sir alex ferguson

Ferguson Minta MU Berani Bersaing dengan City dan Arsenal

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sir Alex Ferguson meminta Manhester United berani bersaing dengan Manchester City dan Arsenal.
Adapun persaingan yang dimaksud adalah dalam perburuan menggaet bek Leicester City Harry Maguire.
Kedua klub tersebut dikabarkan tertarik untuk mendapatkan tanda tangan pemain yang dipatok sekitar Rp 1,3 triliun oleh Leicester City.
Ferguson menyarankan Setan Merah untuk membongkar kas mereka agar bisa mendaratkan sang pemain ke Old Trafford.
Dilansir Manchester Evening News, Sir Alex serius dengan permintaannya tersebut.
Bukan tanpa alasan, dia meyakini Maguire orang yang tepat untuk membuat lini bertahan MU ditakuti lawan.
Sementara itu, pada transfer musim panas ini, Setan Merah sudah memboyong dua pemain.
Yakni Daniel James dari Swansea City dengan kesepakatan senilai 18 juta poundsterling serta Aaron Wan-Bissaka dari Crystal Palace senilai £50 juta.
(adk/jpnn/pojoksatu)

Dipuji Ferguson Ketika Masih Belia, Maguire Berjanji Akan Bela MU

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Bek Leicester City, Harry Maguire ternyata pernah mendapat pujian dari manajer legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson. Bahkan ketika masih remaja, Maguire diprediksi Fergie bakal jadi pemain top dunia.
Dikutip Pojoksatu.id dari Metro.co.uk, adalah Andy Mitten yang mengungkapkan kenangan Maguire dengan Fergie, di tengah upaya Manchester United untuk mengontrak bek tengah itu.
Konon, ketika Maguire masih 17 tahun, ia menerima telepon dari Ferguson dan meyakinkannya bahwa dia akan menjadi pemain top jika dia terus bekerja keras.
BACA JUGA: UEFA Mau ‘Lindungi’ Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions
Leicester sejauh ini bersikukuh mematok harga 90 juta pounds jika MU ingin memboyong Maguire ke Old Trafford. United sendiri semakin yakin mereka dapat mencapai kesepakatan dengan The Foxes.
Maguire ingin bergabung dengan United dan kata-kata motivasi dari Ferguson selalu pemain Timnas Inggris itu.
Dari artikelnya untuk Unibet, Mitten mengungkapkan: ‘Maguire memiliki sejarah yang menarik dengan United. Sebagai pemain bintang dalam tim muda Sheffield United, ia bermain di Old Trafford di final FA Youth Cup 2011 saat berusia 17 tahun. Paul Pogba dan Ravel Morrison adalah pemain yang menonjol bagi United. Pogba sangat baik sehingga ia tampak seperti anak yang terlalu tua di taman bermain.
Mantan manajer Man United, Sir Alex Ferguson.
“Pogba dan Jesse Lingard adalah dua pemain dari tim pemenang United Youth Cup 2011 FA yang masih ada di klub sampai saat ini.”
Pertandingan di Old Trafford tidak berjalan dengan baik bagi Maguire karena mengalami cedera dan menjadi gegar otak. Ia harus dirawat di rumah sakit Manchester semalam. Timnya kalah pada leg kedua 4-1.
“Manchester United mengiriminya kaus tim utama yang ditandatangani sebagai hadiah dan motivasi agar segera sembuh. Beberapa hari kemudian, Maguire menerima telepon dari Sir Alex Ferguson untuk memeriksa apakah dia baik-baik saja,” lanjut Mitten.
BACA JUGA: Jadwal Bola Hari Ini: Persebaya Vs Persib, 16 Besar Piala Afrika
Ferguson mengatakan kepada pemain yang kini berusia 26 tahun itu, bahwa jika dia tetap rendah hati dan bekerja keras maka dia akan bermain di level atas.
“Maguire membutuhkan motivasi itu. Karakter luar yang tangguh, dia kurang percaya diri pada saat itu dan tidak yakin apakah dia akan jadi pemain profesional di tim utama. Dia memberi nilai besar pada panggilan dari manajer terbaik di sepakbola Inggris itu. Dia menganggapnya sebagai titik balik dalam karirnya. Tidak hanya itu, ia berjanji akan bermain untuk Manchester United suatu hari nanti,” tulis Mitten.
Janji Maguire 9 tahun lalu sepertinya akan terwujud karena MU sangat berhasrat merekrut penggawa Timnas Inggris di Piala Dunia 2018 itu.
(fat/pojoksatu)

Mbah Ferguson Ungkap Penyesalan Terbesarnya, Gara-gara Pemain dari Asia Ini

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Manajer legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson mengungkap penyesalan terbesarnya pada final Liga Champions 2008 silam. Soalnya, ia tidak memainkan Park Ji-Sung pada partai puncak itu.
Park Ji-Sung merupakan salah satu pemain Asia yang sukses berkarir di Eropa terpaksa absen di final kompetisi paling elit Eropa kala itu. Soalnya, Ferguson memang tidak memasukkan nama Park dalam skuat kontra Chelsea.
Keputusan yang membuat Ferguson merasa berdosa sampai hari ini.
Sir Alex Ferguson memenangkan semuanya dalam 27 tahun karirnya sebagai nakhoda Manchester United.
Tetapi pelatih asal Skotlandia itu mengakui bahwa dia tidak melakukan semuanya dengan benar dan telah mengingat satu penyesalan terbesar yang dilakukan lebih dari satu dekade yang lalu.
Park Ji Sung ketika masih membela Manchester United.
Meskipun memenangkan final Liga Champions 2008 di Moskow, Ferguson mengakui bahwa ia menghadapi dilema saat menyeleksi pemain hari itu.
Park Ji-Sung tidak masuk skuat, padahal selalu jadi starter dalam dua laga semifinal melawan Barcelona.
“Itu adalah sekelompok pemain yang sangat hebat dengan sikap hebat tentang mereka dan tim yang bagus dan kuat,” kata Ferguson, dikutip dari Daily Mail, Selasa (25/6/2019).
“Masalah saya di final 2008, mungkin saya bahkan menyesalinya sampai hari ini, adalah saya meninggalkan Park Ji-Sung.”
Ferguson memang sangat ingin memasukkan Park dalam skuat final. Masalahnya, ia dibatasi regulasi. Hanya tujuh pemain cadangan.
“Dia telah memainkan peran yang sangat hebat dan itulah masalahnya ketika Anda mencapai final ini. Tidak ada pemain yang pantas ditinggalkan di final,” tutur Fergie.
Ryan Giggs, Nani dan Anderson semuanya dimainkan dari bangku cadangan tetapi Park bahkan tidak termasuk di antara tujuh pemain pengganti.
Regulasi kini telah berubah sehingga tim yang tampil di partai puncak Liga Champions dapat mengikutkan 11 pemain cadangan.
(fat/pojoksatu)

Alex Ferguson Prediksi Liverpool Bakal Juara

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sir Alex Ferguson memprediksi bahwa Liverpool akan memenangkan gelar Liga Premier musim ini.
Keyakinan legenda Manchester United itu disampaikan mantan striker Burnley Jonathan Walters kepada BBC Radio.
“Saya mengobrol dengan Phil Bardsley dan saya akan menyebutkan nama di sini, dia duduk bersama Sir Alex Ferguson.
“Dia duduk bersamanya dan dia pikir Liverpool akan memenangkannya,” ujarnya.
Disebutkan, penilaian ini disampaikan Sir Alex karena dia mendukung United untuk mengambil poin dari Manchester City ketika kedua tim bertemu di Old Trafford pada 24 April.
“Dia mengira Liverpool karena dia pikir United akan mendapatkan sesuatu dari pertandingan City,” ucapnya.
(zul/pojoksatu)

Permen Karet Bekas Ferguson Laku Rp 7,3 Miliar

POJOKSATU.id, JAKARTA – Permen karet bekas Sir Alex Ferguson berharga EUR 456 ribu, atau sekitar Rp 7,3 miliar.
Dilansir dari AS, mahalnya harga permen karet bekas bukan hanya karena fakta pengunyah, tapi juga momen saat permen karet itu dibuang.
Permen karet bekas itu adalah yang dikunyah Fergie pada laga terakhirnya di bench The Red Devils, 13 Mei 2013.
Ya, permen karet itu telah dikunyah tactician 77 tahun saat United tertahan 5-5 melawan West Brom, pada laga terakhir Premier League musim 2012-2013. Permen karet bekas itu sebenarnya sudah dibuang Fergie usai laga.
Namun, rupanya ada fans yang memungut dan menyimpannya. Baru belakangan ini dia menjualnya melalui situs jual beli eBay.
Dilaporkan, uang dari hasil penjualan permen karet bekas kunyah Pelatih Terbaik Eropa 1998-1999 itu kemudian didonasikan ke Manchester United Foundation.
Saat ini, Fergie dijadwalkan akan kembali berada di bench Old Trafford dalam laga bertajuk “Treble Reunion” pada 26 Mei mendatang.
Laga tersebut mengenang kesuksesan Setan Merah meraih trofi Liga Champions melawan Bayern Munchen.
(ren/jpc/pojoksatu)

Sir Alex Ferguson Kembali ke Man United, Ini Tugasnya

POJOKSATU.ID, MANCHESTER – Manajer legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson rupanya kembali bekerja untuk mantan klubnya itu. Fergie dikabarkan bertugas sebagai konsultan kebijakan petinggi Old Trafford.
Konon, penunjukkan Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer interim MU berkat andil pria 77 tahun itu.
Dikutip dari The Sun, Sir Alex yang menangani Manchester United dari 1986-2013, memainkan peran dalam membawa mantan pemain United Ole Gunnar Solskjaer dan mantan asisten Mike Phelan kembali ke klub.
Sir Alex Ferguson kembali bekerja untuk Manchester United sebagai konsultan dalam upaya mengembalikan masa kejayaan klub.
Mantan bos Setan Merah itu berperan dalam merekrut Ole Gunnar Solskjaer dan kembalinya mantan asistennya Mike Phelan setelah Jose Mourinho dipecat minggu lalu.
Dan menurut The Sun, mantan pemain United Solskjaer akan merencanakan kontrak regular dengan Ferguson. Kebijakan yang tidak pernah dilakukan pendahulunya.
Mantan kiper United Peter Schmeichel juga kabarnya ingin bergabung dengan MU sebagai direktur sepakbola.
Wakil ketua eksekutif United, Ed Woodward, yang bertekad untuk memperbaiki keadaan setelah kegagalan menunjuk manajer untuk kali ketiga.
Ferguson, 77, yang menjalani operasi pada Mei setelah menderita pendarahan otak, tidak akan dipekerjakan dalam kapasitas penuh waktu.
Bersama dengan Sir Bobby Charlton dan David Gill yang menjadi dewan sepakbola United, Ferguson jarang, jika pernah, dimintai saran atau bantuan oleh Woodward.
Dan bisa dipahami Woodward tidak berkonsultasi dengannya mengenai penunjukan Mourinho pada Mei 2016.
Namun, satu sumber menambahkan: “Setelah Woodward berbicara dengan Glazers dan mengatakan kepada mereka bahwa dia ingin Jose keluar, dia perlu memastikan dia bisa mendapatkan sosok yang tepat untuk jangka pendek setidaknya.
“Di situlah Fergie masuk dan dia membantu memastikan semuanya terjadi dengan Solskjaer dan Phelan.”
(fat/pojoksatu)

Ole Gunnar Solskjaer Ungkap Soal Hak Istimewa Ronaldo dari Sir Alex

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Manajer interim, Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer mengungkapkan kenangannya saat masih bersama United sebagai pemain.
Salahsatu aspek yang dibahas Solskjaer adalah penilaiannya terhadap mantan rekan setimnya, Cristiano Ronaldo.
Keduanya memang pernah bersama-sama bahu membahu membawa Setan Merah meraih gelar demi gelar di musim 2003 hingga 2007.

Pria asal Norwegia 45 tahun itu pun mengungkapkan, Ronaldo mendapatkan hak istimewa dari sang manajer kala itu, Sir Alex Ferguson.
Hak tersebut, sebut dia, bahkan tidak didapatkan oleh pemain sekaliber Ryan Giggs, David Beckham bahkan Eric Cantona sekalipun.
“Cristiano Ronaldo satu-satunya pemain yang mendapat pesan dari Sir Alex, yaitu ‘Anda hanya perlu berpikir soal menyerang, jangan berpikir tentang bertahan’,” tutur Solskjaer seperti dikutip dari Sky Sports.
“Baik Giggs, Beckham, maupun Cantona sekalipun tidak pernah diberikan pesan seperti itu,” ucapnya.
Namun begitu, Solskjaer dan pemain lainnya kala itu tidak memersoalkan “perlakuan istimewa” dari sang manajer terhadap remaja asal Portugal itu.
Betapa tidak, Solskjaer dan pemain MU lainnya kala itu sangat mengagumi kedisiplinan Ronaldo dalam melahap semua program latihan.
Ronaldo, ungkap Solskjaer adalah pemain yang paling awal datang ke tempat latihan, dan pulang paling belakang ketika latihan telah usai.
“Cristiano Ronaldo sudah ada di gym 40 menit sebelum latihan dimulai dan dia masih berada di sana 40 menit seusai latihan,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Jose Mourinho Sudah Setara dengan Sir Alex Ferguson, Setuju!

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Mantan kapten Manchester United, Michael Carrick menilai, Jose Mourinho sudah layak disetarakan dengan Sir Alex Ferguson sebagai manajer terbaik di Manchester United.
Bola.net – Kualitas Jose Mourinho sedang diragukan menyusul rentetan hasil buruk Manchester United pada beberapa pekan terakhir. Walau begitu, Michael Carrick mengatakan bahwa pelatih asal Portugal tersebut sudah bisa disandingkan dengan Sir Alex Ferguson.
“Ia berhasil memenangkan trofi untuk MU. Kami berusaha sekarang untuk kembali ke sana, tetapi sebagai manajer Anda tidak dapat bersembunyi dari fakta tentang apa yang telah dilakukannya. Ada di sana dengan yang terbaik,” tutur Carrick seperti dikutip dari France 24.
Bersama Sir Alex, Jose Mourinho Masuk Daftar Manajer Terbaik MU
Carrick yang kini bertindak sebagai salahseorang staf kepelatihan Mourinho menilai, kualitas dan kapasitas Mourinho sudah take lagi terbantahkan.
“Beruntung bagi saya, anda melihat pelatih terbaik dalam 25-30 tahun terakhir. Anda memilih tiga besar, lima besar dua dari yang anda sebutkan, Jose dan Sir Alex berada di atas sana,” ujarnya.
Carrick yang pernah merasakan sentuhan tangan keduanya pun mengaku sangat bersyukur bisa dibesut oleh dua manajer terbaik tersebut.
“Saya cukup beruntung bisa merasakan pengalaman itu, dan mengambil apapun yang bisa didapatkan dari mereka,” ucapnya.
“Saya berada di posisi sebagaimana mestinya pada saat ini, dan rasanya bagus untuk saya. Jadi mari lihat apa yang akan terjadi di masa depan,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)