psms medan

Dikandaskan Persita, Asa PSMS Naik ke Liga 1 Gagal Total! Musim Depan Tetap Liga 2

POJOKSUMUT.com, PUPUS sudah harapan skuad PSMS untuk berlaga di Liga 1 musim depan 2020. Ini setelah, pada laga pamungkas 8 Besar grup B Liga 2, Legimin Raharjo dkk gagal meraih poin.
PSMS dikandaskan Persita Tangerang dengan skor 1-2, di Stadion Jakabaring, Palembang, Senin (18/11/2019) sore. Sekaligus memastikan PSMS tetap berlaga di Liga 2 musim depan.
Tim besutan Jafri Sastra ini sejatinya hanya butuh seri untuk memastikan langsung ke semifinal Liga 2 demi tiket ke kasta tertinggi. Namun, yang terjadi di lapangan tak sesuai harapan.
Pada laga ini, PSMS sempat unggul lebih dulu lewat gol striker Natanael Siringoringo menit 8, tapi mampu dibalas pada penghujung babak pertama lewat gol Aldi Al Achya pada menit 43. Selanjutnya, babak kedua, tak satupun gol yang berhasil diciptakan PSMS, sementara Persita mengunci tiga poin lewat gol Rusmawan pada menit 87. Hingga peluit panjang dibunyikan wasit Sigit Budiyanto (DKI Jakarta), skor 2-1 menjadi milik Pendekar Cisadane-julukan Persita.
Dengan kekalahan ini, PSMS akhirnya menduduki peringkat ketiga dari empat kontestan dengan 4 poin dari tiga laga, sekali menang (lawan Martapura), sekali seri (lawan Persik) dan sekali kalah. Dari grup B, Persita (6 poin) dan Persik Kediri (5) menjadi wakil ke semifinal. Sementara di grup A, Persiraja Banda Aceh (5) dan Sriwijaya (5).
 
foto : flashscore liga2
Susunan Pemain;
PSMS : Alfonsius Kelvan (gk); Afiful Huda, Bruno Casimir, Syaiful Ramadhan, Tedi Berlian/Andre Sitepu (78′); Eki Fauji, Elina Soka/Aidun Sastra (84′), Legimin Raharjo, Yuda Riski; Muhammad Renngur/Ilham Fathoni (52′), Natanael Siringoringo.
Pelatih : Jafri Sastra
Persita : Annas Fitranto (gk); Ammarzukih, Muhammad Roby, Novrianto, Zikri Akbar; Ade Jantra, Egi Melgiansyah/Diego Banowo (66′), Muhammad Toha; Aldi Al Achya, Chandra Waskito/Redi Rusmawan (53′), Sirvi Arfani/Adittia (61′)
Pelatih : Widodo C Putro
(nin/pojoksumut)

Partai Krusial Lawan SFC, Jafri Sastra Maksimalkan Sekecil Apapun Peluang untuk 8 Besar

POJOKSUMUT.com, PALEMBANG-Skuad PSMS Medan siap menjajal tuan rumah Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Selasa (1/10/2019) sore, dalam lanjutan Liga 2 wilayah Barat.
PSMS Medan datang ke Palembang tanpa kekuatan penuh, setelah dua beknya harus absen. Bruno Casimir mendapatkan sanski Komisi Disiplin setelah kedapatan melakukan tindakan tidak terpuji di kandang Persita. Bruno yang mengacungkan jari tengah ke suporter harus absen dua pertandingan. Sementara, stopper lainnya, Andre Sitepu harus ditinggal karena tidak fit.
Melawan Sriwijaya, PSMS sejatinya punya persiapan lebih karena partai ke-19 lawan Babel United gagal digelar di Stadion Teladan, Jumat (26/9/2019) karena demo besar di Medan. Lain halnya dengan Sriwijaya yang harus menelan kekalahan di kandang Sriwijaya dengan 0-1.
“Dari skuad kita ada dua yang tidak bisa hadir di sini. Bruno dan Sitepu. Bruno dapat ganjaran dari Komdis karena berlaku kurang sportif atau kurang attitude-nya. Kemudian diganjar dua pertandingan. Sitepu kondisinya tidak begitu baik, maka kami tinggal. Tapi, di luar kedua itu, kondisi pemain baik-baik saja,” ujar Pelatih PSMS, Jafri Sastra dalam temu pers di Palembang, Senin (30/9/2019).
Jafri memahami tak ada kata lain selain menang untuk menjaga asa ke babak 8 besar. Mengingat, saat ini, PSMS ada di peringkat 6 dengan 28 poin dari 18 laga. Dan, Jafri paham tak mudah mengalahkan tuan rumah yang saat ini ada di posisi kedua dengan 37 poin dengan 19 laga.
“Saya lihat Sriwijaya disiapkan dengan matang, dengan baik. Juga dengan komposisi pemain yang sesuai harapan dengan manajemen untuk mencapai target. Satu lagi, siapa pun bermain di Sriwijaya tim yang kuat, tim yang tangguh,” jelasnya.
Eks pelatih PSIS ini mengatakan ketika menginjakkan kaki di di PSMS, Sriwijaya adalah tim yang selalu ikutinya perkembangannya. “Yang pasti Sriwijaya tim yang solid, terlepas siapa yang dimainkan dan siapa yang tidak dimainkan,” tegasnya.
Jafri menyebutkan sebagai pelatih baru di PSMS, dia punya tanggung jawab mengamankan posisi PSMS dengan empat laga tersisa. “Kondisi di posisi klasemen adalah posisi yang tidak kami inginkan. Sekarang kami di posisi keenam. Tapi ada empat pertandingan yang harus kami mainkan lagi, dua home, dua away. Tentunya kami tidak ingin di posisi sekarang, peluang kami memang kecil untuk ke-8 besar. Tapi sekecil apa pun peluang, kami harus bisa manfaatkan. Kami juga harus bisa menyakinkan pemain. Pemain juga harus yakin, bahwasanya sepak bola tidak di-matematika-kan,” tuturnya.
Melawan Sriwijaya, bagi Jafri yang penting harus kerja keras. “Disiplin di lapangan dan tetap fokus dari menit ke menit. Terpenting kami harus usaha dulu, berjuang dulu. Keputusan, hasil akhir serahkan kepada yang di Atas,” ucapnya.
“Saya berharap besok adalah partai krusial bagi kami dan pertandingan yang sangat penting. Mudah-mudahan juga besok Sriwijaya berbaik hati, turunkan pemain yang tidak pernah turun,” pungkasnya.
Sementara itu, Ilham Fathoni menambahkan para pemain akan maksimalkan pertandingan besok. “Karena hasil pertandingan besok menentukan langkah kami ke babak 8 besar.
“Insya Allah besok kami berikan yang terbaik bagi masyarakat Medan. Sriwijaya di peringkat teratas, tentu tidak mudah dapat poin di sini. Kami akan berusaha maksimal,” pungkasnya. (nin/pojoksumut)

Jumat Demo Besar,  Laga PSMS Vs Babel United di Stadion Teladan Resmi Ditunda

POJOKSUMUT. com, MEDAN-Rencana aksi massa besar-besaran yang akan dilakukan Jumat (27/2/2019), berimbas pada laga PSMS.
Pertandingan ke-19 Liga 2 Wilayah Barat melawan Aceh Babel United di Stadion Teladan resmi ditunda karena tidak mendapatkan izin dari Polrestabes Medan.
 
“Fix tunda. Dan saya masih di Polrestabes. Dan masih mohon untuk minta dipindahkan ke hari Sabtu (28/9/2019),” jelas Sekretaris Umum (Sekum) PSMS,  Julius Raja, Kamis (26/9/2019) malam.

King-sapaan akrabnya,  menjelaskan sebelumnya PSMS sudah mendapatkan izin tanding dengan surat tertanggal 12 September 2019.
Namun, karena besok unjuk rasa, polisi harus konsentrasi menjaga situasi massa yang bakal tertumpuk  di kawasan Gedung DPRD Sumut dan Mapolda Sumut dengan tuntutan tolak RUU KUHP dan pencabutan UU KPK serta pembebasan mahasiswa yang ditangkap usai demo Rabu (24/9/2019).
Pria yang juga Ketua Panpel PSMS ini mengatakan pihak berharap permohonan perpindahan hari bisa dikabulkan karena persiapan sebagai tuan rumah sudah dilakukan.  Termasuk tim tamu yang sudah tiba di Medan.
Bahkan kedua klub sudah melakukan temu pers untuk memaparkan persiapan tim di Sekretariat PSMS,  Kamis (26/9/2019) sore.
Dalam temu pers tersebut Pelatih PSMS Jafri Sastra mengaku timnya siap tempur meski tanpa Bruno Casimir yang terakumulasi kartu kuning.
“Kondisi anak-anak bagus,  walau tidak lengkap karena ada yang terakumulasi kartu kuning. secara umum kita siap allout,” ujarnya.

Bek PSMS, Andre Sitepu menambahkan para pemain sudah siap bertanding sesuai intruksi pelatih. (nin/pojoksumut)
 

Kalah dari Persita, Jafri Sastra : Kami Belum Akan Menyerah untuk Lolos

POJOKSUMUT.com, TANGERANG-Pelatih PSMS Medan, Jafri Sastra, menegaskan masih optimis timnya bisa finis di urutan keempat wilayah Barat Liga 2 untuk masuk ke babak 8 besar.
Ini diucapkan Jafri usai PSMS takluk 0-1 saat melakoni laga ke-18 melawan Persita di Stadion Sport Centre, Kelapa Dua, Tangerang, Minggu (22/9/2019).
Kekalahan yang membuat PSMS tertahan di posisi lima klasemen sementara wilayah Barat dengan 28 poin.
Dia menyebut kekalahan sore tadi, bukan karena jeleknya permainan Legimin Raharjo dkk melainkan kesulitan memanfaatkan peluang gol. “Kami sore ini bermain tidak jelek. Hanya sayang anak-anak tidak bisa memanfaatkan peluang-peluang gol. Tidak bisa dimaksimalkan,” ujarnya usai laga.
Jafri juga menampik kekalahan ini karena para pemainnya grogi bermain tandang di hadapa suporter tuan rumah. “Suporter Persita baik-baik, saya paling tahu pemain saya grogi atau tidak,” bebernya.
“Kami tidak bisa memanfaatkan peluang gol itu saja. Persita punya satu peluang gol langsung masuk, kita punya tiga peluang gol tidak bisa dimaksimalkan,” tegasnya.
“Tapi Kami harus tetap membangun semangat, kami masih ada empat pertandingan yang harus kami hadapi. Kami belum akan menyerah untuk lolos dari grup ini untuk menjadi 4 tim terbaik. Kekalahan ini harus kami lupakan,” tegasnya.
Selesai dari away ke Tangerang ini, Jafri mengatakan akan menggenjot tim untuk persiapan yang lebih baik. “Besok kami kembali ke Medan, kami harus mempersiapkan tim masih ada lagi empat pertandingan lagi,” lanjutnya.
Dalam pertandingan yang dipimpin oleh Wasit Sance Lawita (Sulawesi Utara), satu-satunya gol dicetak oleh Chandra pada menit 34.
Susunan Pemain
Persita : Yogi Triyana (gk); Muhammad Roby, Novrianto, Zikri Akbar; Ade Jantra Lukmana, Asri Akbar/Adittia (68′), Egi Melgiansyah (C), Muhammad Toha; Aldi Al Achya, Chandra Waskito/Amarzukih (76′), Sirvi Arfani/Diego Banowo (62′)
Pelatih : Widodo Cahyono Putro
PSMS : Alfonsius Kelvan (gk); Afiful Huda, Kesuma Satria Yudistira, Bruno Casimir, Syaiful Ramadan’ Aidun Sastra Utami/Yuda Riski (78′), Eki Fauji, Elina Sona/Natanael Siringoringo (64′), Legimin Raharjo (C); Rendi Saputra, Tri Handoko Putro/Ilham Fathoni (48′).
Pelatih : Jafri Sastra
(nin/pojoksumut)

Sah Jadi Pelatih Baru PSMS, Jafri Sastra : Mungkin Lucky-nya di Saya

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Wajah sumringah terlihat jelas dari Jafri Sastra begitu tiba di Sekretariat PSMS Medan, Stadion Kebun Bunga, Minggu (8/9/2019) sore.
Jafri mengenakan baju kemeja biru tampak akrab menyapa semua orang di Mes PSMS. Dia juga langsung memimpin latihan perdana bersama Legimin Raharjo dkk di Stadion Kebun Bunga dengan jersey hijau yang pas di tubuhnya.
Berada di Medan bukan hal yang baru baginya. Meski dalam karir kepelatihannya ini yang pertama, namun pria kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat ini memiliki keluarga angkat di Medan. “Alhamdulillah bisa sampai Medan. Bagi saya Medan sudah tidak asing lagi, saya punya saudara di sini di Jalan Medan Area Selatan. Saya punya orang tua angkat di sini, orang Belanda,” jelasnya.
Menangani PSMS di sisa tujuh pertandingan, Jafri mengapungkan optimisme tinggi. “Kita harus optimis, tidak boleh pesismis. Walaupun kita sudah melalui pertandingan hasilnya bagus tapi belum positif saja. Bagaimana tujuh pertandingan kita lebih positif lagi,” ujarnya.
“Saya datang ke sini, In sya Allah melakukan hal-al yang meningkatkan motivasi dan bisa melakukan hal positif dan bisa memenangkan pertandingan. Dengan posisi yang sekarang (PSMS peringkat 7 dengan 24 poin) kita harus fokus dan bekerja keras, agar lebih siap menghadapi sisa pertandingan ini,” urainya.
Selama ini, Jafri mengatakan pelatih lama, Abdul Rahman Gurning sudah melakukan yang terbaik. “Tapi namanya sepak bola ada lucky atau keberuntungan, kadang-kadang saya sebagai pengganti melakukan apa yang sudah dibuat Guring. Makanya pemain pelatih, manajamen, suporter, harus tetap optimis, karena optmis bagian dari doa,” bebernya.
Meski figur baru di PSMS, Jafri mengatakan mengenal beberapa pemain saat ini, seperti Syaiful Ramadhan, Elina Soka. “Ada beberapa yang pernah bekerja dengan saya, Elina Soka, Syaiful Ramadhan juga saya kenal baik. Mudah-mudahan dengan sudah saling mengenali, menunjukkan hal positif,” ungkapnya.
Baru melatih tim Liga 1 di PSIS Semarang, Jafri mengaku tak masalah harus turun ke Liga 2. Malah dia berharap bisa mengulangi catatan apik saat membawa PSIS ke Liga 1. “Enggak ada masalah. Tetap saja ini sudah diatur sama Allah. Ini suatu hal positif, tantangan tersendiri. Kalau enggak salah, tahun lalu saya melakukan hal yang serupa ketika saya dipecat Persis Solo, waktu Persis Solo peringkat dua, PSIS Semarang peringkat dua paling bawah. Dengan dengan sisa 14 pertandingan orang berpikir se Indonesia PSIS kena degradasi. Tapi Allah memberikan yang terbaik. Yang penting bagaimana kita memberikan doa, jangan memberikan cacimaki. Karena yang diterima Allah itu doa bukan hujatan,” bebernya.
“Saya tidak merasa mempertaruhkan reputasu saya di sini. Tidak ada yang hebat, ketika kita bisa bekerja maksimal, kita sudah melakukan hal-hal positif untuk sepak bola,” lanjutnya.
Bagi pelatih 54 tahun ini, PSMS adalah tim besar hingga membuatnya mau menerima tantangan ke Medan. “Menarik ya, ini tim legenda, tim besar pada jamannya tahun 80-an, siapa yang enggak kenal. Tapi saya tahu di sini banyak pelatih bagus, mungkin lucknya aja yang belum, mungkin lucky-nya di saya,” tegasnya.
Diberitakan sebelum, selain Jafri Sastra, PSMS punya pelatih fisik baru yaitu Budi Kurnia, dan pelatih kiper baru, Muhammad Sahbani.
(nin/pojoksumut)

Resmi! PSMS Medan Kontrak Jafri Sastra, Sahbani dan Pelatih Fisik Baru

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Manajemen PSMS Medan resmi mengikat Jafri Sastra sebagai pelatih baru tim Ayam Kinantan menggantikan Abdul Rahman Gurning yang mengundurkan diri usai lawan Perserang.
Mantan pelatih PSIS Semarang itu sudah tiba di Medan, Minggu (8/9/2019) sekira pukul 15.00 WIB, dan langsung diperkenalkan dalam sesi temu pers dengan awak media, di Sekretariat PSMS Medan, Stadion Kebun Bunga.
Selain Jafri, PSMS juga akhirnya memiliki pelatih fisik baru, jabatan yang sejak awal musim kosong. Pelatih fisik itu adalah Budi Kurnia juga eks PSIS Semarang. Selain itu, manajemen juga memperkenalkan pelatih kiper baru yaitu Sahbani, mantan pemain PSMS dan eks pelatih kiper PSMS U-16.
“Kami mengontrak pelatih Jafri Sastra, pelatih fisik Budi Kurnia dan pelatih kiper Muhammad Sahbani hingga sampai November sesuai regulasi Liga 2,” ujar Manajer dan Penanggung Jawab PSMS, Mulyadi Simatupang.
Mulyadi mengungkapkan sebelum menentukan pilihan ke Jafri Sastra, pihaknya sempat menghubungi beberapa pelatih di Indonesia. “Dari beberapa pelatih, saya tertarik dengan Coach Jafri Sastra karena beliau tidak takut kepada tantangan,” tegasnya.
Manajemen kata Mulyadi menyetujui permintaan Jafri Sastra soal pelatih fisik dalam tim yang sebelumnya tidak ada. “Beliau juga menyertakan pelatih fisik, dari 15 pertandingan terlepas saya tidak ahlinya dalam permainan saya merasa terkadang anak-aanak merasa terlalu capek. Mungkin kita membutuhkan pelatih fisik, ini kenapa dari beberapa pelatih pilihan saya jatuhkan ke coach Jafri Sastra,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan, meski pelatih kepala berganti, asisten pelatih tetap didapuk Edy Syahputra. “Soal asisten pelatih Coach Jafri tidak ada masalah, beliau sudah mengenal Edy Syahputra dan bisa bekerja sama,” jelasnya.
Soal pemilihan kepada pelatih kiper Sahbani, Mulyadi mengatakan sudah mengenal yang bersangkutan dan mendapat rekomendasi dari pelatih kiper timnas, Sahari Gultom. “Kami sudah berkomunikasi dengan pelatih kiper dan diskusi dengan Sahari Gultom pelatih kiper Timnas U-19, dan menjatuhkan pilihan ke Sahbani. Bagi saya juga dia enggak asing lagi, kami pernah bekerja sama dengan PSMS U-16. Walau enggak berprestasi tapi kami juga masuk 8 besar,” beber mantan manajer PSMS u-16 ini.
Bersama para pelatih baru ini, Mulyadi berharap PSMS bisa bangkit dan kembali fokus dengan target lolos 8 Besar Liga 2. (nin/pojoksumut)

Breaking News! Jafri Sastra Pelatih Baru PSMS, Siang Ini Diperkenalkan ke Publik Medan

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Teka teki siapa pelatih baru PSMS Medan menggantikan Abdul Rahman Gurning akhirnya terpecahkan.
Dia adalah Jafri Sastra, pelatih kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat, 23 Mei 1965, yang sebelumnya melatih PSIS Semarang.
Nama Jafri Sastra sejatinya sudah tersiar sejak kemarin siang, namun manajemen masih belum bisa memastikan karena ada satu nama lainnya yang juga dilobi yaitu Angel Alfredo Vera, eks pelatih Bhayangkara FC.
Kepastian Jafri Sastra melatih PSMS ditandai dengan berubahnya akun resmi Instagramnya @jafrisastra65_official, sekira 30 menit lalu. Dia mengunggah satu foto layar hijau. Tanpa caption apapun.
Alhasil, sinyal ini langsung ditangkap oleh fans. Beberapa sudah mengucapkan selamat termasuk pemain PSMS.
Bahkan kiper PSMS, Choirun Nasirin langsung memberikan emoticon tanda cinta berwarna hijau di kolom komentar.
“Welcome coach,” komen fans PSMS @farhatputra.

Sementara itu, narasumber terpercaya Pojoksumut.com membenarkan Jafri Sastra sudah resmi melatih PSMS. “Iya beliau jadinya, tadi malam prosesnya selesai. Siang ini, sekitar pukul 13.00 atau 14.00 akan dihadirkan dalam temu pers dengan media,” ujarnya, narasumber tersebut, Minggu (8/9/2019).
Sebelumnya, Sekretaris Umum (Sekum) PSMS, Julius Raja, manajemen bergerak cepat mengambil pelatih baru demi perubahan dalam tim, karena Gurning mundur.
“Iya dua nama itu, saat kita nego. Kalau selesai malam ini, besok (Minggu), kami rencananya akan sekalian gelar konferensi pers mundurnya Gurning dan pelatih baru PSMS,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (7/9/2019) sore.
King-sapaan Julius Raja, mengatakan opsi PSMS mengambil pelatih baru dan tak menaikkan sang asisten pelatih, Edy Syahputra, dengan pertimbangan matang. “Biar ada perubahan di tim, kalau naikkan asisten pelatih enggak ada perubahan, ini demi untuk lolos keempat besar,” ungkapnya.
King menyebutkan pilihan ke pelatih luar Sumut, lantaran opsi yang ada saat ini belum memihak PSMS. “Opsi utama kami Suharto AD tapi kan dia melatih tim PON Sumut, Suimin ada tapi lama sudah tidak melatih. Jadi Jafri Sastra dan Alfredo yang kami dilobi,” jelasnya. (nin/pojoksumut)

Breaking News! Selain Gurning, Pelatih Kiper PSMS Juga Mundur

 
 
POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kabar mengejutkan lainnya datang dari PSMS Medan.
 
Setelah kabar resminya Abdul Rahman Gurning hengkang dari tim berjuluk Ayam Kinantan, kini giliran Sugiar yang mundur.
 
Manajer PSMS, Mulyadi Simatupang mengatakan, dengan ini manajemen akan sekaligus mengumumkan pelatih kepala dan kiper baru, besok
 
“Iya, sekaligus pelatih kiper juga mengundurkan diri kita ganti dengan Sahbani. Besok, kami rencananya konperensi pers pelatih baru dan pelatih kiper,” ujarnya, Sabtu (7/9/2019) malam.
Sahbani sendiri mantan kiper PSMS 2010.
Sementara itu, Sugiar kepada Pojoksumut.com membenarkan kabar itu. “Iya saya mundur. Soal alasannya ya profesional saja. Ada alasan yang sulit saya jelaskan. Tapi intinya, saya ingin dekat dengan keluarga. Saya doakan PSMS semakin sukses,” ungkapnya via WhatsApp.
 
Sugiar mengatakan resmi mundur Sabtu malam dan sudah pamit ke pemainnya. “Siapa yang tak sedih? Saya sayang sama anak-anak. Namanya kerjaan ada saatnya kita berpisah. Tapi di luar itu, kita semua bisa berkomunikasi dengan baik,” jelasnya. (nin/pojoksumut)

Gurning Mundur, Dua Pelatih Liga 1 Ini Jadi Pilihan Manajemen PSMS

POJOKSUMUT.com, MEDAN -Manajemen PSMS bergerak cepat mencari pengganti Abdul Rahman Gurning yang telah menyatakan mundur usai laga lawan Perserang.
Sekreatris Umum (Sekum) PSMS, Julius Raja mengatakan saat ini ada dua nama pelatih yang mencuat yang sedang proses lobi.
Keduanyanya ada Jafri Sastra yang baru tak lagi melatih PSIS Semarang dan Angel Alfredo Vera yang baru didepak dari Bhayangkara FC.
“Iya dua nama itu, saat kita nego. Kalau selesai malam ini, besok (Minggu), kami rencananya akan sekalian gelar konferensi pers mundurnya Gurning dan pelatih baru PSMS,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (7/9/2019) sore.
King-sapaan Julius Raja, mengatakan opsi PSMS mengambil pelatih baru dan tak menaikkan sang asisten pelatih, Edy Syahputra, dengan pertimbangan matang. “Biar ada perubahan di tim, kalau naikkan asisten pelatih enggak ada perubahan, ini demi untuk lolos keempat besar,” ungkapnya.
King menyebutkan pilihan ke pelatih luar Sumut, lantaran opsi yang ada saat ini belum memihak PSMS. “Opsi utama kami Suharto AD tapi kan dia melatih tim PON Sumut, Suimin ada tapi lama sudah tidak melatih. Jadi Jafri Sastra dan Alfredo yang kami dilobi,” jelasnya.
“Mudah-mudahan berjalan lancar, salah satunya bisa melatih PSMS,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Gurning sudah niat mundur dari PSMS jauh hari dengan bebera faktor, mulai dari tekanan, intervensi.
Namun, baru kemarin usai PSMS kalah dari Perserang, dia mengutarakan mundur itu langsung ke manajer PSMS, Mulyadi Simatupang. (nin/pojoksumut)

Gurning Out! Manajemen Setujui Permintaan Mundur Sang Pelatih

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Gonjang ganjing mundurnya Abdul Rahman Gurning dari kursi pelatih PSMS Medan akhirnya menemui kejelasan.
Gurning telah menyampaikan permintaan mundur langsung ke manajer PSMS, Mulyadi Simatupang, usai PSMS menuntaskan laga lawan Perserang dengan hasil kekalahan 1-2, Jumat (6/9/2019).
“Secara lisan iya Gurning sudah tidak pelatih PSMS. Dia mengajukan mundur, sudah bicara sama Pak Mulyadi, setelah tanding. Sebagai manajer beliau sudah bicara dengan Gurning. Untuk meresmikan pengundurdirian itu, Gurning kami minta menuliskan surat tertulis. Tim hari ini kan balik ke Medan, mungkin besok dia serahkan suratnya,” ujar Sekretaris Umum, Julius Raja kepada Pojoksumut, saat dihubungi Sabtu (7/9/2019) sore.
Manajemen kata Julius Raja, tak punya banyak pilihan selain mengiyakan permintaan Gurning. “Dia sudah minta mundur, masak kita bilang enggak. Hatinya sudah enggak di sini lagi. Artinya juga harus ada perubahan dengan tim ini,” lanjutnya.
Jika, tidak ada halangan, besok manajemen akan mengadakan konperensi pers soal mundurnya Gurning termasuk kemungkinan mengumumkan pelatih baru.
Seperti diketahui Gurning sudah jauh hari mengatakan mundur dari PSMS, namun masih disampaikan ke mantan pengurus/pemain PSMS yang disebutnya merekomendasikan namanya pada awal musim sebagai pelatih PSMS.
Dan, hingga akhirnya usai laga lawan Perserang, Gurning mengungkapkan mundurnya ke manajemen.
Saat ini, PSMS masih mengemas 24 poin dari 15 laga, dan menduduki peringkat 7. Posisi yang rawan tergusur oleh pesaing lainnya Babel United yang hari ini akan menuntaskan laga ke-15. (nin/pojoksumut)