PSMS

Manajemen Ikat 13 Pemain Lagi, Sudah 20 Punggawa PSMS Resmi Dikontrak Musim Ini

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Manajemen PSMS kembali menambah amunisi tim musim ini dengan merekrut 13 pemain lagi, Senin (20/1/2020). Ke-13 pemain resmi tanda tangan kontrak di Sekretariat PSMS, Kebun Bunga.
Tambahan 13 pemain ini menjadikan PSMS telah memiliki 20 orang pesepakbola yang akan memperkuat tim untuk Liga 2 musim 2020. Sebelumnya, ada 7 pemain yang telah dikontrak. Dari 13 pemain yang baru dikontrak ada nama-nama pemain lama seperti Legimin Raharjo, Doni Dio Hasibuan juga Yuda Riski serta Eki Fauzi.
“Kami secara resmi mengumumkan kontrak pemain PSMS tahap kedua. Total ada 20 pemain. Dari 20 orang pemain PSMS, 8 orang pemain lama PSMS. 12 orang yang baru bergabung. Secara kebetulan 9 orang asal Sumut yang berarti 50 persen putra daerah,” ujar Manajer PSMS, Mulyadi Simatupang.
Jumlah ini tentu belum final akan ada pemain tambahan. “Besok mungkin menyusul center bek, gelandang, kiper. Sekitar lima atau enam pemain lagi atas rekomendasi pelatih, dengan manajemen, jadi kita rencanakan PSMS akan diperkuat 25 atau 26 pemain. Untuk hari ini baru 20 orang yang kita ikat secara resmi,” jelasnya.
Mulyadi juga menambahkan pihaknya telah memulangkan empat pemain yang ikut trial. “Empat pemain yang dikembalikan, tiga orang ke Jakarta, satu orang anak Sumut,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, manajemen PSMS akan bersiap mengikuti Kongres PSSI di Bali tanggal 25 Januari 2020. Sepulang dari Bali, pihaknya akan menyusun dan menyiapkan tim lebih baik sesuai regulasi hasil kongres tersebut.
Nama Pemain PSMS yang Telah Dikontrak
Tahap I
1. Syaiful Ramadhan (Wingback)
2. Afiful Huda (Center Bek)
3. Elina Soka (Gelandang)
4. Yohanis Nabar (Gelandang Sayap)
5. Ari Hermawan (Striker)
6. Herlian Arif Laksono (Kiper)
7. Muhammad Adi Satrio (Kiper)
Tahap II
8. Ananias Pingkreuw (Striker)
9. Ichlasul Qadri (Gelandang)
10. Andre Prambudi (Center Bek)
11. Adi Irawan (Bek Kanan)
12. Hamdi Sula (Gelandang)
13. Andre Sitepu (Center Bek)
14. Legimin Raharjo (Gelandang)
15. Yuda Riski Irawan (Gelandang)
16. Eki Fauzi (Gelandang)
17. Doni Dio Hasibuan (Gelandang)
18. Ramadhani (Gelandang)
19. Ricat Turnip (Gelandang)
20. Fiwi Dwipan (Gelandang)
(nin/pojoksumut)

Tambah Amunisi! Kiper Timnas U-19 Resmi Berkostum PSMS Musim Ini

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Manajemen PSMS Medan kembali menambah kekuatan tim dengan mengontrak pemain, Sabtu (11/1/2020).
Kali ini, Muhammad Adi Satrio, Kiper Timnas U-19 yang resmi menjadi bagian tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut.
Tanda tangan kontrak dilakukan di Sekretariat PSMS, Kebun Bunga, bersama Manajer PSMS, Mulyadi Simatupang.
Adi menjadi pemain ketujuh atau kiper kedua yang sah dikontrak untuk musim 2020 ini . Sebelumnya ada Syaiful Ramadhan (bek), Afiful Huda (bek), Elina Soka (gelandang), Yohanis Nabar (penyerang), Ari Hermawan (striker) dan Herlian Arif Laksono (kiper).
Mulyadi Simatupang mengatakan kejelasan status Adi di PSMS setelah mendapatkan rekomendasi dari pelatih kiper Sahari Gultom. “Hari ini kami mengontrak Muhammad Adi Satrio berdasarkan rekomendasi dari Pelatih Kiper Sahari Gultom. Jadi sekarang total pemain yang sudah kita kontrak menjadi tujuh orang,” ujarnya.
Dia menegaskan meski masih muda, kemampuan Adi tak lagi diragukan. Selain pengalaman di Timnas, Mulyadi yakin Adi bisa berkembang dan cepat beradaptasi dengan PSMS.
“Kami berharap Adi bisa berkembang di sini  karena dia pemain yang masih muda dan memiliki potensi. Tinggal nanti Pelatih Kiper yang melatih mereka,” jelasnya.
Mulyadi mengatakan pihaknya mengontrak kiper yang memperkuat Timnas Indonesia U-18 di Piala AFF tahun 2019 ini dengan cepat juga karena Adi bakal mengikuti pemusatan latihan bersama Timnas U-19.
“Adi akan mengikuti TC Timnas U-19 di Jakarta mulai besok. Kami ingin memberikan kepastian kepada beliau bagian dari PSMS Medan. Kami tidak mau berlama-lama memberikan kepastian, karena dia juga sudah beberapa hari ini sudah mengikuti trial,” beber Mulyadi.
Sementara itu, Adi mengaku senang bisa bergabung dengan PSMS. “Alhamdulilah senang, PSMS klub besar, suporternya antusias. Semoga ke depan bisa bawa PSMS masuk liga 1,” ungkapnya di tempat yang sama.
Penjaga gawang kelahiran Tangerang 7 Juli 2001 ini menegaskan siap bersaing dengan pemain lain untuk mendapatkan tempat utama di tim. “Siap bersaing, usia bukan hambatan,” tegasnya. (nin/pojoksumut)

Bus Dilempari Orang Tak Dikenal, Begini Respon Manajemen PSMS

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Manajemen PSMS menduga pihak yang melakukan pelemparan ke bus PSMS adalah komplotan begal dan menampik dari kelompok fans yang kecewa atas pencapaian PSMS musim ini.
“Kalau melihat laporan dari Pak Suryono yang ikut dalam rombongan, dia kasih tahu ke saya pukul 02.00 WIB bahwa itu bukan dari kelompok suporter atau juga bukan yang kecewa karena gagalnya PSMS, tapi murni ulah dari begal-begal itu, atau orang yang iseng melempar,” ungkap Sekretaris Umum (Sekum) PSMS, Julius Raja, saat dihubungi, Kamis (21/11/2019).
King-sapaan akrabnya, menambahkan dari informasi beberapa orang ternyata, kawasan yang dilewati bus tepatnya di daerah Aek Kanopan, Kuala Hulu, Labuhanbatu Utara (Labura) ternyata  rawan. “Infonya begitu, ternyata sering terjadi pelemparan di situ. Kami juga agak heran karena kalau dibilang rawan harusnya di daerah jalan lintas daerah Palembang, Duri. Tapi ini sudah masuk wilayah Sumut pula,” jelasnya.
Dia mengatakan aksi yang menimpa bus tersebut hanya terjadi saat bus mau kembali ke Medan. “Saat pergi sama sekali tidak ada gangguan, hanya pas pulang saja,” timpalnya.
King juga memastikan tidak ada pemain dalam bus. Karena seluruh skuad kembali dengan pesawat. “Hanya ofisial dan juga beberapa kawan-kawan suporter yang menumpang,” ungkapnya.
Saat ini, kata King, pihaknya menyerahkan kasus ini ke Polsek Kualuh Hulu. “Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi, karena membahayakan pengendara yang melewati jalan tersebut, apalagi saat malam hari,” ucapnya.
Sebelumnya, kejadian ini dikabarkan terjadi Kamis (21/11/2019) dini hari tepatnya saat bus lewat di jalan lintas Sumatera di daerah Aek Kanopan, Kuala Hulu, Labuhanbatu Utara (Labura). Akibatnya, kaca depan bus pecah, begitu juga lampu bagian kanan.
Informasi ini dikabarkan akun resmi PSMS, @official_psmsmedan, Kamis pagi. Dari keterangan akun tersebut, bus dilempari oleh tiga pengendara motor.
“Bus PSMS Medan yang membawa beberapa official team dan media psms termasuk media official psms sendiri (admin) yang sedang dalam perjalanan pulang menuju Medan dari Palembang mendapat serangan berupa pelemparan sebanyak 3 kali oleh orang yang tidak dikenal yang menggunakan 3 sepeda motor,” demikian pertanyaan resminya.
Peristiwa itu terjadi sekira pukul 01.50 WIB. “Akibat pelemparan, kaca bagian depan sebelah kanan bus dan kaca lampu bagian kanan mengalami kerusakan,” lanjut akun tersebut.
Rombongan yang dipimpin oleh Pelda Suryono sebagai pengawal bus PSMS telah melaporkan kejadian di Polsek Kualuh Hulu. “Rombongan bus sudah kembali bergerak pulang menuju Medan, kasus masih ditangani Polsek setempat, mohon doanya agar semua rombongan official dan media yang berada dalam bus selamat sampai di Kota Medan,” tutupnya.
Sementara itu, kejadian sempat diduga karena luapan kekecewaan pecinta PSMS yang mendapati kenyataan klub kesayangannya gagal menapaki asa ke Liga 1. PSMS pada laga pamungkas Babak 8 Besar grup B Liga 2 kalah 1-2 dari Persita Tangerang di Stadion Jakabaring, Palembang, Senin (18/11/2019). Hasil yang membuat Legimin Raharjo dkk tersingkir dan memastikan tetap bertahan kompetisi kasta kedua untuk musim depan. (nin/pojoksumut)

Duh! Balik dari Palembang, Bus PSMS Medan Dilempari Batu di Labura

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kabar buruk datang dari PSMS Medan. Selain gagal melangkah ke semifinal Liga 2 2019, bus tim berjuluk Ayam Kinantan ini dilempari orang tak dikenal saat membawa rombongan ofisial dari Palembang menuju Medan.
Kejadian ini terjadi Kamis (21/11/2019) dini hari tepatnya saat bus lewat di jalan lintas Sumatera di daerah Aek Kanopan, Kuala Hulu, Labuhanbatu Utara (Labura). Akibatnya, kaca depan bus pecah, begitu juga lampu bagian kanan.
Informasi ini dikabarkan akun resmi PSMS, @official_psmsmedan, Kamis pagi. Dari keterangan akun tersebut, bus dilempari oleh tiga pengendara motor.

“Bus PSMS Medan yang membawa beberapa official team dan media psms termasuk media official psms sendiri (admin) yang sedang dalam perjalanan pulang menuju Medan dari Palembang mendapat serangan berupa pelemparan sebanyak 3 kali oleh orang yang tidak dikenal yang menggunakan 3 sepeda motor,” demikian pertanyaan resminya.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 01.50 WIB. “Akibat pelemparan, kaca bagian depan sebelah kanan bus dan kaca lampu bagian kanan mengalami kerusakan,” lanjut akun tersebut.
Kini rombongan yang dipimpin oleh Pelda Suryono sebagai pengawal bus PSMS telah melaporkan kejadian di Polsek Kualuh Hulu. “Rombongan bus sudah kembali bergerak pulang menuju Medan, kasus masih ditangani polsek setempat, mohon doanya agar semua rombongan official dan media yang berada dalam bus selamat sampai di Kota Medan,” tutupnya.

Sementara itu, kejadian ini diduga karena luapan kekecewaan pecinta PSMS yang mendapati kenyataan klub kesayangannya gagal menapaki asa ke Liga 1. PSMS pada laga pamungkas Babak 8 Besar grup B Liga 2 kalah 1-2 dari Persita Tangerang di Stadion Jakabaring, Palembang, Senin (18/11/2019). Hasil yang membuat Legimin Raharjo dkk tersingkir dan memastikan tetap bertahan kompetisi kasta kedua untuk musim depan. (nin/pojoksumut)

Beberkan Faktor Penyebab Kalahnya PSMS, Jafri Sastra : Ternyata Kami Hanya Sanggup di 8 Besar

POJOKSUMUT.com, PALEMBANG-Pelatih PSMS Medan, Jafri menyebutkan ada dua faktor yang membuat timnya bisa kalah 1-2 dari Persita Tangerang pada laga pamungkas bababk 8 Besar Grup B Liga 2 di Stadion Jakabaring, Palembang, Senin (18/11/2019).
“Penyebab kekalahan yang pertama konsentrasi dan kedua sering melakukan kesalahan sendiri. “Gol pertama satu pemain kita passing yang tidak tepat dengan jarak yang pendek dicounter. Yang kedua juga begitu, kita sudah di garis 16 tapi tidak bisa memanfaatkan peluang sangkut lagi di kaki lawan jadi gol. Hilang konsetrasi dan fokus di menit menit akhir ternyata penyakit yang belum ada obatnya sampai hari ini,” bebernya usai laga.
Pun demikian, dia mengapresiasi perjuangan Legimin Raharjo dkk. “Ini akhir dari perjuangan kami untuk lolos ke level yang lebih tinggi, ternyata kami hanya sanggup di 8 besar. Tapi anak-anak bagaimana pun sudah berusaha sudah berjuang hanya tidak bisa memanfatkan peluang-peluang untuk dijadikan gol, akhirnya kita mengucapkan selamat buat Persita bisa melangkah ke babak 4 besar,” jelasnya.
Soal kekecewaan penonton dan suporter PSMS yang hadir di stadion, Jafri enggan banyak komentar. “Itu hak penonton, tanya saja sama penonton,” tandasnya.
Sementara itu, bek PSMS Syaiful Ramadhan yang mendampingi Jafri dalam konferensi pers tersebut mengaku kecewa dengan hasil ini. “Sungguh kami kecewa apalagi terjadi gol pada menit terakhir, alhamdulillah kita masih diberikan kesehatan saja,” tegasnya.
Dengan kekalahan ini pupus sudah harapan skuad PSMS untuk berlaga di Liga 1 musim depan 2020. Sekaligus memastikan PSMS tetap berlaga di Liga 2 musim depan.
Tim besutan Jafri Sastra ini sejatinya hanya butuh seri untuk memastikan langsung ke semifinal Liga 2 demi tiket ke kasta tertinggi. Namun, yang terjadi di lapangan tak sesuai harapan.
Pada laga ini, PSMS sempat unggul lebih dulu lewat gol striker Natanael Siringoringo menit 8, tapi mampu dibalas pada penghujung babak pertama lewat gol Aldi Al Achya pada menit 43. Selanjutnya, babak kedua, tak satupun gol yang berhasil diciptakan PSMS, sementara Persita mengunci tiga poin lewat gol Rusmawan pada menit 87. Hingga peluit panjang dibunyikan wasit Sigit Budiyanto (DKI Jakarta), skor 2-1 menjadi milik Pendekar Cisadane-julukan Persita.
Dengan kekalahan ini, PSMS akhirnya menduduki peringkat ketiga dari empat kontestan dengan 4 poin dari tiga laga, sekali menang (lawan Martapura), sekali seri (lawan Persik) dan sekali kalah. Dari grup B, Persita (6 poin) dan Persik Kediri (5) menjadi wakil ke semifinal. Sementara di grup A, Persiraja Banda Aceh (5) dan Sriwijaya (5).
Susunan Pemain;
PSMS : Alfonsius Kelvan (gk); Afiful Huda, Bruno Casimir, Syaiful Ramadhan, Tedi Berlian/Andre Sitepu (78′); Eki Fauji, Elina Soka/Aidun Sastra (84′), Legimin Raharjo, Yuda Riski; Muhammad Renngur/Ilham Fathoni (52′), Natanael Siringoringo.
Pelatih : Jafri Sastra
Persita : Annas Fitranto (gk); Ammarzukih, Muhammad Roby, Novrianto, Zikri Akbar; Ade Jantra, Egi Melgiansyah/Diego Banowo (66′), Muhammad Toha; Aldi Al Achya, Chandra Waskito/Redi Rusmawan (53′), Sirvi Arfani/Adittia (61′)
Pelatih : Widodo C Putro
(nin/pojoksumut)

Dikandaskan Persita, Asa PSMS Naik ke Liga 1 Gagal Total! Musim Depan Tetap Liga 2

POJOKSUMUT.com, PUPUS sudah harapan skuad PSMS untuk berlaga di Liga 1 musim depan 2020. Ini setelah, pada laga pamungkas 8 Besar grup B Liga 2, Legimin Raharjo dkk gagal meraih poin.
PSMS dikandaskan Persita Tangerang dengan skor 1-2, di Stadion Jakabaring, Palembang, Senin (18/11/2019) sore. Sekaligus memastikan PSMS tetap berlaga di Liga 2 musim depan.
Tim besutan Jafri Sastra ini sejatinya hanya butuh seri untuk memastikan langsung ke semifinal Liga 2 demi tiket ke kasta tertinggi. Namun, yang terjadi di lapangan tak sesuai harapan.
Pada laga ini, PSMS sempat unggul lebih dulu lewat gol striker Natanael Siringoringo menit 8, tapi mampu dibalas pada penghujung babak pertama lewat gol Aldi Al Achya pada menit 43. Selanjutnya, babak kedua, tak satupun gol yang berhasil diciptakan PSMS, sementara Persita mengunci tiga poin lewat gol Rusmawan pada menit 87. Hingga peluit panjang dibunyikan wasit Sigit Budiyanto (DKI Jakarta), skor 2-1 menjadi milik Pendekar Cisadane-julukan Persita.
Dengan kekalahan ini, PSMS akhirnya menduduki peringkat ketiga dari empat kontestan dengan 4 poin dari tiga laga, sekali menang (lawan Martapura), sekali seri (lawan Persik) dan sekali kalah. Dari grup B, Persita (6 poin) dan Persik Kediri (5) menjadi wakil ke semifinal. Sementara di grup A, Persiraja Banda Aceh (5) dan Sriwijaya (5).
 
foto : flashscore liga2
Susunan Pemain;
PSMS : Alfonsius Kelvan (gk); Afiful Huda, Bruno Casimir, Syaiful Ramadhan, Tedi Berlian/Andre Sitepu (78′); Eki Fauji, Elina Soka/Aidun Sastra (84′), Legimin Raharjo, Yuda Riski; Muhammad Renngur/Ilham Fathoni (52′), Natanael Siringoringo.
Pelatih : Jafri Sastra
Persita : Annas Fitranto (gk); Ammarzukih, Muhammad Roby, Novrianto, Zikri Akbar; Ade Jantra, Egi Melgiansyah/Diego Banowo (66′), Muhammad Toha; Aldi Al Achya, Chandra Waskito/Redi Rusmawan (53′), Sirvi Arfani/Adittia (61′)
Pelatih : Widodo C Putro
(nin/pojoksumut)

Kalah dari PSMS, Pelatih Martapura FC : Kok, PSSI Tega-teganya Tugaskan Wasit yang Begini

POJOKSUMUT.com, PALEMBANG-Pelatih Martapura FC, Frans Sinatra Huwae tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya atas kepimpinan wasit Steven Yubel Poli (Sulawesi Utara), saat timnya dikalahkan PSMS 1-2 di Stadion Jakabaring, Kamis (14/11/2019).
Pada babak 8 Besar Grup B Liga 2, Martapura sudah menelan kekalahan dua dari tiga laga sehingga dipastikan tersingkir dari peluang lolos ke babak semifinal. Sebelumnya, Martapura kalah dari Persik Kediri.
Frans menyebut sebagai pelatih dirinya mengakui pertandingan berakhir 2-1 untuk kemenangan PSMS. “Selamat untuk PSMS. Tapi, selama ini saya hidup di bola, saya ikuti aturan sepak bola, tahun ini entah yang keberapa, kok PSSI tega-teganya nugaskan wasit yang begini?,” tandasnya usai pertandingan.
Secara permainan disebutnya PSMS menang, tapi secara kepimpinan wasit jauh dari harapan. “Saya orang yang sportif, saya akui PSMS bisa memaksimal dua kesempatan untuk dua gol, namun apa yang terjadi selalu pemain yang dirugikan saya tidak bicara untuk pertandingan hari ini (saja),” tegasnya.
Dia meminta wasit mau memahami dan mengerti bahwa sepak bola Indonesia dalam keadaan sulit. “Belajar mengerti bahwa klub hidupnya susah, tapi saya akan bangga kalah dengan aturan. Jangan diperkosalah (aturan), di bench saya tanpa komunikasi, mereka (wasit) ke dalam tiba-tiba (ofisial kami) dikartu kuning, apa yang terjadi di dalam mereka tidak laporkan, ini ada apa. Saya tidak menuduh wasit, tapi ini tujuan apa, kalau mau sepak bola maju, adakah wasit kita ini dihukum? Belum tahu saya belum pernah,” tuturnya.
Frans meminta PSSI menugaskan figur yang tepat untuk laga sekelas 8 besar. “Secara permainan saya akui PSMS menang, saya sportif tapi tolong untuk panitia PSSI penugasan apa ini, apakah klub harus mundur terus. Saya bangga sama pemain saya yang tidak berbuat apa-apa di lapangan, sabar, walaupun aturan itu diperkosa, kenapa harus takut aturan ditegakkan. Pemain saya tidak akan memukul wasit, selama saya jadi pelatih, tapi wasit jangan perkosa aturan, itu saja yang mau saya sampaikan,” paparnya.
“Saya ucapkan selamat untuk PSMS, sukses untuk mereka. Tapi untuk ke depanya ayo sama-sama kita benahi sepak bola agar maju dan besar hatilah jadi pengadil jangan semua selalu tim dan pemain yang dihukum, dirugikan,” jelasnya.
Kemudian, saking kecewanya, Frans menguak fakta menyedihkan dan klasik di sepak bola Indonesia. “Pernahkah mereka (wasit) berpikir, mohon maaf Martapura datang ke sini dengan kekurangan. Pemain saya datang sama dengan semua kasus gaji belum dibayar tapi mereka bisa sabar, ini harusnya jadi masukan. Tapi kalau begini-begini wasit dipukul pemain yang kena. Sampai kapan? tolong dicatat saya secara pertandingn kalah 2-1 tapi tolong dicatat masukan kami ini, terutama buat Panpel berikan masukan ke wasit agar mereka jadi manusia yang baik. Kita berangkat ke sini dengan doa, dengan pengorbanan, kalah sportif kita tidak ada yang kita sangkal,”  bebernya.
Sesi temu pers usai laga menjadi ajang Frans mengeluarkan isi dalam hatinya soal sepak bola Indonesia secara umum termasuk untuk ketua umum terpilih PSIS, Iwan Bule. “Semua berharap semoga ‘anak tiri’ (Liga 2) ditengok (dilihat). Ini kan liga 2 mana ada pengurus PSSI yang datang. Mudah-mudahan pengurus yang baru peduli agar aturan ini jangan pemain terus yang dirugikan. Ada babak begini (8 besar) (harusnya) dilihat (sama pengurus PSSI). Makanya kasar saya bilang Liga 2 anak tiri,” jelasnya.
Sementara itu, kapten Martapura, Amirul Mukminin mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekannya yang berjuang sampai peluit akhir. “Dengan segala keputusan yang ada oleh pengadil di lapangan, pemain tetap fight hingga menit terakhir, saya bangga,” tegasnya. (nin/pojoksumut)

Jafri Sastra Sebut Ini Kunci Kemenangan Timnya Atas Martapura FC

POJOKSUMUT.com, PALEMBANG-Pelatih PSMS, Jafri Sastra mengakui skuadnya mampu bermain lebih baik hingga bisa mengalahkan Martpura FC dengan skor 2-1 di Stadion Jakabaring Palembang, Kamis (14/11/2019).
“Hari ini, kami bisa tampil lebih baik dari pertandingan pertama (lawan Persik). Anak-anak lebih disiplin di lapangan, kemudian ada pertambahan aspek kepercayaan diri untuk bertanding memenangkan laga,” ujarnya usai laga didampingi pemainnya, Yuda Riski.
Jafri sangat brsyukur dengan kemenangan kali ini. “Paling tidak kami bisa menjaga asa untuk lolos ke semifinal, tapi masih ada satu pertandingan lagi yang harus kami hadapi yaitu lawan Persita Tangerang,” jelasnya. PSMS kini mengoleksi 4 poin dari sekali menang dan sekali seri.
Diakui Jafri kunci kemenangan timnya hari ini karena berhasil memperbaiki kelemahan pada pertandingan sebelumnya. “Yang pasti setelah kami melawan Persik Kediri kemarin, kami ada catatan penting bagi kami masalah percaya diri dan mental bertanding yang kami benahi dua hari kemarin. Alhamdulillah hari ini mereka mengubah apa yang kami lakukan di pertandingan pertama. Salah satunya anak-anak memanfaatkan peluang khususnya dua gol tadi,” bebernya.
Pun demikian, Jafri menyebut masih ada kekurangan tim yang akan diperbaiki jelang lawan Persita. “Kekurangan mengontrol emosi, ritme bermain harus kami perbaiki,” tegasnya.
Soal laga hari ini, disebut Jafri kedua tim bermain terbuka alias open play. “Saling menyerang dan bertahan dengan baik. Ada peluang yang kita dapatkan, dua peluang kami manfaatkan jadi gol,” ucapnya.
Disinggung soal kartu merah yang diterima pemainnya, Kesuma Wira, Jafri enggan berkomentar. “Kartu merah itu insiden soal kenapa-kenapanya itu wasit yang tahu, ada wasit di situ yang melakukan keputusan, kita tidak bisa berkometar soal itu,” tandasnya.
Tak lupa Jafri mengucapkan terima kasih kepada fans PSMS yang rela datang ke Palembang dan mendukung tim hingga menahan hujan. “Kami sampaikan terima kasih untuk suporter yang meluangkan waktu hadir di sini, pasti betul-betul memberikan dukungan penuh sehingga mereka rela berhujan semoga dipertadingan berikutnya memberikan penampilan yang lebih baik lagi,” jelasnya.
Sementara itu, pencetak satu dari gol PSMS di laga ini Yuda Riski mengaku bersyukur atas kemenangan ini. “Syukur alhamdulillah kami bisa mendapatkan tiga poin, mudah-mudahan ini menjadi motivasi kami untuk menjadi lebih baik dan lebih fokus untuk laga berikutnya,” ujarnya. (nin/pojoksumut)

Kemenangan Diwarnai Kartu Merah, Asa PSMS ke Semifinal Terbuka Lebar, Martapura FC Out

POJOKSUMUT.com, PALEMBANG- Peluang PSMS Medan lolos ke babak semifinal Liga 2 terbuka lebar usai menaklukkan Martapura FC dengan skor 2-1 pada 8 Besar di Stadion Jakabaring, Palembang, Kamis (14/11/2019).
Dua gol tim berjuluk Ayam Kinatan ini dicetak Yuda Riski pada menit 24 dan Bruno Casimir pada menit 64, serta gol Martapura dicetak lewat titik penalti oleh Rahel Radiansyah menit 76.
Dengan hasil ini, PSMS sudah mengoleksi 4 poin dari dua laga dengan sekali seri (1-1 lawan Persik Kediri) dan sekali menang. Sementara, bagi Martapura FC, dua kali kalah (sebelumnya takluk dari Persita) membuat peluang mereka ke semifinal tertutup sudah harus angkat koper lebih dulu.
Pada babak kedua, kedua tim bermain memperagakan permainan terbuka. Namun, peluang emas baru tercipta bagi PSMS setelah mendapatkan tendangan sudut. Ilham Fathoni yang mengeksekusi melepaskan tendangan ke tengah dimanfaatkan bek Bruno Casimir yang berdiri tepat di tengah kotak penalti. Tendangan lurus tak terduga dari pemain naturalisasi ini menggetarkan gawang Martapura yang dikawal Ali Budi Raharjo.
Ketinggalan dua gol, Martapura tak ingin menyerah begitu saja. Beberapa kali gelandang serangnya Rahel Radiansyah melepaskan tendangan berbahaya. Beruntung PSMS punya Alfonsius Kelvan yang sikap dan cekatan menghalau serangan di dekat gawang.
Usaha Martapura akhirnya berbuah manis saat Bruno Casimir melakukan handsball pada menit 76. Wasit Steven Yubel (Sulawesi Utara) menunjuk penalti. Rahel yang menjadi eksekutor berhasil melepaskan si kulit bundar ke gawang dan gol. Skor menjadi 2-1.
Menit 84, Rahel kembali menjadi ancaman. Dia melepaskan tendangan keras jatuh tepat di arah gawang atas, Kelvan sukses menepisnya.
Waktu menuju injurytime, PSMS malah harus kehilangan pemainnya. Usai Kesuma Satria awalnya terlihat melakukan pelanggaan kepada pemain Martapura. Pemain lawan yang protes dijatuh dilawan Kesuma. Dia terlihat sempat mendaratkan wajahnya ke wajah pemain lawan. Nyaris bentrok namun berhasil dihalau pemain kedua tim. Wasit mengganjar Kesuma kartu merah, namun Martapura tak mendapatkan tendangan bebas, malah wasit memberikan ke PSMS.
Proses dari luar lapangan terdengar, wasit mengganjar kartu kuning seseorang di bangku ofisial Martapura.
Tak berapa lama, wasit meniup peluit panjang, kemenangan resmi milik PSMS. Sementara wasit Steven didekati skuad Martapura, dia juga harus dikawal keluar lapangan oleh pihak keamanan.
Sementara itu, satu partai lainnya di grup B, mempertemukan Persita kontra Persik akan dilangsungkan malam ini.
Susnan pemain
PSMS : Alfonsius Kevlan (gk); Afiful Huda, Kesuma Satria, Bruno Casimir, Syaiful Ramadhan; Eki Fauji, Elina Soka, Ilham Fathoni/Natanael Siringoringo (62′); Yudha Riski/Aidun Sastra (46′), Muhammad Renggur.
Pelatih : Jafri Sastra
Martapura FC : Ali Budi (gk); Erwin Gutawa, Fahreza Agamal, Gitra Yuda/Muhammad Fadhil (88′); Amin Rais, Amirul Mukminin, Gideon Marshell, Kahar/Agus (86′), Rahel; Agi Pratama/Mohamamd Solechudin (73′), Mario Albertho
Pelatih : Frans Sinatra Huwae.
(nin/pojoksumut)

Jelang Lawan Martapura FC, Jafri Sastra Fokus Benahi Mental Pemainnya

POJOKSUMUT.com, PALEMBANG-Pelatih PSMS Medan, Jafri Sastra melakukan evaluasi terhadap skuadnya usai hasil imbang 1-1 melawan Persik Kediri pada laga perdana 8 besar Liga 2, Minggu (10/11/2019) di Stadion Jakabaring, Palembang.
Perbaikan yang paling disoroti Jafri adalah percaya diri dan mental Legimin Raharjo dkk agar partai lawan Martapura FC, Kamis (14/11/2019) bisa mendulang hasil maksimal.
“Benahi mental bertanding pemain, kurang percaya diri. Itu yang kami benahi. Percaya diri pemain, sehingga apa yang sudah diberikan muncul saat pertandingan,” ujarnya, Selasa (12/11/2019).
Selain persoalan non teknis tersebut, Jafri juga menekankan pemanfaatan peluang menjadi gol. Ini berdasarkan pertandingan lawan Persik, dimana banyak peluang babak II tak satupun berbuah gol. Satu-satunya gol balasan PSMS pada laga tersebut hanya dari kotak penalti. “Juga kontrol dan kordinasi permainan. Percaya diri sama mental. Emosian yang jadi masalah. Masalah kita soal peluang tidak bisa jadi gol,” jelasnya.
Martapura sendiri bukan lawan yang mudah. Bagi Jafri semua tim di 8 besar adalah tim-tim terbaik. “Soal peluang, kita lihat saja peluangnya. Sudah nonton, dia (Martapura) bagus mainnya. Tidak perlu disebut wajib menang. Kalau sudah bertanding, pasti ingin menang,” ungkap mantan pelatih PSIS tersebut.
Sementara itu, Pelatih Martapura FC, Pelatih Martapura FC Frans Sinatra Huwai, menyebut PSMS adalah lawan yang kuat. “Di grup ini ramai, PSMS tim bagus. Pertandingan pertama mereka dapat poin. Tetapi saya fokus tetap pemain saya dan mengantipasi apa yang dipunya PSMS,” ujarnya.
Saat ini, di grup B, sementara Persita Tangerang di posisi teratas dengan tiga poin, PSMS dan Persik berada di peringkat kedua dan ketiga sedangkan Martapura menduduki terbawah. (nin/pojoksumut)