spanyol

Dikartu Kuning Usai Bobol Gawang Rumania, Sergio Ramos Jelaskan Makna Selebrasinya

POJOKSATU.id, BUCHAREST – Kapten Timnas Spanyol, Sergio Ramos menerima kartu kuning ‘aneh’ saat pertandingan Kualifikasi Euro 2020 melawan Rumania, Jumat (6/9/2019) dini hari WIB. Laga di Arena Nationala (Bucharest) ini dimenangkan Spanyol dengan skor tipis 2-1.
Ramos, 33 tahun, membuka keunggulan tim tamu lewat eksekusi penalti setelah Dani Ceballos dilanggar di kotak terlarang. Setelah sukses melaksanakan tugas sebagai algojo penalti, Ramos melakukan perayaan goggle, di mana ia meniru mengenakan kacamata.
BACA JUGA: Kegagalan Rekrut Neymar Bikin Kacau Internal Barcelona, Banyak Pemain Baper
Tetapi selebrasi gol Ramos itu malah membuat wasit Deniz Aytekin mengeluarkan kartu kuning karena dia berpikir pemain bertahan itu melakukan provokasi saat merayakan gol dengan menunjuk ke tribun.
Usai pertandingan, Ramos menjelaskan bahwa perayaannya sebenarnya merupakan penghormatan kepada keponakannya, yang secara kebetulan mengenakan kacamata.
Selebrasi gol seolah mengenakan kecamatan ala Sergio Ramos berbuntut kartu kuning.
Dia pada dasarnya ingin menghibur ponakannya, tetapi wasit asal Jerman keturunan Turki itu merusak pesta dengan mengacungkan kuning yang tidak layak diterima.
BACA JUGA: Inter Siapkan ‘Hadiah’ Istimewa buat Conte, Boyong Pemain Incaran Real Madrid
Bek Spanyol itu mengkonfirmasi bahwa Aytekin meminta maaf kepadanya di babak pertama atas kesalahannya. “Kartu kuning itu berasal dari kebingungan,” kata bek tengah Real Madrid itu.
“Itu untuk keponakan saya. Kami berdua memakai kacamata dan itu untuknya. Saya melakukannya untuk menghiburnya, mempersembahkan gol kepadanya.”
“Wasit mengira aku menunjuk ke tribun.”

Hasil Kualifikasi Piala Eropa : Tundukkan Swedia, Spanyol Aman di Puncak

POJOKSATU.id, JAKARTA – Spanyol sukses meraih kemenangan pada kualifikasi Piala Eropa Grup F, Selasa (11/6) dini hari WIB.
Spanyol meraih tambahan tiga poin setelah menundukkan Swedia dengan skor telak 3-0.
Pada pertandingan tersebut, Sergio Ramos membuka keunggulan timnya dengan mencetak gol lewat tendangan penalti di menit ke-64.
Lima menit jelang waktu normal berakhir, Spanyol kembali menambah keunggulan berkat gol yang dicetak Morata.
Morata sukses menjadi eksekutor tendangan penalti yang membuat kedudukan menjadi 2-0.
Dua menit berselang, Oyarzabal mencatatkan namanya di papan skor membuat kedudukan berubah menjadi 3-0. Skor ini bertahan hingga pertandingan berakhir.
Dengan ini, Spanyol pun aman di puncak klasemen dengan 12 poin. Sedangkan Swedia ada di posisi ketiga dengan tujuh poin.
Pada pertandingan dini hari tadi, bukan hanya Spanyol vs Swedia, tapi ada juga pertandingan dari grup lain.
Diantara pertandingan tersebut Irlandia, Denmark, Ukraina hingga Polandia juga berhasil meraih tiga poin.
Berikut hasil pertandingan kualifikasi Piala Eropa 11 Juni :
Republik Ceko 3-0 Montenegro
Bulgaria 2-3 Kosovo
Ukraina 1-0 Luksemburg
Serbia 4-1 Lithuania
Republik Irlandia 2-0 Gibraltar
Denmark 5-1 Georgia
Spanyol 3-0 Swedia
Malta 0-4 Rumania
Kepulauan Faroe 0-2 Norwegia
Polandia 4-0 Israel
Latvia 0-5 Slovenia
North Macedonia 1-4 Austria
(zul/pojoksatu)

Spanyol Siap Kolaborasi dengan Portugal Demi Ini

POJOKSATU.id, JAKARTA – Gelaran Piala Dunia 2030 menjadi perhelatan yang spesial. Sebab akan menandai seabad bergulirnya pesta sepak bola empat tahunan tersebut.
Sejauh ini, sudah beberapa negara mendeklarasikan siap menjadi tuan rumah. Terbaru adalah Spanyol dan Portugal.
Keduanya percaya diri bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030. Pasalnya, kedua memiliki pengalaman.
Diketahui, Spanyol pernah menggelar Piala Dunia pada 1982 dan sebelumnya juga pernah jadi tuan rumah Euro 1964. Sedangkan Portugal menjadi tuan rumah Euro 2004.
“Setelah pertemuan mendalam antara kedua federasi sepak bola Spanyol dan Portugal, terkonfirmasi jika keduanya menjajaki kemungkinan menjadi tuan rumah bersama pada PD 2030,” tulis Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) dalam laman resminya.
Plt Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez sebetulnya ingin menggandeng satu lagi tetangga mereka.
Meski itu statusnya tetangga menyeberang laut, yakni Maroko. Namun akhirnya rencana tiga negara yang berbeda benua itu urung terjadi.
Dilaporkan Reuters, Minggu (9/6) pesaing duet Spanyol-Portugal datang dari kuartet negara Amerika Latin (Cile, Uruguay, Paraguay, dan Argentina).
Empat negara Latin menjadi pendeklarasi pertama tuan rumah Piala Dunia 2030 mendatang. Khususnya Uruguay, punya kepentingan sejarah.
Bukan apa-apa, Piala Dunia edisi pertama pada 1930, digelar di Uruguay sekaligus meraup gelar juara.
Sementara itu, Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan antusiasme beberapa negara untuk jadi tuan rumah Piala Dunia 2030 memang sudah ramai sejak tahun ini.
Padahal, pemilihannya baru akan dilakukan pada 2023 mendatang.
Menurut salah satu sumber FIFA kepada Daily Mail, meski beberapa kawasan sudah mendeklarasikan minat jadi tuan rumah Piala Dunia 2030, secara diam-diam Tiongkok pun terus melobi dan berkampanye untuk menjadi tuan rumah.
(jpc/pojoksatu)

Hasil Pertandingan Kualifikasi Piala Eropa 2020 Minggu Dini Hari : Spanyol, Italia Menang

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sejumlah negara kuat berhasil meraih kemenangan pada kualifikasi Piala Eropa 2020, Minggu (24/3) dini hari WIB.
Mereka adalah Spanyol yang menang tipis dari Norwegia dan Italia menang dua gol tanpa balas dari Finlandia.
Kemenangan Spanyol dibuka oleh Rodrigo di menit ke-16. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Norwegia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 berkat penalti yang dicetak Joshua King di menit ke-65.
Spanyol kembali memimpin menjadi 2-1, usai Sergio Ramos sukses jadi eksekutor tendangan penalti di menit ke-71.
Sementara itu, pada pertandingan Italia vs Finlandia, Gli Azzurri membuka keunggulan sejak awal pertandingan.
Nicolo Barella sukses menjebol gawang lawan saat laga baru berjalan tujuh menit.
Italia kembali menambah keunggulan di babak kedua. Kali ini lewat Moise Kean yang mencetak gol di menit ke-74.
Berikut hasil pertandingan Minggu (24/3) dini hari :
Gibraltar 0 – 1 Republik Irlandia
Swedia 2 – 1 Romania
Malta 2 – 1 Kepulauan Faroe
Spanyol 2 – 1 Norwegia
Liechtenstein 0 – 2 Yunani
Italia 2 – 0 Finlandia
Bosnia-Herzegovina 2 – 1 Armenia
(zul/pojoksatu)

Ini Rahasia Sukses Kroasia Taklukkan Spanyol di Menit Akhir

POJOKSATU.id, ZAGREB – Gelandang Kroasia, Ivan Rakitic menyebutkan kesabaran menjaga tempo menjadi faktor keberhasilan timnya membekuk Spanyol dalam lanjutan UEFA Nations League A di Stadion Maksimir, Jumat (16/11/2018) dini hari WIB.
Penggawa Barcelona itu mengungkapkan gol di masa injury time dari Tin Jedvaj menjadi bukti kesabaran timnya dalam menanti satu kesalahan kecil yang dilakukan Spanyol.
“Suporter kami telah menyaksikan pertandingan yang hebat. Kami terus berjuang sampai akhir untuk menanti Spanyol membuat satu kesalahan,” tutur Rakitic seperti dikutip laman resmi UEFA.
Brace Jedvaj bawa Kroasia Bekuk Juara Dunia

Rakitic tidak menampik jika La Roja tampil lebih dominan bahkan mampu mengontrol jalannya pertandingan.
“Spanyol selalu membawa kontrol pada pertandingan, karena mereka selalu terlihat seperti sudah bermain bersama setiap hari. Kami terus menunggu momen kami, kami bisa memperbesar keunggulan jadi 3-1, tapi itu urung terjadi,” tuturnya.
“Satu kesalahan yang kami tunggu akhirnya datang dan kemenangan ini pun terasa luar biasa. Ini memberi banyak kekuatan untuk kami dan kami pantas menang di laga ini. Kemenangan atas Spanyol adalah hasil besar buat kami,” ungkapnya.
Rakitic pun senang dengan hasil tersebut karena Kroasia kini bisa menjaga asa untuk tidak terdegradasi ke Liga B bahkan lolos ke putaran empat besar.
“Sekarang kami menatap bentrok di Wembley [kontra Inggris] dan melihat apakah kami bisa mengakhiri grup di posisi pertama,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Brace Jedvaj Bawa Kroasia Bekuk Juara Dunia

POJOKSATU.id, ZAGREB – Kroasia sukses membekuk Spanyol dengan skor ketat 3-2 dalam lanjutan UEFA Nations League A di Stadion Maksimir, Jumat (16/11/2018) dini hari WIB.
Tiga gol tuan rumah disarangkan Andrej Kramaric di menit 54 dan brace dari Jedvaj di menit 69 dan masa injurty time menit 90+3.
Sedangkan dua gol tim tamu didonasi Dani Ceballos di menit 56 dan sang kapten, Sergio Ramos di menit 78 lewat titik putih at au tendangan penalti.

Dengan hasil ini, runner-up Piala Dunia 2018 Rusia itu menjaga asa untuk tetap bertahan di UEFA Nations League A.
Pertandingan itu sendiri berlangsung seru sejak wasit meniup peluit kick-off tanda pertandingan dimulai. La Furia Roja tampil lebih dominan sejak menit awal.
Namun, sejumlah peluang gagal dimanfaatkan dengan baik, dan laga sepanjang 45 menit lebih pun berakhir tanpa satu pun gol tercipta.
Memasuki interval kedua, tuan rumah coba bangkit untuk mencari momen. Terbukti di menit 54 Kramaric membuka keran gol Kroasia lewat golnya usai menyambut umpan Ivan Perisic.
Namun, dua menit berselang Spanyol merespon melalui gol penyeimbang Dani Ceballos menyambut umpan Isco dengan sepakan kaki kiri dari bagian tengah kotak 16 ke arah tengah gawang.
Laga semakin menarik ketika Kroasia kembali memimpin di menit 59. Umpan manja Luka Modric berhasil dijangkau Tin Jedvaj dan sang bek sentral itu mengemas gol internasional perdananya.
Spanyol menjaga asa untuk membawa pulang poin setelah mendapat hadiah penalti. Sang kapten, Sergio Ramos yang maju sukses menjalankan tugas algojonya di menit 78.
Sayang, Spanyol harus pulang dengan kepala tertunduk setelah jelang bubaran, Jedvaj kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk yang kedua kali dengan golnya pada menit ketiga tambahan waktu.
De Gea sempat menggagalkan usaha Josip Brekalo, tapi sang penggawa Bayer Leverkusen muncul menyambar bola pantulan dan sukses menjadi pahlawan kemenangan.
(qur/pojoksatu)

Suporter Timnas Spanyol Mencemooh Lagu Kebangsaan Inggris, Javier Tebas Minta Maaf

POJOKSATU.id, MADRID – Laga Timnas Spanyol kontra Inggris di ajang UEFA Nations League di Estadio Benito Villamarin, Spanyol, kemarin malam WIB diwarnai ulah tidak terpuji fans tuan rumah.
Insiden terjadi jelang pertandingan ketika diputar lagu kebangsaan kedua tim. Saat lagu tim tamu, “God Save the Queen” diputar, terdengar bunyi siulan untuk mencemooh lagu tersebut yang berasal dari tribun penonton tuan rumah.
Tak ingin berpolemik panjang, Presiden LaLiga, Javier Tebas langsung bereaksi. Lewat akun Twitter miliknya Tebas melayangkan permintaan maaf atas insiden tersebut.

National anthems represent the noblest and most profound feelings of many people. They must always be respected. We have to apologize to the English and make that what happened yesterday doesnt happen again.
— Javier Tebas Medrano (@Tebasjavier) October 16, 2018

“Lagu kebangsaan mewakili perasaan paling mulia dan paling mendalam dari banyak orang. Mereka harus selalu dihormati,” demikian pernyataan Tebas seperti dikutip dari Diario AS.
Tebas mengaku risau tentang apa yang dia saksikan tersebut dan menyesalkan adanya ulah yang demikian.
“Kita harus meminta maaf kepada Inggris dan membuat apa yang terjadi kemarin tidak terjadi lagi,” tandasnya.
La Roja sendiri harus mengaku keunggulan tamunya dengan kekalahan tipis 2-3, dan itu menjadi kekalahan perdana Luis Enrique sejak didapuk sebagai pelatih tim matador Spanyol tersebut.
(qur/pojoksatu)