sanksi

Turunkan Pemain Suspensi, Barcelona Bisa Senasib Real Madrid

POJOKSATU.id, CAMP NOU – Barcelona berpotensi mengikuti jejak seteru abadi mereka, Real Madrid terdiskualifikasi di ajang Copa del Rey.
Memastikan lolos ke perempat-final Copa del Rey musim ini, Blaugrana terancam dicoret keikutsertaannya karena menurunkan pemain yang sedang dalam suksensi (hukuman bertanding).
Hal ini sebagaimana laporan Levante yang telah melaporkan Barca menurunkan bek Chumi, penggawa Barcelona B saat laga leg 1 kontra Levante di Ciutat de Valencia, pekan lalu.
Apabila komplain Levante ini didengar dan diterima pihak RFEF untuk kemudian menyatakan Barcelona bersalah, maka Lionel Messi dan koleganya terancam mengalami nasib serupa dengan seteru abadi mereka, Real Madrid pada 2015.
Kala itu, Los Blancos pun didiskualifikasi dari kompetisi akibat menurunkan Denis Cheryshev saat menghadapi Cadiz.
Pasalnya, pemain Rusia itu sedang dalam hukuman menyusul akumulasi tiga kartu kuning di Copa, dan Copa del Rey musim itu pun akhirnya jatuh ke tangan Barcelona sebagai kampiun.
Namun, Barca berkeyakinan keputusan mereka tersebut (menurunkan Chumi) tidak melanggar aturan, karena suspensi yang diterima sang pemain hanya berlaku di liga.
(qur/pojoksatu)

Duh, Manchester City Terancam Dicoret dari Babak 16 Besar Liga Champions!

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Manchester City kini tengah menghadapi ancaman serius yang akan menghancurkan asa mereka meraih titel Liga Champions musim ini.
Dikutip Pojoksatu.id dari Diaro AS, sejumlah media massa di Inggris mengabarkan jika The Citizens terancam dicoret dari keikutsertaannya di babak 16 besar Liga Champions yang baru akan digelar pada Februari mendatang.
Alasannya, sebagaimana diberitakan The Telegraph dan dan Daily Mail, skuat besutan Pep Guardiola itu diduga terlibat dalam praktik doping keuangan.

Klaim ini mencuat setelah pernyataan ketua sekaligus kepala penyelidik dari Badan Pengendalian Keuangan Klub UEFA, Yves Leterme.
Leterme menyatakan kepada outlet media Belgia, Sport and Strategy bahwa City dapat menerima hukuman terberat karena dugaan melakukan pelanggaran aturan Financial Fair Play.
Laporan itu pun mengungkapkan jika UEFA dan Liga Premier sedang menyelidiki kemungkinan atas informasi tersebut.
“Jika benar apa yang telah ditulis, mungkin ada masalah serius. Ini dapat mengarah pada hukuman terberat, pengucilan dari kompetisi UEFA (Liga Champions),” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Suporter yang Berulah, Inter Milan yang Kena Getah

POJOKSATU.id, ROMA – Lega Serie A selaku operator kompetisi kasta tertinggi di Italia menjatuhkan sanksi kepada Inter Milan atas insiden tindakan rasial yang dilakukan oknum suporter Inter terhadap bek Napoli, Koulibaly Kalidou.
Insiden berupa ejekan terhadap pemain internasional Senegal itu terjadi saat Napoli dijamu Inter di Guiseppe Meazza dalam laga lanjutan Serie A Italia, pekan 18, Kamis (27/12/2018) dini hari WIB.
Dalam keputusannya seperti dikutip Pojoksatu.id dari Goal, pihak operator menghukum Inter bermain dua kali tanpa penonton di laga kandang mereka saat menghadapi Sassuolo dan Bologna.
Cristiano Ronaldo: Tak Ada Tempat untuk Rasisme di Sepakbola!
Selain itu, Inter juga diwajibkan menutup sektor utara stadion mereka atau Curva Nord untuk partai ketiga mereka kontra Sampdoria.
Empoli, di saat bersamaan, mengumumkan bahwa mereka tidak akan menjual tiket tandang kepada tifosi Inter untuk laga yang digelar di Stadio Carlo Castellani pada akhir pekan ini.
Koulibaly Kalidou, bek Napoli menjadi korban tindakan rasial oleh suporter Inter di Guiseppe Meazza. Sang pemain sendiri harus diusir wasit keluar lapangan di menit 80 setelah mendapatkan akumulasi kartu kuning karena dinilai melakukan protes berlebihan kepada sang pengadil lapangan tersebut.
(qur/pojoksatu)

Pantas Inter Murka, yang Dilakukan Radja Nainggolan Sudah Keterlaluan!

POJOKSATU.id, MILAN – Gelandang Inter Milan, Radja Nainggolan benar-benar tak abaikan saat Inter Milan sukses memetik kemenangan atas Napoli dengan skor tipis 1-0 di Guiseppe Meazza, dini hari tadi.
Sebelumnya, klub memang telah mengumumkan tidak akan memainkannya di laga itu sebagai sanksi atas tindakan indisipliner sang pemain.
Selain sanksi, pemain keturunan Indonesia itu juga dikenai denda finansial sebesar EUR 100 ribu atau setara Rp1,6 miliar.
Sebagaimana diketahui, Nainggolan dikenai sanksi karena kerap terlambat datang ke sesi latihan. Namun, belakangan mencuat jika sanksi tegas yang diberikan Inter terhadapnya atas tindakan pembangkangan terhadap klub.
Dikutip dari Goal, media di Italia, La Gazzetta dello Sport melaporkan jika, sanksi yang dijatuhkan pada Nainggolan setelah kedapatan menggelar pesta sesaat setelah Inter ditahan imbang 1-1 oleh Chievo Verona di Verona akhir pekan lalu.
Pemain berjuluk ‘Ninja’ itu bahkan menolak pulang ke ‘kandang’ bersama tim saat ini. Ia justru memilih menghabiskan malam di sebuah klub malam setempat hingga larut malam. Sehari berselang, dia terlambat datang latihan reguler hingga akhirnya dihukum.
Penampilan Nainggolan bersama Inter sejauh musim ini belum dibilang mengenaskan. Memainkan 15 pertandingan, eks penggawa AS Roma itu baru megemas 3 gol.
(qur/pojoksatu)

Indisipliner, Inter Milan Akan Parkir Radja Nainggolan

POJOKSATU.id, MILAN – Inter Milan telah menjatuhkan sanksi untuk pemainnya, Radja Nainggolan karena persoalan indisipliner.
Dikutip dari BBC Sports, gelandang keturunan Indonesia itu telah diskors termasuk dikenakan denda oleh klubnya karena alasan disiplin.
Nainggolan dihukum karena terlambat mengikuti program latihan, dan sang pemain bukan pertama kalinya melakukan tindakan indispliner tersebut.
Nainggolan bergabung dengan Inter Milan dari AS Roma dalam kesepakatan pertukaran 33 juta poundsterling di musim panas dan telah mencetak tiga gol dalam 15 pertandingan untuk timnya.
Namun, Nainggolan akan melewatkan pertandingan Serie A melawan Napoli, yang berada di urutan kedua, di San Siro pada 26 Desember mendatang.
Nainggolan dijatuhkan untuk pertandingan Roma pada awal 2018 karena video Malam Tahun Baru karena menggunggah aktivitas minum minuman alkohol dan merokok.
Radja Nainggolan sendiri telah memutuskan mundur dari Timnas Belgia setelah tak diperhitungkan namanya di pentas Piala Dunia 2018 Rusia saat Belgia tampil sebagai juara ketiga.
(qur/pojoksatu)

Terlibat Match-Fixing, PS Mojokerto Putra Dilarang Berkompetisi Tahun Depan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Komisi Disiplin (Komdis) PSSI mengganjar sanksi berupa larangan terlibat kompetisi tahun depan kepada PS Mojokerto Putra atau PSMP karena peserta Liga 2 2018 itu terbukti terlibat dalam pengaturan skor.
Dalam keputusannya, Komdis PSSI menegaskan PSMP dinyatakan bersalah karena mengatur pertandingan pada kompetisi Liga 2 musim 2018.
Praktik match-fixing yang melibatkan klub ini terjadi di laga kontra Kalteng Putra pada 3 dan 9 November 2018. Atas kejadian ini, PSMP dihukum tak boleh mengikuti kompetisi sepanjang 2019.
“Kami memiliki bukti-bukti yang kuat dari sejumlah pelanggaran match-fixing yang dilakukan PS Mojokerto Putra,” tutur Ketua Komdis PSSI, Asep Edwin.
“Karena itu merujuk pada pasal 72 jo, pasal 141 Kode Disiplin PSSI, PS Mojokerto Putra dihukum larangan ikut serta dalam kompetisi PSSI tahun 2019 yang dilaksanakan PSSI,” tandasnya.
Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria menyebut langkah ini merupakan komitmen tegas pihaknya untuk mengatasi praktik match-fixing.
Apabila ditemukan indikasi dimana hukum sepak bola tidak lagi dapat menjangkau, maka PSSI akan berkoordinasi dengan Polri.
“Kita juga tengah menyiapkan tim Ad Hoc sinergi integritas. Komite ini dibentuk untuk tugas khusus dan dalam periode yang khusus,” imbuhnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Banting Rak Botol Minuman, Jose Mourinho Lolos Sanksi

POJOKSATU.id, NYON – Manajer Manchester United, Jose Mourinho luput dari sanksi UEFA menyusul aksi “smack down-nya” membanting rak botol minuman pemain.
Mourinho melampiaskan kegembiraannya dengan membanting rak berisi botol-botol minum pemain setelah Marouane Fellaini mencetak gol ke gawang Young Boys di masa injury time.
Reaksi emosional Mourinho sendiri menyusul kemenangan di laga tersebut sekaligus menyegel satu tiket ke babak 16 besar Liga Champions.

Dikutip dari Diario AS, UEFA tak akan menghukum Mourinho atas tindakannya tersebut. Federasi sepak bola Eropa itu telah memilih untuk tidak mengambil masalah lebih lanjut dengan Mourinho maupun United menghadapi tuduhan disiplin.
Terlepas dari luputnya sanksi terhadap Mourinho, tindakannya itu ternyata bukan yang pertama kalinya dilakukan.
Pada November 2016, Mourinho menerima larangan menemani pemain di touchline satu pertandingan karena menendang botol minuman saat laga kontra West Ham United.
Mourinho juga bisa luput dari sanksi, termasuk aksi serupanya awal musim ini saat United menghadap Crystal Palace.
(qur/pojoksatu)

Kabar Gembira buat Bobotoh, Boleh Nyetadion di Awal Musim Depan, tapi …

POJOKSATU.id, JAKARTA – Usaha masif Persib Bandung untuk meminta keringanan hukuman akhirnya berbuah hasil setelah Komite Banding (Komding) PSSI memutuskan merevisi sanksi Komdis yang diberikan pada Persib sebelumnya.
Dalam surat bernomor 07/KEP/KB/LIGA1/XI/2018, tertanggal 15 November 2018, tentang hukuman terhadap Persib, Komding PSSI mengubah keputusan Komisi Disiplin (Komdis).
Dalam putusannya, Persib diperbolehkan menggelar pertandingan kandang dengan dihadiri penonton, dengan catatan tidak boleh membawa atribut sampai pertengahan musim Liga 1 2019.
Berikut isi surat Komding PSSI sebagaimana dikutip dari laman resmi Persib Bandung:

Menerima permohonan banding Persib Bandung nomor: 14/DIR/PBB/X/2018, tanggal 8 Oktober 2018;
Mengubah Keputusan Komite Disiplin PSSI Nomor: 132/L1/KD-PSSI/IX/2018, tanggal 1 Oktober 2018;
Menghukum Persib Bandung untuk kompetisi 2018 berupa pertandingan home dengan tanpa penonton di daerah netral di luar Pulau Jawa pada laga home sampai akhir musim kompetisi 2018 sebagaimana diatur dalam Kode Disiplin PSSI Pasal 21 jo. Pasal 141 ayat (1) Kode Disiplin PSSI 2018;
Menghukum Persib Bandung untuk kompetisi berupa pertandingan kandang home dengan penonton tanpa memakai atribut Persib Bandung namun tidak terbatas pada kaos, bendera, yel-yel, nyanyian, konfigurasi, pamflet, spanduk yang menunjukan identitas Persib Bandung sampai dengan setengah musim kompetisi 2019 sebagaimana diatur dalam Kode Disiplin PSSI Pasal 70, Lampiran 1 jo. Pasal 141 ayat (1) Kode Disiplin PSSI 2018;
Apabila dalam setengah musim kompetisi 2019 Persib Bandung melanggar putusan sebagaimana dimaksud pada dictum 3, maka akan dihukum secara otomatis berupa larangan melakukan pertandingan home Persib Bandung dengan tanpa penonton sampai dengan akhir musim kompetisi tahun 2019

Demikian bunyi surat putusan Komding PSSI yang ditandatangani Ade Prima Syarif selaku ketua, dan dihadiri Wakil Ketua Komding PSSI, Yakub Adi Kristanto SH., MH, Anggota Komite Banding PSSI, Aji Ridwan Mas.
(jpc/qur/pojoksatu)

Bicara Kasar, Jose Mourinho Terancam Sanksi FA

POJOKSATU.id, LONDON – Manajer Manchester United, Jose Mourinho telah didakwa oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris atau FA atas komentarnya usai pertandingan MU kontra Newcastle United beberapa waktu lalu.
Dikutip dari Marca, setelah kemenangan comeback timnya menghadapi Newcastle United, Mourinho melontarkan kata-kata kasar di lorong menuju ruang ganti.
Insiden yang terjadi usai pertandingan itu sendiri sempat tertangkap kamera dan Mourinho kini telah dihadapkan pada ancaman sanksi dari asosiasi.
Lewat akun resminya, FA telah mengeluarkan pernyataan resmi soal kasus tersebut dan telah mengumpulkan sejumlah bukti termasuk bukti rekaman.
“Diduga bahwa bahasa (Mourinho) di akhir pertandingan, seperti yang ditangkap oleh rekaman siaran, adalah kasar dan atau menghina dan atau tidak pantas,” demikian isi pernyataan FA seperti dikutip dari Marca.
Pelatih asal Portugal berjuluk The Special One itu pun diberikan waktu hingga Jumat (19/10/2018) pukul 18.00 waktu setempat untuk menanggapi dakwaan tersebut.
Jika terbukti bersalah, Mourinho terancam mendapatkan sanksi tidak boleh mendampingi timnya di pertandingan dalam beberapa laga ke depan.
(qur/pojoksatu)

Suporter Vietnam Berulah, PSSI yang Kena Getahnya

POJOKSATU.id, KUALA LUMPUR – Asosiasi sepak bola Asia at au AFC menjatuhkan sanksi berupa denda kepada PSSI terkait pertandingan di ajang Asian Games 2018 Jakarta-Palembang pada Agustus lalu.
Hukuman tersebut diputuskan setelah Komisi Disiplin (Komdis) AFC melakukan penyelidikan mendalam terhadap insiden penyalaan cerawat di menit 66 dalam pertandingan Vietnam kontra Korea Selatan.
Meski sanksi take berkaitan dengan Timnas Indonesia, namun AFC menilai PSSI layak diganjar sanksi karena bertindak sebagai tuan rumah di pertandingan tersebut.
Keputusan AFC sendiri merujuk pada pasal 64.1 kode etik AFC. PSSI dianggap ikut bertanggung jawab karena statusnya sebagai tuan rumah dan diharuskan membayar denda 6.250 USD atau sekitar Rp95 juta.
Selain PSSI, AFC juga menjatuhkan sanksi kepada VFF at au Asosiasi Sepakbola Vietnam atas ulah suporternya yang menyalakan cerawat tersebut.
VFF mendapakan sanksi lebih berat dibanding PSSI, yakni 12.500 USD at au setara Rp190 juta. Keduanya wajib membayarkan uang denda tersebut dalam waktu 30 hari ke depan.
Selanjutnya, AFC memberi peringatan kepada dua asosiasi tersebut untuk tak mengulang kejadian tersebut. Andai terulang, pasti akan ada hukuman yang lebih berat.
(jpc/qur/pojoksatu)