W88top casino trực tuyến

PSSI

Dampak Virus Corona, PSSI Resmi Hentikan Liga 1 dan Liga 2

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menyusul tingginya penyebaran virus corona di Indonesia, PSSI akhirnya memutuskan menghentikan sementara kompetisi dalam negeri. Mulai 16 Maret 2020 hingga dua minggu ke depan, semua pertandingan Liga 1 dan Liga 2 ditunda.
Keputusan ini diambil PSSI setelah mendengarkan saran dari Menpora Zainudin Amali, dan kemudian menggelar rapat Exco PSSI di Balikpapan, Sabtu (14/3/2019).
“Kami sudah putuskan, kami juga diskusi dengan Pak Menpora, putusannya besok (Minggu, 15/3) running terakhir,” kata Ketua Umum PSSI M Iriawan.
Pria yang karib disapa Iwan Bule itu juga memaparkan, keputusan ini akan diterapkan sebagai penghentian sementara. Jangka waktu untuk penyetopan tersebut selama dua pekan sejak 16 Maret.
“Kami tentukan minimal dua minggu dulu. Mudah-mudahan selama itu sudah ada perkembangan membaik dengan Virus Corona ini,” kata Iwan bule.
Terkait kemungkinan penambahan masa penghentian sementara, Iwan menyebut kemungkinan itu bisa dilakukan setelah pihaknya memantau perkembangan penyebaran virus saat ini.
“Nanti kami lihat perkembangannya, kami akan ngomong dengan Menpora lagi soal perkembangan tersebut,” tuturnya.
Penyebaran virus corona sendiri di Indonesia terbilang tinggi. Dipantau Pojoksatu.id dari laamn Reuters, Indonesia berada di peringkat 42 dunia, negera dengan penderita corona tertinggi.
Hingga Sabtu (14/3/2020), tercatat sudah 96 warga Indonesia positif corona. Lima diantaranya telah meninggal dunia dan ada delapan yang sudah berhasil disembuhkan.
(fat/jpnn/pojoksatu)
The post Dampak Virus Corona, PSSI Resmi Hentikan Liga 1 dan Liga 2 appeared first on Pojoksatu.id.

Soal Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Ini Kata Gubernur Bali

POJOKSATU.id, JAKARTA – Bali menjadi salah satu nominasi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Menanggapi ini, Gubernur I Wayan Koster mengaku senang.
Dirinya pun menegaskan, seluruh Pemprov dan Pemkot di Bali mendukung sepenuhnya agar Pulau Dewata terpilih jadi host oleh FIFA.
“Saat ini, kami tengah menggiatkan branding Bali sebagai destinasi pariwisata olahraga atau sport tourism,” katanya.
Lebih lanjut, Koster mengatakan, keunggulan Bali yang sudah lama dikenal sebagai destinasi pariwisata terbaik dunia.
Karena itu, dengan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, daerahnya bisa memaksimalkan target wisatawan hadir ke Pulau Dewata.
“Pada 2019, dari 16 juta wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia, sebanyak 6,3 juta atau 39 persen di antaranya datang ke Bali, menghasilkan Rp 75 triliun devisa dari sektor pariwisata,” tandasnya.
Ia pun berharap dengan inspeksi dan penilaian yang bagus serta catatan panjang Stadion Kapten I Wayan Dipta saat menggelar berbagai laga internasional tersebut, Koster ingin Bali terpilih jadi tuan rumah.
(jpnn/pojoksatu)
The post Soal Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Ini Kata Gubernur Bali appeared first on Pojoksatu.id.

PSSI Pertama Kali Gelar Rakor dengan Polri

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI untuk pertama kalinya menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan Polri.
Ketua Umum PSSI M Iriawan menuturkan, rapat yang digelar di Jakarta, Kamis (20/2), dilakukan guna menyiapkan koordinasi keamanan dengan kepolisian.
“Ini adalah momen yang luar biasa dan kami tunggu-tunggu, karena dalam kurun waktu yang cukup lama, baru pertama kali PSSI bisa menggelar rakor dengan Polri,” katanya.
Lebih lanjut, pria yang karib disapa Iwan Bule memastikan, rapat koordinasi kali ini full membahas tentang kompetisi.
“Yang kami bahas ialah persoalan jadwal yang terkadang suka berubah. Untuk itu kami ingin menyatukan persepsi itu dengan Polri,” jelasnya.
Rakor tersebut juga dihadiri seluruh klub baik di Liga 1 maupun Liga 2 karena di daerah merekalah nantinya, hasil rakor seperti ini dibutuhkan sehingga jadwal kompetisi sudah pasti dan tak akan bergeser lagi.
(jpnn/pojoksatu)
The post PSSI Pertama Kali Gelar Rakor dengan Polri appeared first on Pojoksatu.id.

Soal Kasus Kerusuhan Antarsuporter Persebaya dan Arema, Ini Kata PSSI

POJOKSATU.id, BLITAR – Wakil Ketua Umum PSSI Cucu Somantri mengatakan, pihaknya menyerahkan kasus kerusuhan antarsuporter Persebaya dan Arema di Blitar ke pihak kepolisian.
Diketahui, kerusuhan terjadi di Blitar saat Persebaya menghadapi Arema dalam laga semifinal turnamen pramusim Piala Gubernur Jatim 2020 di Stadion Gelora Soeprijadi, Blitar, pada Selasa (18/2) kemarin.
Laga yang berakhir dengan skor 4-2 untuk kemenangan Persebaya itu, sejatinya berlangsung tanpa penonton.
Namun, oknum suporter kedua klub terlibat bentrok di luar stadion. Akibat kejadian itu, dua suporter mengalami luka-luka dan empat sepeda motor rusak. Polisi pun terus menyelidiki kasus tersebut.
“Aparat keamanan yang akan mengurusnya. Itu menjadi wilayah mereka,” katanya.
Lebih lanjut Cucu mengatakan, pihaknya sangat prihatin dengan kejadian yang melukai dua orang tersebut.
Dirinya menambahkan, PSSI akan mengevaluasi peristiwa itu dan mengimbau kepada para suporter untuk menjaga sikap. Sebab, bukan hanya para pendukung yang dirugikan karena kericuhan itu.
“Boleh fanatik kepada klub kebanggaan, tetapi bukan berarti melakukan hal-hal yang malah membuat citra klub itu menjadi negatif,” ucapnya.
Cucu berjanji akan mengevaluasi kejadian tersebut. PSSI melalui Divisi Pembinaan Suporter akan terus menjalin komunikasi dengan para pendukung klub.
(ant/jpnn/pojoksatu)
The post Soal Kasus Kerusuhan Antarsuporter Persebaya dan Arema, Ini Kata PSSI appeared first on Pojoksatu.id.

Peluang GBT Jadi Venue Piala Dunia U-20 Kembali Terbuka

POJOKSATU.id, SURABAYA – Peluang Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya untuk menjadi venue Piala U-20 pada 2021 kembali terbuka.
Hal ini terjadi berkat negosiasi dari PSSI. FIFA akhirnya setuju untuk menggunakan enam stadion.
Kans GBT pun semakin besar. Sebab, PSSI punya sistem ‘pasangan’ untuk venue Piala Dunia U-20 nanti. Enam stadion yang dipilih, ditetapkan berdasarkan lokasi dan letaknya.
Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) berpasangan dengan Stadion Pakansari. Stadion Manahan Solo dengan Stadion Mandala Krida dan GBT rencananya bakal dipasangkan dengan Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Dengan pola berpasangan seperti itu, persiapan bakal lebih rapi. Akomodasi serta keamanan pun lebih mudah dipantau.
Antusiasme suporter termasuk menjadi salah satu penilaian untuk memilih keenam stadion itu.
Sementara itu, Ketua Umum PSSI Moch Iriawan mengatakan, dia lega lantaran pihaknya berhasil melobi FIFA untuk memperbolehkan enam stadion sebagai venue.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Iwan Bule itu mengatakan akan memantau langsung kesiapan enam stadion yang dijagokan tersebut. “Saya akan lihat sendiri, keliling. Mungkin sebelum Kongres PSSI,” tuturnya.
Setelah melihat secara langsung, Iwan Bule akan mencocokkan dengan standar yang diinginkan FIFA. Saat Kongres Tahunan PSSI pada 25 Januari mendatang, kemungkinan akan langsung ditetapkan stadion mana yang bakal jadi venue Piala Dunia U-20.
Iwan juga menanggapi soal sikap Bonek terkait venue Piala Dunia. Sebab, rencana renovasi GBT untuk persiapan Piala Dunia U-20, membuat Persebaya terancam menjadi tim musafir.
Namun, Iwan menegaskan, ada kepentingan yang lebih besar lagi untuk Indonesia bagi Surabaya. “Nasionalisme harus dikedepankan. Saya harap teman-teman Bonek mengerti tentang hal ini,” ucap Iwan.
Menurutnya, persiapan untuk Piala Dunia U-20 juga tidak lama. Artinya, setelah itu Persebaya bisa kembali berkandang di GBT lagi. Bahkan, Persebaya bisa menggunakan fasilitas berstandar FIFA untuk kompetisi.
Soal bakal adanya tim yang jadi musafir dan menyulitkan izin pertandingan ketika pindah kandang, Iwan Bule menjelaskan hal tersebut bakal dibahas di Kongres Tahunan PSSI. Pihaknya bakal bertemu dengan para Asprov untuk membahas hal tersebut.
Iwan berjanji akan menggunakan wewenangnya sebagai Sekertaris Lemhanas. Dia bakal berdiskusi langsung dengan pihak keamanan soal izin pertandingan.
Iwan sendiri sadar ketika dirinya mencalonkan diri, salah satu janji kampanyenya adalah komunikasi dengan pihak keamanan agar izin pertandingan lebih mudah. Dia berjanji akan mewujudkan hal tersebut.
“Itu yang sedang dirancang, diharap jadwal kompetisi tidak berubah, waktu pertandingan tidak sering mundur, lantas ada kepercayaan dari publik. Nanti akan kami bahas lebih fokus lagi,” tandasnya.
(jpc/pojoksatu)

Shin Tae-Yong Bakal Diperkenalkan Sabtu Ini

POJOKSATU.id, JAKARTA – Resmi melatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong akan diperkenalkan Sabtu (28/12) mendatang di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor.
Adapun agenda untuk memperkenalkan Shin Tae-yong disampaikan langsung Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule.
“Shin sudah kita undang untuk finalisasi kontrak. Setelah itu, dia akan kami perkenalkan pada hari Sabtu (28/12) mendatang. Mudah-mudahan semua prosesnya bisa berjalan dengan lancar,” katanya dikutip dari laman resmi PSSI.
Lebih lanjut, disebutkan, terpilihnya Shin Tae-Yong sebagai pelatih berdasarkan pertimbangan dan masukan dari Departemen Teknik PSSI serta sejumlah pelatih.
Dijelaskan Iriawan, pihaknya ingin membangun tim nasional yang solid dan berprestasi.
Hal ini tentu saja tidak dilakukan secara instan, namun harus terukur dengan program kepelatihan yang disusun tim pelatih.
Shin Tae-yong sendiri diketahui merupakan pelatih yang pernah membawa tim Korea Selatan di Piala Dunia 2018.
Harapannya, dengan pengalaman dan kolaborasinya bersama pelatih lokal, apa yang diharapkan untuk tim nasional bisa diwujudkan.
Dilaporkan, selain timnas senior, pelatih asal Korsel ini juga diminta memantau persiapan timnas junior yang akan tampil di Piala Dunia U-20.
(zul/pojoksatu)

Kickoff Liga 1 2020 Direncanakan Digelar Maret

POJOKSATU.id, JAKARTA – PT LIB mengevaluasi jadwal Liga 1 2020 agar tidak ada lagi pertandingan yang berbenturan dengan agenda timnas.
Bahkan, kickoff kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada 2020 itu sudah dirancang pada 1 Maret 2020.
Public and Relation Manager PT LIB Hanif Marjuni mengatakan, PT LIB sudah punya rencana jadwal tahun depan. Jadwal itu sudah dikirimkan ke PSSI untuk dipastikan tidak berbenturan dengan agenda timnas Indonesia.
“Agenda internasional, terutama FIFA Matchday dan adanya Piala AFF, kami petakan. Termasuk agenda uji coba timnas. Karena itu, kami sudah surati PSSI untuk mencocokkan,” paparnya.
Saat ini, PT LIB menunggu keputusan PSSI. Sebab, tidak tertutup kemungkinan jadwal yang sudah disusun bisa berubah.
“Kami belum tahu apakah akan ada agenda pramusim lagi atau tidak. Piala Indonesia juga belum tahu kapan dimulai. Lalu, ada pula AFC Champion League, AFC Cup, dan Liga 2. Harus diselaraskan semua,” ungkapnya.
Lebih lanjut, walau pihaknya sudah menyusun jadwal, Hanif menyatakan bahwa hingga saat ini Liga 1 musim depan belum punya sponsor.
Shopee yang menjadi penyandang dana Liga 1 2019 belum bisa dipastikan apakah bakal meneruskan kontraknya atau tidak.
(jpc/pojoksatu)

Jadwal Liga 1 Tidak Serentak, PSSI Kena Sindir: Federasi Bodoh, Pemain Terbaik pun Kocar Kacir!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Jadwal pekan ke-34 Shopee Liga 1 musim 2019 yang tidak serentak akhirnya mendapat sorotan dari salah satu kontestan, Persipura Jayapura. PSSI selaku federasi sepakbola tertinggi Tanah Air mendapat sindiran sebagai organisasi bodoh!
Sekadar diketahui, kompetisi kasta tertinggi Indonesia, Liga 1 akan memasuki laga pamungkas, 21-22 Desember 2019. Tak ada yang menarik ditunggu dari 9 laga pekan ke-34 ini, selain siapa yang akan finis di posisi kedua atau runner-up klasemen akhir Liga 1 musim ini.
Pasalnya, juara Liga 2019 sudah diketahui, Bali United. Sementara tiga tim yang terdegradasi ke Liga 2 musim depan juga sudah pasti. Yaitu Perseru Badak Lampung FC, Semen Padang dan Kalteng Putra.
Nah, untuk tim yang berpeluang jadi runner-up musim ini atau meraih tiket berlaga di Piala AFC (kompetisi kasta kedua antar klub Asia), tercatat ada lima tim.
Mereka adalah Persipura Jayapura di posisi kedua dengan 52 poin, disusul Persebaya Surabaya 51 poin. Kemudian Bhayangkara FC, Borneo FC dan Madura United, sama-sama 50 poin.
Sayangnya, dari jadwal yang dirilis PT LIB, sebagaimana dikutip dari akun resmi operator Liga 1, jadwal pekan 34 tidak digelar pada waktu yang bersamaan. Terutama untuk tim-tim yang berebut posisi kedua tadi.
Persebaya dan Bhayangkara FC lebih dulu bermain, pada Sabtu (21/12/2019) besok. Sesuai jadwal, Bajul Ijo akan menjamu Badak Lampung, sementara Bhayangkara FC tandang ke markas PSIS Semarang.
Tiga kandidat runner up lainnya, bermain keesokan harinya atau Minggu (22/12/2019). Itupun dengan jam yang tidak bersamaan.
Persipura akan bentrok langsung dengan salah satu rivalnya, Borneo FC pada pukul 15.30 WIB, sementara Madura United menghadapi sang juara, Bali United pada pukul 19.00 WIB.
Berikut jadwal pekan ke-34 Liga 1 2019:
Sabtu (21/12/2019)
15:30 WIB – Kalteng Putra vs Persija Jakarta
15:30 WIB – Persebaya vs Badak Lampung
15:30 WIB – Persela Lamongan vs Semen Padang
18:30 WIB – PSIS Semarang vs Bhayangkara FC
Minggu (22/12/2019)
15:30 WIB – Barito Putera vs Arema FC
15:30 WIB – Persib Bandung vs PSM Makassar
15:30 WIB – Persipura Jayapura vs Borneo FC
15:30 WIB – PSS Sleman vs TIRA Persikabo
19:00 WIB – Bali United vs Madura United
Jadwal pekan terakhir yang tak bersamaan ini tentu tidak lazim, jika merujuk pada liga-liga yang dikelola jauh lebih profesional di Eropa. Di mana pekan pamungkas selalu digelar pada hari dan jam yang sama demi menjunjung tinggi fair play dan menghindari ‘main mata’.
Jadwal yang tak serentak ini kemudian disoroti Persipura. Kandidat kuat runner up musim ini, melalui akun twitter resmi klub, Mutiara Hitam menyayangkan jadwal pertandingan penentuan tidak digelar berbarengan.
Mereka menyebut PSSI dan perangkat terkait payah dalam menyusun jadwal Liga 1 pada pekan terakhir yang sangat menentukan.

Payah benar, tidak @PSSI tidak @Liga1Match sama saja.
1. Last match tdk berbarengan
2. Perebutan 2nd place di streaming
Sebuah kutipan:
“Di bawah pemimpin yg baik, anak buah bodoh pun ada gunanya, tapi di bawah federasi bodoh, pemain terbaik pun kocar kacir”
https://t.co/YT4E1LGoTu
— PERSIPURA (@PERSIPURA_) December 20, 2019

Protes Persipura terkait jadwal Liga 1 pekan ke-34.
Bukan hanya soal jadwal yang tidak bersamaan, pertandingan yang disiarkan Indosiar selaku pemegang hak siar Liga 1 juga jadi sorotan. Pasalnya, sejumlah partai penentuan tidak disiarkan.
Pada Sabtu (21/12/2019) besok misalnya, Indosiar memilih menyiarkan laga Kalteng Putra kontra Persija Jakarta yang jelas-jelas tidak menentukan apapun.
Padahal, pada saat bersamaan ada duel Persebaya lawan Badak Lampung dan pada malam harinya, PSIS Semarang kontra Bhayangkara FC. Di mana Persebaya dan Bhayangkara FC masuk dalam lima tim yang berpeluang finis kedua.
Keesokan harinya, Minggu sore, Indonesia akan menayangkan laga Persib Bandung lawan PSM Makassar. Dua tim yang juga sudah tidak punya target apa-apa pada laga pamungkas. Sementara di STadion Gelora Delta Sidoarjo ada laga hidup mati antara Persipura kontra Borneo FC.
Satu-satunya klub kandidat peringkat kedua yang disiarkan adalah laga Madura United yang akan menghadapi sang juara, Bali United. Itupun tidak bersamaan dengan pertandingan lain. Digelar pada Minggu malam, pukul 19.00 WIB.
(fat/pojoksatu)

Keputusan Venue Piala Dunia U-20 di Tangan FIFA

POJOKSATU.id, JAKARTA – Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, merupakan satu di antara 10 venue yang disiapkan PSSI untuk persiapan Piala Dunia U-20 2021.
Namun kondisinya saat ini perlu perbaikan pasca terjadi kerusuhan pada laga kekalahan Persebaya lawan PSS Sleman 2-3, beberapa waktu lalu.
Terkait kejadian ini, Direktur Media PSSI Gatot Widakdo menerangkan pihaknya sudah memberikan catatan khusus.
Namun, dirinya menegaskan, belum bisa dipastikan apakah GBT akan dicoret atau tidak.
Pasalnya, keputusan soal enam stadion yang akan digunakan sebagai venue Piala Dunia U-20 berada di tangan FIFA.
Perwakilan FIFA sendiri baru akan melakukan pengecekan pada November ini. Melakukan inspeksi dan memilih stadion mana saja yang layak menggelar Piala Dunia U-20.
Sementara itu, Sekjen PSSI Ratu Tisha juga menuturkan, tidak ada jaminan siapa yang bakal lolos jadi venue Piala Dunia U-20.
GBT yang rusak di beberapa bagian karena kerusuhan pun belum tentu tidak bisa jadi venue.
“Namun, yang pasti, stadion yang berpeluang lolos adalah venue yang pernah menggelar pertandingan sekelas FIFA Friendly Match,” katanya.

Kabar Duka, Alfin Lestaluhu Meninggal Dunia

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kabar duka datang dari dunia sepak bola Tanah Air. Pemain tim nasional U-16 Alfin Farhan Lestaluhu meninggal dunia.
Kabar ini diketahui lewat postingan PSSI di akun media sosial Instagram. Mereka menyampaikan rasa duka atas kehilangan Alfin.
“Telah berpulang menghadap Sang Pencipta, Alfin Farhan Lestaluhu. Semoga amal ibadah dan segala kebaikan diterima Tuhan Yang Maha Esa. Terima kasih atas jasa-jasamu untuk Indonesia, Alfin,” demikian caption dalam postingan foto Alfin di Instagram PSSI.
Sementara itu, dilansir dari laman resmi PSSI, disebutkan Alfin meninggal sekitar pukul 22.11 WIB di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta, Kamis (31/10).
Berdasarkan diagnosa dokter, Alfin meninggal karena encephalitis (infeksi otak) dengan hypoalbumin.
“Keluarga besar PSSI mendoakan yang terbaik untuk Alfin dan keluarga. Kita sangat kehilangan. Terima kasih atas sumbangsih Alfin untuk tim nasional Indonesia,” kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destira.
Seperti diketahui, Alfin merupakan pemain yang ikut berjuang dan mengantarkan Indonesia lolos ke putaran final Piala AFC tahun 2020.
Rencananya jenazah Alfin akan dibawa dan dimakamkan di kampung halamannya di Ternate, Ambon.
Sementara itu, ucapan bela sungkawa dan doa untuk Alfin langsung mengalir di mesia sosial.
(zul/pojoksatu)