Serie A Italia

Piatek Jaga AC Milan Tetap di Zona Empat Besar

POJOKSATU.id, ROMA – AS Roma gagal mengamankan poin penuh di laga kandang mereka di Olimpico Stadium, Senin (4/2/2019) dini hari WIB dalam lanjutan Serie A Italia pekan 22 usai ditahan imbang 1-1 AC Milan.
Tuan rumah sendiri sempat tertinggal terlebih dahulu setelah striker anyar Milan, Krysztof Piatek sukses mengoyak jala tuan rumah di menit 26.
Beruntung, Zaniolo mampu menyamakan kedudukan di menit 46 sekaligus menyelamatkan timnya dari kekalahan keenam mereka di musim ini.
Bagi Milan sendiri, tambahan satu angka ini sudah cukup untuk mengamankan mereka tetap berada di zona empat besar klasemen sementara Serie A Italia.
Sementara Serigala Ibukota yang mengemas 35 poin masih menguntit di bawah Milan dengan selisih satu angka.
AC Milan sendiri kembali disuguhkan performa impresif Piatek yang telah mencetak tiga gol sejak dibesut dari Genoa musim dingin ini.
Krzysztof Piatek mencetak sepasang gol melawan Napoli di Coppa Italia pada penampilan perdananya sebagai starter Milan, dan melanjutkan penampilan impresif dengan membukukan gol pembuka di babak pertama.
Selain performa Piatek, Milan harus berterima kasih kepada Gianluigi Donnarumma, yang tampil heroik di Roma dengam membuat beberapa penyelamatan vital.
Donnarumma sendiri sudah membuat penyelamatan di menit awal dengan menghalau usaha Edin Dzeko, sebelum Milan mencetak gol pembuka setelah 26 menit.
Donnarumma membuat penyelamatan satu tangan untuk menghalau Zaniolo, dan tak lama kemudian melakukaan aksi heroik untuk membatalkan sundulan Patrik Schick serta usaha Dzeko untuk mengonversi bola rebound sebelum turun minum.
Roma akhirnya mendapat gol penyeimbang lewat serangan pertama usai jeda. Zanilo melepaskan tendangan voli dari dalam kotak penalti setelah Donnarumma menyelamatkan aksi Mateo Musacchio yang hampir mencetak gol bunuh diri, menyusul crossing Rick Karsdord yang membuat lini belakang tim tamu kerepotan.
Sementara itu, klaim penalti Suso diabaikan ketika ia dilanggar Aleksandar Kolarov, tapi Roma terus bekerja keras mengejar gol kemenangan. Donnarumma lagi-lagi menjadi pahlawan dengan memblok sundulan Dzeko.
Roma mendapat kesempatan terakhir,sayang sundulan Pellegrini setelah mendapat umpan silang Kolarov membentur tiang gawang.
(goal/qur/pojoksatu)

Tegas Soal Rasisme, Presiden FIGC Ancam Hentikan Serie A

POJOKSATU.id, ROMA – Presiden FIGC, Garbiele Gravina mengutuk keras insiden  rasisme yang menimpa bek Napoli, Kalidou Koulibaly oleh suporter Inter Milan di Guiseppe Meazza dalam lanjutan Serie A Italia, pekan 18, Kamis (27/12/2018).
Atas insiden tersebut, sang presiden mengancam akan membekukan kompetisi karena masalah rasisme adalah persoalan serius yang harus disikapi serius juga termasuk di sepakbola.
“(Membekukan kompetisi) adalah satu hal yang sedang kami pertimbangkan,” kata Gravina pada il Messaggero seperti dikutip dari Goal.
Suporter yang Berulah, Inter Milan yang Kena Getah
Cristiano Ronaldo: Tak Ada Tempat untuk Rasisme di Sepakbola!

“Sekarang, kami butuh waktu dan mengkoordinasikan semuanya. Kami punya masalah yang berkaitan dengan publik dan ini harus diatur, begitu pula dengan fakta pertandingan,” sebut dia.
FIGC sendiri akan menggelar pertemuan dengan para pihak terkait untuk mensikapi dan menindaklanjuti kasus tersebut.
“Sekarang, saya berada pada periode refleksi karena apa yang terjadi sangat serius. Kami mendengarkan dari petinggi dan CONi, kemudian kami akan putuskan,” katanya.
“Kami melakukan verifikasi apakah ada tiga ejekan tanpa henti, tetapi sepertinya cuma satu kali. Hari ini, jaksa akan mengintervensi dan menyampaikan porsinya, tetapi apa yang terjadi sangatlah buruk,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Sebiji Gol Mandzukic Tegaskan Juventus di Puncak Klasemen

POJOKSATU.id, TURIN – Juventus makin kokoh di puncak klasemen sementara Serie A Italia setelah mendapatkan tambahan tiga angka di giornata 17 dari AS Roma di Allianz Stadium, Minggu (23/12/2018) dini hari WIB.
Adalah Mario Mandzukic sang pahlawan kemenangan Bianconerri setelah mencetak gol semata wayang di pertandingan tersebut di menit 35.
Dengan hasil positif ini, skuat besutan Massimiliano Allegri bergeming di puncak klasemen dengan raihan 49 poin atau unggul delapan angka dari pesaing terdekatnya Napoli.

Juve sendiri tampil dominan di pertandingan tersebut bahkan nyaris unggul di menit pembuka, seiring sepak pojok disambut oleh Mario Mandzukic.
Beruntung, Kostas Manolas masih mampu membuang bola sebelum melewati garis gawang. Bola memantul ke arah Alex Sandro, tetapi sepakannya mampu dihalau oleh Robin Olsen.
Sementara tim tamu bukan tanpa peluang. Mereka sempat mendapat peluang berharga lewat pergerakan Patrik Schick. Namun sepakan sang bomber tersebut masih terlalu mudah jatuh ke pelukan Wojciec Szczesny.
Juve pun akhirnya berhasil memecah kebuntuan lewat aksi tandukan kepala Mandzukic di menit 35 setelah menyambut umpan silang Mattia De Sciglio dari sayap kanan.
Giallorossi sangat majal di depan gawang dan Di Fransesco akhirnya melakukan pergantian. Justin Kluivert menggantikan Alessandro Florenzi di paruh kedua.
Kendati begitu, serangan Juve tetap tak terhentikan. Cristiano Ronaldo melancarkan rangkaian tembakan ke gawang Roma. Beruntung bagi tim tamu, Olsen tampil sigap dan berhasil melakukan dua sepakan keras sang striker secara beruntun.
Roma baru mengalami kenaikan performa di seperempat akhir laga. Mereka mulai menguasai bola, namun kreasi serangannya masih terlalu statis sehingga dengan mudah dimentahkan para palang pintu Juve.
Jelang bubaran, Juventus nyaris menggandakan keunggulan setelah Ronaldo melambungkan umpan untuk Douglas Costa yang menanduk bola ke gawang Olsen.
Sayang, VAR berbicara lain. Gol Sandro dianulir karena Blaise Matuidi dinilai terlebih dahulu melakukan pelanggaran terhadap Zaniolo.
(qur/pojoksatu)

Massimo Moratti pada Juventus dan Tifosi, Relakan Saja!

POJOKSATU.id, MILAN – Mantan Presiden Inter Milan, Massimo Moratti meminta Juventus dan tifosinya untuk merelakan dua gelar scudetto yang harus lepas dari tangan mereka setelah banding Juve soal kasus calciopoli ditolak pengadilan setempat.
Dikutip dari Goal, berdasarkan putusan sidang kasus calciopoli pada waktu itu, gelar juara Serie A Italia musim 2005/06 dihibahkan kepada Inter Milan yang sejatinya finis ketiga karena AC Milan sebagai runner-up juga dinyatakan terlibat.
Selain kehilangan titel musim tersebut, Juventus juga harus merelakan satu scudetto lainnya yakni musim 2004/05 dicabut dan tidak diberikan ke tim mana pun.

Sejak kasus itu, Juventus terus berjuang untuk mengembalikan apa yang dianggap menjadi hak mereka dengan menempuh jalur hukum. Namun, Kamis (13/12), pengadilan menolak banding mereka.
“Itu normal (kehilangan hak Scudetto), sebuah konsekuensi atas apa yang telah terjadi,” kata Moratti kepada ANSA seperti dikutip dari Goal.
“Bagaimanapun, itu bagus, selalu Scudetto yang dijamin. Sekarang fans Juventus harus menerimanya juga,” sebutnya.
“Saya yakin bahwa itu memang akan menjadi persoalannya. Saya selalu berteman dengan (Andrea) Agnelli (presiden Juventus). Mari katakan hari ini adalah afeksi yang sedikit lebih umum dari sebelumnya,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Ronaldo: Lionel Messi Merindukan Saya, Bukan Sebaliknya!

POJOKSATU.id, TURIN – Cristiano Ronaldo bicara buka-bukaan soal rivalitas dirinya dengan Lionel Messi selama masih di La Liga Spanyol.
Namun begitu, Ronaldo menegaskan, ia tak merindukan momen persaingan itu, justru kapten Barcelona-lah yang sepertinya merindukan dirinya.
“Tidak, mungkin dia yang merindukan saya!,” kata Ronaldo seperti dikutip dari Gazzetta dello Sport ketika ditanya apakah dia merindukan sosok Leo Mesi.
Ronaldo: Saya Masih Pantas untuk Ballon d’Or!
“Saya bermain di Inggris, Spanyol, Italia, Portugal, di tim nasional, sementara dia masih di Spanyol. Mungkin dia lebih membutuhkan saya,” sebut dia.
Ronaldo pun memberikan perbandingan pilihan hidupnya yang suka petualangan dibandingkan dengan kapten Timnas Argentina itu, kendati hal itu tak mengurangi rasa hormatnya pada La Pulga.
“Bagi saya, hidup adalah tantangan, saya menyukainya dan saya suka membuat orang bahagia. Saya ingin dia (Messi) datang ke Italia suatu hari nanti. Seperti saya, terima tantangannya. Namun, jika dia senang di sana, saya menghormatinya,’ tuturnya.
“Dia pemain fantastis, pria yang baik tapi saya tidak melewatkan apa pun di sini. Ini adalah kehidupan baruku dan aku senang,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Perebutan Scudetto, Kiper AC Milan Ini Kibarkan Bendera Putih!

POJOKSATU.id, MILAN – Serie A Italia musim 2018/19 masih setengah jalan, namun kiper AC Milan, Pepe Reina rupanya sudah pesimistis terlebih dahulu dalam perebutan scudetto.
Bicara pada Sky Sport Italia, Reina ternyata lebih memilih Juventus sebagai kandidat kuat juara. Prediksinya mengacu pada penampilan impresif nan konsisten yang ditunjukkan Bianconeri sejauh musim ini.
“Sebelumnya saya minta maaf harus mengatakan ini. Di Serie A musim ini, hanya ada satu tim favorit, yakni Juventus,” ucapnya yakin.

Dikatakan Reina, apa yang ia ucapkan semata fakta yang terjadi di lapangan. Jika Juve terus tampil seperti sekarang ini, mereka akan menyegel scudetto pada April mendatang.
“Mereka begitu konsisten dan sangat luar biasa,” puji kiper asal Spanyol itu.
Penilaian Reina tentu tak berlebihan mengingat skuat besutan Massimiliano Allegri itu masih kokoh di puncak klasemen hingga giornata 14.
Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan kini telah mengemas 37 poin atau unggul selisih delapan angka pesaing terdekatnya, Napoli yang menguntitnya di urutan kedua.
Sementara timnya Reina, AC Milan, masih bertahan diperingkat lima. Sejauh ini Rossoneri baru mengumpulkan 22 poin.
(jpc/qur/pojoksatu)

Liga Champions untuk Sementara Aman, Juventus Kembali Fokus ke Domestik

POJOKSATU.id, TURIN – bek Juventus, Giorgio Chiellini menegaskan saatnya kembali fokus ke Serie A Italia setelah timnya memastikan tiket babak 16 besar Liga Champions musim ini.
Bianconerri menyegel satu tiket ke fase konck-out usai mengandaskan Valencia dengan skor tipis 1-0 lewat gol semata wayang Mario Mandzukic di matchday 5, pertengahan pekan ini.
Chiellini pun mengajak penggawa lainnya untuk melupakan euforia Eropa demi kembali fokus ke pentas domestik memertahankan capolista untuk menjaga asa scudetto musim ini.
“Target pertama musim ini sudah tercapai,” kata penggawa Gli Azzuri itu seperti dikutip dari Goal.
Fokus ke domestik kali ini, sebut dia sangat penting mengingat Juve akan melakoni jadwal padat dengan sejumlah pertandingan menghadapi Fiorentina, Inter Milan, AS Roma, Atalanta dan Sampdoria sebelum tutup tahun.
“Sekarang kami harus berpindah halaman dan mulai berpikir tentang Liga Champions pada Februari,” sebut dia.
“Kami sekarang harus berkonsentrasi pada kompetisi [Serie A] karena kami akan mempunyai bulan bagus ke depan,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

AC Milan Susah Payah Taklukkan Sampdoria

POJOKSATU.id, MILAN – Laga penuh drama tercipta di San Siro, saat AC Milan sukses membekuk tamunya Sampdoria di lanjutan Serie A Italia, giornata sepuluh, Senin (29/10/2018) dini hari WIB.
Lima gol tercipta di pertandingan itu untuk kemenangan tipis tuan tumah 3-2 atas Sampdoria. Gol Milan disumbangkan Cutrone di menit 17, Gonzalo Higuaín menit 36 dan Suso menit 62. Sedangkan gol Sampdoria dikreasi Saponara di menit 21 dan Quagliarella menit 31.
Dengan hasil positif ini, skuat besutan Gennaro Gattuso melonjak ke peringkat lima dari urutan sebelumnya di posisi 15.
Hasil El Clasico, Barcelona Pecundangi Real Madrid
Sementara Sampdoria bergeming di peringkat 7 dengan raihan empat kali kemenangan, tiga bermain seri dan tiga kali menelan kekalahan.
Milan sendiri sempat tertinggal di laga tersebut, namun mampu bangkit untuk menyeimbangkan dan akhirnya mengakhiri laga dengan kemenangan.
Rossoneri membuka gol pertama di menit 17 lewat sundulan Patrick Cutrone memanfaatkan umpan crossing Suso dari samping kanan.
Empat menit berselang, Sampdoria mampu menyamakan skor lewat gol Riccardo Saponara, yang suskes  memanfaatkan assist Fabio Quagliarella dengan sepakan akuratnya ke pojok kanan bawah gawang Gianluigi Donnarumma.
Giliran Il Samp unggul di menit 31 lewat kreasi Quagliarella yang memaksimalkan umpan crossing Saponara dengan tendangan volinya.
Sebelum turun minum, tuan rumah mampu kembali menyeimbangkan skor kali ini lewat aksi sang bomber, Gonzalo Higuain di menit 36.
Memasuki interval kedua, Emil Audero menggagalkan usaha Higuain ketika AC Milan berusaha unggul lagi. Sang kiper juga melakukan penyelamatan atas tendangan mendatar Suso.
Tapi, Audero tidak mampu menggagalkan tembakan brilian Suso di menit 62. Pemain asal Sanyol itu masuk ke sisi kanan kotak penalti sebelum melepaskan tembakan indah tanpa bisa dibendung sang kiper.
Cutrone sempat mencetak gol keempat untuk AC Milan, namun dianulir karena pelanggarannya terhadap Lorenzo Tonelli. Hingga pertandingan berakhir, tim asal ibukota Italia itu tetap menjaga keunggulan tipis tersebut.
Susunan pemain:
AC Milan: Donnarumma; Calabria (Abate 78′), Musacchi, Romagnoli, Rodriguez; Laxalt, Kessie, Lucas Biglia, Suso; Higuain, Cutrone (Castillejo 76′).
Sampdoria: Audero; Bereszynski, Tonelli, Anderson, Murru (Sala 29′); Linetty, Ekdal, Praet; Saponara (Caprari 76′); Quagliarella, Defrel (Kownacki 61′).
(qur/pojoksatu)

Brace Cristiano Ronaldo Bawa Juventus Bekuk Empoli

POJOKSATU.id, EMPOLI – Pelan namun pasti megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo mulai menunjukkan mantranya di Serie A Italia.
Dua golnya ke gawang tim promosi Empoli di Stadion Carlo Castellani, Sabtu (27/10/2018) dalam lanjutan Serie A Italia Giornata 10 sukses mencuri poin penuh dari tuan rumah setelah menyudahi pertandingan dengan skor tipis 2-1.
Empoli sempat unggul di menit 28 lewat kreasi Francesco Caputo. Namun mimpi tuan rumah untuk mengamankan poin penuh buyar setelah Ronaldo mampu menyamakan kedudukan di menit 54 lewat titik putih dan membalikkan keadaan di menit 70.
Dengan hasil impresif ini, Bianconerri makin kokoh sebagai Capolista atau pemuncak klasemen dengan mengumpulkan 28 poin atau unggul tujuh angka dari Napoli sebagai pesaing terdekatnya yang baru akan bertanding, Minggu (28/10).
Dengan kemenangan ini, Juve masih tak terkalahkan hingga pekan kesepuluh. Mereka hanya sempat bermain imbang sekali dan sisanya sukses menjaga tren kemenangan.
Sementara Empoli, yang baru meraih satu kemenangan dari sepuluh pertandingan Serie A musim ini harus terdampar ke zona degradasi  dan saat ini berada di peringkat ke-18.
(qur/pojoksatu)