serie a

Klub Serie A Tolak Ide Play-Off

POJOKSATU.id, JAKARTA – Serie A Italia saat tengah dihentikan sementara untuk mencegah penyebaran virus corona. Wacana menggelar play-off untuk mengakhiri musim ini pun mencuat.
Namun, sejumlah klub menolak ide tersebut. Dilansir dari Football Italia, sejumlah klub masih menginginkan laga kembali berjalan seperti biasa, meski harus memadatkan jadwal.
Ide tersebut memungkinkan untuk dijalankan seiring dengan makin menguatnya potensi penyelenggaraan Euro 2020 ditunda.
Diberitakan sebelumnya, FIGC menggelar pertemuan membahas soal kemungkinan penghentian Serie A musim ini dengan menyediakan opsi alternaltif.
Yakni dengan mengadakan play-off untuk menentukan juara, kualifikasi Eropa, dan tiga klub yang akan didegradasi ke Serie B.
Akan tetapi, jika pemenang gelar ditentukan oleh klasemen saat ini maka Juventus akan menjadi juara Italia untuk musim kesembilan berturut-turut.
Namun, jika opsi ini dipakai, diprediksi akan memunculkan perdebatan. Mengingat, selisih Juventus dengan Lazio, di posisi kedua hanya satu poin dan masih ada sekitar 12 pertandingan yang mereka jalani.
Karena itu, pembahasan ini belum final. Dilaporkan, pihak terkait akan kembali menggelar pertemuan pada 23 Maret mendatang.
Dalam laporan mereka akan membahas soal pertandingan sisa musim ini, ditambah empat pertandingan lain yang telah ditunda, dan leg kedua semifinal Coppa Italia.
Jika musim berlanjut, diusulkan juga pada pertemuan hari Selasa bahwa klub mengambil keuntungan dari semua tanggal yang tersedia hingga 31 Mei.
Diketahui, musim terakhir Serie A yang tidak memiliki juara adalah 2004-05, ketika Juventus kehilangan gelar setelah skandal pengaturan pertandingan Calciopoli.
Sedangkan penentuan juara lewat play off, pernah terjadi pada 1964 ketika Bologna mengalahkan Inter 2-0 untuk mengklaim Scudetto setelah kedua tim memiliki poin yang sama.
(zul/pojoksatu)
The post Klub Serie A Tolak Ide Play-Off appeared first on Pojoksatu.id.

Rugani Positif Virus Corona, Inter Milan Aktifkan Isolasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Inter Milan mengumumkan telah menangguhkan semua kegiatan sepakbola menyusul pengumuman bek Juventus Daniele Rugani positif terkena virus corona.
Langkah ini dilakukan lantaran Inter baru saja melawan Juventus di Allianz Stadium pada awal pekan ini, meski tanpa penonton dan Rugani sendiri tidak ikut bermain.
“Mengikuti pengumuman Juventus FC bahwa pemain mereka Daniele Rugani telah dites positif untuk Covid-19, FC Internazionale mengumumkan bahwa semua kegiatan kompetitif telah ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut,” demikian pernyataan Inter, dikutip dari The Guardian.
“Klub saat ini sedang mengambil langkah untuk menempatkan semua prosedur yang diperlukan pada tempatnya,” sambungnya.
Diketahui, pertandingan Inter melawan Getafe di Liga Europa yang akan digelar Jumat (13/3) dini hari WIB diputuskan ditunda.
Begitupun dengan Sevilla dan Roma (Liga Europa) serta pertandingan Juventus melawan Lyon di Liga Champions juga dilaporkan ditunda.
Diberitakan sebelumnya, Juventus mengumumkan pemain mereka Daniele Rugani positif terkena virus corona. Kabar ini diumumkan langsung oleh klub melalui situs resmi mereka.
“Pesepakbola, Daniele Rugani, telah diperiksa dan positif terkena virus corona meski sejauh ini tidak menunjukkan gejala-gejala (Covid-19). Juventus saat ini segera mengaktifkan prosedur isolasi sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, termasuk mereka yang terlibat kontak dengannya (Rugani),” demikian pernyataan resmi dari Juventus.
(zul/pojoksatu)
The post Rugani Positif Virus Corona, Inter Milan Aktifkan Isolasi appeared first on Pojoksatu.id.

Klasemen Serie A Usai Derby Milan, Perburuan Scudetto Mengerucut pada 3 Tim Ini

POJOKSATU.id, JAKARTA – Liga Italia atau Serie A musim 2019/20 sudah menuntaskan semua pertandingan giornata 23. Dengan kompetisi tersisa 15 pekan, persaingan menuju scudetto tampaknya telah mengerucut pada tiga tim. Yaitu, Inter Milan, Juventus dan Lazio.
Kejutan terjadi pada pekan ini setelah Juventus takluk di kandang Hellas Verona, sementara Inter Milan tampil superior di Derby Della Madonnina. Inter yang sempat tertinggal 0-2 di babak pertama malah bisa menang 4-2 atas AC Milan.
Inter pun naik puncak klasemen sementara untuk menggusur Juventus ke posisi kedua.
BACA JUGA: Jadwal Siaran Langsung Bola Hari Ini: Persija, Arema FC dan Bali United Vs Than Quang Ninh
Kedua tim sebenarnya memiliki angka sama, 54 poin. Namun Inter berhak di atas karena memiliki selisih gol lebih baik (+28). Sementara Lazio yang menang tipis 1-0 di kandang Parma, menguntit di posisi ketiga dengan 53 poin.
Inter dan Juventus akan tampil di semifinal Coppa Italia tengah pekan ini sementara Lazio yang sudah tersingkir, akan memiliki waktu istirahat lebih banyak sebelum memasuki pekan ke-24.
Di semifinal Coppa Italia, Inter akan menjamu Napoli, sementara Juventus menghadapi AC Milan. Setelah itu, Nerazzurri akan menghadapi Lazio di Olimpico di ajang Serie A.
Juventus bisa memanfaatkan bentrok dua rivalnya itu karena ‘hanya’ akan menghadapi Brescia pada jornada 24. Dan bukan tidak mungkin Si Nyonya Tua akan kembali ke puncak klasemen pekan depan.
BACA JUGA: Kalah di Persidangan, David Beckham Terpaksa Ganti Nama Inter Miami?
Di bawah tiga tim tersebut, Atalanta dan AS Roma akan bersaing merebut slot terakhir ke Liga Champions musim depan. Tanpa menafikan peluang tim lain seperti Verona, Bologna, hingga AC Milan.
Sementara untuk zona merah, Spal, Brescia dan Genoa tampaknya harus bekerja lebih keras lagi untuk menghindari degradasi ke Serie B musim depan.
Berikut klasemen sementara Serie A usai jornada 23:

(fat/pojoksatu)
The post Klasemen Serie A Usai Derby Milan, Perburuan Scudetto Mengerucut pada 3 Tim Ini appeared first on Pojoksatu.id.

Klasemen dan Jadwal Serie A Giornata 22: Juve Vs Fiorentina, Udinese Vs Inter

POJOKSATU.id, JAKARTA – Liga Italia atau Serie A musim 2019/20 akan memasuki pekan ke-22, 1-4 Februari ini. Sesuai jadwal Serie A pekan ini, tim-tim papan atas akan menghadapi lawan relatif mudah sehingga diprediksi bisa meraih poin penuh.
Pemuncak klasemen sementara Juventus berambisi meraih poin penuh saat menjamu Fiorentina, setelah pekan lalu takluk di kandang Napoli.
Meski Forentina merupakan satu dari hanya tiga tim yang mampu mengimbangi Juve musim ini (pertemuan pertama 0-0), Si Nyonya Tua cukup diunggulkan menang apalagi bermain di kandang.
Rival terdekat Juve, Inter Milan akan tandang ke markas tim papan bawah, Udinese. Nerazzurri juga difavoritkan membawa pulang tiga poin kali ini. Tiga laga sebelumnya, anak asuh Antonio Conte selalu bermain imbang.
Namun kehadiran pemain baru seperti Ashley Young, Victor Moses dan tentu saja sang superstar, Christian Eriksen membuat La Beneamata diyakini akan jadi penantang serius Juventus dalam perburuan scudetto musim ini.
Tim papan atas lainnya, Lazio dijadwalkan menghadapi Spal di Stadion Olimpico. Meski melawan tim zona degradasi, Biancoceleste tetap wajib waspada, mengingat dua pertemuan terakhir mereka selalu kalah.
Pertandingan giornata 22 lainnya yang diprediksi berlangsung seru antara lain duel Sassuolo lawan AS Roma, kemudian AC Milan kontra Verona dan Sampdoria menghadapi Napoli.
Berikut jadwal Serie A pekan ke-22:
Sabtu (1/2/2020)
21:00 WIB – Bologna vs Brescia
Minggu (2/2/2020)
00:00 WIB – Cagliari vs Parma
02:45 WIB – Sassuolo vs AS Roma
18:30 WIB – Juventus vs Fiorentina
21:00 WIB – AC Milan vs Verona
21:00 WIB – Atalanta vs Genoa
21:00 WIB – Lazio vs Spal
Senin (3/2/2020)
00:00 WIB – Lecce vs Torino
02:45 WIB – Udinese vs Inter Milan
Selasa (4/2/2020)
02:45 WIB – Sampdoria vs Napoli
Klasemen sementara Serie A sebelum giornata 22:

Daftar top skorer sementara Serie A:

(fat/pojoksatu)
The post Klasemen dan Jadwal Serie A Giornata 22: Juve Vs Fiorentina, Udinese Vs Inter appeared first on Pojoksatu.id.

Takluk di Markas Napoli, Juventus Gagal Perlebar Jarak dengan Inter

POJOKSATU.id, NAPLES – Grande partita giornata ke-21 Serie A 2019/20 antara Napoli kontra Juventus di Stadion San Paolo (Naples), Senin (27/1/2020) dini hari WIB, berlangsung seru. Laga ini dimenangkan Napoli dengan skor tipis 2-1.
Juventus tampil dengan trio penyerang terbaiknya. Gonzalo Higuain diapit Cristiano Ronaldo dan Paulo Dybala di kedua sisi sayap.
Sementara pelatih Napoli, Gennaro Gattuso juga memainkan tiga penyerang sekaligus. Insigne, Milik dan Callejon.
Meski kedua tim memamerkan sepakbola menyerang, namun hingga babak pertama berakhir tidak ada gol tercipta.
Pertandingan lebih menarik selepas restart. Napoli mampu unggul lebih dulu pada menit 63 melalui sontekan Piotr Zielinski memanfaatkan bola rebound. 1-0 Napoli memimpin.
Maurizio Sarri coba merespon dengan memasukkan Douglas Costa. Tapi malah Napoli yang bisa menggandakan keunggulan pada menit 83. Kali ini lewat tendangan voli nan indah ala Lorenzo Insigne usai menerima umpan silang Jose Callejon di dalam kotak penalti. Napoli menjauh 2-0.
Juventus hanya bisa membalas sebiji gol melalui sontek Ronaldo setelah mendapat umpan jauh dari Bentancur. Skor 2-1 pun menjadi hasil akhir laga ini.
Bagi Juve ini merupakan kekalahan keduanya musim ini, sebelumnya mereka takluk dari Lazio. Kekalahan yang membuat Si Nyonya Tua gagal memperlebar jarak dengan Inter Milan yang tadi malam imbang lawan Cagliari.
Juventus masih di puncak klasemen sementara Serie A dengan 51 poin, unggul 3 angka dari Inter. Sementara Napoli naik ke peringkat 10 dengan 27 poin.
(fat/pojoksatu)
The post Takluk di Markas Napoli, Juventus Gagal Perlebar Jarak dengan Inter appeared first on Pojoksatu.id.

Kiper ‘Kompak’ Bikin Blunder di Derby Della Capitale, Tren 11 Kemenangan Lazio Terhenti

POJOKSATU.id, ROMA – Hasil imbang yang diraih AS Roma dan Lazio saat keduanya bentrok pada giornata ke-21 Serie A, diwarnai blunder kiper kedua tim. Tren 11 kemenangan Lazio pun terhenti di laga bertajuk Derby Della Capitale itu.
Tuan rumah AS Roma memimpin lebih dulu melalui gol Edin Dzeko pada menit 26. Berawal dari umpan lambung Bryan Cristante ke kotak penalti. Dzeko memenangi duel udara dengan sejumlah pemain Lazio, termasuk sang kiper, Thomas Strakosha yang salah mengambil keputusan untuk menghalau bola.
Sundulan Dzeko pun bersarang mulus ke gawang Lazio yang sudah ditinggal Strakosha. 1-0 AS Roma unggul.
Derby Della Capitale jilid II, AS Roma lawan Lazio di Stadion Olimpico, Senin (27/1/2020) dini hari WIB, berakhir sama kuat 1-1.
Namun keunggulan Roma tidak bertahan lama. Lazio berhasil menyamakan kedudukan pada menit 34 melalui sontekan Francesco Acerbi.
Gol ini berawal dari kesalahan kiper Roma, Pau Lopez dalam menghalau bola yang tidak sempurna sehingga memudahkan Acerbi menceploskan bola yang jatuh di garis gawang. Skor sama kuat 1-1.
Di awal babak kedua, wasit sempat menunjuk titik putih untuk Roma setelah Justin Kluivert dilanggar bek Lazio, Patric Gabarron. Namun setelah dipantau VAR, hukuman penalti itu dibatalkan wasit, Gianpaolo Calvarese.
Baik Roma maupun Lazio terus berupaya mencetak gol tambahan. Namun hingga pertandingan berakhir, tak ada lagi gol tercipta.
Hasil imbang yang diraih tim peringkat tiga dan empat ini menguntungkan bagi pemegang capolista, Juventus. Dengan saingan terdekat Inter Milan juga bermain imbang lawan Cagliari, maka Si Nyonya bisa nyaman di puncak klasemen.
Lazio masih di peringkat 3 dengan 46 poin masih tertinggal 5 angka dari Juve, sementara Roma di urutan keempat dengan 39 poin.
Juventus sendiri sementara bertanding melawan tuan rumah Napoli. Jika menang tentu Cristiano Ronaldo dkk akan semakin menjauh dari rival-rivalnya.
(fat/pojoksatu)
The post Kiper ‘Kompak’ Bikin Blunder di Derby Della Capitale, Tren 11 Kemenangan Lazio Terhenti appeared first on Pojoksatu.id.

Derby Della Capitale Berakhir Sama Kuat, Keuntungan buat Juventus

POJOKSATU.id, ROMA – Dual dua tim ibukota Italia, AS Roma kontra Lazio pada giornata ke-21 Serie A 2019/20 berakhir sama kuat. Laga bertajuk Derby Della Capitale di Stadion Olimpico, Senin (27/1/2020) dini hari WIB itu, imbang 1-1.
Tuan rumah AS Roma memimpin lebih dulu melalui gol Edin Dzeko pada menit 26. Brawal dari umpan lambung Bryan Cristante ke kotak penalti. Dzeko memenangi duel udara dengan sejumlah pemain Lazio, termasuk sang kiper, Thomas Strakosha.
Sundulan Dzeko pun bersarang mulus ke gawang Lazio yang sudah ditinggal Strakosha. 1-0 AS Roma unggul.
Derby Della Capitale jilid II, AS Roma lawan Lazio di Stadion Olimpico, Senin (27/1/2020) dini hari WIB, berakhir sama kuat 1-1.
Namun keunggulan Roma tidak bertahan lama. Lazio berhasil menyamakan kedudukan pada menit 34 melalui sontekan Francesco Acerbi.
Gol ini berawal dari kesalahan kiper Roma, Pau Lopez dalam menghalau bola dengan sempurna sehingga memudahkan Acerbi menceploskan bola yang jatuh di garis gawang. Skor sama kuat 1-1.
Di babak kedua, baik Roma maupun Lazio terus berupaya mencetak gol tambahan. Namun hingga pertandingan berakhir, tak ada lagi gol tercipta.
Pada Derby Della Capitale jilid pertama September lalu kedua tim juga bermain imbang 1-1.
Tambahan satu angka yang diraih tim peringkat tiga dan empat ini menguntungkan bagi pemegang capolista, Juventus. Dengan saingan terdekat Inter Milan juga imbang lawan Cagliari, maka Si Nyonya bisa nyaman di puncak klasemen sementara Serie A.
Lazio masih di peringkat 3 dengan 46 poin masih tertinggal 5 angka dari Juve, sementara Roma di urutan keempat dengan 39 poin.
Juventus sendiri baru bertanding beberapa saat lagi, melawan tuan rumah Napoli. Jika menang tentu Cristiano Ronaldo dkk akan semakin menjauh dari rival-rivalnya.
(fat/pojoksatu)
The post Derby Della Capitale Berakhir Sama Kuat, Keuntungan buat Juventus appeared first on Pojoksatu.id.

Bintang Juventus Akui Inter Milan Berpeluang Raih Scudetto

POJOKSATU.id, TURIN – Bintang Juventus, Juan Cuadrado tidak sungkan memuji salah satu rival timnya, Inter Milan, dalam perburuan juara Serie A atau scudetto musim 2019/20. Winger asal Kolombia itu mengakui Nerazzurri memiliki skuat yang solid.
Berbicara kepada outlet media Italia Sky Sports, Minggu (29/9/2019), Cuadrado yakin Inter memiliki peluang kuat untuk memenangkan scudetto.
“Inter jelas merupakan tim yang hebat, mereka memiliki segalanya untuk berada di sana (juara). Kami harus terus berjuang untuk tetap berada di depan,” ujarnya.
Cuadrado tidak lupa mengomentari pertandingan Inter Milan kontra Juventus pekan depan.
“Pertandingan berikutnya pasti akan menjadi pertandingan yang bagus. Kami berharap tampil 100 persen untuk menjawab tantangan ini,” kata mantan penggawa Chelsea ini.
Pemain berusia 31 tahun ini kemudian berbicara tentang pertandingan terakhir yang ia mainkan sebagai bek sayap.
“Saya selalu berada di sayap, tetapi saya siap untuk jadi bek sayap. Pelatih memberi 100 persen kepada tim, terlebih lagi di saat darurat ini. Saya akan berusaha memberikan yang terbaik dan melakukan yang terbaik di pertahanan,” katanya.
Juventus saat ini sedang mengalami krisis di pos kanan pertahanan. Kurang bek sayap. Mattia De Sciglio dan Danilo sama-sama cedera, memaksa Cuadrado mengisi posisi tersebut.
Bianconeri terlebih dulu akan menghadapi Bayer Leverkusen di Liga Champions tengah pekan ini, sebelum menantang Inter di Giuseppe Meazza pada 7 Oktober mendatang.
(fat/pojoksatu)

Inter Sempurna di 3 Laga Awal, Conte Ingatkan Anak Asuhnya Tetap Membumi

POJOKSATU.id, MILAN – Kehadiran Antonio Conte sebagai pelatih anyar serta sejumlah pemain baru yang direkrut musim panas kemarin, mulai berdamapk positif bagi Inter Milan. Tiga laga Serie A awal musim 2019/20 disapu bersih Nerazzurri dengan kemenangan.
Terbaru, Inter menang tipis 1-0 atas Udinese. Dua laga sebelumnya, melumat Lecce 4-0 dan menang 2-1 atas Cagliari. Inter kini mengoleksi 9 poin dan memuncaki klasemen sementara Serie A usai giornata ketiga.
Sang pelatih, Antonio Conte memuji performa anak asuhnya. “Kami tumbuh dan saya senang dengan kedewasaan kami,” kata Conte dikutip dari Mirror.
Inter pun kini diunggulkan sebagai penantang serius Juventus dalam perburuan scudetto musim ini.
“Hari ini kita berbicara tentang Inter sebagai rival utama Juventus. Saya tahu permainannya dan itu adalah apa adanya,” katanya.
Meski sempurna di tiga laga awal musim ini, Conte mengingatkan anak asuhnya agar tetap membumi.
“Tapi kita harus tetap berdiri di tanah. Biarkan orang lain bicara, kita harus tutup mulut dan bekerja,” tegasnya.
Di tangan Conte, Inter bermain lebih seimbang dalam menyerang maupun bertahan. Mengandalkan formasi 3-5-2, serangan tim yang terakhir kali merasakan scudetto pada 2010 itu lebih variatif.
Stefano Sensi dan Marcelo Brozovic jadi pengatur serangan di lini tengah, kemudian dua bek sayap juga aktif membantu serangan.
Di lini depan, Inter punya Romelu Lukaku, Aleixs Sanchez, Matteo Politano dan Lautaro Martinez. Sementara barisan pertahanan Inter tampak cukup tangguh dengan trio Milan Skriniar, Stefan de Vrij dan Diego Godin.
Selanjutnya Inter akan melakoni laga perdana penyisihan Grup F Liga Champions tengah pekan ini, melawan Slavia Praha.
Setelah itu, pada 22 September mendatang menghadapi tim sekota, AC Milan dalam laga giornata 4 Serie A.
(fat/pojoksatu)

Lukaku Merasa Jadi Korban Rasis, Tak Disangka Begini Sikap Fans Garis Keras Inter Milan

POJOKSATU.id, MILAN – Bintang anyar Inter Milan, Romelu Lukaku meradang. Ia merasa mendapat perlakuan rasis ketika membela Nerazzurri menghadapi Cagliari pada Senin (2/9/2019) dini hari WIB. Namun tak disangka, fans garis keras Inter Milan, Curva Nord (CN) justru berpandangan berbeda dengan sang striker.
Dikutip Pojoksatu.id dari Sky Sports, CN malah membela nyanyian monyet yang ditujukan ke Romelu Lukaku oleh para pendukung Cagliari.
Lukaku menuntut tindakan dari FA Italia (FIGC) setelah ia dilecehkan saat kemenangan 2-1 Inter atas Cagliari.
BACA JUGA: Sudah Resmi Diperkenalkan, Padahal Belum Dibayar, Klub Inggris Adukan Barcelona ke FIFA
Kelompok ultras Inter Milan ‘Curva Nord’ bersikeras bahwa nyanyian monyet yang ditujukan pada Romelu Lukaku oleh para penggemar Cagliari tidak termasuk tindakan rasis.
Lukaku, yang menandatangani kontrak dengan Inter dari Manchester United bulan lalu, menuntut tindakan segera dari otoritas sepakbola Italia setelah ia dilecehkan.
Romelu Lukaku berlatih bersama rekan-rekan barunya di Inter Milan.
Sebuah kelompok yang disebut ‘L’Urlo Della Nord’ mengatakan Lukaku harus memahami bahwa – di Italia – penggemar memiliki cara tersendiri untuk mendukung timnya. Hal itu untuk mencoba membuat lawan menjadi gugup – dan mereka tidak percaya bahwa yang dilakukan fans Cagliari adalah rasis.
Dalam sebuah pernyataan di Facebook, kelompok itu berkata: “Hai Romelu, kami menulis surat untuk Anda atas nama Curva Nord, ya orang-orang yang menyambut Anda pada saat kedatangan Anda di Milan. Kami sangat menyesal Anda berpikir bahwa apa yang terjadi di Cagliari adalah rasis.”
BACA JUGA: Suarez Kesal Trio MSN Batal Bersatu Lagi: Tempat Terbaik Neymar Adalah Barcelona
“Anda harus memahami bahwa Italia tidak seperti banyak negara Eropa utara lainnya di mana rasisme adalah masalah nyata. Kami memahami bahwa itu bisa terlihat rasis bagi Anda tetapi tidak seperti itu.”
“Di Italia kami menggunakan beberapa cara hanya untuk membantu tim kami dan mencoba membuat lawan kami gugup, bukan untuk rasisme tetapi untuk mengacaukan mereka.”