PSS Sleman

Gilas Badak Lampung FC, PSS Lewati Persib dan Persebaya

POJOKSATU.id, SLEMAN – PSS Sleman memetik kemenangan dari tamunya Badak Lampung FC dalam laga lanjutan Liga 1, Selasa (3/12).
Pada pertandingan yang digelar di Stadion Maguwoharjo, PSS menang dengan skor telak 5-1.
Yevhen Bokhashvili membuka keunggulan bagi tuan rumah di menit ke-14. Ia kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat gol kedua di menit ke-34.
Skor 2-0 bertahan hingga babak pertama berakhir. Di babak kedua, Haris Tuharea membawa timnya unggul 3-0.
Selang empat menit, skor kembali berubah. Ocvian Chanigio membuat Elang Jawa perbesar keunggulan sementara.
Memasuki menit ke-67, Kushedya Yudo membuat PSS unggul dengan skor 5-0. Badak Lampung akhirnya dapat memaksimalkan peluang di menit ke-76.
Namun gol Aulia Hidayat tidak mampu menyelamatkan timnya dari kekalahan telak 5-1. Sebab hingga akhir pertandingan skor tidak berubah.
Kemenangan ini mengantarkan PSS naik peringkat dari posisi ke-10 menjadi ketujuh dengan 43 poin. Mereka berhasil melewati Persebaya, Persib dan Bhayangkara FC.
Sedangkan Badak Lampung, ada di posisi ke-16 dengan berhasil mengumpulkan 30 poin dari 30 pertandingan.
(zul/pojoksatu)

PSS Sleman Target Raih Tiga Poin Penuh Lawan Borneo FC

POJOKSATU.id, SLEMAN – PSS Sleman bakal menjamu Borneo FC pada lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo, Rabu (20/11).
Setelah mendapatkan hasil kurang memuaskan dalam dua pertandingan terakhir, PSS berambisi memuaskan para penggemar. Mereka menargetkan meraih poin penuh.
Demi mencapai target tersebut, pelatih PSS Seto Nurdiyantoro pun memaksimalkan masa persiapan untuk menggenjot anak asuhnya.
Pihaknya pun berfokus pada kondisi fisik Bagus Nirwanto dan kawan-kawan.
“Program latihan fisik secara umum saja, yakni kelincahan dan kecepatan dapat terjaga,” ujarnya dilansir laman resmi PSS.
Mantan penggawa Timnas Indonesia itu menambahkan, laga melawan Borneo FC sangat penting bagi armadanya.
“Kemenangan atas Borneo FC sangat penting guna menjaga tim dalam menjaga persaingan di tabel klasemen,” tambahnya.
Tak mau kalah, Asisten Pelatih Borneo FC Ahmad Amiruddin juga mempersiapkan diri dengan maksimal untuk menghadapi PSS.
“Kami akan benahi problem di game sebelumnya kemudian prepare untuk next game,” tandasnya.
(jpnn/pojoksatu)

Bonek Rusuh, Fasilitas di GBT Rusak, Persebaya Pasrah Disanksi PSSI

POJOKSATU.id, SURABAYA – Persebaya Surabaya dipermalukan PSS Sleman 2-3 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Selasa (29/10).
Hasil ini membuat penggemar Persebaya, bonek, kecewa. Setelah wasit Thoriq Al Katiri meniup peluit akhir, terlihat beberapa orang berlari ke tengah lapangan dan mendekati para pemain Persebaya untuk melancarkan protes.
Aksi itu diikuti ratusan orang suporter lainnya dari berbagai sudut tribun. Mereka juga berlari ke tengah lapangan dan mengejar pemain Persebaya.
Melihat situasi ini, aparat langsung mengamankan pemain dan ofisial Persebaya ke dalam lorong menuju ruang ganti pemain.
Namun, aksi suporter semakin menjadi-jadi di tengah lapangan, antara lain merusak papan iklan, bench ofisial, bench pemain cadangan, jaring gawang dan sarana atau fasilitas lainnya.
Suporter yang makin marah membakar papan-papan iklan dan spanduk di lapangan hingga asap pekat membumbung tinggi dari dalam stadion.
Menurut laporan Antara, terdapat beberapa suporter yang terluka ringan dan langsung mendapat perawatan oleh petugas kesehatan di lobi stadion. Sedangkan di tribun, terdapat titik-titik api, penyalaan flare serta petasan.
Sementara itu, sekitar dua ribu suporter PSS Sleman yang hadir di stadion tak terpancing dan tetap duduk di tribun Gate 1 yang disiapkan khusus untuk tim tamu.

Dipermalukan PSS Sleman, Persebaya Telan Kekalahan Ketiga Beruntun

POJOKSATU.id, SURABAYA – Persebaya Surabaya kembali meraih hasil minor di ajang Shopee Liga 1 musim 2019. Pada pekan ke-25, Bajul Ijo dipermalukan PSS Sleman 2-3 di Gelora Bung Tomo, Selasa (29/10/2019) sore.
Ini merupakan kekalahan ketiga beruntun yang dialami Persebaya. Sebelumnya, mereka takluk dari Persib Bandung dan Persela Lamongan.
BACA JUGA: Cristiano Ronaldo: Dungu Kalau Tidak Belajar Sama Giggs dan Scholes
Pada pertandingan di GBT, PSS membuka keunggulan lewat Jepri Kurniawan pada menit 16. Menerima umpan dari Dave Mustaine, Jepri merangsek masuk kotak penalti Bajul Ijo sebelum melepaskan tendangan keras dari jarak dekat. 1-0 Elang Jawa unggul.
Persebaya mampu menyamakan skor pada menit 34. Tendangan mendatar David Da Silva ke pojok gawang Ega Rizky manjadikan kedudukan sama kuat 1-1.
Tim tamu kembali unggul pada menit 41. Umpan tendangan bebas Guilherme Batata diteruskan menjadi gol oleh sundulan Haris Tuharea. 2-1 PSS kembali memimpin.
Dua menit berselang, gawang Bajul Ijo yang dikawal Miswar Saputra kembali kebobolan. Kali ini lewat aksi individu dan penyelesaian akhir yang berkelas dari Yevhen Bokhashvili. Skor 1-3 untuk PSS menutup babak pertama.
BACA JUGA: Babak I Persebaya Vs PSS Sleman: Bajul Ijo Kebobolan 3 Gol
Di paruh kedua, pelatih Persebaya, Wolfgang Pikal memasukkan Rendi Saputra menggantikan Fandi Utomo untuk menambah daya gedor timnya.
Namun kubu tuan rumah hanya bisa menambah satu gol pada menit 76 lewat penalti Diogo Campos. Skor akhir laga 2-3 untuk PSS Sleman.
(fat/pojoksatu)

PSS Vs Persija Berakhir Imbang tanpa Gol

POJOKSATU.id, SLEMAN – Persija Jakarta gagal meraih kemenangan saat bertamu ke markas PSS Sleman dalam laga lanjutan Liga 1 2019, Kamis (24/10).
Bermain di Stadion Maguwoharjo, laga PSS vs Persija berakhir imbang tanpa gol alias 0-0.
Sepanjang jalannya pertandingan, kedua tim tidak bisa memaksimalkan peluang yang dimiliki menjadi gol.
Alhasil, keduanya harus puas mendapat satu poin. Hasil ini membuat Persija ada di posisi ke-13 dengan perolehan 24 poin.
Mereka hanya unggul satu poin dari penghuni zona degradasi, Badak Lampung yang menempati posisi ke-16.
Sedangkan PSS Sleman ada di posisi keenam klasemen dengan perolehan 36 poin dari 24 pertandingan yang dilakoni.
(zul/pojoksatu)

Imbang Lawan PSS, Madura United Gagal Geser Tira Persikabo

POJOKSATU.id, SLEMAN – Madura United gagal naik ke posisi dua klasemen menggeser Tira Persikabo usai ditahan imbang PSS Sleman, Minggu (29/9).
Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Madura United dan PSS berakhir imbang 2-2.
Pertandingan di babak pertama nyaris berakhir imbang 0-0. Namun gol Beto Goncalves di menit ke-45 membuat kedudukan berubah menjadi 0-1.
Akan tetapi, dua menit berselang, PSS menyamakan kedudukan. Adapun gol penyama kedudukan dicetak oleh Haris Tuharea.
Di babak kedua, Beto kembali mencatatkan namanya di papan skor. Ia membuat Madura United kembali memimpin usai mencetak gol di menit ke-53.
Keunggulan tim tamu tak bertahan lama. Memasuki menit ke-73, Brian Ferreira berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Hingga akhir pertandingan tidak ada tambahan gol tercipta. Madura United dan PSIS harus puas berbagi satu angka.
Madura United tetap ada di posisi ketiga di klasemen Liga 1 dengan 35 poin, berbeda satu poin dengan Tira Persikabo.
Sedangkan PSS Sleman kini ada di posisi kedelapan dengan mengoleksi 29 poin.
Sementara itu, laga PSIS vs Perseru BLFC berakhir imbang 0-0. Dengan tambahan satu angka, PSIS ada di posisi ke-13 dengan 21 poin.
Beda dua poin dari Perseru BLFC yang ada satu peringkat diatasnya, yakni posisi ke-12.
(zul/pojoksatu)

Madura United Incar Kemenangan di Kandang PSS Sleman

POJOKSATU.id, SLEMAN – Madura United mengincar kemenangan saat bertamu ke Stadion Maguwoharjo, markas PSS Sleman, Minggu (19/9) sore WIB.
Selain berkeinginan menggeser posisi Tira Persikabo dari posisi dua, kemenangan juga wajib diraih dalam rangka membalas hasil pertemuan pertama kedua tim di Pamekasan, pada 31 Juli lalu.
Ketika itu, Laskar Sape Kerrap takluk dengan skor tipis 0-1 dari PSS Sleman lewat gol tunggal Irkham Zahrul Milla pada menit ke-63.
“Kami datang dengan sebuah tantangan. Yaitu, membayar lunas kekalahan kami di Pamekasan,” ujar Rasiman, pelatih Madura United.
Bek asing Madura United Jaimerson Xavier berharap, timnya bermain tenang dan fokus agar bisa mengalahkan tuan rumah.
“Jangan terburu-buru juga. Kami harus dapat poin,” ungkapnya.
Sementara itu, ssituasi berbeda dialami pasukan PSS. Diakui pelatih Seto Nurdiantoro, kekalahan dari Arema FC cukup mempengaruhi kondisi pemain.
Menurut Seto, kepecayaan diri anak asuhnya terganggu. “Tapi, saya harap pemain bisa melupakan kekalahan itu dan menjadikannya sebuah pelajaran,” harapnya.
(jpc/pojoksatu)

Gol Telat Erwin Ramdani, Akhiri Periode Negatif Persib Bandung

POJOKSATU.id, BANDUNG – Persib Bandung meraih kemenangan tipis atas PSS Sleman, pada pekan ke-17 Shopee Liga 1 musim 2019. Ini merupakan tiga poin perdana Maung Bandung dalam sembilan laga terakhir.
Bertanding di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (30/8/2019) malam WIB, Persib yang sebelum laga ini mencatat 8 pertandingan tanpa kemenangan.
Tim asuhan Robert Rene Alberts dibayangi rekor buruk yang pernah mereka catat 11 tahun silam. Sembilan laga tak pernah menang di Indonesia Super League.
Dan bayang-bayang rekor buruk itu semakin mendekat ketika menjelang berakhirnya waktu normal, Ezechiel N’Douassel dkk belum juga bisa menjebol gawang PSS.
Hingga akhirnya, tepat pada menit 90, pemain pengganti Erwin Ramdani berhasil memecah kebuntuan untuk membawa Persib unggul 1-0. Skor ini bertahan hingga laga usai.
Kemenangan pada laga Persib Bandung vs PSS Sleman ini membuat Maung Bandung untuk sementara masuk 10 besar di klasemen Liga 1 dengan 19 poin dari 17 pertandingan yang dilakoni.
Sementara PSS Sleman gagal masuk empat besar. Mereka tertahan di peringkat 6 dengan 24 poin dari 17 laga yang sudah dijalani.
(fat/pojoksatu)

Gol Tunggal Irkham, Madura United Kalah di Kandang

POJOKSATU.id, MADURA – Madura United gagal meraih kemenangan saat menghadapi PSS Sleman dalam laga lanjutan Liga 1 2019, Rabu (31/7).
Bermain di kandang sendiri, Madura kalah dari tamunya, PSS dengan skor 0-1.
Pada pertandingan tersebut, kedua tim bermain imbang di babak pertama dengan skor 0-0.
Upaya kedua tim tidak berhasil mencetak gol. Malah, Madura United harus melakukan dua pergantian pemain tidak direncanakan.
Pertama, saat Asep Berlian harus ditandu keluar lapangan usai terpelanting dengan keras ke tanah. Posisinya lantas digantikan dengan Slamet Nurcahyono.
Pergantian kedua yakni antara David Laly dengan Greg Nwokolo, karena mengalami masalah dengan lututnya.
Di babak kedua, PSS akhirnya mampu menuntaskan peluang yang ada. Mereka menjebol gawang tuan rumah saat memasuki menit ke-63.
Gol keunggulan PSS dicetak oleh Irkham. Ini menjadi gol satu-satunya yang tercipta di pertandingan tersebut.
Dengan kemenangan ini, PSS kini ada di posisi kelima dengan mengumpulkan 16 poin. Sedangkan Madura United ada di posisi tiga dengan 20 poin.
(zul/pojoksatu)

Cedera, Marckho Meraudje Terancam Absen

POJOKSATU.id, BANGKALAN – Kabar kurang menyenangkan datang jelang laga Madura United lawan PSS Sleman, Rabu (31/7).
Bermain di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Madura United terancam tak bisa menurunkan Marckho Meraudje.
Padahal, posisi Marckho sebagai bek kanan Madura United tidak tergantikan dalam sembilan laga di Liga 1 2019.
Adapun alasan absennya Marckho karena cedera pinggang yang didapat setelah berbenturan dengan salah satu pemain Perseru Badak Lampung (27/7).
Akibat insiden itu juga, eks Sriwijaya FC tersebut harus ditarik keluar dan digantikan oleh Alfath Fathier pada pertengahan babak pertama.
Hingga saat ini, tim medis Madura United masih melakukan observasi atas cedera yang dialami oleh Marckho.
Meski menunjukan perkembangan yang baik, tim berjuluk Laskar Sape Kerrap tersebut tak mau gegabah untuk memaksakan Marckho turun.
“Kami masih observasi sampai besok (hari ini, Red). Kami lihat perkembangannya seperti apa. Baru kami bisa menentukan,” ucap Fisioterapis Madura United Rudiyus Suseno.
“Kami nanti (kemarin, Red) ada latihan ringan dan recovery. Di latihan nanti kami sudah kumpul semua. Bisa kami diskusikan dengan tim medis dan tim pelatih, baru bisa kami putuskan,” tambahnya.
Kalau pun Marckho harus menepi, pelatih Madura United Dejan Antonic nampaknya tak terlalu khawatir. Sebab masih banyak nama yang bisa diandalkan untuk mengisi posisi pemain asal Papua tersebut.
Salah satunya Alfath, meski musim ini sering dimainkan sebagai winger, Alfath juga bisa sebagai full bek.
Selain itu masih ada nama lain seperti Guntur Ariyadi. Pemain serba bisa tersebut tidak hanya mampu dimainkan sebagai bek tengah dan gelandang bertahan.
Musim lalu Guntur beberapa kali dimainkan sebagai full bek. Hanya saja, Guntur memang tipe lebih bertahan dari pada Marckho yang sering melakuka overlap.
(nia/jpnn/pojoksatu)