PSSI

Keputusan Venue Piala Dunia U-20 di Tangan FIFA

POJOKSATU.id, JAKARTA – Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, merupakan satu di antara 10 venue yang disiapkan PSSI untuk persiapan Piala Dunia U-20 2021.
Namun kondisinya saat ini perlu perbaikan pasca terjadi kerusuhan pada laga kekalahan Persebaya lawan PSS Sleman 2-3, beberapa waktu lalu.
Terkait kejadian ini, Direktur Media PSSI Gatot Widakdo menerangkan pihaknya sudah memberikan catatan khusus.
Namun, dirinya menegaskan, belum bisa dipastikan apakah GBT akan dicoret atau tidak.
Pasalnya, keputusan soal enam stadion yang akan digunakan sebagai venue Piala Dunia U-20 berada di tangan FIFA.
Perwakilan FIFA sendiri baru akan melakukan pengecekan pada November ini. Melakukan inspeksi dan memilih stadion mana saja yang layak menggelar Piala Dunia U-20.
Sementara itu, Sekjen PSSI Ratu Tisha juga menuturkan, tidak ada jaminan siapa yang bakal lolos jadi venue Piala Dunia U-20.
GBT yang rusak di beberapa bagian karena kerusuhan pun belum tentu tidak bisa jadi venue.
“Namun, yang pasti, stadion yang berpeluang lolos adalah venue yang pernah menggelar pertandingan sekelas FIFA Friendly Match,” katanya.

Kabar Duka, Alfin Lestaluhu Meninggal Dunia

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kabar duka datang dari dunia sepak bola Tanah Air. Pemain tim nasional U-16 Alfin Farhan Lestaluhu meninggal dunia.
Kabar ini diketahui lewat postingan PSSI di akun media sosial Instagram. Mereka menyampaikan rasa duka atas kehilangan Alfin.
“Telah berpulang menghadap Sang Pencipta, Alfin Farhan Lestaluhu. Semoga amal ibadah dan segala kebaikan diterima Tuhan Yang Maha Esa. Terima kasih atas jasa-jasamu untuk Indonesia, Alfin,” demikian caption dalam postingan foto Alfin di Instagram PSSI.
Sementara itu, dilansir dari laman resmi PSSI, disebutkan Alfin meninggal sekitar pukul 22.11 WIB di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta, Kamis (31/10).
Berdasarkan diagnosa dokter, Alfin meninggal karena encephalitis (infeksi otak) dengan hypoalbumin.
“Keluarga besar PSSI mendoakan yang terbaik untuk Alfin dan keluarga. Kita sangat kehilangan. Terima kasih atas sumbangsih Alfin untuk tim nasional Indonesia,” kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destira.
Seperti diketahui, Alfin merupakan pemain yang ikut berjuang dan mengantarkan Indonesia lolos ke putaran final Piala AFC tahun 2020.
Rencananya jenazah Alfin akan dibawa dan dimakamkan di kampung halamannya di Ternate, Ambon.
Sementara itu, ucapan bela sungkawa dan doa untuk Alfin langsung mengalir di mesia sosial.
(zul/pojoksatu)

KLB PSSI Dijadwalkan 2 November, Lokasinya di Calon Ibukota Indonesia

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ketua Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) Suhendra Hadikuntono memastikan lokasi Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI akan dihelat di Kalimantan pada 2 November 2019.
“Berdasarkan hasil road show KPSN ke daerah-daerah, mereka menghendaki jadwal pelaksanaan KLB PSSI untuk memilih ketua umum dan Komite Esekutif PSSI seperti keputusan KLB PSSI di Ancol, yakni 2 November 2019, bukan 25 Januari 2020 seperti yang diklaim PSSI dikehendaki FIFA,” ucap Suhendra di sela-sela pertemuan dengan para voters di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (18/8).
Dalam pertemuan yang merupakan bagian dari Ekspedisi Borneo KPSN 2019 itu, voters yang hadir antara lain Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kaltim dan pengurus Persisam Samarinda.
Sebelumnya, Suhendra beserta rombongan menyambangi Asprov PSSI Kalimantan Barat dan Asprov PSSI Kalimantan Tengah serta klub-klub sepak bola di kedua provinsi itu.
Mengapa Kalimantan dipilih sebagai lokasi KLB PSSI? Menurut Suhendra, Kalimantan merupakan calon Ibu kota yang sudah dipilih Presiden Joko Widodo.
Keputusan memilih Kalimantan juga merupakan bentuk terima kasih dan rasa syukur karena Jokowi concern terhadap kemajuan sepak bola dengan mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) No 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Sepak Bola Nasional.
Suhendra menyatakan, KLB PSSI untuk memilih ketua umum dan Komite Eksekutif digelar pada 25 Januari 2020 dengan dalih agar semua program PSSI berjalan dengan baik hanya alasan subjektif.
Pasalnya, perwakilan FIFA dan Asian Football Confederation (AFC) juga hadir dalam KLB PSSI di Ancol itu.
“Sudah jangan macam-macam lagi, hargai kesepakatan dan komitmen yang sudah dibangun para voters,” tegasnya, dikutip dari JPNN.
KLB PSSI di Ancol pada 27 Juni lalu berhasil membentuk Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KLB).
KP dan KBP inilah yang akan menyelenggarakan pemilihan Ketua Umum dan Komite Eksekutif PSSI, yang menurut keputusan KLB PSSI di Ancol akan digelar pada 2 November 2019.
Belakangan, jadwal KLB 2 November 2019 itu coba diundurkan menjadi 25 Januari 2020 dengan dalih menuruti keinginan FIFA.
“Itu upaya PSSI untuk menciptakan situasi dan bias demi melanggengkan kekuasaan status quo saja,” tandas Suhendra.
(jos/jpnn/pojoksatu)

Jelang KLB PSSI, Persiapan Hampir 100 Persen

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang rencananya digelar di Hotel Mercure, Ancol, tinggal dua hari lagi.
Persiapan untuk menggelar pemilihan komite pemilihan (KP) dan komite banding pemilihan (KBP) juga sudah hampir 100 persen.
Hal itu disampaikan anggota Exco PSSI Gusti Randa. Menurutnya, hingga saat ini tidak ada kendala untuk menggelar KLB.
Surat undangan pun sudah disebar kepada para voter. “Jadi, nanti 26 Juli bisa datang registrasi ambil materi. Besoknya makan siang dan KLB dimulai sore hari,” ujarnya.
Lebih lanjut, disebutkan nama-nama yang bakal diusulkan untuk menempati posisi di KP dan KBP juga sudah ada.
Gusti menyatakan, nama-nama tersebut merupakan hasil penjaringan yang selama ini dilakukan PSSI. “Hanya untuk jaga-jaga. Sifatnya bottom-up. Ada dari Liga 1 dan Liga 2 juga,” paparnya.
Soal nama calon terpilih, diakui pihaknya punya kriteria sendiri ketika melakukan penjaringan. Salah satunya, sosok senior yang paham akan seluk beluk sepak bola Indonesia.
“Harus independen juga. Jumlahnya ganjil. Terserah mau nyebutin berapa,” katanya, lantas tersenyum.
Akan tetapi, nama-nama yang sudah dijaring itu belum final. Nanti voter yang hadir di KLB pada 27 Juli mendatang memilih nama-nama yang diusulkan PSSI itu.
Di sisi lain, salah seorang voter dari Madura United yakni Haruna Soemitro mengungkapkan tidak mau ambil pusing siapa nama-nama tersebut. Yang pasti, pihaknya berharap KLB harus ikuti arahan dari FIFA.
Dia menambahkan ada dua cara untuk memilih anggota KP dan KBP. Yang pertama diusulkan voter dan yang kedua diusulkan oleh exco PSSI. “Kami menunggu Exco sajalah. Bakal milih yang diusulkan itu saja,” tuturnya.
(jpc/pojoksatu)

Ingin Gunakan VAR di Liga 1, PSSI Hubungi FIFA

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI menunjukkan keseriusannya untuk menggunakan teknologi Video Assistant Referee (VAR) di Liga 1.
Diantaranya mereka sudah menghubungi FIFA untuk mendapat bimbingan soal regulasinya.
Diketahui, wacana penggunaan VAR memang sudah digaungkan sejak sebelum Liga 1 2019 digulirkan.
Akan tetapi, PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator kompetisi belum mau menggunakannya.
Berkaca dari hasil rapat Exco, LIB diminta untuk segera membuat kajian dari sisi anggaran dan insfrastruktur. PSSI jua akan menyiapkan kajian yang terkait regulasi berdasarkan peraturan FIFA.
“Saat ini PSSI menugaskan kepada PT LIB untuk membuat kajian resmi terkait dua hal pertama, yakni infrastruktur dan anggaran,” ungkap Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria.
Sementara saat ini, Tisha menyebut, pada kesekretariatan jendral mendapat tugas dari Exco untuk melakukan kajiaan terkait regulasi.
“Karena ada dasar-dasar regulasi FIFA yang harus kami patuhi sebelum melakukan secara penuh,” paparnya.
“Seperti jumlah minimal lisensi wasit yang mengoperasikan VAR dan lain-lain. Ada dua kajian yang harus kami selesaikan dalam waktu singkat. Tiga bulan ke depan sudah harus ada progres,” sambungnya.
Nantinya PSSI akan langsung berkomunikasi dengan FIFA saat Kongres 5 Juni mendatang. “Bahwa Indonesia sudah intens dalam rencana penggunaan VAR dan dimohon perhatian FIFA sampai 2020,” tandasnya.
(jpc/pojoksatu)

Isu Bakal Ada KLB PSSI Tandingan, Begini Respon Gusti Randa

POJOKSATU.id, JAKARTA – Adanya kabar voters yang mengatasnamakan Komite Penyelamat Sepak Bola Nasional (KPSN) membuat anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Gusti Randa geram.
Bagaimana tidak, KPSN kabarnya ingin menggelar KLB (Kongres Luar Biasa) tandingan.
Sebagaimana diketahui, Exco sudah sepakat bakal menggelar KLB PSSI pada Juli mendatang. Namun untuk pemilihan ketum/waketum baru, akan dilaksanakan pada Kongres Biasa awal 2020 mendatang.
Keputusan itu ternyata membuat voters yang tergabung dalam KPSN tak puas. Bahkan mereka mengklaim kalau sebanyak 56 pemilik hak suara sah menginginkan KLB PSSI dengan agenda pemilihan dipercepat.
“Kalau bicara hasil rapat Exco tanggal 3 Mei itu, Exco sudah membuat surat kepada para anggota mengingatkan bahwa selaku anggota ada statuta PSSI pasal 15 mengingatkan seluruh member tunduk kepada keputusan FIFA dan bawahannya, yakni AFC dan PSSI,” bilang Gusti.
Pada KLB PSSI Juli nanti memang belum membicarakan pemimpin baru. Nantinya agendanya hanya pembentukan Komite Pemilihan dan Komite Banding serta merevisi statuta dan lainnya.
“Nah, bagi anggota yang tak mengindahkan pasal 15 pasti akan mendapat sanksi, tentang kewajiban anggota, dilarang berhubungan dengan yang berafiliasi FIFA,” tandasnya.
(jpc/pojoksatu)

Piala Indonesia Digelar sampai Juli, Nasib Jadwal Liga 1?

POJOKSATU.id, JAKARTA – Jadwal penyelenggaraan Liga 1 terancam mengalami perubahan. Hal ini disebabkan dengan jadwal Piala Indonesia.
Piala Indonesia akan kembali mulai bergulir pada 23 April hingga 7 Juli mendatang.
Rinciannya, 23 April sampai 3 Mei adalah babak 8 besar. Leg pertama semifinal dilakukan pada 15 dan 16 Juni, sedangkan leg kedua akan dilakukan pada 22-23 Juni.
Untuk partai final, akan berlangsung dalam dua leg, yaitu pada 30 Juni dan 7 Juli.
Sebagaimana diketahui, Liga 1 akan mulai bergulir pada 8 Mei mendatang. Itu berarti, 4 klub yang lolos ke semifinal kembali harus menyesuaikan jadwalnya.
Sekjen PSSI Ratu Tisha mengakui, jika nantinya bakal ada perubahan dalam jadwal Liga 1. Baginya hal tersebut tidak ada masalah sebab PT LIB siap untuk melakukannya.
“Kalau final itu kami minta LIB agar menjadi full untuk Piala Indonesia, 30 Juni dan 7 Juli,” tegasnya.
Bukan hanya itu, saat babak 8 besar digelar, PSM dan Persija masih harus bertarung di kualifikasi grup AFC Cup.
PSM akan main pada 30 April. Persija malah dua kali, yakni 23 April di kandang dan 1 Mei main tandang.
Menanggapi ini, pihaknya masih memformulasikan jadwal terkait pertandingan dua tim tersebut.
Kedua tim juga sedang diajak bicara agar jadwal yang dirilis tidak merugikan pihak manapun. “Pihak broadcast juga akan menyiarkan semua laga itu secara live,” ujarnya.
Lebih lanjut, Tisha menjelaskan kenapa Piala Indonesia jadwalnya sangat ketat dan mepet.
Hal itu terpaksa dilakukan karena juara Piala Indonesia nanti punya satu slot untuk tampil di AFC Cup.
Sementara nama klub yang disetor ke AFC harus siap akhir Juni nanti. Artinya, dua tim yang masuk final bakal didaftarkan untuk sementara, sembari menunggu siapa yang jadi juara.
Untuk pendaftaran pemain, alumnus ITB itu menegaskan pada babak 8 besar tidak boleh ada pemain baru.
Artinya, pemain yang sebelumnya sudah didaftarkan yang boleh diturunkan. Tidak peduli sudah dicoret ataupun sudah tidak diperpanjang klub lagi.
Pendaftaran pemain baru untuk Piala Indonesia akan kembali dibuka pada babak semifinal. Empat klub yang masuk boleh mendaftarkan lagi pemain-pemainnya.
“Karena verifikasi dari LIB sudah selesai saat itu. Tapi untuk babak 8 besar, hanya pelatih yang boleh baru karena masuk ke ranah ofisial tim,” paparnya.
(rid/jpc/pojoksatu)

Dihelat 23 April, Ini Hasil Drawing Babak 8 Besar Piala Indonesia

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI mengumumkan hasil drawing pertandingan babak delapan besar Piala Indonesia 2019 di Hotel Century, Jakarta, Senin (15/4) siang ini.
Babak delapan besar sendiri rencananya akan mulai dihelat pada 23 April 2019 mendatang.
Ada kejutan di babak delapan besar nanti. Sebab dua tim Jawa Timur, Persebaya Surabaya dan Madura United kembali bersua.
Sebelumnya, kedua tim sempat bertarung di babak semifinal Piala Presiden 2019 lalu.
Ketika itu Persebaya menang 1-0 di markasnya, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Lalu saat tandang ke Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Green Force sukses menundukkan Madura United 3-2.
Melihat itu, Laskar Sape Kerrab tentu ingin balas dendam. Sebab Piala Indonesia menjadi salah satu target yang diberikan manajemen tim usai belanja banyak pemain bintang di musim ini.
Laga yang tidak kalah menarik mempertemukan Bali United dengan Persija Jakarta.
Seperti sama-sama diketahui, Bali United musim ini dibimbing oleh Stefano Cugurra Teco, pelatih yang membawa Persija juara di Liga 1 musim lalu.
Berikut hasil drawing babak delapan besar Piala Indonesia :
Bhayangkara FC vs PSM Makassar
Persebaya Surabaya vs Madura United
Bali United vs Persija Jakarta
Borneo FC vs Persib Bandung
(jpc/pojoksatu)

Liga 1 2019 Dipastikan Dihelat 8 Mei

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tanggal kick-off Liga 1 2019 akhirnya ditetapkan. PSSI mengumumkan bahwa kompetisi kasta tertinggi dalam sepak bola Indonesia tersebut akan mulai dihelat pada Mei mendatang.
Hal ini disampaikan Sekjen PSSI Ratu Tisha. Dirinya menjelaskan, setelah melakukan rapat dengan semua pihak, Liga 1 dipastikan dihelat 8 Mei.
“Liga 1 itu 8 Mei. Yang akan bergulir di akhir April ini adalah Elite Pro Academy U-16. Mei itu Liga 1 dan PT LIB lagi finalisasi,” ungkap Tisha kepada wartawan.
Diketahui, pagelaran akbar sepak bola nasional ini memang harus diundur hingga Mei.
Pasalnya, Karena PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) ingin menghormati hajatan besar Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif pada 17 April 2019.
Sementara itu, untuk Liga 2, Tisha mengatakan tengah digodok dan dimatangkan. Namun yang pasti, jadwalnya tak akan jauh dari Liga 1.
“Liga 2 mulai satu atau dua pekan setelah kick-off Liga 1. Dua pekan setelah Lebaran akan kami gelar Liga 1 U-18, lalu sebulan kemudian U-20,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Jadi Plt Ketum PSSI, Gusti Randa Tanggapi Sindiran Netizen, Begini Katanya

POJOKSULSEL.com – Netizen di media sosial ramai membahas tentang nama Gusti Randa yang kini menjabat Plt Ketum PSSI. Namun, dia tak mau ambil pusing soal sindiran yang marak media sosial. Menurutnya haters pasti ada dalam kemajuan era digitalisasi.
Gusti Randa memang baru saja ditugaskan memimpin PSSI. Dia meneruskan tongkat estafet yang sebelumnya dipegang oleh Joko Driyono.
Penunjukkan Gusti sebagai Plt Ketum PSSI mendapat tanggapan miring di medsos. Namun, dia ogah mengambil pusing soal hal tersebut.
“Pasti ada pro dan kontra, apalagi bicara soal netizen. Saya kira itu konsekuensi dan risiko mengurus sepak bola Indonesia,” ungkap Gusti kepada wartawan.
Gusti sadar dengan hal tersebut dan siap menerimanya. Namun, tujuan utamanya adalah membawa sepak bola Indonesia ke arah lebih baik. Paling tidak sampai KLB PSSI.
“Yang saya bisa pastikan, saya akan kelola ini sampai KLB dengan segala macam harapan dan tuntutan,” tandas dia.
(JPG/pojoksulsel)