupakan pertandingan hidup mati bagi timnya.
Piala Presiden 2019: Persib Pincang, Persebaya Compang-camping
Jajal Persebaya, Persib Bandung tanpa Lopicic dan Febri Hariyadi
Djanur Tak Merasa Diuntungkan dengan Absennya Febri Hariyadi
Jika timnya hanya sanggup bermain imbang apalagi kalah, itu berarti kans Persib sangat tipis untuk bisa melenggang ke fase berikutnya.
Pasalnya, untuk babak 8 besar nanti akan diambil lima klub yang menjadi juara grup di lima wilayah, ditambah tiga runner-up terbaik.
“Harga hidup mati buat Persib (memenangkan pertandingan atas Persebaya),” ucap Beckham seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman resmi klub.
“Paling penting untuk pertandingan nanti adalah lebih kuat mental yang penting kita menang,” ucapnya.
Beckham sendiri mengaku belum bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya di laga perdana kemarin. Ia masuk ketika tim dalam keadaan kalah, yang sudah jelas menantang Beckham soal mental.
“Kemarin harus diperbaiki dari segi mental, kemarin Beckham dimasukin pas kalah. Jadi ke depan harus lebih kuat mental,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Piala Presiden 2019: Persib Pincang, Persebaya Compang-camping

POJOKSATU.id, BANDUNG – Persib Bandung bersiap menghadapi Persebaya Surabaya dalam lanjutan babak penyisihan Grup A Piala Presiden 2019 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Bandung, Kamis (7/3/2019) petang WIB.
Maung Bandung sendiri dipastikan tidak akan diperkuat Febri Hariyadi dan Srdan Lopicic. Febri harus memenuhi panggilan Timnas Indonesia, sedangkan Lopicic dibekap cedera.
Kondisi tak jauh beda juga dialami Persebaya. Bajul Ijo bahkan harus kehilangan lima pemain pilar mereka sekaligus.
Jajal Persebaya, Persib Bandung tanpa Lopicic dan Febri Hariyadi
Djanur Tak Merasa Diuntungkan dengan Absennya Febri Hariyadi
Skuat besutan Djajang Nurjaman alias Djanur dipastikan tanpa Otavio Dutra, Ruben Sanadi, Hansamu Yama, Osvaldo Haay dan Rachmat Irianto yang mendapat tugas negara dipanggil Timnas Indonesia.
Dutra, Ruben dan Yama bergabung dengan timnas senior, sementara Osvaldo dan Rachmat Irianto harus menjalani pemusatan latihan Timnas U-22 Indonesia jelang babak kualifikasi Piala AFC U-23 2019.
“Kalau soal untung-untungan, kami yang sebenarnya rugi. Karena kami ada lima pemain absen, sementara Persib cuma satu. Itu jadi keuntungan buat Persib,” tutur mantan pembesut Persib Bandung itu seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Meski begitu, pelatih Persib, Miljan Radovic menyebut pihaknya tidak merasa diuntungkan dengan absennya beberapa pemain pilar Persebaya.
Radovic menegaskan, ia hanya fokus dengan persiapan timnya tanpa memikirkan kondisi skuat lawan yang sedang compang-camping itu.
“Saya tidak tahu berapa pemain mereka timnas, karena ada juga di sini (Persib) pemain ke timnas. Selain beberapa pemain kita tidak main sama, selalu saya hanya fokus untuk di sini,” ujarnya.
(qur/pojoksatu)