Sekjen PSSI

Piala Indonesia Digelar sampai Juli, Nasib Jadwal Liga 1?

POJOKSATU.id, JAKARTA – Jadwal penyelenggaraan Liga 1 terancam mengalami perubahan. Hal ini disebabkan dengan jadwal Piala Indonesia.
Piala Indonesia akan kembali mulai bergulir pada 23 April hingga 7 Juli mendatang.
Rinciannya, 23 April sampai 3 Mei adalah babak 8 besar. Leg pertama semifinal dilakukan pada 15 dan 16 Juni, sedangkan leg kedua akan dilakukan pada 22-23 Juni.
Untuk partai final, akan berlangsung dalam dua leg, yaitu pada 30 Juni dan 7 Juli.
Sebagaimana diketahui, Liga 1 akan mulai bergulir pada 8 Mei mendatang. Itu berarti, 4 klub yang lolos ke semifinal kembali harus menyesuaikan jadwalnya.
Sekjen PSSI Ratu Tisha mengakui, jika nantinya bakal ada perubahan dalam jadwal Liga 1. Baginya hal tersebut tidak ada masalah sebab PT LIB siap untuk melakukannya.
“Kalau final itu kami minta LIB agar menjadi full untuk Piala Indonesia, 30 Juni dan 7 Juli,” tegasnya.
Bukan hanya itu, saat babak 8 besar digelar, PSM dan Persija masih harus bertarung di kualifikasi grup AFC Cup.
PSM akan main pada 30 April. Persija malah dua kali, yakni 23 April di kandang dan 1 Mei main tandang.
Menanggapi ini, pihaknya masih memformulasikan jadwal terkait pertandingan dua tim tersebut.
Kedua tim juga sedang diajak bicara agar jadwal yang dirilis tidak merugikan pihak manapun. “Pihak broadcast juga akan menyiarkan semua laga itu secara live,” ujarnya.
Lebih lanjut, Tisha menjelaskan kenapa Piala Indonesia jadwalnya sangat ketat dan mepet.
Hal itu terpaksa dilakukan karena juara Piala Indonesia nanti punya satu slot untuk tampil di AFC Cup.
Sementara nama klub yang disetor ke AFC harus siap akhir Juni nanti. Artinya, dua tim yang masuk final bakal didaftarkan untuk sementara, sembari menunggu siapa yang jadi juara.
Untuk pendaftaran pemain, alumnus ITB itu menegaskan pada babak 8 besar tidak boleh ada pemain baru.
Artinya, pemain yang sebelumnya sudah didaftarkan yang boleh diturunkan. Tidak peduli sudah dicoret ataupun sudah tidak diperpanjang klub lagi.
Pendaftaran pemain baru untuk Piala Indonesia akan kembali dibuka pada babak semifinal. Empat klub yang masuk boleh mendaftarkan lagi pemain-pemainnya.
“Karena verifikasi dari LIB sudah selesai saat itu. Tapi untuk babak 8 besar, hanya pelatih yang boleh baru karena masuk ke ranah ofisial tim,” paparnya.
(rid/jpc/pojoksatu)

Piala Indonesia Bakal Jadi Turnamen Rutin

POJOKSATU.id, JAKARTA – Terdaftar secara resmi di AFC, Piala Indonesia bakal menjadi turnamen rutin setiap tahunnya.
Seperti diketahui, juara dari turnamen ini akan mendapatkan slot untuk tampil di AFC Cup.
Untuk Piala Indonesia 2018-2019, tim juara bakal tampil di AFC Cup 2020. Tak pelak, ajang ini bakal terus menjadi pendamping di Liga 1.
“Kami harus melaksanakan karena Piala Indonesia telah teregister di AFC sebagai salah satu kategori kompetisinya PSSI,” ungkap Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria.
Lebih lanjut, Ratu Tisha mengatakan, Piala Indonesia setiap tahunnya dipastikan bergulir. Rencananya untuk 2019-2020 akan dimulai September-Oktober dan berakhir seperti musim 2018-2019.
“Nah, Juni ini adalah deadline PSSI untuk submit ke AFC nama pemenang di Piala Indonesia 2018-2019. Tentunya untuk dimasukkan ke pentas AFC Cup 2020,” imbuhnya.
Saat ini, Piala Indonesia 2018 sudah masuk fase babak delapan besar. Rencananya perempat final akan dihelat mulai 23 April mendatang.
(jpc/pojoksatu)

Soal Penahanan Jokdri, Ini Kata Sekjen PSSI

POJOKSATU.id, JAKARTA – Joko Driyono resmi ditahan usai diperiksa Satgas Antimafia Bola. Sekjen PSSI Ratu Tisha memberikan tanggapannya soal ini.
Dikatakan, PSSI tidak terpengaruh dengan ditahannya Jokdri, sapaan akrab Joko Driyono, oleh Satgas Antimafia Bola.
Disebutkan, baik secara bisnis dan kegiatan sehari-hari semuanya berjalan normal.
“Secara bisnis, kegiatan sehari-hari, kemudian pelaksanaan program, seperti yang saya sampaikan, apapun yang terjadi yang harus kita lindungi adalah sepak bola itu sendiri,” paparnya.
Sekjen PSSI ini kembali menegaskan semua berjalan secara normal. Tak ada pengaruh apapun.
Termasuk soal pelaksanaan program-program yang sebelumnya sudah dicanangkan.
“Semua elemen harus menjalankan amanat Kongres Tahunan dengan baik dan jangan sampai tidak terlaksana,” tandasnya.
(jpc/pojoksatu)

Soal Perseru, Sekjen PSSI : Bukan Enggak Jadi Mundur

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria ikut bersuara soal kabar Perseru yang memutuskan untuk mundur dari Liga 1 2019.
Tisha tegas membantah kalau Tim berjuluk Cenderawasih Jingga itu bakal mundur.
“Kan sudah diklarifikasi oleh Perseru. Sudah ada di media kalau tidak salah,” ungkapnya dilansir Jawapos.
Menurut Tisha, Perseru sama sekali tak ada rencana buat mundur. Berita tersebut menurutnya cuma isu belaka saja.
“Bukan enggak jadi mundur. Tapi kan memang tidak pernah ber-statement itu (mundur) sama sekali,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui, Perseru belakangan dikabarkan dihinggapi masalah finansial. Mereka tak kunjung mendapatkan sponsor untuk menjalani kompetisi musim 2019.
Kondisi itu membuat mereka disebut-sebut berencana mundur dari Liga 1 2019.
(jpc/pojoksatu)

Ditanya Soal Penyegelan Kantor PT Liga Indonesia, Sekjen PSSI: Jangan Tanya Saya!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekjen PSSI, Ratu Tisha menegaskan penyegelan kantor PT Liga Indonesia yang terletak di Rasuna Office Park, Kuningan, tadi malam tidak ada kaitannya dengan organisasi PSSI.
Satgas Antimafia Bola melakukan penyegelan terhadap kantor PT Liga Indonesia. PT LI sendiri sempat menjadi operator Indonesia Super League beberapa tahun lalu.
Tisha menegaskan, ia tak mau mengomentari soal langkah satgas bentukan Mabes Polri yang sedang gesit melakukan penanganan kasus skandal match-fixing tersebut.
“Penyegelan kantor PT Liga Indonesia tidak ada sangkut pautnya dengan PSSI,” tegas Tisha seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman JPNN.
Karena itu, Tisha enggan memberikan keterangan atau jawaban rinci tentang proses penggeledahan (dan penyegelan) yang dilakukan pihak satgas.
“Jangan tanya ke saya. Tanya saja ke mereka (Satgas Antimafia Bola),” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola, Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan soal penyegelan kantor tersebut, namun pihaknya belum bersedia bicara lebih jauh.
Namun, kuat indikasi penyegelan tersebut sebagai tindak lanjut atas penggeledahan dua kantor PSSI yang telah dilakukan sebelumnya sebagai bagian dari pengembangan kasus match-fixing yang sedang dalam penyidikan.
Sejauh ini, satgas bentukan Mabes Polri itu sendiri telah menetapkan sebelas tersangka, dan beberapa diantaranya pengurus PSSI, yakni anggota Exco PSSI dan Komdis PSSI.
Sementara tersangka lainnya merupakan perangkat pertandingan, mulai dari wasit hingga asisten wasit dalam laga yang terindikasi berbau praktik mafia bola sebagaimana laporan eks manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi.
(jpnn/qur/pojoksatu)

Jokdri Digarap Satgas Antimafia Bola, Begini Reaksi Sekjen PSSI

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria menegaskan federasi sudah sejak lama ingin memberantas skandal pengaturan skor atau match-fixing.
Sebagainya buktinya, Tisha menyebutkan jika PSSI telah bekerja sama dengan FIFA dalam pemberantasan praktik mafia bola tersebut.
“Sejak awal yakni 2017 saya jadi Sekjen, pertama yang jadi fokus adalah memerangi match fixing dan FIFA sudah laporkan hal itu. Oleh karenanya, November 2018 menganugerahi PSSI sebagai satu dari dua federasi terbaik,” ungkap Tisha dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Vigit Waluyo Buka-bukaan Soal Skandal Match-Fixing, Begini Reaksi Jokdri
Diperiksa atas Kasus Match-Fixing, Jokdri Puji Langkah Satgas Antimafia Bola
Hal tersebut menurutnya tak lepas dari program PSSI yang disusun sejak 2017. “Komitmen kami memerangi match fixing, bisa dicek di laman FIFA bahwa mereka meghargai kami mengenai hal itu dan kami diundang di Doha secara spesial pada November 2018 kemarin,” paparnya.
Tisha sendiri terlihat mendampingi plt Ketum PSSI, Joko Driyono yang harus menjalani pemeriksaan Satgas Antimafia Bola.
Namun, ia mengaku tidak tahu poin-poin apa saja yang ditanyakan penyidik kepada Jokdri. Namun yang pasti Jokdri diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus match-fixing laporan Persibara Banjarnegara. “Saya tak tahu pertanyaan penyidik kepada Jokdri,” imbuhnya.
Usai diperiksa, Jokdri mengapresiasi langkah Satgas Antimafia Bola yang juga turut memeriksa dirinya dalam kapasitas sebagai saksi.
“Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan menjadi referensi bagi kepolisian untuk mengambil kesimpulan-kesimpulan terhadap proses yang dilakukan terdahulu, baik kepada terlapor maupun saksi-saksi sebelumnya,” ungkapnya.
Sebelumnya, Satgas Antimafia Bola telah memeriksa Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria dan Bendahara PSSI, Berlinton Siahaan.
Sementara hingga saat ini, sedikitnya sudah ada 12 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus match-fixing, mulai dari anggota Exco PSSI, Komdis PSSI hingga perangkat pertandingan.
(qur/pojoksatu)

Piala Indonesia 2018, PSSI: Ikut atau Sanksi Menanti!

POJOKSATU.id, JAKARTA –Sekjen PSSI, Ratu Tisha menebar ancaman untuk tim peserta babak 32 besar Liga Indonesia 2018 yang berniat mengundurkan diri di fase tersebut.
PSSI, ditegaskan Tisha akan melakukan tindakan tegas dengan memberikan sanksi berat kepada tim yang melakukan pelanggaran disiplin tersebut agar Piala Indonesia berjalan lancar sampai tuntas.
“Sudah pasti babak 32 besar lebih ketat. Jika ada tim mengundurkan diri atau tidak menyelenggarakan laga, akan ada sanksi,” kata Tisha di Jakarta, kemarin.
“Tidak hanya mengalami kekalahan, tapi juga bisa denda. Atau bisa juga dinaikkan ke Komite Disiplin jika dinilai ada kesengajaan,” tegasnya.
Dikatakan Tisha, ketegasan itu akan ditempuh semata agar tim-tim yang berpartisipasi dalam Piala Indonesia 2018 dapat lebih berkomitmen.
Dia tidak ingin gelaran tersebut hanya dijadikan ajang permainan semata. “Karena kami harus menghargai langkah klub yang terhenti di babak sebelumnya,” ucapnya.
“Mereka tidak main-main mempersiapkan hal itu. Saya rasa klub Liga 1, 2, dan 3 yang lolos ke babak 32-besar memperiapkan dengan baik,” sebut dia.
Untuk diketahui, babak 32-besar Piala Indonesia 2018 akan berlangsung pada mulai 22 Januari hingga 6 Februari. Sementara babak 16-besar akan digelar pada 11 hingga 19 Februari.
Sedangkan babak 8-besar akan berlangsung pada 24 Februari hingga 2 Maret. Untuk semifinal digelar pada 7 dan 12 Maret. Sementara babak Final dijadwalkan digelar pada 17 dan 24 Maret.
(qur/pojoksatu)

Eks Manajer Persibara Ogah Taat, Sekjen PSSI: Itu Urusan Komdis PSSI!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Eks Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani menolak memenuhi panggilan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang ingin meminta pertanggungjawabannya soal pernyataan Lasmi terkait kasus match-fixing.
Melalui kuasa hukumnya, Boyamin Saiman, penolakan atas surat undangan bernomor 5621/UDN/2158/XII-2018 bertanggal 24 Desember 2018 yang ditandatangani Sekjen PSSI, Ratu Tisha tersebut atas berbagai pertimbangan.
Mensikapi hal tersebut, Sekjen PSSI, Ratu Tisha saat dikonfirmasi usai menjalani pemeriksaan Satgas Antimafia Bola menegaskan persoalan tersebut adalah urusan bidang yudisial.
Alasan Eks Manajer Persibara Abaikan Panggilan Komdis PSSI
“Buat teman-teman yang belum familiar, di PSSI ada empat badan. Legislatif diwakili kongres, eksekutif oleh Komite Eksekutif, admistratif urusan kesekretariatan, dan independen yakni Komite Etik, Komite Disiplin serta Komite Banding,” sebut Tisha.
“Jadi, apapun itu yang terkait dengan independen yudisial, sekjen tak ada wewenangnya. Jadi itu pertanyaan untuk Komdis PSSI,” tandasnya.
Tisha juga bicara soal poin yang diberikan Laksmi terkait tidak adanya tanda tangan Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi dalam surat pemanggilan tersebut.
Ditegaskannya, surat pemanggilan tak harus ada tanda tangan atau tembusan ketum. “Karena fungsi admistratif dan kesekjenan di statuta merupakan tugas kesekretariatan. Salah satu fungsinya, yakni mengatur surat-menyurat administrasi dan independen,” imbuhnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Pemeriksaan Sekjen PSSI oleh Satgas Antimafia Bola Belum Usai

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria telah menjalan pemeriksaan tim penyidik Satgas Antimafia Bola terkait kasus dugaan match-fixing yang telah menyeret sejumlah pihak di tubuh PSSI.
Bersama kuasa hukumnya, Ratu Tisha diperiksa di Gedung Ombudsman, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (28/12/2018), tadi malam.
Namun, pemeriksaan belum rampung, dan Tisha akan kembali diperiksa pekan depan terkait dengan persoalan-persoalan lainnya.
“Total 40 pertanyaan. 23 pertanyaan sudah dilontarkan. Sisa 17, nanti dilanjutkan lagi pekan depan 4 Januari 2019. Karena waktu pemeriksaan tadi sudah larut,” ujarnya seperti dikutip dari Goal.
Menjalani pemeriksaan selama enam jam lebih, Tisha mengaku mendapatkan sejumlah pertanyaan tentang mekanisme dan kesungguhan PSSI dalam memerangi match-fixing.
Namun, ditegaskannya, ia mengaku senang dengan adanya pemeriksaan tersebut. Menurutnya, pihaknya tidak bisa sendirian dalam memberantas pratik kotor yang ada di sepakbola Indonesia.
Oleh karena itu, terbentuknya Satgas Anti Mafia Bola sangat membantu kerja PSSI untuk memberantas praktek kotor di pertandingan tersebut.
“Intinya kami sangat berterima kasih dan apresiasi terhadap kepolisian RI atas kerja sama ini, yang memang PSSI tunggu, karena kami memang tidak bisa sendirian dalam hal menegakkan sportivitas di olahraga,” tuturnya.
Tisha mengatakan, pihaknya dan PSSI akan sangat kooperatif terkait penanganan kasus ini. “Juga hal-hal lain terkait sinkronisasi PSSI dan Polri. Kami juga kooperatif dalam penyelidikan yang dilakukan dan akan terus berkomitmen untuk sepakbola Indonesia lebih baik,” ungkapnya.
Ratu Tisha sendiri pekan lalu sebenarnya telah dipangil. Hanya saja, ia tak bisa memenuhinya karena mengaku ada urusan lain yang tidak dapat ditinggalkan.
(qur/pojoksatu)

Soal #EdyOut, Ratu Tisha Pasang Badan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria menegaskan, kinerja organisasi (PSSI) di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi banyak melakukan perubahan.
Salahsatu yang telah dilakukan jajaran pengurus saat ini, sebut Tisha adalah upaya peningkatan sumber daya manusia, baik wasit, pelatih, dan instruktur AFC.
Tisha pun mengatakan, PSSI saat ini tengah menghadapi tantangan yang tidak ringan, salahsatunya dalam menyiapkan kompetisi musim depan.
Tagar #Edyout ramai di media sosial untuk mendesak Ketua PSSI Edy Rahmayadi mundur. (JAWAPOS)
Pasalnya, sebut dia, musim depan at au tahun 2019 merupakan tahun politik yang akan dilakukan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg).
Karena itu, Tisha memberikan sinyalemen kompetisi baru akan digelar selepas pesta demokrasi tersebut.
“Ada beberapa kemungkinan, termasuk sehabis Pilpres, karena kami juga harus koordinasi dengan pihak keamanan. Tapi komprehensifnya, saat kongres kami umumkan,” tuturnya.
Sementara terkait kompetisi Liga 1 tahun ini yang akan segera usai, pihaknya menegaskan akan segera melakukan rapat evaluasi.
“Tanggal 16 Desember kami akan melakukan evaluasi dengan PT LIB (Liga Indonesia Baru), sekaligus menanyakan planning mereka ke depan” sebutnya.
“Kami juga sesuaikan dengan agenda yang ada, mulai dari Liga 1, 2 dan 3. Piala Indonesia juga agenda besar kami yang berakhir Maret,” tandasnya.
(qur/pojoskatu)