sergio ramos

Mourinho Latih Spurs, Pemain Real Madrid Lega: Tak Sudi Dia Balik ke Bernabeu!

POJOKSATU.id, LONDON – Penunjukan Jose Mourinho sebagai manajer baru Tottenham Hotspur disambut sukacita sejumlah pemain bintang Real Madrid. Mereka lega, pelatih yang menjuluki dirinya The Special One itu tidak jadi balik ke Santiago Bernabeu.
Mourinho menggantikan Mauricio Pochettino di kursi manajer Spurs setelah absen hampir satu tahun dari pekerjaan sebagai juru taktik.
BACA JUGA: Bursa Taruhan Favoritkan 6 Pemain Ini Direkrut Mourinho di Jendela Transfer Januari
Sebelumnya, sempat berhembus rumor kalau Mourinho akan kembali menukangi Real Madrid jika Zinedine Zidane gagal musim ini.
Dikutip Pojoksatu.id dari Express sebagaimana dibertiakan media Spanyol, Sport, beberapa bintang Los Blancos, seperti kapten tim Sergio Ramos, sangat khawatir tentang kemungkinan kembalinya Mourinho. Makanya, mereka sangat puas begitu Tottenham merekrutnya.
Foto pertama Jose Mourinho sebagai manajer Tottenham Hotspur, di kamp latihan klub, Hotspur Way.
Manajer Portugis menukangi Real Madrid pada 2010 dan memenangkan Copa del Rey 2011 serta La Liga pada 2012 selama tiga tahun di Santiago Bernabeu.
Namun, karir mantan bos Chelsea dan Manchester United di Spanyol berakhir setelah ia berselisih dengan sejumlah pemain kunci klub, seperti Iker Casillas dan Ramos.
BACA JUGA: Pekan ke-28 Dimulai, Borneo FC Langsung Gusur Persipura dan MU, Persela Keluar dari Zona Merah
Laporan menunjukkan bahwa kemungkinan kembalinya Mourinho membuat kepanikan di ruang ganti Los Blancos. Pasalnya, presiden klub Florentino Perez memberikan isyarat kemungkinan itu. Didiuga, spekulasi Perez hanya untuk menakuti pemainnya agar beraksi lebih baik ketika menuai hasil buruk.
Perez mencoba formula itu ketika Julen Lopetegui dan Santiago Solari bertanggung jawab dan tim terpuruk di klasemen La Liga.

Zidane Terancam Dipecat Jelang Kontra Galatasaray, Kapten Real Madrid Angkat Bicara

POJOKSATU.id, GALATASARAY – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane di ujung tanduk. Juru taktik berkepala pelontos itu terancam pemecatan setelah serangkaian hasil buruk yang diraih anak asuhnya. Kini, Los Blancos harus melawat Stadion Ali Sami Yen Spor, markas Galatasaray, Rabu (23/10/2019) dini hari WIB.
Di tengah sorotan dan ancaman pemecatan terhadap Zidane, kapten Real Madrid, Sergio Ramos menyebut ia dan penggawa Madrid mendukung penuh sang pelatih.
Ramos menegaskan para pemain akan berjuang sampai mati untuk Zinedine Zidane.
Raksasa Spanyol menghadapi pertandingan krusial di Liga Champions melawan Galatasaray, hanya beberapa hari setelah menderita kekalahan mengejutkan 10-1 dari tim promosi, Real Mallorca di La Liga.
Tim asuhan Zidane baru mengumpulkan satu poin dari dua pertandingan pembuka Liga Champions setelah kalah 3-0 di Paris Saint-Germain dan kemudian ditahan imbang 2-2 oleh Club Brugge di Bernabeu.
“Satu-satunya hal yang kami pikirkan, terlepas dari semua yang telah terjadi, adalah menang dan memainkan permainan yang bagus. Kami harus menang,” kata Ramos dalam konferensi pers pra-pertandingan pada hari Senin.
“Semua orang tahu bahwa ruang ganti bersama Zizou sampai mati, dan apa pun yang terjadi kami semua harus bersatu untuk memberikan segalanya.”
“Madrid harus bangkit dan satu-satunya cara adalah melakukannya bersama. Hasilnya akan meletakkan segalanya di pihak kita.”
Lawatan El Real ke Ali Sami Yen Spor, dilabeli ‘welcome to hell’ atau ‘selamat datang di neraka’ karena sulitnya tim tamu menang di markas Galatasaray.
Juara 13 kali Liga Champions itu pun harus segera bangkit dari keterpurukan jika tidak ingin tersingkir di fase grup musim ini. Atau mungkin akan terlempar ke kompetisi kasta kedua Eropa, Liga Europa.
Saat ini, Real Madrid juru kunci Grup A dengan 1 poin, sama dengan Galatasaray di posisi ketiga.
(fat/pojoksatu)

Soal Kabar Mourinho Kembali ke Madrid, Begini Respon Sergio Ramos

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kursi kepelatihan Zinedine Zidane tengah digoyang pasca penampilan Real Madrid yang dinilai belum konsisten musim ini.
Isu kemudian berkembang dengan munculnya nama-nama calon pengganti Zidane. Nama Jose Mourinho menjadi yang paling banyak mendapat sorotan.
Menanggapi isu ini, Sergio Ramos acuh. Akan tetapi, ia menilai beragam spekulasi yang muncul merupakan hal wajar.
“Saya tidak merasa kesal melihat nama Jose Mourinho dikaitkan dengan Real Madrid, hal seperti ini memang dapat terjadi. Saya tidak perlu menyatakan perasaan saya mengenai spekulasi seperti ini, situasinya memang seperti ini,” katanya dilansir Goal.
“Bagi Real Madrid, perubahan dianggap perlu setiap kami mendapatkan kekalahan. Ini adalah sesuatu yang sulit, tetapi kenyataan yang harus diterima,” sambungnya.
Sementara itu, Jose Mourinho sendiri sempat memberikan pernyataan soal isu yang mengaitkannya dengan Real Madrid.
Ia mengatakan, tidak akan menangani klub yang sudah memiliki pelatih.
“Anda tidak dapat melatih tim yang sudah memiliki pelatih. Saya tidak ingin berlatih ke Real Madrid karena mereka sudah memiliki pelatih,” ujar Mourinho kepada Deportes Cuatro.
(zul/pojoksatu)

Ngaku Keliru Keluarkan Kartu Kuning, Deniz Aytekin Minta Maaf ke Ramos

POJOKSATU.id, BUCHAREST – Wasit Deniz Aytekin yang memimpin laga Rumania kontra Spanyol ternyata sudah meminta maaf kepada Sergio Ramos atas insiden kartu kuning ‘aneh’. Pengadil asal Jerman itu mengaku keliru dan salah menilai makna selebrasi gol Ramos.
Diberitakan sebelumnya, Kapten Timnas Spanyol, Sergio Ramos menerima kartu kuning ‘aneh’ saat pertandingan Kualifikasi Euro 2020 melawan Rumania, Jumat (6/9/2019) dini hari WIB.
BACA JUGA: Dikartu Kuning Usai Bobol Gawang Rumania, Sergio Ramos Jelaskan Makna Selebrasinya
Laga di Arena Nationala (Bucharest) ini dimenangkan Spanyol dengan skor tipis 2-1.
Ramos, 33 tahun, membuka keunggulan tim tamu lewat eksekusi penalti setelah Dani Ceballos dilanggar di kotak terlarang. Setelah sukses melaksanakan tugas sebagai algojo penalti, Ramos melakukan perayaan goggle, di mana ia meniru mengenakan kacamata.
Selebrasi gol seolah mengenakan kecamatan ala Sergio Ramos berbuntut kartu kuning.
Tetapi selebrasi gol Ramos itu malah membuat wasit Deniz Aytekin mengeluarkan kartu kuning karena dia berpikir pemain bertahan itu melakukan provokasi saat merayakan gol dengan menunjuk ke tribun.
Usai pertandingan, Ramos menjelaskan bahwa perayaannya sebenarnya merupakan penghormatan kepada keponakannya, yang secara kebetulan mengenakan kacamata.
BACA JUGA: Jelang Jerman Vs Belanda: Der Panzer Menguji Ketangguhan Duet Bek Termahal Dunia
Dia pada dasarnya ingin menghibur ponakannya, tetapi wasit asal Jerman keturunan Turki itu merusak pesta dengan mengacungkan kuning yang tidak layak diterima.

Dikartu Kuning Usai Bobol Gawang Rumania, Sergio Ramos Jelaskan Makna Selebrasinya

POJOKSATU.id, BUCHAREST – Kapten Timnas Spanyol, Sergio Ramos menerima kartu kuning ‘aneh’ saat pertandingan Kualifikasi Euro 2020 melawan Rumania, Jumat (6/9/2019) dini hari WIB. Laga di Arena Nationala (Bucharest) ini dimenangkan Spanyol dengan skor tipis 2-1.
Ramos, 33 tahun, membuka keunggulan tim tamu lewat eksekusi penalti setelah Dani Ceballos dilanggar di kotak terlarang. Setelah sukses melaksanakan tugas sebagai algojo penalti, Ramos melakukan perayaan goggle, di mana ia meniru mengenakan kacamata.
BACA JUGA: Kegagalan Rekrut Neymar Bikin Kacau Internal Barcelona, Banyak Pemain Baper
Tetapi selebrasi gol Ramos itu malah membuat wasit Deniz Aytekin mengeluarkan kartu kuning karena dia berpikir pemain bertahan itu melakukan provokasi saat merayakan gol dengan menunjuk ke tribun.
Usai pertandingan, Ramos menjelaskan bahwa perayaannya sebenarnya merupakan penghormatan kepada keponakannya, yang secara kebetulan mengenakan kacamata.
Selebrasi gol seolah mengenakan kecamatan ala Sergio Ramos berbuntut kartu kuning.
Dia pada dasarnya ingin menghibur ponakannya, tetapi wasit asal Jerman keturunan Turki itu merusak pesta dengan mengacungkan kuning yang tidak layak diterima.
BACA JUGA: Inter Siapkan ‘Hadiah’ Istimewa buat Conte, Boyong Pemain Incaran Real Madrid
Bek Spanyol itu mengkonfirmasi bahwa Aytekin meminta maaf kepadanya di babak pertama atas kesalahannya. “Kartu kuning itu berasal dari kebingungan,” kata bek tengah Real Madrid itu.
“Itu untuk keponakan saya. Kami berdua memakai kacamata dan itu untuknya. Saya melakukannya untuk menghiburnya, mempersembahkan gol kepadanya.”
“Wasit mengira aku menunjuk ke tribun.”

Sergio Ramos Ogah Bahas Transfer Neymar

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sergio Ramos enggan membicarakan soal transfer Neymar sebagaimana ramai diberitakan belakangan ini.
Hingga saat ini, Neymar terus dikaitkan dengan pintu keluar Paris Saint Germain.
Dua klub raksasa Spanyol, Barcelona dan Real Madrid dikabarkan siap berebut tanda tangan sang pemain.
Kendati begitu, belum diketahui bagaimana nasib Neymar. Terlebih memang bursa transfer bagi klub Spanyol ditutup pada 2 September mendatang.
Saat ditanyakan soal transfer Neymar, kapten Real Madrid ini hanya memberikan pujian. Selebihnya, ia enggan berkomentar.
Lebih lanjut, ia menuturkan jika kabar semacam ini biasa terjadi saat bursa transfer dibuka.
“​Neymar adalah pemain top, dia menjadi satu dari tiga pemain tebaik dunia, tetapi saya enggan membahas soal rumor transfernya karena itu menunjukkan rasa kurang hormat terhadap tim hebat seperti​ Real Madrid,” ujarnya dilansir ​Goal.
“Hal-hal seperti ini (rekrutmen pemain baru) selalu menjadi bahan pembicaraan di ​Real Madrid, terlebih saat ​bursa transfer tengah dibuka. Pemain seharusnya mengacuhkan hal ini,” sambungnya.
(zul/pojoksatu)

Sergio Ramos : Kita Harus Buka Lembaran Baru

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sergio Ramos ikut buka suara dengan kemenangan Real Madrid atas Celta Vigo di laga perdana La Liga.
Pada pertandingan tersebut, Madrid yang bertindak sebagai tim tamu menang dengan skor telak 3-1 atas tuan rumah.
Ramos mengatakan, kemenangan tersebut merupakan hasil yang bagus untuk mengawali musim baru.
“Kami harus berkonsentrasi dengan apa yang kami lakukan, dengan persiapan fisik di pramusim dan bahwa kami telah menghadapi laga ini dengan cara yang terbaik,” katanya di situs resmi klub.
“Hasil akhir sudah selayaknya dan kita telah menyaksikan Real Madrid yang tampil hebat,” sambungnya.
Ramos melanjutkan, ia mengajak rekan-rekan setimnya untuk tidak terbebani dengan hasil saat pra-musim atau musim lalu.
“Kita harus membuka lembaran baru. Kita tidak dapat menyesali musim kompetisi yang lalu ataupun merayakan musim terakhir dimana kita menang. Ini dimulai dari titik nol, dengan energi dan ilusi yang maksimal,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Eden Hazard Dapat Perlakuan Istimewa, Sergio Ramos Cemburu

POJOKSATU.id, MADRID – Kapten Real Madrid, Sergio Ramos tampaknya tidak terlalu suka cara klub dan pelatih, Zinedine Zidane memperlakukan rekrutan anyar mereka, Eden Hazard. Ramos menilai playmaker asal Belgia itu diperlakukan terlalu ‘istimewa’.
Zidane tentu sangat senang karena memiliki Hazard, pemain sudah lama diincar. Tidak heran jika pemain yang didatangkan dengan biaya 100 juta euro pada Juni lalu, disambut lebih dari 50 ribu fans saat perkenalan di Santiago Bernabeu beberapa waktu lalu.
Eden Hazard sekarang bisa dibilang pemain paling laris yang dimiliki Los Merengues. Pemain asal Belgia ini mampu berkontribusi banyak dalam penjualan kaos.
Ia juga diharapkan dapat membantu Real Madrid pulih dari kehilangan Cristiano Ronaldo, meskipun ia lebih berperan sebagai kreator serangan ketimbang pencetak gol. Adapun rekrutan anyar lainnya, Luka Jovic diplot sebagai bomber utama.
Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane. (Marca)
Zinedine Zidane awalnya tidak senang dengan Eden Hazard ketika baru bergabung untuk pra-musim dan meminta pemain sayap kiri untuk melatih fisiknya setelah terlihat kegemukan.
Tapi kini, pelatih asal Prancis itu ingin Hazard menjadi pemimpin di ruang ganti dan memberikan contoh bagi rekan satu timnya, seperti laporan Diario GOL.
Sambutan istimewa dan peran lebih sentral kepada Hazard itu ternyata membuat Sergio Ramos tidak senang. Kapten Spanyol dan Real Madrid ingin menjadi yang paling unggul dari semua pemain Madrid.
Kapten Real Madrid, Sergio Ramos.
Biasanya ramah kepada pemain baru. Tetapi dengan Hazard, Ramos tampaknya tidak banyak bicara seperti yang ia lakukan kepada rekrutan baru di klub.
Namun demikian, Hazard dan Ramos diharapkan menjadi bagian penting dalam upaya Zidane membawa Los Blancos kembali berjaya pada kompetisi musim 2019/20.
(fat/pojoksatu)

Sergio Ramos Tegaskan Bertahan di Madrid

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sergio Ramos memberikan pernyataan yang menutup spekulasi soal masa depannya di Real Madrid.
Dirinya menjelaskan, pernyataannya ini disampaikan agar penggemarnya tidak lagi bingung soal masa depannya.
Sebagaimana diketahui, belakangan Ramos digosipkan bakal bergabung ke klub Tiongkok.
“Telalu banyak spekulasi mengenai masa depan saya dan saya ingin menjelaskan komitmen saya untuk klub ini,” ujarnya, dilansir Goal.
“Ada tawaran dari Tiongkok dan jika saya tidak merasa diinginkan maka ini sebuah alternatif.
“Tapi saat ini urusan saya adalah dengan Real Madrid dan rencana saya menghabiskan kontrak,” paparnya.
Karena itu, Ramos menegaskan bakal bertahan. Bahkan, dirinya berkeinginan untuk pensiun di Madrid.
“Saya Madridista, saya ingin pensiun di sini,” tegas Ramos.
Lebih lanjut, ditanya soal hubungannya dengan Presiden Florentino Perez, Ramos mengatakan baik-baik saja.
“Hubungan saya dengan presiden seperti ayah dan anak,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Sindiran Pedas Kapten Real Madrid buat Isco

POJOKSATU.id, MADRID – Ruang ganti Real Madrid semakin gaduh pasca kekalahan mereka atas Ajax 1-4 di pentas Liga Champions di Estadio Santiago Bernabeu.
Los Blancos sendiri terpaksa harus angkat koper lebih dini setelah tersingkir di babak 16 besar oleh wakil Liga Belanda tersebut.
Kapten Real Madrid, Sergio Ramos pun tak sanggup menutupi kesedihan dan kekecewaannya atas hasil buruk timnya.
Ogah Dikambinghitamkan, Sergio Ramos Cekcok dengan Sang Presiden

Setelah dikabarkan berselisih dengan sang presiden El Real, Florentino Perez, Ramos pun kini melayangkan sindiran pedas terhadap Isco.
Dikutip Pojoksatu.id dari laman Metro, Cadena COPE melaporkan, setelah pertandingan Ramos kemudian mengadakan pertemuan dengan rekan-rekan setimnya minus ofisial.
Di kesempatan itu Ramos meminta para pemain Madrid untuk menghormati pelatih Santiago Solari dan menegaskan pemain yang tidak berkomitmen dan tidak akan ada tempat lagi (dalam skuat).
Pernyataan Ramos itu ditenggarai ditujukan untuk Isco setelah sang gelandang memutuskan untuk tidak naik bus tim jelang pertandingan melawan Ajax.
Ramos juga tidak suka dengan perilaku Isco yang tidak terlihat di bangku cadangan di pertandingan tersebut, serta tidak tampak batang hidungnya di ruang ganti setelah kekalahan.
Masih dalam laporan tersebut, Isco sendiri telah mengakui apa yang dilakukannya sebagai bentuk kemarahan atas sang pelatih.
Namun, ia telah menyambangi para pemain lain untuk meminta maaf karena merasa bersalah atas sikap egoisnya tersebut.
(qur/pojoksatu)