rokok

Perokok Berat, Sarri Kena Pneumonia, Tak Bisa Dampingi Juventus Lawan Parma dan Napoli

POJOKSATU.id, TURIN – Pelatih anyar Juventus, Maurizio Sarri dipastikan absen pada dua pertandingan Juventus di awal musim Serie A 2019/20. Sarri harus menjalani pemulihan akibat terserang penyakit Pneumonia.
Dikutip Pojoksatu.id dari Goal International, Sarri akan melewatkan pertandingan Juventus melawan Parma dan Napoli.
Pelatih berusia 60 tahun itu didiagnosis menderita penyakit infeksi pernapasan itu. Ia mengalami radang pernapasan di paru-paru.
BACAJUGA: Maurizio Sarri Dirawat karena Pneumonia
Sarri sudah absen dalam kemenangan laga persahabatan timnya atas Triestina pada hari Sabtu dan tidak dapat mendampingi pelatihan tim meskipun kembali ke tempat latihan klub pada hari Senin.
Dan klub Italia telah mengkonfirmasi bahwa dia akan absen pada dua pertandingan Serie A berikutnya melawan Parma pada hari Sabtu dan Napoli pada minggu berikutnya.
“Maurizio Sarri menjalani tes medis lebih lanjut hari ini, yang menunjukkan peningkatan klinis yang baik,” bunyi pernyataan klub.
BACA JUGA: Perwakilan Real Madrid Terbang ke Paris untuk Neymar, setelah Tawaran Fantastis Ditolak
“Untuk sepenuhnya pulih dari radang paru-paru yang menimpa dirinya selama beberapa hari terakhir, pelatih tidak akan duduk di bangku cadangan untuk dua pertandingan Serie A pertama melawan Parma dan Napoli.”
“Keputusan diambil untuk mengizinkan teknisi, yang bahkan hari ini pergi ke JTC untuk mengoordinasikan pekerjaan dengan stafnya, untuk melanjutkan kegiatan rutin sesegera mungkin.”
Pelatih Juventus, Maurizio Sarri yang doyan merokok.
Sarri diketahui merupakan pelatih yang sangat doyan merokok. Dalam sehari, Sarri mengaku bisa menghisap 60 batang atau rata-rata mengonsumsi sekitar empat bungkus rokok sehari.

Edan…Maurizio Sarri Habiskan Rp26 Juta Sebulan buat Beli Rokok

POJOKSATU.id, TURIN – Sebuah pengakuan mengejutkan diutarakan pelatih baru Juventus, Maurizio Sarri soal kecanduannya pada rokok. Menurutnya, dalam sehari ia bisa menghabiskan empat bungkus rokok. Jika dikalkulasi, belanja rokok Sarri mencapai Rp26 juta per bulan.
Selain dikenal dengan gaya kepelatihannya yang disiplin, mantan pegawai bank ini juga identik dengan kebiasaan merokoknya.
Dalam sehari, Sarri mengaku bisa menghisap 60 batang atau rata-rata mengonsumsi sekitar empat bungkus rokok sehari. Dan kebiasaan buruknya itu diakui sendiri sudah di luar kontrol.
“Saya merokok 60 batang per hari, yang mungkin terlalu banyak,” ungkapnya kepada La Nuova Riviera dikutip Pojoksatu.id dari Football Italia.
Jika sehari Sarri merokok empat bungkus, itu artinya dalam sebulan pelatih 60 tahun itu menghabiskan sekitar 1.400 poundsterling atau sekitar Rp26 juta hanya untuk beli rokok.
“Saya tidak merasa harus selalu merokok selama pertandingan, tetapi itu langsung menghisap rokok karena memang benar-benar diperlukan,” tambahnya.
“Aku punya masalah punggung menyiksaku selama berminggu-minggu, tapi aku merasa jauh lebih baik sekarang.”
Sarri, yang menandatangani kontrak tiga tahun di Juventus mengaku menghadapi tantangan pertama memenangkan hati fans. Maklum, ia sangat identik dengan Napoli, salah satu rival sengit Si Nyonya Tua beberapa tahun terakhir.
“Saya tiba dengan banyak yang berpikiran negatif. Tapi saya akan berupaya keras, seperti yang saya lakukan dengan semua klub saya yang lain,” katanya.
“Saya mengerti itu, tetapi saya hanya tahu satu cara untuk mengubah (kebencian) itu adalah menang meyakinkan lewat permainan menghibur dan mendapatkan hasil,” tuturnya.
“Selama tiga tahun [di Napoli] saya bangun dan berpikir tentang bagaimana mengalahkan Juventus, karena mereka adalah tim pemenang. Saya memberi 110%, tetapi kami masih tidak bisa melakukannya. Sekarang saya akan memberikan segalanya untuk klub ini,” pungkas eks manajer Chelsea ini.
(fat/pojoksatu)