suporter

Suporter yang Berulah, Inter Milan yang Kena Getah

POJOKSATU.id, ROMA – Lega Serie A selaku operator kompetisi kasta tertinggi di Italia menjatuhkan sanksi kepada Inter Milan atas insiden tindakan rasial yang dilakukan oknum suporter Inter terhadap bek Napoli, Koulibaly Kalidou.
Insiden berupa ejekan terhadap pemain internasional Senegal itu terjadi saat Napoli dijamu Inter di Guiseppe Meazza dalam laga lanjutan Serie A Italia, pekan 18, Kamis (27/12/2018) dini hari WIB.
Dalam keputusannya seperti dikutip Pojoksatu.id dari Goal, pihak operator menghukum Inter bermain dua kali tanpa penonton di laga kandang mereka saat menghadapi Sassuolo dan Bologna.
Cristiano Ronaldo: Tak Ada Tempat untuk Rasisme di Sepakbola!
Selain itu, Inter juga diwajibkan menutup sektor utara stadion mereka atau Curva Nord untuk partai ketiga mereka kontra Sampdoria.
Empoli, di saat bersamaan, mengumumkan bahwa mereka tidak akan menjual tiket tandang kepada tifosi Inter untuk laga yang digelar di Stadio Carlo Castellani pada akhir pekan ini.
Koulibaly Kalidou, bek Napoli menjadi korban tindakan rasial oleh suporter Inter di Guiseppe Meazza. Sang pemain sendiri harus diusir wasit keluar lapangan di menit 80 setelah mendapatkan akumulasi kartu kuning karena dinilai melakukan protes berlebihan kepada sang pengadil lapangan tersebut.
(qur/pojoksatu)

Segini Keuntungan Persija Jakarta yang Didapat dari Jakmania

POJOKSATU.id, JAKARTA – Persija Jakarta meraup keuntungan finansial yang fantastis dari dukungan suporter, Jakmania di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Karena itu, Direktur Utama Persija, Gede Widiade menilai, Jakmania tak sekedar kelompok suporter, tapi juga menjadi sumber keuntungan secara finansial.
“Kehadiran Jakmania saat Persija bertanding di GBK [Gelora Bung Karno] membuat kami mendapatkan keuntungan Rp5 miliar. Mereka itu sponsor utama kami,” kata Gede seperti dikutip dari Goal.
I Gede Widiade – Bos Persija Jakarta (jawapos.com)
Pihaknya pun mengucapkan terima kasih atas dukungan tak kenal lelah Jakmania terhadap perjuangan Macan Kemayoran sehingga bisa meraih titel juara Liga 1 tahun ini.
“Perjuangan kami selama ini membuahkan hasil yang sangat menggembirakan. Pertama kami juara di Malaysia, lalu Piala Presiden, dan terakhir Liga 1,” ujarnya.
Musim ini, sejatinya Persija jarang bisa tampil di SUGBK karena bentrok dengan berbagai ajang, mulai dari Asian Games hingga Asian Para Games, hal itu membuat mereka harus beberapa kali mengungsi ketika laga kandang.
Namun hal itu tak mengganggu konsentrasi permainan skuat besutan Stefano Cugurra Teco tersebut. Terbukti, Marko Simic dan koleganya finis di puncak klasemen akhir Go-Jek Liga 1 2018 untuk menyegel titel kampiun.
(qur/pojoksatu)

Suporter River Plate Tewas Dibunuh, Para Pelaku Diduga Pendukung Boca Juniors

POJOKSATU.id, BUENOS AIRES – Kemenangan River Plate atas Boca Juniors di final Copa Libertadores 2018 di Estadio Santiago Bernabeu beberapa waktu lalu dibayar mahal dengan tewasnya seorang suporter mereka.
Dikutip dari Marca, seorang pendukung River Plate bernama Exequiel Aaron Neris (21) tewas dibunuh di Provinsi Misiones oleh dua orang yang diduga pendukung Boca Juniors.
Korban mengalami luka cukup serius setelah ditikam di bagian kaki kirinya dengan pisau yang memotong bagian arteri femoralis.
Fans River Plate yang tewas diduga dibunuh suporter Boca Juniors (marca.com)
Insiden itu sendiri terjadi pasca leg kedua final  Copa Libertadores 2018 yang dimenangkan River Plate dengan skor meyakinkan 3-1.
Laporan media setempat, Clarin menyebutkan, korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan medis, bahkan sempat berbicara dengan ibunya sebelum meninggal.
“Aku sekarat, aku sekarat, mereka menyerangku karena merayakan hasilnya, karena aku penggemar River,” tutur korban seperti diberitakan Clarin.
Ibu korban, Lucia Ramona Neris membenarkan apa yang terjadi pada putranya tersebut. “Mereka membunuh anak saya, dia hanya berjalan, dia baru saja menjalani operasi karena kecelakaan sepeda motor beberapa bulan yang lalu,” tuturnya.
“Mereka menyerangnya meskipun dia hampir tidak bisa berjalan. Mereka menyakitinya seperti anjing yang tak berdaya,” ucapnya lirih.
(qur/pojoksatu)

Dukung Aksi Timnas Indonesia, Suporter Gemakan “Edy Out”

POJOKSATU.id, JAKARTA – Aksi Timnas Indonesia atas Timor Leste dalam lanjutan Grup B Piala AFF 2018 di Stadion Utama Geora Bung Karno (SUGBK), Selasa (13/11/2018) malam WIB mendapat dukungan suporter tanah air.
Kehadiran suporter pun cukup berdampak setelah skuat besutan Bima Sakti sukses memetik kemenangan cukup meyakinkan dengan skor 3-1.
Namun, rupanya hasil tersebut tak cukup membuat suporter puas. Meski akhirnya menang, skuat Garuda sempat tertinggal 0-1 dan tampil keteteran menghadapi strategi Timor Leste.
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi (bolalob.com)
Bahkan, performa Indonesia pun dijadikan momentum untuk suporter tanah air menyanyikan chant bernada sindiran untuk Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi.
Setelah laga usai dan memberi applaus ke timnas, para suporter kemudian mengalihkan perhatian ke para pemain yang diberi selamat dari tribun VVIP.
Saat itu juga, suporter kemudian menggemakan “Edy Out…. Edy out… Edy out,” sampai puluhan kali. Meski tak terlalu penuh, suara tetap terdengar keras dari arah tribun penonton tersebut.
Tak cukup itu saja, nyanyian panjang yang ditujukan untuk Gubernur Sumatera Utara itu semakin nyaring saat pemain Timnas Indonesia usai memberikan ucapan terima kasih ke Indonesia.
“Ganti.. ganti…ganti Edy…ganti Edy sekarang juga,” teriakan ini terus menggema di saat laga telah usai.
Sayangnya, Edy tak ada di tribun VVIP saat Indonesia berjuang untuk meraih kemenangan perdana di Piala AFF 2018.
(jpnn/jpc/qur/pojoksatu)

Kecewa dengan Performa Timnas Indonesia, Suporter Bentangkan Spanduk Ini, Isinya …

POJOKSATU.id, SINGAPURA – Timnas Indonesia gagal mengawali ajang Piala AFF 2018 dengan hasil gemilang usai takluk 0-1 di tangan Singapura di Stadion Nasional, Jumat (9/11/2018) malam WIB.
Bagi sang pelatih, Bima Sakti, laga tersebut adalah debut minor sejak ia ditunjuk PSSI untuk menggantikan peran Luis Milla yang mengundurkan diri.
Kekalahan Beto Goncalves dan koleganya itu pun memantik kekecewaan suporter Indonesia yang datang langsung ke stadion untuk menyaksikan perjuangan penggawa Garuda.
Dikalahkan Singapura, Timnas Indonesia Teruskan Tren Minor
Timnas Indonesia menyerah 0-1 atas Singapura di laga pembuka Gurp B Piala AFF 2018 (jawapos.com)
Timnas Indonesia memang tampil kurang ‘greget’ sepanjang pertandingan. Kendati dari segi statistik tim tamu menguasai jalannya pertandingan dengan 62 persen, namun bola hanya berkutat di lini tengah.
Dikutip dari Labbola, Indonesia bahkan cuma melepaskan total empat tembakan, dan cuma satu yang tepat sasaran.
Sebaliknya, Singapura yang hanya melakukan 38 persen penguasaan bola sangat efektif. Mereka melepaskan 12 tembakan, empat tepat sasaran dan salah satunya berbuah gol.
Kondisi itu tampaknya membuat suporter Indonesia geram. Mereka yang sudah meluangkan waktu dan uang demi mendukung Garuda ke Singapura menyentil permainan Hansamu Yama dkk dengan membentangkan spanduk sindiran.
“Tidak malukah kalian dengan prestasi juniormu??,” demikian bunyi spanduk yang dibentangkan suporter Timnas Indonesia di Stadion Nasional, Kallang tersebut.
Patut diingat, pada jenjang usia muda, Indonesia memang sudah berprestasi di level Asia Tenggara. Timnas U-19 Indonesia pernah juara Piala AFF 2013 lalu. Kemudian Timnas U-16 Indonesia juara Piala AFF U-16 2018.
(jpc/qur/pojoksatu)

Pesan Bima Sakti untuk Suporter Timnas Indonesia

POJOKSATU.id, SINGAPURA – Timnas Indonesia bersiap melakoni laga pembuka Piala AFF 2018 menghadapi Timnas Singapura di Stadion Nasional Singapura, Jumat (9/11/2018) malam WIB.
Tampil dihadapan pendukung tuan rumah berjuluk The Lions itu, sang pelatih, Bima Sakti berharap, suporter tanah air memberikan dukungan penuh pada perjuangan timnya.
Kendati akan digelar di Singapura, Bima memprediksi laga pembuka di Grup B itu akan juga dihadiri pendukung Merah-Putih.
Piala AFF 2018: Timnas Indonesia, Wajib Perkasa di Laga Pembuka
Pasalnya, dikutip dari Goal, jatah tiket untuk suporter tamu yang dijual panpel melalui PSSI telah ludes terjual.
Karena itu, Bima Sakti mengharapkan dukungan secara sportif yang mampu ditunjukkan suporter Indonesia. “Saya bersyukur kalau suporter bisa hadir untuk langsung memberikan dukungan,” katanya.
“Namun, saya pesan untuk menjaga sportivitas karena kita dengan Singapura adalah saudara. Tetap menjaga aturan-aturan yang ada di Singapura, jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan,” terang dia.
Terpisah, pelatih timnas Singapura, Fandi Ahmad juga meminta seluruh masyarakat Singapura memberikan dukungan langsung atas perjuangan timnya di laga nanti.
Dikatakannya, antusiasme suporter Singapura cenderung anjlok seiring merosotnya prestasi The Lions dibeberapa turnamen yang dilakoninya.
“Laga melawan Indonesia tidak akan mudah. Jadi, kami berharap suporter datang mendukung kami,” ucapnya.
(qur/pojoksatu)

Bukan Tekanan, Pelatih Jepang Sebut Suporter Indonesia Justru Jadi Motivasi Pemainnya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Timnas U-19 Indonesia bersiap menjajal kekuatan Jepang U-19 di babak perempat final Piala Asia U19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Minggu (28/10/2018) malam WIB.
Garuda Nusantara tentu wajib memenangkan pertandingan tersebut untuk menjaga asa menjuarai turnamen itu sekaligus menyegel satu tiket ke Piala Dunia U20 di Polandia tahun depan.
Kehadiran dan dukungan suporter tanah air diharapkan bisa membuat perjuangan Egy Maulana Vikri dan koleganya di lapangan optimal bahkan tampil spartan.
Kendati begitu, pelatih Jepang U-19, Masanaga Kageyama mengaku tak gentar dengan dukungan penuh penonton untuk tim lawannya itu.
Kageyama justru menilai, suporter yang memadati GBK bakal jadi pengalaman yang berharga untuk timnya.
“Tim kami akan menghadapi tekanan yang berbeda, atmosfer di sini sangat bagus dan saya menantikan atmosfer seperti itu, kami menantinya. Kami harus menikmati bermain sepakbola dalam atmosfer seperti ini,” tuturnya seperti dikutip dari Goal.
Terlebih, sebut dia, beberapa pemainnya sudah terbiasa bermain dengan atmosfer penonton yang membludak.
“Kami punya beberapa pemain dari Liga Jepang yang punya pengalaman bermain di depan puluhan ribu penonton, tapi ini akan jadi pengalaman yang berbeda. Tentu saja mereka akan merasakan tekanan dan stres, tapi itu normal,” ungkapnya.
“Jika mereka ingin menjadi pemain internasional di masa mendatang maka ini akan jadi pengalaman berharga dan ini bisa jadi motivasi yang tinggi untuk semua pemain di dalam tim,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Jajal UEA, Timnas U-19 Indonesia Berharap Banyak pada Suporter

POJOKSATU.id, JAKARTA – Timnas U-19 Indonesia akan melakoni laga krusial menghadapi Uni Emirat Arab di laga pamungkas fase Grup A, Piala Asia U-19 2018, Rabu (24/10/2018) malam WIB.
Di pertandingan nanti, skuat besutan Indra Sjafri tentu harus menang untuk mengamankan satu tiket tersisa ke fase berikutnya, terlebih jika Qatar menelan kekalahan atas Taiwan.
Meski skenario tersebut terbilang berat, mengingat Qatar juga mengincar dan berpeluang besar melenggang ke babak berikutnya, namun bukan tak mungkin Garuda Nusantara bisa melewati lubang jarum asalkan mampu bermain spartan sebagaimana saat mereka menghadapi Qatar, kemarin.
Pelatih Timnas U-19 Indonesa, Indra Sjafri pun mengharapkan dukungan penuh suporter tanah air untuk memadati stadion di laga nanti.
“Saya harap stadion penuh saat kami menghadapi Uni Emirat Arab di laga terakhir grup A,” tutur Indra Sjafri.
Dukungan suporter, ungkap dia akan menjadi penambah motivasi Egy Maulana Vikri dan koleganya untuk tampil spartan sebagaimana mereka tunjukkan saat menghadapi Qatar.
Meski akhirnya harus menyerah dengan skor dramatis 5-6, namun perjuangan Indonesia patut mendapatkan acungan jempol karena mampu mengejar ketertinggalan dari 1-6.
“Kami akan terus berjuang dan semoga suporter tetap mendukung perjuangan timnas. Kami akan berjuang hingga titik darah terakhir. Semoga lawan UEA, stadion penuh,” ujarnya penuh harap.
“Melawan UEA tidak ada pilihan selain menang untuk mengamankan peluang lolos ke babak perempat final. Kami segera mengevaluasi sekaligus menyiapkan tim supaya bisa tampil lebih baik dan tidak membuat beberapa kesalahan,”imbuhnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Dituding Penuh Drama, Asisten Pelatih Qatar: Pemain Kami Cedera dan Kelelahan!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tim pelatih Qatar U-19 membantah keras tudingan kudu Timnas U-19 Indonesia yang menuding para pemainnya bermain drama di lapangan untuk mengulur-ulur waktu.
Ditegaskan asisten pelatih, Lino Godinho, soal tudingan beberapa pemain melakukan gimmick dengan berpura-pura cedera adalah tidak benar.
Ditegaskan Lino, beberapa pemainnya memang mengalami cedera setelah dilanggar pemain lawan di pertandingan babak penyisihan Grup A Piala Asia U19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Minggu (21/10/2018) malam WIB itu.
Indra Sjafri Sebut Permainan Qatar Penuh Drama
Lewati Garis Lapangan, Pelatih Qatar Diganjar Kartu Merah
Selain itu, sebut dia, beberapa pemainnya mengalami kelelahan, sehingga apa yang ditudingkan tim Indonesia keliru dan apa yang terjadi di lapangan tersebut bukan merupakan sebuah strategi.
“Itu bukan strategi kami. Cuaca di sini kurang bersahabat, sehingga menyulitkan kami,” tutur Lino.
Kendati begitu, Lino mengakui kalau pemainnya bermain minor setelah leading 6-1. Akibatnya, tim lawan mampu mengejar ketertinggalan dengan mencetak empat gol beruntun.
“Setelah unggul 6-1, pemain bermain lebih bertahan dan itu strategi dari kami mempertahankan keunggulan,” ujarnya menandaskan.
(jpc/qur/pojoksatu)

Arema FC Akan Ijinkan Bonek Nyetadion di Malang, tapi …

POJOKSATU.id, MALANG – Rivalitas suporter Arema FC dan Persebaya sangat tinggi sehingga kadang berujung bentrok antarsuporter.
Sama halnya dengan suporter Persib dan Persija, pertandingan yang mempertemukan Arema kontra Persebaya pun kerap tidak memperbolehkan suporter tim tamu untuk nyetadion alias menonton ke stadion.
Namun, Arema FC berencana akan memperbolehkan Bonek mendukung klub kebanggaannya, Bajul Ijo saat tampil di Stadion Kanjuruhan Malang.
Namun, rencana itu sedianya baru akan dilakukan musim depan. Mengingat laga Arema FC vs Persebaya akhir pekan ini dalam lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 tak ada alokasi tiket untuk suporter tim tamu, alias Bonek.
Sebelumnya, panpel Arema FC berniat ingin memberikan kuota tiket 5 persen untuk Bonek. Hal itu sebagai upaya memfasilitasi perdamaian antar kedua kelompok suporter, Aremania dan Bonek.
Namun rencana itu urung terjadi dan baru akan coba digagas musim depan. “Jadi kemarin kan saya ditanya wartawan di Jakarta, memang ada rencana gitu, tapi kan untuk besok tidak mungkin. Soalnya laga besok, Sabtu (6/10) tiketnya sudah habis,” tutur general manager Arema FC, Ruddy Widodo.
Insiden pengeroyokan suporter Persija, Haringga Sirla (23) oleh sejumlah oknum Bobotoh hingga meninggal dunia jelang kick-off Persib vs Persija pada 23 September 2018 mendatang memang tengah menjadi sorotan.
Terlebih, sebut dia, perseteruan antara suporter Arema FC atau Aremania dan pendukung miltan Persebaya, Bonek juga belakangan ini cukup panas.
“Akan tetapi, Alhamdulillah kejadian kemarin tak berdampak kepada perizinan pertandingan nanti. Karena ini kan berkaitan dengan BOPI, PSSI, dan kolaborasi instansi pemerintah,” imbuhnya.
(jpc/qur/pojoksatu)