raheem sterling

Inggris Vs Montenegro : Raheem Sterling Dipastikan Absen

POJOKSATU.id, JAKARTA – Timnas Inggris akan menghadapi Montenegro pada kualifikasi Euro 2020 di Wembley, Jumat (15/11) dini hari WIB.
Pada pertandingan ini, Inggris dipastikan tidak akan diperkuat Raheem Sterling. Hal ini menyusul permasalahannya dengan rekan setim, Joe Gomez.
Menurut laporan BBC, Sterling dan Gomez terlibat pertengkaran saat di kamp latihan, Senin (11/11) kemarin.
Sebelumnya, keduanya juga dilaporkan terlibat duel sengit saat Liverpool mengalahkan Manchester City 3-1 di Anfield.
Pelatih Inggris Gareth Southgate menyayangkan perseteruan antara kedua pemain tersebut. Menurutnya, persaingan di klub tidak dibawa ke timnas.
Karena itu, pihaknya mengambil langkah untuk tidak menurunkan Raheem Sterling. “Sayangnya emosi pertandingan kemarin masih terbawa hingga sekarang,” katanya.
“Salah satu tantangan dan kekuatan besar bagi kami adalah kami dapat memisahkan persaingan klub dari tim nasional.
“Kami telah mengambil keputusan untuk tidak menurunkan Raheem pada pertandingan melawan Montenegro pada hari Kamis (waktu setempat). Saya merasa ini tindakan yang tepat untuk kebaikan tim.
“Sekarang keputusan telah dibuat dengan persetujuan seluruh skuad, penting bahwa kami mendukung para pemain dan fokus pada Kamis malam,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Suporter Rasial pada Sterling Dapat Sanksi Seumur Hidup

POJOKSATU.id, JAKARTA – Chelsea menjatuhkan sanksi seumur hidup kepada penggemar yang melakukan aksi rasial pada pemain Manchester City, Raheem Sterling.
Adapun aksi rasial tersebut terjadi saat kedua tim berduel di Stamford Bridge pada 8 Desember 2018 lalu.
Sebelumnya, polisi setempat menyelidiki dugaan penyerangan pada Sterling yang merasa dilecehkan secara rasial seorang suporter.
Akan tetapi, petugas menyatakan tidak ada cukup bukti untuk melanjutkan kasusnya.
Namun, The Blues bersikeras menyelesaikan kasus tersebut dan melakukan penyelidikan sendiri.
Lewat bukti video, keterangan saksi dan saksi ahli, The Blues pun menjatuhkan hukuman larangan datang dan menonton ke Stamford Bridge seumur hidup bagi suporter tersebut.
Diketahui, musim lalu sempat viral rekaman video yang memperlihatkan sekelompok laki-laki yang digambarkan pendukung Chelsea terlihat seperti mengolok-olok Sterling.
Meski membantah, Chelsea menjatuhkan hukuman kepada mereka yakni larangan masuk dan menonton di Stamford Bridge dan salah satunya kini dapat larangan seumur hidup.
“Chelsea menemukan semua bentuk perilaku diskriminatif membenci dan kami akan terus mengoperasikan pendekatan tanpa toleransi terhadap setiap insiden rasisme,” demikian pernyataan Chelsea.
(zul/pojoksatu)

Raheem Sterling Berpeluang Jadi Kapten Timnas Inggris

POJOKSATU.id, LONDON – Raheem Sterling berpeluang menjadi kapten Tim Nasional Inggris dalam laga melawan Belanda pada UEFA Nations League di Estádio D. Afonso Henriques, Guimaraes, 7 Juni 2019.
Sebabnya, Harry Kane yang merupakan kapten pertama belum pulih dari cedera ligamen lateral kaki kiri.
Perhitungan dokter tim Tottenham Hotspur, Kane sudah bisa tampil lagi dalam laga final Liga Champions melawan Liverpool di Wanda Metropolitano, Madrid, 2 Juni nanti.
Tapi, laga itu cuma berselang lima hari sebelum Inggris berjumpa Timnas Belanda. Pelatih Inggris Gareth Southgate mengatakan, tak ada keraguan dalam dirinya untuk menjatuhkan pilihan kepada Sterling.
“Raheem sudah berada dalam daftar calon pemimpin kami sekarang. Dia telah memenuhi hal itu dengan cemerlang sepanjang 12 bulan terakhir,” katanya dikutip Goal.
Southgate menyebut Sterling sudah berubah. Menurutnya, Sterling sudah bisa bersikap dewasa.
“Lihat seberapa dia dewasa sekarang dengan apa yang terjadi dengannya di dalam atau di luar lapangan. Saya pikir dia menyadari itu,” sambungnya.
Salah satu momen penting musim ini adalah ketika winger bernomor punggung 7 itu menjadi bulan-bulanan ejekan rasis fan Chelsea di Stamford Bridge, London, Desember.
Lihat juga saat dia membela Inggris dalam Kualifikasi Piala Dunia 2020 menghadapi Montenegro di Podgorica 26 Maret.
Pemain 24 tahun itu tak membalas ejekan rasisme itu dengan emosional. Sterling juga di luar lapangan gencar menuntut supaya klub-klub Premier League yang fannya bertingkah rasis disanksi pengurangan sembilan poin dan laga tanpa penonton selama tiga bulan.
Sterling makin dewasa pun juga ditunjukkan dari koleksi kartu kuningnya. Musim ini dia cuma mengantongi lima kartu kuning.
“Dia sudah bangkit menghadapi tantangan itu. Saya takkan ragu membuatnya jadi kapten jika itu langkah yang benar,” tandasnya.
(ren/jpnn/pojoksatu)

Menurut Bocoran, Van Dijk Kalahkan Sterling Sabet PFA Player Of The Year 2019

POJOKSATU.id, JAKARTA – Virgil van Dijk dikabarkan mengalahkan Raheem Sterling dengan memenangkan PFA Player of The Year 2019.
Dilansir metro.co.uk dari Daily Mail, pemain Liverpool ini sudah memenangkannya dan akan secara resmi menerima penghargaan tersebut Kamis (25/4/2019) waktu setempat.
Dalam perebutan gelar tersebut, selain Van Dijk, ada juga kandidat lain seperti Sterling, Sadio Mane, Eden Hazard, Sergio Aguero dan Bernardo Silva.
Namun, Van Dijk dan Sterling adalah dua favorit dari enam kandidat setelah musim impresif mereka di Liverpool dan City.
Dengan penghargaan ini, Van Dijk menyusul rekannya Mohamed Salah yang dinobatkan sebagai PFA Player of The Year 2018.
Sebelumnya, Van Dijk sempat mengungkapkan jika Sterling layak untuk memenangkan penghargaan.
“Saya memilih Raheem Sterling. Saya melakukan apa yang saya pikirkan dan saya pikir dia pantas mendapatkannya,” katanya, beberapa waktu lalu.
“Dia mengalami musim yang fantastis. Saya pikir saya bisa memilih Bernardo Silva juga dan beberapa pemain lain dari Manchester City. Tapi saya hanya jujur. Saya pikir dia (Sterling) telah banyak berkembang sebagai pemain. Kami akan melihat apakah dia menang,” sambungnya.
Sementara itu, Sterling sendiri malah menjagokan Harry Kane untuk memenangkan penghargaan tersebut.
“Pilihan saya untuk dia adalah karena dia mencetak begitu banyak gol setiap tahun, dia melakukan begitu banyak untuk tim, memberi begitu banyak untuk timnya,” ujarnya.
(zul/pojoksatu)

Sterling Cetak Hat-trick, Rooney Puji Guardiola

POJOKSATU.id, JAKARTA – Inggris berhasil kemenangan saat lawan Republik Ceko di kualifikasi Piala Eropa 2020.
Pada pertandingan tersebut, Inggris menang telak 5-0. Gol Inggris dicetak Raheem Sterling (3 gol), Harry Kane dan Tomas Kalas (OG).
Sterling mencetak gol di menit 24, 62 dan 68. Sedangkan Kane di menit ke-45+2 dan Kalas di menit ke-84.
Melihat performa Sterling, Wayne Rooney memberikan pujian kepada pelatih Manchester City Pep Guardiola.
Menurut Rooney, Guardiola mampu mengembangkan kemampuan Streling, hingga jadi sosok kunci bagi di timnas maupun di klubnya.
“Raheem adalah orang yang hebat. Kadang-kadang dia mendapat banyak kesulitan, yang membingungkan bagi kami sebagai pemain mengapa hal itu terjadi. Dia akan menjadi pemain terbaik tahun ini untuk musim ini, dia melakukan hal yang fantastis,” kata Rooney kepada talkSPORT.
“Anda harus memberi banyak pujian pada Pep Guardiola. Raheem selalu memiliki bakat dan kemampuan, tetapi satu-satunya hal yang ia tingkatkan secara besar-besaran adalah pengetahuannya tentang permainan dan secara taktik dia jauh lebih baik sejak bekerja dengan Pep Guardiola.
“Dia melakukan yang luar biasa jadi saya sangat senang untuknya,” sambungnya.
(zul/pojoksatu)

Manchester City Panen Gol, Sang Manajer Sanjung Puji Pemain Ini

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Manchester City terlalu perkasa untuk Southampton setelah menggulung lawannya itu dengan skor telak 6-1 dalam lanjutan Liga Primer Inggris pekan 11 di Etihad Stadium, Senin (5/11/2018) dini hari WIB.
Setengah lusin gol tuan rumah didonasi Sergio Aguero di menit 12, David Silva menit 18, Leroy Sane menit 90+1 dan brace Raheem Sterling di menit 45+2 dan menit 67.
Sedangkan satu gol lainnya sumbangan Hoedt yang melakukan aksi gol bunuh diri di awal pertandingan atau menit 6. Sementara satu gol tim tamu disarangkan Ings di menit 30 lewat eksekusi tendangan penalti.
Dalam pertandingan tersebut, Raheem Sterling benar-benar menunjukkan kelasnya. Selain mencetak dwigol, ia juga punya andil bagi lahirnya dua gol lainnya lewat assistnya.
Tidak heran bila kemudian sanjungan membanjiri Sterling usai laga, tak terkecuali dari manajernya, Pep Guardiola.
Pep Menilai, pemain berusia 23 tahun itu adalah Man of The Match pertandingan dan menyebut Sterling telah hadirkan performa luar biasa.
“Raheem Sterling adalah pemain papan atas. Dia bisa menjadi pemain yang lebih baik lagi jika memiliki kemauan yang kuat,” tutur Pep seperti dikutip dari Sky Sports.
Pep pun mengatakan, Sterling adalah bintang masa depan terlebih dengan usianya yang masih terbilang muda saat ini.
“Sterling masih muda. Dia memiliki atribut yang lengkap untuk menjadi pemain top. Saat ini, kemampuannya hampir komplet,” sebutnya.
“Bersama Leroy Sane, dia menunjukkan performa yang luar biasa, dengan atau tanpa bola. Mereka masih memiliki banyak ruang untuk berkembang,” sambung Pep.
“Sterling adalah satu di antara pemain penting di klub ini. Dia tidak hanya mencetak gol, tapi juga bisa memberikan assist untuk rekan-rekannya,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)