Persija

Semua Mulai Melupakan Marko Simic, Kecuali Mereka

POJOKSATU.id, SYDNEY – Striekr Persija Jakarta, Marko Simic masih tertahan di Australia karena terseret kasus dugaan asusila terhadap seorang penumpang pesawat dalam perjalanan Bali – Sydney beberapa waktu lalu.
Bomber asal Kroasia itu pun sepertinya mulai merasakan ditinggalkan banyak pihak. Namun, ia bersyukur masih mendapat dukungan dari Jakmania dan keluarganya.
“Ketika semua orang melupakanmu, hanya ada ibu, keluarga dan Jakmania,” tulis Simic dalam Instagram story-nya seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.

Curhatan Simic di lini masa itu pun seakan menyiratkan jika dirinya mulai diacuhkan orang-orang terdekat saat tengah terlibat masalah.
Simic diduga melakukan pelecehan seksual terhadap penumpang perempuan berkewarganegaraan Indonesia yang bekerja di Australia.
Insiden itu sendiri terjadi saat Simic terbang ke Australia untuk memperkuat Persija melakoni laga babak kualifikasi Liga Champions Asia menghadapi Newcastle Jets.
Simic pun tidak diperbolehkan meninggalkan negeri Kanguru itu sampai 9 April atau setidaknya sampai kasus asusila yang menjeratnya usai.
(qur/pojoksatu)

Persija Dituding Terlibat Match-Fixing, Ismed Sofyan Bereaksi Begini

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kapten Persija Jakarta, Ismed Sofyan geram melihat timnya terus-terusan dituding terlibat praktik match-fixing alias pengaturan skor.
Ditegaskan Ismed, jika memang Persija terbukti terlibat dalam skandal tersebut, ia meminta pihak-pihak yang selama ini menudingnya memberikan bukti jangan hanya sekedar bicara.
Ismed pun sangat tak menginginkan isu tersebut menjadi semakin liar. Dia ingin tuduhan yang dialamatkan kepada timnya dibuktikan dan jangan hanya sekedar tuduhan.
“Jangan ngomong saja, tolong dibuktikan. Segala sesuatu kan harus pakai bukti. Orang bisa saja beri pernyataan tapi kan butuh bukti,” tutur Ismed seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Pihaknya pun berharap, kondisi ini tak lantas mengganggu skuat Macan Kemayoran, dan ia yakin para pemain tak merasa terganggu karena hanya tuduhan semata.
“Kalau saya rasa tidak. Itu kan ada tugasnya satgas. Satgas juga menyikapi tuduhan itu,” ujarnya menandaskannya.
Nama Persija Jakarta memang berulang kali dihubungkan dengan kasus pengaturan skor yang tengah gaung saat ini.
Meski terus dihubungkan dengan skandal tersebut, namun sampai saat ini tidak ada bukti soal keterlibatan mereka ke arah tersebut.
(qur/pojoksatu)

Remehkan Persija, Begini Nasib Akun Kapten Newcastle Jets

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pernyataan Kapten Newcastle Jets, Nigel Boogaard yang cenderung menganggap remeh Persija Jakarta memancing kemarahan The Jakmania.
Tak ayal, tak laga usai Boogaard melontarkan pernyataan kontroversial itu, akun instagram sang pemain nigel_boogaard pun kini menjadi sasaran kemarahan Jakmania.
Di kolom komentar salahsatu unggahan Boogaard, warganet membalas ucapan Boogaard tersebut dengan kecaman bahkan tak sedikit mencaci maki sang pemain.

“Hei Nigel Boogaard jangan sombong kamu, jangan meremehkan Persija Jakarta @nigel_boogaard,” ujar salahseorang warganet dengan akun ily*fjr
“Nigel Boogaard Anda penuh dengan omong kosong,” geram akun kgs*liffajri
Persija Jakarta akan melakoni laga tandang ke markas klub asal Australia itu dalam laga kualifikasi Liga Champions Asia 2019.
Laga itu sendiri akan dihelat di Hunter Stadium, Australia, Selasa (12/2/2019) petang waktu setempat.
Namun, sang kapten tidak menunjukkan antusiasme menatap laga tersebut, bahkan cenderung meremehkan calon lawannya itu.
Pasalnya, Boogaard dan koleganya mengaku ingin lebih fokus untuk laga domestik di Liga Australia yang akan menghadapi Wellington Phoenix.
“Saya yakin (laga melawan Persija) bisa diselesaikan secara singkat, karena kami ingin lebih fokus melawan Wellington,” sebut Boogaard kepada The Herald seperti dikutip dari laman Bolalob.
“Ini menjadi salah satu laga besar (Weelington), karena mereka berada di atas kami,” ucapnya.
(qur/pojoksatu)

Soal Kasus Pemindahan Dokumen, Dirut Persija: Biar Satgas yang Bekerja

POJOKSATU.id, JAKARTA – Direktur Utama Persija Jakarta yang baru ditunjuk, Kokoh Afiat buka suara terkait pemindahan dokumen yang diduga milik Persija yang menjadi temuan Satgas Antimafia Bola.
Kokoh menyerahkan sepenuhnya penanganan atas kasus tersebut kepada aparat kepolisian atau satgas untuk menyelidiki secara tuntas.
Seperti diketahui, saat Satgas Antimafia Bola memeriksa Kantor PT Liga Indonesia beberapa waktu lalu, memergoki ada upaya penghancuran dokumen.
3 Orang Dijadikan Tersangka Baru Skandal Match-Fixing
Penghancuran itu dilakukan dengan mesin. Salah satu dokumen yang dihancurkan merupakan laporan keuangan Persija. Hal itu dkomentari oleh Kokoh.
“Saya tidak mau berpolemik karena sudah menyangkut di ranah hukum, biar polisi bekerja. Jadi semua saya serahkan ke satgas. Jadi saya tidak akan mengomentari itu,” tutur Kokohnya seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Kokoh menyebut kalau Persija juga belum berpindah kantor ke Rasuna Officer Park. Saat ini kantor baru tengah dalam renovasi.
“Sebenarnya kantor Persija belum pindah. Kantor Persija selama ini di Duren Tiga. Kebetulan saya menyiapkan kantor baru Persija di Rasuna Office Park, rencana renovasi selesai 21 Februari 2019,” ungkapnya.
Sejauh ini, Satgas Antimafia Bola telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka atas kasus pemindahan dokumen tersebut.
Babak baru pengungkapan kasus pemindahan dokumen dokumen diduga terkait dengan kasus pengaturan skor menyeret tiga orang ditetapkan sebagai tersangka.
Ketiga tersangka, yakni Dani, Musmuliadi alias Mus, dan Abdul Gofur disangkakan dengan pasal 363 dan atau pasal 235 KUHP dan atau pasal 233 KUHP dan atau pasal 232 KUHP dan atau pasal 221 KUHP jo pasal 55 KUHP.
“Persangkaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar, merusak atau menghancurkan barang bukti yang telah dipasang police line oleh penguasa umum yang terjadi di kantor Komdis PSSI,” tutur Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.
 (qur/pojoksatu)

Beri Sinyal Mundur, Marsma Ardhi Jamin Persija Jakarta Tetap Bisa Pakai Halim

POJOKSATU.id, JAKARTA – Manajer Persija Jakarta, Marsma Ardhi Tjahjoko telah memberikan sinyal untuk mundur pasca keterlibatan Macan Kemayoran di pentas Liga Champions Asia 2019.
Jika Marsma Ardhi resmi mundur, maka bukan tak mungkin akan berimbas pada penyediaan fasilitas mess dan lapangan tempat berlatih Ismed Sofyan dan koleganya itu.
Pasalnya, selama ini, skuat Persija menggunakan mess dan lapangan latihan di kawasan Halim Perdanakusuma yang notabene tempat sang manajer bertugas sebagai anggota TNI AU.
Manajer Persija Jakarta Beri Sinyal Mundur
Marsma Ardhi Tjahjoko – Manajer Persija Jakarta (jawapos.com)
Namun demikian, Marsma Ardhi menegaskan, dan menggaransi kampiun Liga 1 2018 itu masih bisa menggunakan mess dan lapangan di Halim.
“Lanjut. Tidak masalah. Mungkin saya sudah tidak sama sekali cawe-cawe, tapi tidak begitu. Saya mungkin tetap mendukung dari belakang,” tuturnya seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Marsma Ardhi pun mengaku telah mengkomunikasikan hal tersebut kepada pihak terkait. “Fasilitas lapangan dan mess aman. Tidak masalah,” sebutnya.
“Saya sudah bicara dengan Kepala Staf TNI AU. Untuk memfasilitasi Persija, dibolehkan. Silakan (dipakai lagi),” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Marko Simic Bicara Tandem Barunya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Bomber Persija Jakarta, Marko Simic punya tandem baru untuk menghadapi Home United di babak pendahuluan play-off Liga Champions Asia (LCA) 2019 di Stadion Jalan Besar, Selasa (5/2/2019).
Adalah penggawa timnas Indonesia, Alberto ‘Beto’ Goncalves yang akan menjadi duet Simic setelah pemain naturalisasi itu resmi dipinjam Macan Kemayoran.
Simic mengaku menaruh harapan besar bisa bekerjasama secara apik di lapangan dengan Beto kendati diakuinya waktu yang dimiliki untuk saling mengenal (karakterk permainan) tidak banyak.

Bersama Jaimerson Xavier, Beto yang kini bermain untuk Madura United itu baru bergabung dengan Persija di Batam menjelang duel leg babak 32 Besar kedua Piala Indonesia 2018. Praktis waktu adaptasi bagi Beto hanya sekitar satu pekan.
“Saya baru kenal Beto untuk pertama kali, tapi dia adalah teman yang baik,” sebut Simic seperti dikutip dari laman resmi klub.
“Beto pemain yang sangat bagus, dan saya sangat respek terhadapnya. Musim lalu dia juga cukup cetak banyak gol, dia pemain bagus,” puji Simic.
Simic berharap bisa cepat menemukan kecocokan dengan Beto agar keduanya bisa saling bantu dan tampil maksimal mengantarkan Persija memetik hasil maksimal di ajang tersebut.
“Saya berharap bisa bekerja sama sangat baik dengannya buat membantu Persija,” ucapnya.
Sementara Beto Goncalves menilai Marko Simic punya kualitas yang bagus dan seorang striker yang sangat tajam.
“Saya siap berduet dengannya. Pokoknya saya mengusahakan tidak terlalu memakan banyak waktu untuk bisa membangun kekompakan bersama Simic,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Tak Pinjam Pemain Belakang, Ini Alasan Persija

POJOKSATU.id, JAKARTA – Meski tak bisa diperkuat Ryuji Utomo dan Neguete di Kualifikasi Liga Champions Asia (LCA), Persija Jakarta tidak akan meminjam pemain belakang.
COO Persija, Rafil Perdana membenarkan hal tersebut. Dijelaskan, hal tersebut karena waktu yang ada sangat mepet untuk mendaftarkan pemain.
Seperti diketahui, Macan Kemayoran tampil pincang pada kualifikasi LCA. Mereka tak bisa diperkuat empat pemain barunya karena masalah ITC. Dua di antaranya berposisi sebagai defender.
Kondisi itu akhirnya membuat Macan Kemayoran cuma mendaftarkan satu bek tengah yakni Maman Abdurrahman. Mereka justru meminjam Rishadi Fauzi dari Persebaya Surabaya untuk posisi striker.
“Rishadi ini proses peminjamannya sudah lama karena dari awal-awal musim kalau enggak salah 7 Januari. Dari situ kami sudah menunggu head coach dahulu,” Rafil Perdana.
Terlebih lagi, ditambahkannya, Ivan Kolev juga belum lama sampai di Jakarta.
“Ketika kolev datang, 10 Januari baru latihan. Kami harus berkoordinasi dulu, pemain-pemain apa saja yang dibutuhkan,” tandasnya.
(jpc/pojoksatu)

Gabung Persija, Dirijen Viking: Hargai Keputusan Toncip!

POJOKSATU.id, BANDUNG – Dirijen Viking Persib Club (VPC), Yana Umar buka suara mengomentari keputusan Tony Sucipto alias Toncip bergabung dengan Persija Jakarta.
Yana menilai, apa yang dilakukan Toncip tak menyalahi aturan apapun dan hal tersebut lumrah bagi seorang pemain profesional.
Ia bahkan menghargai keputusan Toncip dan menaruh respek atas kontribusinya selama mengenakan jersey Persib Bandung selama delapan musim terakhir.
Demi Persib Bandung, Pemain Ini Tolak Pinangan Banyak Klub
Yana Umar – Dirijen Viking Persib Bandung (@yanaumar33/instagram)
“Ya kalau main di mana-mana juga tetap aja dia itu bagian dari Persib yang sudah membawa Persib juara,” sebut Yana seperti dikutip dari laman Bobotoh.id.
“Seperti Ronaldo Brasil dari Barcelona dia pindah ke Real Madrid,” ujarnya.
Karena itu, ditegaskan Yana, tak ada alasan baginya untuk kemudian berbalik membenci Toncip karena berlabuh di klub yang selama ini menjadi musuh bebuyutan Maung Bandung tersebut.
“Silakan saja karena kan profesional main dimana-mana juga. Tetapi di sisi lain dia kan bagian dari Persib juga, sudah jadi bagian sejarah,” sebut dia.
Lagipula, dikatakan Yana, apa yang dilakukan Toncip (pemain Persib gabung Persija dan sebaliknya) bukan kali ini saja terjadi.
Sebelumnya, banyak pemain yang pernah memakai dua jersey klub besar di tanah air itu, sebut saja Aliyudin, Nur Alim, M. Ilham hingga Atep, termasuk Budiman.
“Apa bedanya dia dengan Budiman dulu? Budiman besar di Persija dan membawa Persija juara tapi balik ke Bandung. Kan Tony juga sebelumnya dia di Persija terus ke Persib bawa juara dan balik lagi ke Persija,” imbuhnya.
Keputusan Toncip sendiri memang terbilang cukup berani. Delapan musim membela Persib, pria asal Surabaya itu memutuskan bergabung dengan juara Liga 1 2018 itu yang kental dengan rivalitas tinggi dengan mantan klubnya itu.
(qur/pojoksatu)

Marco Simic Pilih Setia dengan Persija

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kehilangan sahabat, diantaranya Jaimerson Xavier, Marko Simic mengaku kehilangan.
Sebagaimana diketahui, Macan Kemayoran memang ditinggal beberapa pilar penting jelang musim 2019.
Selain Jaime, Stefano Cugurra Teco, Gunawan Dwi Cahyo, hingga Rohit Chand dipastikan tak bakal memperkuat Persija di musim 2019.
Meski mengaku kehilangan, Simic tak mau mengkuti langkah para sahabatnya itu meninggalkan Persija. Penyerang asal Kroasia itu memilih setia.
“Seperti saya katakan berulang kali, di Indonesia hanya Persija dan saya tidak bisa membayangkan bagaimana mereka di klub lain selain Persija,” ungkap Simic.
“Kami harus mencoba melupakan mereka dengan cepat. Memang mereka membantu kami untuk mencapai gelar juara. Kami tak akan melupakan itu,” lanjut dia.
Di musim 2019, Simic menuturkan Persija tak boleh melemah. Justru ini saatnya bagi Persija membuktikan diri tetap jadi klub menakutkan meski ditinggal sejumlah pilarnya.
“Sekarang yang bisa kami lakukan adalah bersiap jadi kami harus fokus dan bekerja keras untuk mencoba meraih musim yang bagus lagi,” tandasnya.
(jpc/pojoksatu)

Wajah Baru Hiasi Latihan Perdana Persija

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sambut musim 2019, Persija Jakarta resmi menjalani latihan perdana.
Sedikitnya ada 30 pemain yang hadir dalam latihan perdana, Senin (7/1). Baik berstatus resmi maupun bertahan.
Usai juarai Liga 1 2018, Macan Kemayoran antusias menjalani latihan perdana di Lapangan Aldiron. Apalagi, itu merupakan lapangan baru dengan rumput sintetis.
Tidak hanya itu, antusiasme The Jakmania juga patut diacungi jempol. Mereka menyemut di sekitar stadion untuk menyaksikan para pemain idola berlatih.
Apalagi banyak pemain baru. Meski begitu, dalam latihan perdana tersebut, beberapa pemain masih belum hadir. Sebut saja Riko Simanjuntak, Marko Simic, Rohit Chand, hingga Sandi Sute.
Berikut daftar 30 pemain persija yang ikut latihan perdana:
1. Andritany Ardhiyasa
2. Shahar Ginanjar
3. Gianluca Pagliuca Rossy
4. Ryuji Utomo
5. Vava Mario Yagalo
6. Maman Abdurrahman
7. Ismed Sofyan
8. Akbar Zakaria (trial)
9. Dany Saputra (balik pinjaman)
10. Fitra Ridwan
11. Resky Fandi W (baru)
12. Ramdani Lestaluhu
13. Novri Setiawan
14. Nugroho Fathurochman
15. Bambang Pamungkas
16. Yan Pieter
17. Heri Susanto (baru)
18. Bruno Matos (asing baru)
19. Daryono
20. Indra Setiawan (trial)
21. Ikhsan Kurniawan (trial)
22. Achmad Nurifasa (trial)
23. Sahrul Kurniawan (trial)
24. Ammarsyahdi (Persija U-19)
25. Al Hamra (Persija U-19)
26. Anang Ma’ruf (Persija U-19)
27. Rama (Persija U-19)
28. Ahmad Hari (trial)
29. Rezaldi Hehanussa
30. Desly Nur (Persija U-19)
(jpc/pojoksatu)