W88top casino trực tuyến

Sumut

Keluar Rumah tanpa Masker, Akhyar Tegaskan Sanksi Penarikan KTP

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan, Akhyar Nasution kembali mengingatkan pentingnya penggunaan masker di tengah wabah corona saat ini.
Terlebih setelah keluarnya Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Karantina Kesehatan dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid 19) di Kota Medan.
Sebab, warga yang membandel akan ditindak. “Pemko Medan terhitung mulai tanggal 1 Mei 2020 telah memberlakukan Perwal No 11 Tahun 2020 yang mengatur mengenai karantina kesehatan. Didalam Perwal tersebut merupakan regulasi pelaksanaan cluster Isolation,” ujar Akhyar dalam talk show di radio, Sabtu (2/5/2020).
Di dalam peraturan yang terdiri dari 23 pasal dan 12 BAB itu, Akhyar menjelaskan, salah satunya akan ada sanksi yang diterapkan bagi warga yang tidak menggunakan masker ketika berada di luar rumah. Selama ini, tambah Akhyar, Pemko Medan hanyak dapat melakukan imbauan-imbauan tanpa bisa melakukan penindakan. “Bagi warga yang masih membandel tidak menggunakan masker ketika keluar rumah Pemko Medan kini sudah dapat menerapkan sanksi berupa penarikan KTP,” tegas Akhyar.
Akhyar juga menginformasikan, jajarannya hari ini (2/5/2020 juga akan melakukan penyaluran masker secara serentak kepada seluruh warga Kota Medan sebagai langkah awal menjalankan Perwal tersebut, sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat tidak menggunakan masker terutama saat melakukan aktivitas di luar rumah. “Hari ini saya dan Jajaran Pemko Medan mulai dari Camat, Lurah hingga Kepala Lingkungan (Kepling) secara masif akan membagikan masker kepada seluruh masyarakat. Hal ini juga berkaitan dengan peraturan yang terkandung dalam perwal yang baru ini, diharapkan masyarakat akan sadar dan memahami pentingnya menggunakan masker guna memutus mata rantai Covid 19 di Kota Medan agar tidak semakin meluas,” kata Akhyar.
Selain mewajibkan menggunakan masker, sambung Akhyar, aturan lain yang terkandung didalam Perwal tersebut adalah pelarangan kepada pengusaha atau pedagang khususnya yang bergerak dibidang kuliner agar tidak melayani makan ditempat. “Dalam perwal ini juga mewajibkan kepada pengusaha kuliner agar hanya melayani pemesanan take away maupun melalui aplikasi pemesanan makanan online. Jika ditemukan pengusaha yang masih menyediakan meja dan kursi serta memfasilitasi kerumunan orang, kami juga akan menindak melalui sanksi pencabutan izin usahanya,” papar Akhyar.
Selanjutnya, Akhyar juga memaparkan mengenai akan diberlakukannya karantina rumah yang diberlakukan bagi warga yang masuk kategori Pelaku Perjalanan (PP), Orang Tanpa gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP) serta Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ringan. Sedangkan yang dikarantina di rumah sakit diberlakukan bagi warga yang masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berat serta bagi warga yang positif Covid-19.
“Perwal ini juga mewajibkan isolasi dirumah bagi warga dengan kategori OTG, ODP serta PDP ringan sesuai dengan rekomendasi Tim ahli, mekanismenya Tim Ahli akan melihat kondisi kesehatan serta kelayakan rumah untuk menjalankan isolasinya jika dinyatakan layak maka warga yang masuk kategori tersebut diisolasi di rumah masing-masing. Namun, jika tidak Pemko Medan akan menyiapkan tempat yang layak untuk warga yang akan diisolasi,” jelas Akhyar.
Pada masa karantina atau isolasi ini, tambah Akhyar, tim medis akan secara intensif akan memantau kesehatan warga tersebut begitu juga dengan asupan makanan bergizi dan vitamin juga akan diberikan. “Selama masa isolasi Pemko Medan juga akan memberikan bantuan bagi kebutuhan dasar, sehingga orang yang diisolasi tidak harus pergi ke luar rumah untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Tim medis juga terus menerus memantau kesehatan serta asupan gizi serta vitamin juga akan diberikan hingga orang tersebut dinyatakan sembuh atau negatif,” ucapnya. (*/pojoksumut)
The post Keluar Rumah tanpa Masker, Akhyar Tegaskan Sanksi Penarikan KTP appeared first on Pojoksatu.id.

Tak Hanya Covid-19, Waspadai Juga Cabin Fever, Begini Cara Mengatasinya

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Masyarakat diimbau untuk mewaspadai munculnya permasalaan Cabin Fever, yaitu emosi atau perasaan sedih yang muncul akibat terlalu lama terisolasi di dalam rumah ataupun tempat tertentu selama masa pandemi Covid-19.
Sebab, tanpa penanganan yang tepat gejala Cabin Fever akan sulit dikontrol.
Hal ini dikatakan Juru bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPPGTPP Covid-19 Sumut Aris Yudhariansyah dalam keterangan pers di Media Center GTPP, Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Sabtu (2/5/2020).
Aris menjelaskan, ada beberapa gejala Cabin Fever, di antaranya kegelisahan, turunnya motivasi, mudah tersinggung, mudah putus asa, sulit berkonsentrasi, tidur tidak teratur, sulit bangun dari tidur, lemah, lesu sulit percaya dengan orang lain, tidak sabaran, merasa sedih dan depresi.
Dia menyampaikan beberapa tips yang dapat dilakukan warga untuk mengatasi Cabin Fever. “Berikut kami sampaikan tips bagaimana untuk mencegah cabin fever selama masa pendemi Covid-19 ini,” katanya.
Pertama, katanya, adalah membawa dunia luar ke dalam rumah, seperti membuka jendela untuk menghirup udara luar, memberi makan hewan di luar rumah, termasuk burung dan kucing serta menanam bunga yang bisa membawa wangi dunia luar ke dalam rumah.
“Jangan remehkan berbagai kegiatan di atas, sebab bisa mengobati perasaan rindu dunia luar akibat Covid-19,” katanya.
Kedua, buatlah rutinitas yang bisa menjaga jadwal sehari-hari, misalnya tetaplah bangun pagi, mandi di pagi hari supaya tubuh dan pikiran tetap terjaga. Kemudian bekerja di depan laptop layaknya sedang berada di kantor.
“Tapi ingatlah jam istirahat, jangan malah bekerja dari rumah membuat lupa dengan jam istirahat,” katanya.
Ketiga, menjaga komunikasi karena kekuatan komunikasi di tengah masa darurat Covid-19 ini bisa membuat orang merasa tidak sendirian. Berbicara dengan teman juga dianggap sebagai cara ampuh untuk mencari solusi dari segala masalah yang dihadapi dengan adanya internet dan teknologi.
“Kita tetap bisa bertatap muka dan mengobrol dengan sahabat ataupun keluarga di luar kota. Menjaga otak tetap sibuk bisa melawan rasa bosan dan kegelisahan, akibat yang mungkin dirasakan selama berdiam diri di rumah,” katanya.
“Mari kita yang berada di rumah, tetap berada di rumah dan jangan bepergian. Kita bisa pulihkan Sumut yang kita cintai ini karena kita punya tekad menyelamatkan keluarga kita dan lingkungan kita,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Aris mengkonfirmasi data pasien Covid-19 di Sumut hingga Sabtu (2/5/2020). Data pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 162 orang, pasien positif berjumlah 117 orang, 41 orang sembuh dan yang meninggal dunia berjumlah 13 orang. (*/nin/pojoksumut)
The post Tak Hanya Covid-19, Waspadai Juga Cabin Fever, Begini Cara Mengatasinya appeared first on Pojoksatu.id.

Manajemen Ikat 13 Pemain Lagi, Sudah 20 Punggawa PSMS Resmi Dikontrak Musim Ini

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Manajemen PSMS kembali menambah amunisi tim musim ini dengan merekrut 13 pemain lagi, Senin (20/1/2020). Ke-13 pemain resmi tanda tangan kontrak di Sekretariat PSMS, Kebun Bunga.
Tambahan 13 pemain ini menjadikan PSMS telah memiliki 20 orang pesepakbola yang akan memperkuat tim untuk Liga 2 musim 2020. Sebelumnya, ada 7 pemain yang telah dikontrak. Dari 13 pemain yang baru dikontrak ada nama-nama pemain lama seperti Legimin Raharjo, Doni Dio Hasibuan juga Yuda Riski serta Eki Fauzi.
“Kami secara resmi mengumumkan kontrak pemain PSMS tahap kedua. Total ada 20 pemain. Dari 20 orang pemain PSMS, 8 orang pemain lama PSMS. 12 orang yang baru bergabung. Secara kebetulan 9 orang asal Sumut yang berarti 50 persen putra daerah,” ujar Manajer PSMS, Mulyadi Simatupang.
Jumlah ini tentu belum final akan ada pemain tambahan. “Besok mungkin menyusul center bek, gelandang, kiper. Sekitar lima atau enam pemain lagi atas rekomendasi pelatih, dengan manajemen, jadi kita rencanakan PSMS akan diperkuat 25 atau 26 pemain. Untuk hari ini baru 20 orang yang kita ikat secara resmi,” jelasnya.
Mulyadi juga menambahkan pihaknya telah memulangkan empat pemain yang ikut trial. “Empat pemain yang dikembalikan, tiga orang ke Jakarta, satu orang anak Sumut,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, manajemen PSMS akan bersiap mengikuti Kongres PSSI di Bali tanggal 25 Januari 2020. Sepulang dari Bali, pihaknya akan menyusun dan menyiapkan tim lebih baik sesuai regulasi hasil kongres tersebut.
Nama Pemain PSMS yang Telah Dikontrak
Tahap I
1. Syaiful Ramadhan (Wingback)
2. Afiful Huda (Center Bek)
3. Elina Soka (Gelandang)
4. Yohanis Nabar (Gelandang Sayap)
5. Ari Hermawan (Striker)
6. Herlian Arif Laksono (Kiper)
7. Muhammad Adi Satrio (Kiper)
Tahap II
8. Ananias Pingkreuw (Striker)
9. Ichlasul Qadri (Gelandang)
10. Andre Prambudi (Center Bek)
11. Adi Irawan (Bek Kanan)
12. Hamdi Sula (Gelandang)
13. Andre Sitepu (Center Bek)
14. Legimin Raharjo (Gelandang)
15. Yuda Riski Irawan (Gelandang)
16. Eki Fauzi (Gelandang)
17. Doni Dio Hasibuan (Gelandang)
18. Ramadhani (Gelandang)
19. Ricat Turnip (Gelandang)
20. Fiwi Dwipan (Gelandang)
(nin/pojoksumut)

Tambah Amunisi! Kiper Timnas U-19 Resmi Berkostum PSMS Musim Ini

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Manajemen PSMS Medan kembali menambah kekuatan tim dengan mengontrak pemain, Sabtu (11/1/2020).
Kali ini, Muhammad Adi Satrio, Kiper Timnas U-19 yang resmi menjadi bagian tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut.
Tanda tangan kontrak dilakukan di Sekretariat PSMS, Kebun Bunga, bersama Manajer PSMS, Mulyadi Simatupang.
Adi menjadi pemain ketujuh atau kiper kedua yang sah dikontrak untuk musim 2020 ini . Sebelumnya ada Syaiful Ramadhan (bek), Afiful Huda (bek), Elina Soka (gelandang), Yohanis Nabar (penyerang), Ari Hermawan (striker) dan Herlian Arif Laksono (kiper).
Mulyadi Simatupang mengatakan kejelasan status Adi di PSMS setelah mendapatkan rekomendasi dari pelatih kiper Sahari Gultom. “Hari ini kami mengontrak Muhammad Adi Satrio berdasarkan rekomendasi dari Pelatih Kiper Sahari Gultom. Jadi sekarang total pemain yang sudah kita kontrak menjadi tujuh orang,” ujarnya.
Dia menegaskan meski masih muda, kemampuan Adi tak lagi diragukan. Selain pengalaman di Timnas, Mulyadi yakin Adi bisa berkembang dan cepat beradaptasi dengan PSMS.
“Kami berharap Adi bisa berkembang di sini  karena dia pemain yang masih muda dan memiliki potensi. Tinggal nanti Pelatih Kiper yang melatih mereka,” jelasnya.
Mulyadi mengatakan pihaknya mengontrak kiper yang memperkuat Timnas Indonesia U-18 di Piala AFF tahun 2019 ini dengan cepat juga karena Adi bakal mengikuti pemusatan latihan bersama Timnas U-19.
“Adi akan mengikuti TC Timnas U-19 di Jakarta mulai besok. Kami ingin memberikan kepastian kepada beliau bagian dari PSMS Medan. Kami tidak mau berlama-lama memberikan kepastian, karena dia juga sudah beberapa hari ini sudah mengikuti trial,” beber Mulyadi.
Sementara itu, Adi mengaku senang bisa bergabung dengan PSMS. “Alhamdulilah senang, PSMS klub besar, suporternya antusias. Semoga ke depan bisa bawa PSMS masuk liga 1,” ungkapnya di tempat yang sama.
Penjaga gawang kelahiran Tangerang 7 Juli 2001 ini menegaskan siap bersaing dengan pemain lain untuk mendapatkan tempat utama di tim. “Siap bersaing, usia bukan hambatan,” tegasnya. (nin/pojoksumut)

Bus Dilempari Orang Tak Dikenal, Begini Respon Manajemen PSMS

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Manajemen PSMS menduga pihak yang melakukan pelemparan ke bus PSMS adalah komplotan begal dan menampik dari kelompok fans yang kecewa atas pencapaian PSMS musim ini.
“Kalau melihat laporan dari Pak Suryono yang ikut dalam rombongan, dia kasih tahu ke saya pukul 02.00 WIB bahwa itu bukan dari kelompok suporter atau juga bukan yang kecewa karena gagalnya PSMS, tapi murni ulah dari begal-begal itu, atau orang yang iseng melempar,” ungkap Sekretaris Umum (Sekum) PSMS, Julius Raja, saat dihubungi, Kamis (21/11/2019).
King-sapaan akrabnya, menambahkan dari informasi beberapa orang ternyata, kawasan yang dilewati bus tepatnya di daerah Aek Kanopan, Kuala Hulu, Labuhanbatu Utara (Labura) ternyata  rawan. “Infonya begitu, ternyata sering terjadi pelemparan di situ. Kami juga agak heran karena kalau dibilang rawan harusnya di daerah jalan lintas daerah Palembang, Duri. Tapi ini sudah masuk wilayah Sumut pula,” jelasnya.
Dia mengatakan aksi yang menimpa bus tersebut hanya terjadi saat bus mau kembali ke Medan. “Saat pergi sama sekali tidak ada gangguan, hanya pas pulang saja,” timpalnya.
King juga memastikan tidak ada pemain dalam bus. Karena seluruh skuad kembali dengan pesawat. “Hanya ofisial dan juga beberapa kawan-kawan suporter yang menumpang,” ungkapnya.
Saat ini, kata King, pihaknya menyerahkan kasus ini ke Polsek Kualuh Hulu. “Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi, karena membahayakan pengendara yang melewati jalan tersebut, apalagi saat malam hari,” ucapnya.
Sebelumnya, kejadian ini dikabarkan terjadi Kamis (21/11/2019) dini hari tepatnya saat bus lewat di jalan lintas Sumatera di daerah Aek Kanopan, Kuala Hulu, Labuhanbatu Utara (Labura). Akibatnya, kaca depan bus pecah, begitu juga lampu bagian kanan.
Informasi ini dikabarkan akun resmi PSMS, @official_psmsmedan, Kamis pagi. Dari keterangan akun tersebut, bus dilempari oleh tiga pengendara motor.
“Bus PSMS Medan yang membawa beberapa official team dan media psms termasuk media official psms sendiri (admin) yang sedang dalam perjalanan pulang menuju Medan dari Palembang mendapat serangan berupa pelemparan sebanyak 3 kali oleh orang yang tidak dikenal yang menggunakan 3 sepeda motor,” demikian pertanyaan resminya.
Peristiwa itu terjadi sekira pukul 01.50 WIB. “Akibat pelemparan, kaca bagian depan sebelah kanan bus dan kaca lampu bagian kanan mengalami kerusakan,” lanjut akun tersebut.
Rombongan yang dipimpin oleh Pelda Suryono sebagai pengawal bus PSMS telah melaporkan kejadian di Polsek Kualuh Hulu. “Rombongan bus sudah kembali bergerak pulang menuju Medan, kasus masih ditangani Polsek setempat, mohon doanya agar semua rombongan official dan media yang berada dalam bus selamat sampai di Kota Medan,” tutupnya.
Sementara itu, kejadian sempat diduga karena luapan kekecewaan pecinta PSMS yang mendapati kenyataan klub kesayangannya gagal menapaki asa ke Liga 1. PSMS pada laga pamungkas Babak 8 Besar grup B Liga 2 kalah 1-2 dari Persita Tangerang di Stadion Jakabaring, Palembang, Senin (18/11/2019). Hasil yang membuat Legimin Raharjo dkk tersingkir dan memastikan tetap bertahan kompetisi kasta kedua untuk musim depan. (nin/pojoksumut)

Duh! Balik dari Palembang, Bus PSMS Medan Dilempari Batu di Labura

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kabar buruk datang dari PSMS Medan. Selain gagal melangkah ke semifinal Liga 2 2019, bus tim berjuluk Ayam Kinantan ini dilempari orang tak dikenal saat membawa rombongan ofisial dari Palembang menuju Medan.
Kejadian ini terjadi Kamis (21/11/2019) dini hari tepatnya saat bus lewat di jalan lintas Sumatera di daerah Aek Kanopan, Kuala Hulu, Labuhanbatu Utara (Labura). Akibatnya, kaca depan bus pecah, begitu juga lampu bagian kanan.
Informasi ini dikabarkan akun resmi PSMS, @official_psmsmedan, Kamis pagi. Dari keterangan akun tersebut, bus dilempari oleh tiga pengendara motor.

“Bus PSMS Medan yang membawa beberapa official team dan media psms termasuk media official psms sendiri (admin) yang sedang dalam perjalanan pulang menuju Medan dari Palembang mendapat serangan berupa pelemparan sebanyak 3 kali oleh orang yang tidak dikenal yang menggunakan 3 sepeda motor,” demikian pertanyaan resminya.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 01.50 WIB. “Akibat pelemparan, kaca bagian depan sebelah kanan bus dan kaca lampu bagian kanan mengalami kerusakan,” lanjut akun tersebut.
Kini rombongan yang dipimpin oleh Pelda Suryono sebagai pengawal bus PSMS telah melaporkan kejadian di Polsek Kualuh Hulu. “Rombongan bus sudah kembali bergerak pulang menuju Medan, kasus masih ditangani polsek setempat, mohon doanya agar semua rombongan official dan media yang berada dalam bus selamat sampai di Kota Medan,” tutupnya.

Sementara itu, kejadian ini diduga karena luapan kekecewaan pecinta PSMS yang mendapati kenyataan klub kesayangannya gagal menapaki asa ke Liga 1. PSMS pada laga pamungkas Babak 8 Besar grup B Liga 2 kalah 1-2 dari Persita Tangerang di Stadion Jakabaring, Palembang, Senin (18/11/2019). Hasil yang membuat Legimin Raharjo dkk tersingkir dan memastikan tetap bertahan kompetisi kasta kedua untuk musim depan. (nin/pojoksumut)

Beberkan Faktor Penyebab Kalahnya PSMS, Jafri Sastra : Ternyata Kami Hanya Sanggup di 8 Besar

POJOKSUMUT.com, PALEMBANG-Pelatih PSMS Medan, Jafri menyebutkan ada dua faktor yang membuat timnya bisa kalah 1-2 dari Persita Tangerang pada laga pamungkas bababk 8 Besar Grup B Liga 2 di Stadion Jakabaring, Palembang, Senin (18/11/2019).
“Penyebab kekalahan yang pertama konsentrasi dan kedua sering melakukan kesalahan sendiri. “Gol pertama satu pemain kita passing yang tidak tepat dengan jarak yang pendek dicounter. Yang kedua juga begitu, kita sudah di garis 16 tapi tidak bisa memanfaatkan peluang sangkut lagi di kaki lawan jadi gol. Hilang konsetrasi dan fokus di menit menit akhir ternyata penyakit yang belum ada obatnya sampai hari ini,” bebernya usai laga.
Pun demikian, dia mengapresiasi perjuangan Legimin Raharjo dkk. “Ini akhir dari perjuangan kami untuk lolos ke level yang lebih tinggi, ternyata kami hanya sanggup di 8 besar. Tapi anak-anak bagaimana pun sudah berusaha sudah berjuang hanya tidak bisa memanfatkan peluang-peluang untuk dijadikan gol, akhirnya kita mengucapkan selamat buat Persita bisa melangkah ke babak 4 besar,” jelasnya.
Soal kekecewaan penonton dan suporter PSMS yang hadir di stadion, Jafri enggan banyak komentar. “Itu hak penonton, tanya saja sama penonton,” tandasnya.
Sementara itu, bek PSMS Syaiful Ramadhan yang mendampingi Jafri dalam konferensi pers tersebut mengaku kecewa dengan hasil ini. “Sungguh kami kecewa apalagi terjadi gol pada menit terakhir, alhamdulillah kita masih diberikan kesehatan saja,” tegasnya.
Dengan kekalahan ini pupus sudah harapan skuad PSMS untuk berlaga di Liga 1 musim depan 2020. Sekaligus memastikan PSMS tetap berlaga di Liga 2 musim depan.
Tim besutan Jafri Sastra ini sejatinya hanya butuh seri untuk memastikan langsung ke semifinal Liga 2 demi tiket ke kasta tertinggi. Namun, yang terjadi di lapangan tak sesuai harapan.
Pada laga ini, PSMS sempat unggul lebih dulu lewat gol striker Natanael Siringoringo menit 8, tapi mampu dibalas pada penghujung babak pertama lewat gol Aldi Al Achya pada menit 43. Selanjutnya, babak kedua, tak satupun gol yang berhasil diciptakan PSMS, sementara Persita mengunci tiga poin lewat gol Rusmawan pada menit 87. Hingga peluit panjang dibunyikan wasit Sigit Budiyanto (DKI Jakarta), skor 2-1 menjadi milik Pendekar Cisadane-julukan Persita.
Dengan kekalahan ini, PSMS akhirnya menduduki peringkat ketiga dari empat kontestan dengan 4 poin dari tiga laga, sekali menang (lawan Martapura), sekali seri (lawan Persik) dan sekali kalah. Dari grup B, Persita (6 poin) dan Persik Kediri (5) menjadi wakil ke semifinal. Sementara di grup A, Persiraja Banda Aceh (5) dan Sriwijaya (5).
Susunan Pemain;
PSMS : Alfonsius Kelvan (gk); Afiful Huda, Bruno Casimir, Syaiful Ramadhan, Tedi Berlian/Andre Sitepu (78′); Eki Fauji, Elina Soka/Aidun Sastra (84′), Legimin Raharjo, Yuda Riski; Muhammad Renngur/Ilham Fathoni (52′), Natanael Siringoringo.
Pelatih : Jafri Sastra
Persita : Annas Fitranto (gk); Ammarzukih, Muhammad Roby, Novrianto, Zikri Akbar; Ade Jantra, Egi Melgiansyah/Diego Banowo (66′), Muhammad Toha; Aldi Al Achya, Chandra Waskito/Redi Rusmawan (53′), Sirvi Arfani/Adittia (61′)
Pelatih : Widodo C Putro
(nin/pojoksumut)

Dikandaskan Persita, Asa PSMS Naik ke Liga 1 Gagal Total! Musim Depan Tetap Liga 2

POJOKSUMUT.com, PUPUS sudah harapan skuad PSMS untuk berlaga di Liga 1 musim depan 2020. Ini setelah, pada laga pamungkas 8 Besar grup B Liga 2, Legimin Raharjo dkk gagal meraih poin.
PSMS dikandaskan Persita Tangerang dengan skor 1-2, di Stadion Jakabaring, Palembang, Senin (18/11/2019) sore. Sekaligus memastikan PSMS tetap berlaga di Liga 2 musim depan.
Tim besutan Jafri Sastra ini sejatinya hanya butuh seri untuk memastikan langsung ke semifinal Liga 2 demi tiket ke kasta tertinggi. Namun, yang terjadi di lapangan tak sesuai harapan.
Pada laga ini, PSMS sempat unggul lebih dulu lewat gol striker Natanael Siringoringo menit 8, tapi mampu dibalas pada penghujung babak pertama lewat gol Aldi Al Achya pada menit 43. Selanjutnya, babak kedua, tak satupun gol yang berhasil diciptakan PSMS, sementara Persita mengunci tiga poin lewat gol Rusmawan pada menit 87. Hingga peluit panjang dibunyikan wasit Sigit Budiyanto (DKI Jakarta), skor 2-1 menjadi milik Pendekar Cisadane-julukan Persita.
Dengan kekalahan ini, PSMS akhirnya menduduki peringkat ketiga dari empat kontestan dengan 4 poin dari tiga laga, sekali menang (lawan Martapura), sekali seri (lawan Persik) dan sekali kalah. Dari grup B, Persita (6 poin) dan Persik Kediri (5) menjadi wakil ke semifinal. Sementara di grup A, Persiraja Banda Aceh (5) dan Sriwijaya (5).
 
foto : flashscore liga2
Susunan Pemain;
PSMS : Alfonsius Kelvan (gk); Afiful Huda, Bruno Casimir, Syaiful Ramadhan, Tedi Berlian/Andre Sitepu (78′); Eki Fauji, Elina Soka/Aidun Sastra (84′), Legimin Raharjo, Yuda Riski; Muhammad Renngur/Ilham Fathoni (52′), Natanael Siringoringo.
Pelatih : Jafri Sastra
Persita : Annas Fitranto (gk); Ammarzukih, Muhammad Roby, Novrianto, Zikri Akbar; Ade Jantra, Egi Melgiansyah/Diego Banowo (66′), Muhammad Toha; Aldi Al Achya, Chandra Waskito/Redi Rusmawan (53′), Sirvi Arfani/Adittia (61′)
Pelatih : Widodo C Putro
(nin/pojoksumut)

Kalah dari PSMS, Pelatih Martapura FC : Kok, PSSI Tega-teganya Tugaskan Wasit yang Begini

POJOKSUMUT.com, PALEMBANG-Pelatih Martapura FC, Frans Sinatra Huwae tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya atas kepimpinan wasit Steven Yubel Poli (Sulawesi Utara), saat timnya dikalahkan PSMS 1-2 di Stadion Jakabaring, Kamis (14/11/2019).
Pada babak 8 Besar Grup B Liga 2, Martapura sudah menelan kekalahan dua dari tiga laga sehingga dipastikan tersingkir dari peluang lolos ke babak semifinal. Sebelumnya, Martapura kalah dari Persik Kediri.
Frans menyebut sebagai pelatih dirinya mengakui pertandingan berakhir 2-1 untuk kemenangan PSMS. “Selamat untuk PSMS. Tapi, selama ini saya hidup di bola, saya ikuti aturan sepak bola, tahun ini entah yang keberapa, kok PSSI tega-teganya nugaskan wasit yang begini?,” tandasnya usai pertandingan.
Secara permainan disebutnya PSMS menang, tapi secara kepimpinan wasit jauh dari harapan. “Saya orang yang sportif, saya akui PSMS bisa memaksimal dua kesempatan untuk dua gol, namun apa yang terjadi selalu pemain yang dirugikan saya tidak bicara untuk pertandingan hari ini (saja),” tegasnya.
Dia meminta wasit mau memahami dan mengerti bahwa sepak bola Indonesia dalam keadaan sulit. “Belajar mengerti bahwa klub hidupnya susah, tapi saya akan bangga kalah dengan aturan. Jangan diperkosalah (aturan), di bench saya tanpa komunikasi, mereka (wasit) ke dalam tiba-tiba (ofisial kami) dikartu kuning, apa yang terjadi di dalam mereka tidak laporkan, ini ada apa. Saya tidak menuduh wasit, tapi ini tujuan apa, kalau mau sepak bola maju, adakah wasit kita ini dihukum? Belum tahu saya belum pernah,” tuturnya.
Frans meminta PSSI menugaskan figur yang tepat untuk laga sekelas 8 besar. “Secara permainan saya akui PSMS menang, saya sportif tapi tolong untuk panitia PSSI penugasan apa ini, apakah klub harus mundur terus. Saya bangga sama pemain saya yang tidak berbuat apa-apa di lapangan, sabar, walaupun aturan itu diperkosa, kenapa harus takut aturan ditegakkan. Pemain saya tidak akan memukul wasit, selama saya jadi pelatih, tapi wasit jangan perkosa aturan, itu saja yang mau saya sampaikan,” paparnya.
“Saya ucapkan selamat untuk PSMS, sukses untuk mereka. Tapi untuk ke depanya ayo sama-sama kita benahi sepak bola agar maju dan besar hatilah jadi pengadil jangan semua selalu tim dan pemain yang dihukum, dirugikan,” jelasnya.
Kemudian, saking kecewanya, Frans menguak fakta menyedihkan dan klasik di sepak bola Indonesia. “Pernahkah mereka (wasit) berpikir, mohon maaf Martapura datang ke sini dengan kekurangan. Pemain saya datang sama dengan semua kasus gaji belum dibayar tapi mereka bisa sabar, ini harusnya jadi masukan. Tapi kalau begini-begini wasit dipukul pemain yang kena. Sampai kapan? tolong dicatat saya secara pertandingn kalah 2-1 tapi tolong dicatat masukan kami ini, terutama buat Panpel berikan masukan ke wasit agar mereka jadi manusia yang baik. Kita berangkat ke sini dengan doa, dengan pengorbanan, kalah sportif kita tidak ada yang kita sangkal,”  bebernya.
Sesi temu pers usai laga menjadi ajang Frans mengeluarkan isi dalam hatinya soal sepak bola Indonesia secara umum termasuk untuk ketua umum terpilih PSIS, Iwan Bule. “Semua berharap semoga ‘anak tiri’ (Liga 2) ditengok (dilihat). Ini kan liga 2 mana ada pengurus PSSI yang datang. Mudah-mudahan pengurus yang baru peduli agar aturan ini jangan pemain terus yang dirugikan. Ada babak begini (8 besar) (harusnya) dilihat (sama pengurus PSSI). Makanya kasar saya bilang Liga 2 anak tiri,” jelasnya.
Sementara itu, kapten Martapura, Amirul Mukminin mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekannya yang berjuang sampai peluit akhir. “Dengan segala keputusan yang ada oleh pengadil di lapangan, pemain tetap fight hingga menit terakhir, saya bangga,” tegasnya. (nin/pojoksumut)

Jafri Sastra Sebut Ini Kunci Kemenangan Timnya Atas Martapura FC

POJOKSUMUT.com, PALEMBANG-Pelatih PSMS, Jafri Sastra mengakui skuadnya mampu bermain lebih baik hingga bisa mengalahkan Martpura FC dengan skor 2-1 di Stadion Jakabaring Palembang, Kamis (14/11/2019).
“Hari ini, kami bisa tampil lebih baik dari pertandingan pertama (lawan Persik). Anak-anak lebih disiplin di lapangan, kemudian ada pertambahan aspek kepercayaan diri untuk bertanding memenangkan laga,” ujarnya usai laga didampingi pemainnya, Yuda Riski.
Jafri sangat brsyukur dengan kemenangan kali ini. “Paling tidak kami bisa menjaga asa untuk lolos ke semifinal, tapi masih ada satu pertandingan lagi yang harus kami hadapi yaitu lawan Persita Tangerang,” jelasnya. PSMS kini mengoleksi 4 poin dari sekali menang dan sekali seri.
Diakui Jafri kunci kemenangan timnya hari ini karena berhasil memperbaiki kelemahan pada pertandingan sebelumnya. “Yang pasti setelah kami melawan Persik Kediri kemarin, kami ada catatan penting bagi kami masalah percaya diri dan mental bertanding yang kami benahi dua hari kemarin. Alhamdulillah hari ini mereka mengubah apa yang kami lakukan di pertandingan pertama. Salah satunya anak-anak memanfaatkan peluang khususnya dua gol tadi,” bebernya.
Pun demikian, Jafri menyebut masih ada kekurangan tim yang akan diperbaiki jelang lawan Persita. “Kekurangan mengontrol emosi, ritme bermain harus kami perbaiki,” tegasnya.
Soal laga hari ini, disebut Jafri kedua tim bermain terbuka alias open play. “Saling menyerang dan bertahan dengan baik. Ada peluang yang kita dapatkan, dua peluang kami manfaatkan jadi gol,” ucapnya.
Disinggung soal kartu merah yang diterima pemainnya, Kesuma Wira, Jafri enggan berkomentar. “Kartu merah itu insiden soal kenapa-kenapanya itu wasit yang tahu, ada wasit di situ yang melakukan keputusan, kita tidak bisa berkometar soal itu,” tandasnya.
Tak lupa Jafri mengucapkan terima kasih kepada fans PSMS yang rela datang ke Palembang dan mendukung tim hingga menahan hujan. “Kami sampaikan terima kasih untuk suporter yang meluangkan waktu hadir di sini, pasti betul-betul memberikan dukungan penuh sehingga mereka rela berhujan semoga dipertadingan berikutnya memberikan penampilan yang lebih baik lagi,” jelasnya.
Sementara itu, pencetak satu dari gol PSMS di laga ini Yuda Riski mengaku bersyukur atas kemenangan ini. “Syukur alhamdulillah kami bisa mendapatkan tiga poin, mudah-mudahan ini menjadi motivasi kami untuk menjadi lebih baik dan lebih fokus untuk laga berikutnya,” ujarnya. (nin/pojoksumut)