samuel eto’o

Bukan Messi, Ronaldo atau Van Dijk, Eto’o Ungkap Nama Pemain Terbaik Pilihannya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Lionel Messi berhasil mengalahkan Cristiano Ronaldo dan Virgil van Dijk dengan menyabet gelar Pemain Terbaik Pria FIFA, Senin (23/9) malam.
Nama-nama tersebut rupanya tak sejalan dengan bayangan legenda Barcelona, Samuel Eto’o.
Saat diwawancara, ia menyebutkan dua nama yang dianggap layak menjadi pemain terbaik. Mereka adalah Mohammed Salah dan Sadio Mane.
Hal ini diungkapkan Eto’o saat menghadiri acara penghargaan yang digelar di Milan.
“Yang terbaik bagi saya adalah Mohammed Salah atau Sadio Mane,” katanya dikutip dari Metro. “Tapi mereka tidak di sini,” tambahnya.
Sementara itu, Ronaldo dari Brasil menilai jika Van Dijk yang pantas memenangkan penghargaan tersebut.
“Mungkin Van Dijk. Dia pemain yang luar biasa dan dia melakukannya dengan sangat baik tahun lalu, jadi saya pikir dia pantas mendapatkannya,” ucapnya.
(zul/pojoksatu)

Samuel Eto’o Pensiun, Messi: Saya Pikir Mau Main sampai 40 Tahun

POJOKSATU.id, BARCELONA – Sejumlah orang dekat Samuel Eto’o menyampaikan penghormatan atas keputusan pensiun pemain asal Kamerun itu. Salah satunya, Lionel Messi yang agak ‘kaget’ mendengar Eto’o memutuskan gantung sepatu.
Ikon sepakbola Afrika itu mengumumkan keputusan untuk gantung sepatu, Jumat (6/9/2019) lalu, setelah 22 tahun berkarir sebagai pemain profesional.
BACA JUGA: Mantan Bintang Inter, Barcelona dan Chelsea, Samuel Eto’o Resmi Gantung Sepatu
Mantan kapten Barcelona Carles Puyol, kapten klub saat ini Lionel Messi, mantan pemain depan Chelsea Didier Drogba dan sejumlah bintang sepak bola telah mengirimkan doa terbaik mereka kepada Samuel Eto’o setelah pensiun.
Eto’o membuat pengumuman kecil di media sosial tentang pengunduran dirinya dari kancah sepak bola setelah 22 tahun karirnya yang gemilang, di mana ia memulainya pada 1997 di Real Madrid.
Samuel Eto’o ketika membela Inter Milan.
Pemain berusia 38 tahun itu bermain di Spanyol bersama Real Madrid, Leganes, Mallorca, Espanyol, dan Barcelona sebelum melakukan perjalanan ke Italia di mana ia tampil untuk Inter Milan dan Sampdoria.
Ero’o juga berkarir di Inggris bersama Chelsea dan Everton, dan di Turki bersama Anzhi Makhachkala , Antalyaspor dan Konyaspor.
BACA JUGA: 22 Tahun Karir Eto’o: Dibuang Real Madrid, Berjaya Bersama Barcelona
Dia mengakhiri karirnya di Qatar SC di mana dia mencetak enam gol dalam 17 pertandingan di Qatar Stars League musim lalu.

22 Tahun Karir Eto’o: Dibuang Real Madrid, Berjaya Bersama Barcelona

POJOKSATU.id, JAKARTA – Samuel Eto’o resmi gantung sepatu. Mantan pemain Barcelona, Inter Milan dan Chelsea itu mengakhiri 22 tahun karirnya sebagai pemain profesional dengan catatan prestasi gemilang.
Pengumuman Eto’o gantung sepatu disampaikan melalui akun instagramnya, Jumat (6/9/2019) malam.
Dikutip Pojoksatu.id dari Daily Mail, Samuel Eto’o telah memutuskan untuk gantung sepatu setelah berkarier selama 22 tahun.
BACA JUGA: Jadwal Bola Hari Ini, 7 September: Timnas U-19, Brasil, Inggris, Prancis dan Portugal
Pemain berusia 38 tahun itu memulai karirnya bersama Real Madrid. Sayang awal karirnya di raksasa La Liga itu melempem, di mana ia hanya tampil tiga kali.
Setelah meninggalkan Madrid, Eto’o kemudian bermain untuk 13 klub termasuk Barcelona, ​​Inter Milan, Chelsea, Everton dan Sampdoria.
Samuel Eto’o ketika membela Inter Milan.
Eto’o paling dekat hubungannya dengan Barcelona, ​​membantu raksasa Spanyol memenangkan tiga gelar La Liga dan dua trofi Liga Champions.
Setelah lima tahun di Barca, ia bergabung dengan Inter Milan pada 2009 di mana ia memenangkan mahkota Eropa yang didambakan untuk ketiga kalinya – kali ini di bawah asuhan Jose Mourinho. Pada tahun 2010 itu, Eto’o mempersembahkan treble winner untuk Inter.
BACA JUGA: Mantan Bintang Inter, Barcelona dan Chelsea, Samuel Eto’o Resmi Gantung Sepatu
Namun dalam sebuah posting Instagram pada Jumat malam, Eto’o mengumumkan bahwa ia telah memutuskan untuk pensiun setelah meninggalkan Qatar SC awal tahun ini.

 

View this post on Instagram

 
THE END VERS UN NOUVEAU DÉFI… Merci à vous tous big love adrénaline
A post shared by Samuel Eto’o (@setoo9) on Sep 6, 2019 at 12:15pm PDT

“Akhir. Menuju tantangan baru. Terima kasih semua, cinta yang besar,” tulis Eto’o.
Setelah mendapatkan caps pertamanya untuk Timnas Kamerun satu hari sebelum ulang tahunnya yang ke-16, ia kemudian mencetak 56 gol dalam 118 penampilan untuk negaranya.

Mantan Bintang Inter, Barcelona dan Chelsea, Samuel Eto’o Resmi Gantung Sepatu

POJOKSATU.id, JAKARTA – Mantan penyerang Barcelona, ​​Inter Milan dan striker Chelsea Samuel Eto’o memutuskan gantung sepatu. Pengumuman akhir karirnya itu disampaikan Eto’o melalui akun instagramnya, Jumat (6/9/2019) malam.
Dikutip Pojoksatu.id dari Daily Mail, Samuel Eto’o telah memutuskan untuk gantung sepatu setelah berkarier selama 22 tahun.
BACA JUGA: Jadwal Bola Hari Ini, 7 September: Timnas U-19, Brasil, Inggris, Prancis dan Portugal
Pemain berusia 38 tahun itu memulai karirnya bersama Real Madrid, di mana ia hanya tampil tiga kali, dan kemudian bermain untuk 13 klub termasuk Barcelona, ​​Inter Milan, Chelsea, Everton dan Sampdoria.
Eto’o paling dekat hubungannya dengan Barcelona, ​​membantu raksasa Spanyol memenangkan tiga gelar La Liga dan dua trofi Liga Champions.
Samuel Eto’o ketika masih membela Barcelona.
Setelah lima tahun di Barca, ia bergabung dengan Inter Milan pada 2009 di mana ia memenangkan mahkota Eropa yang didambakan untuk ketiga kalinya – kali ini di bawah asuhan Jose Mourinho. Pada tahun 2010 itu, Eto’o mempersembahkan treble winner untuk Inter.
Namun dalam sebuah posting Instagram pada Jumat malam, Eto’o mengumumkan bahwa ia telah memutuskan untuk pensiun setelah meninggalkan Qatar SC awal tahun ini.

 

View this post on Instagram

 
THE END VERS UN NOUVEAU DÉFI… Merci à vous tous big love adrénaline
A post shared by Samuel Eto’o (@setoo9) on Sep 6, 2019 at 12:15pm PDT

“Akhir. Menuju tantangan baru. Terima kasih semua, cinta yang besar,” tulis Eto’o.
Setelah mendapatkan caps pertamanya untuk Timnas Kamerun satu hari sebelum ulang tahunnya yang ke-16, ia kemudian mencetak 56 gol dalam 118 penampilan untuk negaranya.
BACA JUGA: Revans Sempurna, Timnas Belanda Permalukan Jerman di Hamburg
Dia membantu Kamerun memenangkan medali emas Olimpiade 2000 di Australia, Piala Afrika di tahun 2000 dan 2002.
Eto’o terpilih sebagai Pemain Afrika Tahun Ini empat kali, menyamai rekor mantan gelandang Manchester City, Yaya Toure.
(fat/pojoksatu)

Gagal Jadi “The Best”, Lionel Messi Tetap Terbaik Sepanjang Masa

POJOKSATU.id, CAMP NOU – Superstar Barcelona, Lionel Messi benar-benar tak lirik di ajang penghargaan Pemain Terbaik Dunia FIFA 2018.
Alih-alih membawa pulang piala prestisius tersebut, Leo Messi tak masuk dalam tiga nominator. Peraih 5 Ballon d’Or itu hanya masuk dalam 10 besar.
Namun demikian, gagal menjadi “The Best” di Eropa maupun dunia versi FIFA tahun ini tak lantas mengubah pandangan orang tentang sosok kapten timnas Argentina itu.
Gagal Jadi “The Best”, Cristiano Ronaldo Tetap Nomor Satu
Lionel Messi dan Ronaldo Memang Hebat, Namun Kali Ini Giliran Luka Modric

“Bagi kami Leo Mesi akan selalu jadi pemain terbaik di dunia sepanjang masa,” kata Eto’o seperti dikutip dari fourfourtwo.
“Manusia harus memilih dan mereka memilih tiga pemain, yang juga sudah melakukan hal baik tahun ini,” sebut dia.
Bahkan di mata legenda Barcelona, Samuel Eto’o, Lionel Messi tetap yang terbaik sepanjang masa meski gagal di dua penghargaan indivual tersebut.
“Namun bagi orang seperti saya dan banyak lainnya, penghargaan itu tak mengubah fakta bahwa Leo adalah pemain terbaik di dunia sepanjang masa,” ujar Eto’o.
Pendapat Eto’o yang pernah berduet dengan Messi di Barca sejak 2004 hingga 2009 itu pun diamini Direktur Operasi Barcelona, Javier Bordas yang menilai penghargaan yang digelar FIFA itu tidak kredibel.
Ditegaskan Bordas, penghargaan tersebut harus dimenangkan oleh Lionel Messi, pemain terbaik di dunia. “Absennya Messi mendiskreditkan penghargaan itu. Semua orang tahu dia adalah yang terbaik di dunia dalam semua aspek,” tandasnya.
“Jika anda menempatkan Messi di posisi Modric maka dia akan tampil lebih baik, dia adalah pengumpan yang lebih baik, finisher yang lebih baik, dia sudah jadi yang terbaik selama bertahun-tahun,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)