robert rene alberts

Diuntungkan Kartu Merah Wanggai, Pelatih Persib Bilang Begini

POJOKSATU.id, PALANGKARAYA – Laga Kalteng Putra kontra Persib Bandung di Stadion Tuah Pahoe Palangkara, Jumat (1/11/2019) malam diwarna kartu merah untuk Patrich Wanggai. Situasi yang kemudian menguntungkan bagi Persib dan mampu mencetak dua gol tanpa balas.
Wanggai yang juga mantan penggawa Persib, harus meninggalkan pertandingan pada menit 30 karena dianggap wasit sengaja menendang Achmad Jufrianto.
Usai pertandingan, Pelatih Persib, Robert Rene Alberts menilai hukuman kartu merah yang diberikan wasit kepada Patrich Wanggai sudah benar.
“Itu tak mudah untuk Kalteng. Tapi kalau kamu melihatnya secara baik-baik, wasit sudah membuat keputusan yang benar. Tanpa keraguan apapun, kami memang layak untuk menang hari ini,” kata Robert dalam sesi konferensi pers usai laga.
Robert mengajak anak asuhnya untuk tak cepat puas. Ia berharap tren positif ini bisa terus berlanjut.
“Ini adalah kemenangan bagus. Kami sudah mulai bersiap menatap laga kandang berikutnya di Bandung,” tandas pria berkebangsaan Belanda itu.
Pada pertandingan tadi malam, Persib menuai gol pertama jelang turun minum. Kevin van Kippersluis menuntaskan umpan terobosan Ardi Idrus lewat sepakan dari sudut sempit. 1-0 Persib unggul hingga jeda.
Ezechiel N’Douassel menggandakan keunggulan tim tamu pada menit 61. Berawal dari akselerasi Febri Hariyadi dari sisi kiri pertahanan Kalteng, umpan silang mendatar Bow memudahkan penyerang asal Chad ini menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong. 2-0 Persib menjadi hasil akhir laga.
Dengan hasil ini Persib naik ke posisi 8 klasemen sementara dengan raihan 34 poin. Kemenangan ini juga mencatatkan Persib belum terkalahkan dalam empat laga beruntun. Meraih 3 kali menang dan sekali imbang.
Sementara Kalteng Putra masih terpuruk di peringkat 17 dengan 23 poin dari 25 laga yang sudah dijalani.
(fat/pojoksatu)

Hariono Kena Sanksi, Robert Alberts Bingung

POJOKSATU.id, BANDUNG – Keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI membuat pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts merasa bingung.
Pasalnya, Komdis PSSI menjatuhkan hukuman larangan bermain kepada gelandang Persib Hariono dalam laga melawan Perseru Badak Lampung FC, Minggu (25/8).
Dalam surat bernomor 073/L1/SK/KD-PSSI/VIII/2019, Hariono mendapat sanksi tak boleh tampil dalam satu pertandingan.
Hariono dianggap melakukan aksi tak sportif dalam laga Persib kontra Borneo FC pada 14 Agustus 2019 lalu.
Mantan penggawa Deltras Sidoarjo itu dinilai mengangkat kaki terlalu tinggi saat berebut bola dengan penggawa Borneo FC Matias Ruben Conti.
Terkait itu, Robert berpendapat lain. Pelatih asal Belanda itu tak melihat ada aksi berlebihan yang dilakukan oleh Hariono.
Sebab, wasit telah memberikan kartu kepada Hariono dan menunjuk titik putih sebagai hukuman atas kejadian itu.
“Di situ tidak ada permainan yang kotor ataupun kasar. Dia menghampiri bola di atas seperti yang kalian lihat di video dan pemain lawan mendatangi dia,” kata Robert, Rabu (21/8).
Lebih lanjut, menurut mantan pelatih PSM Makassar itu, surat hukuman dari Komdis PSSI membuat bingung.
“Yang terjadi sekarang adalah ketika kami sudah mendapatkan hukuman di lapangan, bisa langsung mendapat hukuman larangan bermain. Wasit telah membuat keputusan yang benar, yaitu memberikan kartu dan menghukumnya dengan penalti,” tambahnya.
Robert menegaskan, insiden duel antara Hariono dan Conti ialah bagian dari pertandingan dan sudah selesai di lapangan.
“Apabila wasit mengabaikan semuanya di lapangan seperti tendangan kasar dari belakang atau sikutan di wajah, kami semua setuju. Sebab, hal tersebut bukan bagian dari pertandingan dan harus ada hukumuan setelah pertandingan,” tandasnya.
(jos/jpnn/pojoksatu)

Robert Alberts : Kami Harus Cetak Gol, tapi Lebih Baik Lagi Ketika Bertahan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kebobolan setelah sempat mencetak gol lebih dulu jadi perhatian betul pelatih Persib Bandung Robert Alberts.
Ia tidak ingin kejadian tersebut terulang saat menghadapi PSM Makassar dalam lanjutan Liga 1 2019, Minggu (18/8).
Seperti diketahui, pada dua pertandingan sebelumnya lawan Persela dan Borneo FC, Persib mendapatkan hasil seri.
Padahal, skuad Persib sempat memimpin skor. Namun, keunggulan tersebut tidak pernah bertahan hingga akhir.
Persib selalu kebobolan dan membuat pertandingan berakhir dengan hasil seri. Robert mengaku hal itu terjadi karena pemainnya gugup hingga membuat kesalahan.
“Tim sudah bisa bermain dengan baik hanya sedikit kurang tenang dalam menjaga keunggulan di pertandingan. Saya selalu termotivasi di setiap pertandingan, tentunya ketika tim kemasukan dengan cara yang tidak penting pada akhirnya pemain menjadi gugup,” ujarnya dilansir Simamaung.
“Itu bagian dari karakter di sepakbola. Jadi apa yang harus kami lakukan adalah kami harus bisa melanjutkan catatan bisa mencetak gol tapi perlu lebih baik lagi ketika bertahan,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Hariono Absen Lawan Bali United, Ini Kata Robert

POJOKSATU.id, BANDUNG – Hariono dipastikan absen membela Persib Bandung saat menjamu Bali United di Si Jalak Harupat, Jumat (26/7).
Hal ini lantaran dirinya terkena hukuman akumulasi kartu kuning yang didapat saat pertandingan lawan Semen Padang, Persija dan PSIS.
Meski begitu, tampaknya absennya Hariono tak mempengaruhi kekuatan tim berjuluk Maung Bandung.
Sebab, kata pelatih Robert Rene Alberts, pihaknya memiliki stok gelandang yang lainnya.
“Hariono, dia skorsing, sayangnya tidak bisa bermain satu pertandingan melawan Bali United nanti, tapi sudah pernah saya katakan kami punya gelandang lainnya,” kata Robert dilansir dari Simamaung.
Untuk diketahui, Hariono menjadi pemain kelima Persib yang menerima hukuman akumulasi kartu di Liga 1 2019.
Sebelumnya, ada Ezechiel N’Douassel, Rene Mihelic, Bojan Malisic, dan Achmad Jufriyanto.
(zul/pojoksatu)

Kalahkan PSIS, Ini Kata Pelatih Persib

POJOKSATU.id, JAKARTA – Persib Bandung sukses meraih kemenangan di laga pekan ke-10 Liga 1 saat berhadapan dengan PSIS Semarang.
Kemenangan ini merupakan kemenangaan tandang pertama yang diraih Persib. Sebelumnya, kondisi skuad Maung Bandung mengkhawatirkan.
Sebab, menghadapi ketajaman lini depan PSIS, pemain andalan mereka yakni Jupe dan Bojan justru absen.
Akan tetapi hasil di Stadion Moch Soebroto mengakhiri kekhawatiran tersebut.
Menanggapi kemenangan atas PSIS, pelatih Persib Robert Rene Alberts mengaku jika hal tersebut tidak didapat dengan mudah.
Robert mengaku tim asuhannya dibuat repot oleh tim lawan yang tampil menyerang.
Keputusan wasit memberikan kartu merah pada Patrick Mota dinilai membantu timnya. Meski, kata dia, PSIS tetap sulit untuk dikalahkan.
Untungnya, upaya Persib akhirnya berbuah manis. Memasuki menit ke-79, mereka berhasil menjebol gawang tuan rumah.
“Karena mereka tetap bermain bola panjang tapi saya apresiasi terhadap permainan pemain. Di babak kedua kami tetap bermain dengan counter attack dan akhirnya mampu merebut kemenangan,” paparnya dilansir Simamaung.
Sementara itu, tambahan tiga angka membuat Persib ada di posisi ke-9 dengan mengoleksi 13 poin dan mereka memiliki satu sisa pertandingan.
(zul/pojoksatu)

Jupe dan Bojan Absen, Ini Strategi Robert Atasi PSIS

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pekan ke-10 Liga 1, Persib Bandung bakal menghadapi PSIS Semarang.
Menghadapi tim yang memiliki serangan berbahaya, Persib justru kehilangan Achmad Jufriyanto dan Bojan Malisic.
Karena itu, Robert Rene Alberts harus membangun pertahanan yang tangguh dengan stok pemain yang ada.
Akan tetapi, Robert tak ingin menjadi tugas pemain bertahan saja, melainkan seluruh tim mesti berperan dalam meredam lawan.
“Kerapatan pemain saat bertahan itu sangat penting tapi bukan hanya soal bertahan karena harus bicara juga soal permainan menyerang. Tergantung keadaan di lapangan, jadi kami harus bisa beradaptasi dengan kondisinya,” paparnya dilansir Simamaung.
Lebih lanjut, Robert menuturkan, mencegah kekalahan berulang, pihaknya mengaku sudah belajar dari pertandingan sebelumnya.
“Kita tahu mereka sebelumnya bisa mencetak 3 gol sedangkan di laga tandang kami kemasukan 4 gol jadi kami belajar dari sana karena kesalahan itu tidak boleh terulang lagi,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Robert Alberts Boyong 20 Pemain Persib ke Jakarta, Ini Daftarnya

POJOKSATUid, BANDUNG – Pelatih Persib Badung, Robert Rene Alberts membawa 20 pemain untuk melawan Persija Jakarta. Laga Persija kontra Persib sendiri dijadwalkan pada Rabu (10/7/2019) sore di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Pada lawatannya ke Jakarta kali ini, Robert Alberts membawa pasukan yang sama ketika bertandang ke Surabaya, pada laga pekan ketujuh lalu.
Nama-nama seperti Ezechiel N’douassel, Febri Hariyadi hingga Bojan Malisic masuk dalam rombongan.
Persib berharap bisa membawa pulang hasil positif pada laga kali ini. Sekadar diketahui, bentrok Persija vs Persib besok sore merupakan duel ke-41 setelah era Perserikatan.
Dari 40 pertemuan sebelumnya, Persib hanya mampu menang 7 kali, 16 kali imbang dan 17 laga lainnya dimenangkan Persija.
Berikut 20 pemain Persib yang dibawa ke Jakarta:
Penjaga gawang: M. Natshir, I Made Wirawan
Bek: Bojan Malisic, Saepuloh Maulana, Achmad Jufriyanto, Indra Mustafa, Supardi Nasir Bujang, Ardi Idrus, Henhen Herdiana
Gelandang: Kim Jeffrey Kurniawan, Erwin Ramdhani, Dedi Kusnandar, Hariono, Gian Zola, Esteban Vizcarra
Ghozali Siregar, Febri Hariyadi, Rene Mihelic, Artur Gevorkyan
Penyerang: Ezechiel N’douassel.
(persib/fat/pojoksatu)

Kompak, Penggawa Juku Eja Minta Robert Rene Albert ‘Comeback’

POJOKSATU.id, MAKASSAR – Penggawa PSM Makassar berharap Robert Rene Alberts bisa kembali menukangi Juku Eja.
Sebelumnya, pelatih asal Belanda itu memilih mengundurkan diri sebagai pelatih PSM Makassar karena alasan kesehatan.
Sejak itu, PSM belum juga menemukan penggantinya, dan kini opsi memanggil kembali Rene Alberts semakin kencang tersiar.
PSM Makassar Berharap Robert Rene Alberts Mau Kembali
Bek PSM Makassar, Abdul Rahman mengaku senang jika Rene Alberts bisa kembali membesutnya. Pasalnya, keterlibatan timnya di ajang AFC Cup musim ini membutuhkan sosok pelatih yang mumpuni.
“Kita tunggu saja. Ya, semoga saja begitu,” harap pemilik nomor punggung 28 dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Senada, penggawa anyar, PSM, Bayu Gatra, juga berharap Rene Alberts kembali ke Makassar untuk menukangi tim barunya itu.
Lagipula, Bayu mengaku salahsatu alasan dirinya mau bergabung dengan Juku Eja karena kehadiran sosok Rene Alberts.
Asisten pelatih PSM Makassar, Imran Amirullah juga telah menyuarakan hal serupa. Ia berharap Rene Alberts kembali melatih tim.
“Saya juga belum tahu pasti siapa pelatihnya. Kami semua berharap itu coach Robert Alberts,” katanya.
Imran mengakui jika komunikasinya dengan Rene Alberts masih tetap berjalan, kendati hanya sebatas menanyakan kabar.
“Dari informasi dia (Robert Alberts) sudah membaik. Bisa sembuh lebih cepat dari prediksi dokter,” imbuhnya.
Sejauh ini sudah ada 14 pelatih yang melamar. Kemudian dikerucutkan menjadi dua kandidat. Namun, tidak ada satu pun yang menemui kata sepakat.
Dari belasan calon tersebut, dua nama sempat mencuat sebagai suksesor ideal Rene Alberts, yakni Erwin van de Looi dan Darije Kalezic.
Kalezic sudah menegaskan mundur dengan alasan masih ingin melatih di klub Eropa. Sementara Erwin batal karena masih dipertahankan di timnas U-21 Belanda.
(qur/pojoksatu)

PSM Makassar Berharap Robert Rene Alberts Mau Kembali

POJOKSATU.id, MAKASSAR – Manajemen PSM Makassar masih belum menemukan sosok pengganti pelatih Robert Rene Alberts yang telah memutuskan mundur karena masalah kesalahan.
PSM rupanya tak bisa ‘ke lain hati’ dengan juru racik asal Belanda itu, dan berharap sang pelatih mau kembali ke Makassar untuk membesut skuat Juku Eja.
Pihak manajemen mempertimbangkan kembali untuk memulangkan Rene Alberts karena kapasitas dan kualitas yang dimiliki sang pelatih.
PSM membutuhkan kembali tenaga pelatih  berlisensi AFC Pro karena mereka akan berjuang di AFC Cup 2019, dan harus komposisi skuat harus sudah didaftarkan per hari ini, Senin (28/1/2019).
“Saya juga belum tahu pasti siapa pelatihnya. Kami semua berharap itu coach Robert Alberts,” kata asisten pelatih Imran Amirullah dikutip Pojoksatu.id dari laman Fajar.
Imran mengakui jika komunikasinya dengan Rene Alberts masih tetap berjalan, kendati hanya sebatas menanyakan kabar.
“Dari informasi dia (Robert Alberts) sudah membaik. Bisa sembuh lebih cepat dari prediksi dokter,” sebutnya.
Sementara CEO PSM, Munafri Arifuddin belum bisa dikonfirmasi. Namun dari pernyataan sebelumnya, Munafri menegaskan, pelatih PSM sudah akan memimpin latihan usai melawan Kateng Putra, kemarin. Tepatnya Selasa (29/1/19).
Perkenalan pelatih yang direncanakan berlangsung Senin (28/1/19) dan sesuai batas akhir pendaftaran skuad di ajang AFC Cup, dipastikan batal.
“Tunggu saja, akan ada kejutan. Kami target secepatnya akan bergabung,” ujarnya menandaskan.
Sebelumnya ada 14 pelatih yang melamar. Kemudian dikerucutkan menjadi dua kandidat. Namun, tidak ada satu pun yang menemui kata sepakat.
(qur/pojoksatu)

Rene Alberts: Bhayangkara FC Tidak Senang PSM Juara

POJOKSATU.ID, MAKASSAR – PSM Makassar harus melakoni laga berat pada pekan ke-33 Go-jek Liga 1 musim 2018. Juku Eja tandang ke Stadion PTIK, Jakarta Selatan, markas sang juara bertahan Bayangkara FC, pada Senin (3/12/2018) mendatang.
Dengan dua laga tersisa, tim besutan Robert Rene Alberts wajib meraih poin maksimal agar tetap berada di jalur juara.
PSM saat ini masih memuncaki klasemen sementara Liga 1 dengan 57 poin. Hanya unggul satu angka dari Persija Jakarta di posisi kedua.
BACA JUGA:
Rangking Terbaru FIFA Edisi November: Indonesia Stagnan, Vietnam Tembus 100 Besar
Jadwal Lengkap Pertandingan Pekan 33 Liga 1: Menguntungkan Persija?
Dalam posisi tersebut, jelas Juku Eja diungulkan jadi kampiun. Namun status sebagai unggulan bisa berubah jika gagal menang, apalagi sampai kalah.
PSM Makassar dan Persija Jakarta, kandidat kuat juara Liga 1 musim 2018.
Untuk itu, Rene Albert mengaku sedang mencari cara untuk mendapatkan poin penuh dari laga kontra Bhayangkara FC. Ia menginstruksikan timnya dapat tampil lepas.
Pelatih berkebangsaan Belanda ini juga tak mau anak asuhnya memikirkan hasil akhir pertandingan karena akan mempengaruhi performa bertanding.
“Kami sedang cari cara untuk menghadapi Bhayangkara FC. Kami harus mampu mengontrol dan tidak melakukan kesalahan. Mereka tim juara, dan kami sadar mereka tidak senang hati memberikan gelar juara itu untuk kami,” kata Rene Alberts dikutip Pojoksatu.id dari Liga-indonesia.id.
“Jadi kami harus bermain sangat displin, karena nanti pertandingan pasti sengit, dan kami harus dapatkan poin penuh,” tambah sosok berpaspor Belanda tersebut.
(fat/pojoksatu)