Sulsel

Wabup Selayar: Terwujudnya Masyarakat Maritim Harga Mati

POJOKSULSEL.com, SELAYAR – Kepemimpinan Muh. Basli Ali bersama Dr. Zainuddin sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Selayar periode 2016-2021 sudah berjalan 3 tahun lebih, yang mengembang visi “Terwujudnya Masyarakat Maritim Yang Sejahtera Berbasis Nilai Keagamaan dan Budaya”.
Dalam visi tersebut terdapat dua variabel di dalamnya, yakni variabel hasil, yaitu masyarakat maritim yang sejahtera, dan variabel proses yang basisnya nilai agama dan budaya. Demikian dikemukakan oleh Wakil Bupati Kepulauan Selayar Dr. Zainuddin, di Bamboo Coffee Balang Sembo Kelurahan Putabangun, Selasa (19/3/2019).
“Masyarakat maritim yang sejahtera, adalah harga mati pada Tanggal 17 Februari 2021. Inilah yang akan kita capai di akhir kepemimpinan Basli Ali – Zainuddin,” tegas Zainuddin.
Lanjut Wabup, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk mencapai masyarakat maritim yang sejahtera, baik itu dari segi kesehatan, pendidikan, ekonomi, keamanan, dan kriteria lainnya.
Ditempat yang sama hadir pula asing-masing Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Mustakim KR, Kadis Kepemudaan dan Olahraga Ahmad Ansar serta Kepala Badan Kesbang dan Politik Ince Rahim.
Dari tiga narasumber yang hadir memaparkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah Kabupaten Kepulauan Selayar dalam 3 tahun terakhir. Khususnya menyangkut bidang pendidikan dan Kebudayaan, bidang kepemudaan dan Olahraga, serta Bidang Kesbangpol.
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar Mustakim KR dalam paparannya menyebut ada 5 program utama pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam mendukung terwujudnya masyarakat maritim yang sejahtera.
Program dimaksud masing-masing adalah program pengentasan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun, program peningkatan mutu pendidikan, program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan, program peningkatan mutu pendidikan non formal, serta program pengembangan nilai budaya.
Kendati demikian Mustakim mengatakan lima program utama itu kemudian dikembangkan menjadi beberapa kegiatan pada pada Lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar.
Sementara pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga sejauh ini tengah konsen dalam program kegiatan yang dibagi dalam dua kategori khususnya yang terkait dengan peningkatan peran kepemudaan, serta pengembangan pemberdayaan olahraga dan dan peningkatan prestasi. Demikian Kadispora Kepulauan Selayar Ahmad Ansar saat menyampaikan materinya.
Menyusul Kaban Kesbangpol Ince Rahim juga memaparkan materinya khususnya menyangkut bidang tugasnya dalam membantu pemerintah daerah dan pusat dalam menciptakan stabilitas politik dan keamanan masyarakat.
Ince Rahim mengatakan akan mengolah setiap informasi yang berkembang di masyarakat. “Kesbangpol harus dua kali lebih kuat dalam menelusuri informasi yang berkembang di masyarakat sampai ke pedesaan, terlebih keterbukaan informasi melalui medsos yang kadang-kadang ada informasi yang layak dipercaya dan juga kadang ada yang tidak layak dipercaya,” ucap Ince Rahim.
Menurut Ince Rahim program apa saja yang dijalankan oleh pemerintah daerah kalau stabilitas keamanan terganggu, tidak akan ada yang bisa kita perbuat.
“Olehnya itu kami di Kesbangpol terus mengantisipasi informasi-informasi yang ada dan mengolah kebenarannya,” terangnya.
Ince Rahim menyampaikan sejumlah hal yang sangat prinsip terkait dengan stabilitas politik, terlebih tahun ini merupakan tahun politik. Bahkan pada tahun 2019 ini Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar telah mengeluarkan tiga surat keputusan penting dalam rangka antisipasi situasi politik daerah.
Surat keputusan itu lanjutnya masing-masing adalah surat keputusan tentang pembentukan tim pemantau situasi politik daerah menjelang pemilu legislatif dan pilpres, surat keputusan tentang pembentukan tim kewaspadaan dini daerah, serta surat keputusan tentang pembentukan penanganan konflik sosial.
(hms/pojoksulsel)

Ketum NasDem Akan Akan Tinggal di Makassar Selama 8 Hari

POJOKSULSEL.com – Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem Surya Paloh dijadwalkan berkunjung ke Kota Makassar pada pekan ini. Kedatangannya dikabarkan untuk memantau upaya pemenangan NasDem dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
“Beliau akan berkantor selama delapan hari di Makassar untuk memantau pergerakan Partai NasDem di seluruh Sulawesi dan Indonesi bagian Timur,” kata Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Selatan (Sulsel) Syaharuddin Alrif, Rabu (20/3/2019).
Surya Paloh dijadwalkan tiba di Makassar pada 23 Maret 2019. Kunjungan kali ini memakan waktu cukup lama karena Surya Paloh baru akan kembali ke Jakarta pada 31 Maret 2019. Kota Makassar jadi rumah sementara bagi Surya Paloh selama delapan hari.
“Makassar dipilih jadi basis pergerakan jelang pemungutan suara. Selama itu, beliau dijadwalkan mengunjungi sejumlah daerah. Baik di dalam maupun luar Sulse,” jelasnya.
Beberapa agenda yang akan dikungjungi Surya Paloh antara lain di Manado pada 25 Maret. Lalu kembali ke Makassar pada hari yang sama. Sehari selanjutnya berturut-turut ke Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat; Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah; Kendari, Sulawesi Tenggara.
Agenda puncak Surya Paloh adalah menghadiri kampanye akbar Partai NasDem di Makassar pada 30 Maret. Lalu kampanye akbar Jokowi-Ma’ruf di kota yang sama sehari berselang. Kedatangan Surya Paloh di Makassar di akhir masa kampanye diyakini akan menjadi suntikan motivasi bagi kader NasDem.
“Perhatian ketua umum terhadap daerah ini diharapkan jadi energi positif untuk memenuhi target partai. Meraih kursi legislatif sebanyak mungkin di seluruh tingkatan,” ungkap Syaharuddin.
(jpc/pojoksulsel)

Menristekdikti Tantang Kampus Gelar Kuliah Online

POJOKSULSEL.com – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menantang sejumlah perguruan tinggi di daerah untuk menggelar kuliah online. Daerah yang dimaksud adalah Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, dan Bangka Belitung.
Nasir mengatakan, tujuan dari perkuliahan onlie atau terbuka adalah untuk memastikan mahasiswa dari kota dan kabupaten terjauh dari ibu kota provinsi, dapat menuntut pendidikan tinggi.
Dia mencontohkan, mayoritas pemuda di Kota Pagaralam yang berjarak 294 kilometer dari Kota Palembang harus bisa berkuliah.
Menurutnya, Indonesia saat ini memiliki Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi sebesar 34,58 persen. Namun, belum memberikan kesempatan yang adil bagi pemuda yang hidup di kota atau kabupaten yang jauh dari perguruan tinggi, sehingga Program Studi Jarak Jauh (PJJ) perlu dikembangkan.
“Di sana pasti lebih susah untuk kuliah. Bagaimana mereka bisa kuliah, padahal mereka sudah kerja atau putus kuliah. Ini adalah pasar kita, kita bisa bidik. Tidak usah mereka datang ke Palembang. Cukup dia pakai pendidikan jarak jauh,” ujar Nasir melalui keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Rabu (20/3/2019).
Dia berharap perguruan tinggi dapat mengembangkan perkuliahan online secara bertahap sebelum sepenuhnya membuka PJJ dengan izin Kemenristekdikti.
“Kalau mungkin tidak bisa 100 persen online. Mungkin bisa 50 persen online, 50 persen face to face, atau yang kita sebut blended learning. Nanti kalau blended learning sudah cukup, bagaimana ini meningkat (semua) online,” tutur dia.
Nasir menyatakan perjuangan pemerintah untuk memperkuliahkan para pemuda masih jauh dari harapan, di mana masih baru 34,58 persen pemuda berkuliah. Walaupun demikian, jumlah itu meningkat dari 29,42 persen pemuda berkuliah pada awal pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Masa empat tahun ini Indonesia telah mencapai 34,58 persen. Mudah-mudahan AKP Indonesia bisa mencapai di angka 36 persen, walaupun target nasional di angka 34 kita sudah melebihi,” pungkasnya.
(jpc/pojoksulsel)

Berhasil dalam Program KKBPK, Pemkot Parepare Raih Penghargaan

POJOKSULSEL.com, PAREPARE – Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe diganjar penghargaan dari perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan.
Penghargaan berupa piagam, diserahkan Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Hj Rini Riatika Djohari kepada Wakil Walikota Parepare, H Pangerang Rahim di Hotel Claro, Makassar, Rabu (20/3/2019).
Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setdako Parepare, Amarun Agung Hamka mengatakan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja nyata, yang diberikan kepada Walikota Parepare, Taufan Pawe atas dedikasi dan partisipasinya dalam membangun dan menyukseskan Progran Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).
“Satu lagi penghargaan yang dipersembahkan oleh Walikota, Bapak Taufan Pawe kepada masyarakat Parepare. Kali ini karena dedikasi beliau yang telah diakui berhasil dalam menyukseskan program kependudukan dan keluarga berencana,” terang Hamka.
Menurut Hamka, penghargaan yang hanya diberikan kepada tiga daerah di Sulsel, yakni Parepare, Gowa dan Enrekang ini diserahkan di sela-sela pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) program KKBPK tingkat Provinsi Sulsel yang berlangsung selama dua hari.
Adapun tema dari Raker tersebut lanjut Hamka, yakni meningkatkan sinergitas implementasi program kerja pusat dan daerah dalam menurunkan angka stunting untuk mewujudkan keluarga berkualitas.
(sps/pemkotpare/pojoksulsel)

Ini Lokasi Kampanye Akbar Capres di Makassar

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar sememtara menyiapkan beberapa titik Kampanye Akbar atau Rapat Umum Terbuka Pemilu dan Pilpres 2019 saat dipustatkan di Makassar.
Komisioner KPU Makassar Endang Sari mengatakan, titik kampanye akbar di Makassar berada di Hertasning, Lapangan Karebosi, Bitoa, dan Lapangan BTP.
“Kami sudah bersurat ke Pemerintah Kota Makassar untuk mendapatkan SK. Nantinya SK itulah kemudian menjadi lokasi yang digunakan untuk kampanye rapat umum. Sementara masing-masing kandidat diberikan jatah dua hari,” kata Endang Sari, Rabu (20/3/2019).
“Misalnya, tanggal 24 sampai 25 untuk kandidat nomor 02, kemudian 26 sampai 27 untuk pasangan nomor 01, begitu seterunya. Ini untuk capres-cawapres,” tambah Endang Sari
Endang Sari menambahkan, rapat umum sama sekali tak ada batasannya. Semua tergantung dari banyaknya dan dari masing-masing pendukung kandidat calon baik dari nomor urut 01 maupun nomor urut 02. Kampanye terbuka melibatkan semua stakeholder, perwakilan parpol, tim capres, kepolisian sampai pemerintah
“Pengamanannya kami sudah komitmen bersama dengan kepolisian akan bersikap adil dan netral,” lanjutnya.
(gunawan songki/pojoksulsel)

Semua Koleksi Michael Jackson Disingkirkan dari Museum di Amerika

POJOKSULSEL.com – Memorabilia terkait penyanyi Michael Jackson disingkirkan dari Museum Anak di Indiana, Amerika Serikat (AS). Hal itu dilakukan setelah terungkap bahwa penyanyi yang terkenal dengan julukan King of Pop tersebut dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak dalam film dokumenter berjudul Leaving Neverland.
Kurator museum memutuskan menyingkirkan koleksi Michael Jackson setelah menghadiri pemutaran perdana film Leaving Neverland di HBO, Amerika, belum lama ini.
Koleksi yang disingkirkan di antaranya adalah sarung tangan ikonik milik Michael Jackson yang didapat dari lelang tahun 2017, dan sebuah poster besar milik sang idola yang terpajang di dinding museum.
Sesungguhnya, kami ingin pengunjung melihat seorang tokoh ketika mendatangi museum. Tetapi, ketika kalian mempelajari sejarah seorang tokoh dari sisi yang lain, maka perlu dipertimbangkan apakah tokoh tersebut pantas diperkenalkan,” kata Direktur koleksi museum, Chris Carron pada the Indianapolis Star, sebagaimana dilansir dari Aceshowbiz, 18 Maret 2019.
Diketahui, film yang disutradarai oleh Dan Reed tersebut memang menuai kontroversi. Pasalnya dua anak yang telah dewasa, yakni Wade Robson and James Safechuck mengungkapkan bahwa mereka alami penganiayaan oleh Michael Jackson.
(jpc/pojoksulsel)

Kemendagri Bantah Terlibat Rencana Apel Kades Bareng Jokowi di GBK

POJOKSULSEL.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menepis tudingan yang menyebut institusi pimpinan Tjahjo Kumolo itu ikut menggerakkan para kepala desa se-Indonesia menghadiri apel bersama, sekaligus pemberian gelar Bapak Pembangunan Desa untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 30 Maret mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Menurut Sekretaris Jenderal Kemendagri Hadi Prabowo, pihaknya tak pernah ikut campur kegiatan bertitel Silaturahmi Nasional Pemerintah Desa itu.
Hadi mengatakan, penyelenggara kegiatan itu adalah Badan Koordinasi Nasional Pembangunan, Pemerintahan dan Pemberdayaan Kemasyarakatan Desa (Bakornas P3KD). Menurutnya, Bakornas P3KD pula yang menggagas acara itu.
“Pendanaan acara tersebut menjadi bagian dari panitia. Kemendagri tidak pernah ikut campur, meskipun dalam surat edaran Badan Koordinasi Nasional para kepala desa bisa menggunakan dana desa untuk transportasi dan akomodasi sebesar Rp 3 juta rupiah,” kata Hadi di kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (19/3/2019).
Karena itu Hadi menepis anggapan yang menyebut pemerintah terutama Kemendagri dan Kementerian Koordinator Polhukam memfasilitasi acara tersebut. “Jadi, dalam hal ini Kemendagri, Kemenkopolhukam tidak ada keikutsertaannya,” tegas Hadi.
Hanya saja, Hadi tidak memastikan apakah kegiatan seperti itu bisa menggunakan dana desa atau tidak. Sebab, penggunaan dana desa sebetulnya sudah diatur dalam rancangan keuangan pemerintah desa (RKPDes).
“Kami enggak mengerti, semua RKPDes-nya kan ada. Kalau itu dikeluarkan sebagai perjalanan dinas kan ada yang sah, ada yang tidak. Itu kan masing masing. Kalau tidak, terus diada-adakan itu tidak pas. Jadi harus dilihat satu persatu,” jelasnya.
Sebelumnya politikus Partai Demokrat (PD) Andi Arief berkicau soal kegiatan apel para kades itu melalui akunnya di Twitter. Andi menyebut ada upaya mirip pemerintahan Orde Baru dengan memobilisasi para kades untuk memenangkan Soeharto dan Golkar.
“Kepala desa dimobilisasi, uang dana desa dijadikan akomodasi. Ini dulu modus Orba untuk memenangkan Pak Harto dan Golkar. Pak Harto sudah pergi tapi Mendagri Tjahjo Kumolo pewaris Golkar dalam tubuh Jokowi dan PDIP. Tarik maaang,” cuitnya.
(jpc/jpg/pojoksulsel)

Ladeni Timnas, Bali United Bakal Turunkan Skuad Terbaik

POJOKSULSEL.com – Bali United sudah melakoni laga ujicoba menghadapi Timnas U-23 dan tumbang dengan skor 0-3. Hasil ini menjadi bahan evaluasi.
Gugur di babak grup Piala Presiden 2019 juga membuat Bali United memiliki banyak waktu untuk menyusun skuad terbaiknya musim ini.
Nah, setelah ujicoba kontra Timnas U-23, Bali United sudah ditunggu oleh Timnas Senior. Kebetulan, Timnas Senior sudah tiba di Bali setelah tiba dari Australia, Minggu siang lalu (17/3/2019).
Skuad asuhan Simon McMenemy ini menginap di Stala Resort Ubud dan melakukan latihan perdana di Stadion Kapten I Wayan Dipta kemarin.
Andik Vermansyah dkk melakukan TC di Bali untuk persiapan laga ujicoba internasional menghadapi tuan rumah Myanmar.
Kepastian ujicoba diungkapkan oleh Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra. “Timnas Senior akan beruji coba melawan kami pada tanggal 20 Maret hari ini,” terang Coach Teco.
Ujicoba kali ini tentu bisa dijadikan ajang evaluasi kembali oleh Coach Teco. Kemungkinan besar, Simon McMenemy ingin kekuatan penuh dari Bali United dan bukan pemain lapis kedua yang sangat mudah diobrak-abrik oleh Timnas U-23.
Ini adalah Timnas Senior. Semua pemain terbaik dari masing-masing klub penghuni kasta tertinggi Liga Indonesia ada di dalamnya.
Tiga pemain inti Serdadu Tridatu yakni Ilija Spasojevic, Stefano Lilipaly, dan Ricky Fajrin juga ada. Belum lagi beberapa pemain naturalisasi seperti Greg Nwokolo.
Mau tidak mau, Coach Teco harus bersiap untuk menurunkan skuad terbaiknya sebagai ajang evaluasi tim secara keseluruhan.
Namun, menanggapi hal tersebut, Coach Teco masih belum terlalu banyak bicara. Kemungkinan menurunkan skuad inti saat menghadapi Timnas Indonesia masih 50-50
karena Coach Teco beralasan bahwa skuadnya masih membutuhkan istirahat yang cukup setelah melakoni jadwal padat di Piala Presiden 2019.
“Meskipun Bali United tidak ada waktu untuk recovery yang cukup, tetapi ini tidak masalah karena kami bisa membantu negara. Yang terpenting kami tidak ingin pemain dari kedua tim mengalami cedera,” tutur mantan Pelatih Fisik Persebaya Surabaya tersebut.
(jpc/pojoksulsel)

Jadi Plt Ketum PSSI, Gusti Randa Tanggapi Sindiran Netizen, Begini Katanya

POJOKSULSEL.com – Netizen di media sosial ramai membahas tentang nama Gusti Randa yang kini menjabat Plt Ketum PSSI. Namun, dia tak mau ambil pusing soal sindiran yang marak media sosial. Menurutnya haters pasti ada dalam kemajuan era digitalisasi.
Gusti Randa memang baru saja ditugaskan memimpin PSSI. Dia meneruskan tongkat estafet yang sebelumnya dipegang oleh Joko Driyono.
Penunjukkan Gusti sebagai Plt Ketum PSSI mendapat tanggapan miring di medsos. Namun, dia ogah mengambil pusing soal hal tersebut.
“Pasti ada pro dan kontra, apalagi bicara soal netizen. Saya kira itu konsekuensi dan risiko mengurus sepak bola Indonesia,” ungkap Gusti kepada wartawan.
Gusti sadar dengan hal tersebut dan siap menerimanya. Namun, tujuan utamanya adalah membawa sepak bola Indonesia ke arah lebih baik. Paling tidak sampai KLB PSSI.
“Yang saya bisa pastikan, saya akan kelola ini sampai KLB dengan segala macam harapan dan tuntutan,” tandas dia.
(JPG/pojoksulsel)

Tantri Kotak Mengenang Nike Ardilla

POJOKSULSEL.com – Mengenang wafatnya penyanyi Nike Ardilla 24 tahun lalu, vokalis band Kotak, Tantri mengaku ingat lagu-lagu penyanyi asal Bandung tersebut. Sebab, pernah ada lagu almarhum yang dinyanyikannya, yakni Bintang Kehidupan.
“Kalau mengikuti perjalanan Nike Ardilla, nggak yang bener-bener ngikutin. Tapi, ada beberapa karya-karya dia yang memang yang saya tahu juga. Pernah saya nyanyiin, salah satunya Bintang Kehidupan,” kata Tantri saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (19/3).
Oleh karenanya, Tantri mengaku kerap merinding ketika mendengar lagu milik Nike Ardilla. Ditambah lagi, dia sejak kecil sudah mendengar lagu-lagu dari penyanyi kelahiran 27 Desember 1975 ini.
“Lagu-lagunya sampai sekarang pasti masih dikenang dan dengerin juga kaya merinding aja langsung flashback tahun-tahun beliau,” ujar Tantri.
Untuk mengenang, Tantri juga mengaku sempat mendatangi museum yang berisikan kenangan-kenangan dari Nike Ardilla.
Selain dari sisi musik, Tantri juga mengagumi sosok Nike Ardilla yang dikenal cantik, berprestasi, dan terkenal dermawan.
“Sosoknya cantik. Lagu-lagunya yang hit semua, banyak banget prestasinya, dan memang ada beberapa cerita juga yang belakangan ini saya denger dia sangat dermawan sekali, yang bener-bener harus di contoh,” pungkas Tantri.
Diketahui, pemilik nama lengkap Raden Rara Nike Ratnadilla Kusnadi ini tutup usia pada 19 Maret 1995. Nike Ardilla meninggal karena alami kecelakaan tunggal di usia 19 tahun.
(JPG/pojoksulsel)