pt liga indonesia baru

Banyak Pertandingan Tertunda, Ini Kata PT LIB

POJOKSATU.id, JAKARTA – Laga Persebaya Surabaya kontra Borneo FC pada 2 Oktober mendatang resmi ditunda.
Penundaan ini menambah rumit jadwal Liga 1 2019. Sebab sebelumnya, sudah ada penundaan laga antara Persib Bandung melawan Arema FC.
Sementara Liga 1 musim ini harus berakhir 22 Desember mendatang.
Untuk diketehaui, selain dua penundaan itu, beberapa pertandingan tunda pada putaran pertama juga belum dilaksanakan.
Yaitu yang melibatkan Persija Jakarta dan PSM Makassar. PSM hingga saat ini baru memainkan 18 pertandingan dan Persija 19 pertandingan.
Bagi Persija, bisa jadi laga tundanya akan bertambah lagi. Sebab, pertandingan melawan Persela Lamongan pada 2 Oktober diprediksi juga akan ditunda.
Situasi sekitar Jakarta, termasuk Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, yang masih memanas membuat pihak keamanan sulit menerbitkan izin pertandingan.
Menanggapi ini, Manajer Kompetisi PT LIB Asep Saputra mengatakan pihaknya pusing melihat banyaknya penundaan yang terjadi.
Belum lagi adanya FIFA Matchday yang mengharuskan kompetisi libur. Padahal, jadwal pertandingan sudah disusun sangat rapat agar kompetisi selesai 22 Desember.
“Sekarang saja tim-tim harus kerja ekstrakeras dengan mepetnya jadwal,” ungkapnya.
Asep berharap, situasi itu dimengerti para peserta Liga 1. Menurutnya, LIB bekerja keras agar Liga 1 bisa selesai 22 Desember. Sebab, daftar klub juara sudah harus disetor ke AFC untuk kompetisi Asia musim depan.
Lebih lanjut, terkait masalah ini, dikatakan, LIB akan berbicara secara langsung kepada seluruh peserta kompetisi. “Kami akan jabarkan situasinya demi kebaikan bersama,” ucapnya.
Dalam pembicaraan itu, Asep akan memaparkan beberapa solusi. Salah satunya, kompetisi tetap berjalan ketika FIFA Matchday.
“Kembali lagi kami harus berbicara kepada klub dulu. Kan ada beberapa pemain yang absen di liga karena dipanggil timnas. Tentu ini jadi pertimbangan lainnya,” ungkapnya.
(jpc/pojoksatu)

Ingin Gunakan VAR di Liga 1, PSSI Hubungi FIFA

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI menunjukkan keseriusannya untuk menggunakan teknologi Video Assistant Referee (VAR) di Liga 1.
Diantaranya mereka sudah menghubungi FIFA untuk mendapat bimbingan soal regulasinya.
Diketahui, wacana penggunaan VAR memang sudah digaungkan sejak sebelum Liga 1 2019 digulirkan.
Akan tetapi, PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator kompetisi belum mau menggunakannya.
Berkaca dari hasil rapat Exco, LIB diminta untuk segera membuat kajian dari sisi anggaran dan insfrastruktur. PSSI jua akan menyiapkan kajian yang terkait regulasi berdasarkan peraturan FIFA.
“Saat ini PSSI menugaskan kepada PT LIB untuk membuat kajian resmi terkait dua hal pertama, yakni infrastruktur dan anggaran,” ungkap Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria.
Sementara saat ini, Tisha menyebut, pada kesekretariatan jendral mendapat tugas dari Exco untuk melakukan kajiaan terkait regulasi.
“Karena ada dasar-dasar regulasi FIFA yang harus kami patuhi sebelum melakukan secara penuh,” paparnya.
“Seperti jumlah minimal lisensi wasit yang mengoperasikan VAR dan lain-lain. Ada dua kajian yang harus kami selesaikan dalam waktu singkat. Tiga bulan ke depan sudah harus ada progres,” sambungnya.
Nantinya PSSI akan langsung berkomunikasi dengan FIFA saat Kongres 5 Juni mendatang. “Bahwa Indonesia sudah intens dalam rencana penggunaan VAR dan dimohon perhatian FIFA sampai 2020,” tandasnya.
(jpc/pojoksatu)

Begini Reaksi PT Liga Indonesia Baru Usai Digarap Polisi

POJOKSATU.id, JAKARTA – PT Liga Indonesia Baru ( PT LIB) telah menjalani pemeriksaan tim penyidik Bareskrim Mabes Polri terkait kasus match-fixing yang tengah melanda pentas kompetisi tanah air.
Polisi menggarap PT LIB selama hampir tujuh jam dengan mengajukan sedikitny 20 pertanyaan kepada para petinggi operator liga tersebut.
Dalam kesempatan itu, Dirut PT LIB Berlinton Siahaan, dan COO PT LIB Tigor Shalom Boboy yang datang untuk memberikan keterangan.

Usai memenuhi panggilan setelah sebelumnya absen, mereka mengaku senang karena kepolisian turut aktif dalam memberantas kasus mafia bola tersebut.
Direktur Utama PT LIB, Berlinton Siahaan sendiri menjelaskan materi pertanyaan yang diajukan pihak penyidik berkaitan dengan kompetisi.
“Semua pertanyaan kami jelaskan dengan baik. Apa yang kami laksanakan, berikan, hingga dapatkan. Kami jelaskan semuanya,” tutur Berlington kepada awak media di Jakarta, tadi siang.
“Kami menjelaskan semuanya dengan baik. Tapi hal-hal yang di luar kendali kami, saya tak bisa menjawabnya,” sebut dia.
Pihaknya sendiri mengaku senang soal pemanggilan tersebut. “Kami juga akan membantu pihak berwajib untuk bisa menuntaskan ini,” ucapnya.
Menurutnya, kalau kompetisi bersih tentu akan sangat baik buat PT LIB. “Kalau ini selesai, kompetisi akan lebih baik, sponsor juga akan tertarik, industri sepak bola lebih bagus ke depannya,”sebut dia,
“Intinya kalau ada yang bersalah maka tangkap saja. Supaya itu menjadi efek jera bagi yang lainnya,” tandasnya.
Sementara COO PT LIB Tigor Shalom Boboy menegaskan pihaknya akan selalu berada dibarisan terdepan dalam memerangi mafia bola tersebut.
“Saya pikir ini sudah penyakit menahun (pengaturan skor) yang bisa merusak sepak bola Indonesia,” ujarnya.
“Ada sekitar 20 pertanyaan yang disampaikan dan dilimpahkan kepada Pak Berlinton. Tapi secara umum, saya dan Pak Berlinton prinsipnya membantu apa yang Polri lakukan,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)