ramon calderon

Soal Kans Pochettino Gantikan Zidane, Mantan Presiden Madrid Bilang Begini

POJOKSATU.id, MADRID – Mantan Presiden Real Madrid, Ramon Calderon mengomentari pergantian manajer Tottenham Hotspur, dari Mauricio Pochettino ke Jose Mourinho yang begitu cepat.
Selain mengungkap alasan sebenarnya Mourinho menerima tawaran jadi bos baru di Tottenham Hotspur Stadium, ia juga berbicara soal peluang Pochettino menggantikan Zinedine Zidane di kursi pelatih Los Blancos.
BACAJUGA: Eks Presiden Real Madrid Bongkar Alasan Sebenarnya Mourinho Terima Tawaran Spurs, Lelah Menunggu!
Sejak didepak Spurs pada Selasa (19/11/2019) malam lalu, spekulasi mengenai masa depan Pochettino merebak.
Pelatih asal Argentina itu belum membuat komentar ke publik tentang kepergiannya setelah lima setengah tahun bertugas di London utara, atau rencana masa depannya.
Mauricio Pochettino.
Tapi spekulasi sudah berkembang. Ada yang menyebut dia akan beralih ke klub Liga Premier lainnya. Manchester United dan bahkan rival berat Spurs, Arsenal, disebut-sebut sebagai destinasi potensial Pochettino berikutnya.
Dia juga baru-baru ini dikaitkan dengan kepindahan ke Real Madrid, yang sudah mengincarnya sejak musim panas 2018.
Ditanya apakah Pochettino dapat kembali ke Spanyol selanjutnya, Calderon menjawab: “Mungkin. Dia adalah pelatih yang sangat baik dengan banyak reputasi di Spanyol,” dikutip Pojoksatu.id dari TalkSport.
BACA JUGA: Inikah Rekrutan Pertama Mourinho? Spurs Bakal Punya Trio Penyerang Paling Menakutkan
“Real Madrid memikirkannya dan bertanya kepada Levy apakah mereka bisa merekrutnya, tetapi dia tidak menyukainya dan dia tidak datang karena itu,” terang Calderon mengisahkan upaya Madrid pada 2018 lalu.
“Tapi Zidane kuat di sini sekarang, kami memimpin La Liga dan pasti kami akan lolos ke babak sistem gugur di Liga Champion, jadi tidak ada poin [alasan] bagi Real Madrid [untuk mendatangkan Pochettino],” pungkasnya.
Sebelumnya, Calderon mengungkap bahwa Mourinho mau menerima tawaran jadi manajer Spurs karena sudah muak menunggu Zidane yang tak kunjung dipecat atau mundur sebagai pelatih Madrid. The Special One diyakini sangat berambisi kembali menduduk kursi panas di Santiago Bernabeu.
(fat/pojoksatu)

Eks Presiden Real Madrid Bongkar Alasan Sebenarnya Mourinho Terima Tawaran Spurs, Lelah Menunggu!

POJOKSATU.id, MADRID – Penunjukan Jose Mourinho sebagai manajer baru Tottenham Hotspur ternyata erat kaitannya dengan Real Madrid. Hal itu diungkap mantan Presiden Los Blancos, Ramon Calderon.
Dikutip Pojoksatu.id dari TalkSport, Calderon percaya bahwa keputusan menerima tawaran jadi manajer Spurs hanyalah bagian dari ‘rencana B’ Mourinho. Sesungguhnya, pelatih asal Portugal itu sudah lelah menunggu kursi panas pelatih Real Madrid yang tak kunjung lepas dari kuasa Zinedine Zidane.
BACAJUGA: Inikah Rekrutan Pertama Mourinho? Spurs Bakal Punya Trio Penyerang Paling Menakutkan
Mourinho menggantikan Mauricio Pochettino sebagai bos Spurs pada Rabu (20/11/2019) kemarin. Mengejutkan memang karena pergantian manajer klub London Utara itu begitu cepat. Kini pelatih 56 tahun itu dibebani target menyelamatkan musim Spurs dan membawa klub lolos ke Liga Champions musim depan.
Jose Mourinho dan Mauricio Pochettino.
Kedatangannya disambut dengan reaksi beragam dari suporter. Banyak yang protes karena Pochettino dipecat dan pilihan pengganti klub. Namun tak sedikit yang antusias melihat apa yang dapat dicapai Spurs di bawah pelatih yang telah memenangkan segalanya di sepakbola bersama sejumlah klub elit Eropa.
Namun, Calderon mengatakan kepada talkSPORT, Tottenham hanyalah Rencana B Mourinho, karena ia benar-benar mengincar kembali ke kursi panas Santiago Bernabeu.
BACA JUGA: Bursa Taruhan Favoritkan 6 Pemain Ini Direkrut Mourinho di Jendela Transfer Januari
Berbicara pada Alan Brazil Sports Breakfast pada hari Kamis, mantan Presiden El Real mengatakan: “Saya pikir Jose Mourinho mengambil kesempatan ini [karena] dia mungkin muak menunggu Zidane dipecat atau mundur.”
“Jadi akhirnya dia memanfaatkan kesempatan yang sangat bagus ini. Ini adalah klub hebat yang sekarang dalam posisi buruk [di klasemen],” tutur Calderon.
“Mereka memiliki stadion yang fantastis, presiden yang hebat, dan timnya cukup bagus. Jadi ini adalah kesempatan bagus bagi mereka semua,” lanjutnya.
(fat/pojoksatu)