thibaut courtois

Jadi Pahlawan Real Madrid, Ini Kata Thibaut Courtois

POJOKSATU.id, JAKARTA – Real Madrid berhasil menjadi juara Piala Super Spanyol usai menang drama adu penalti melawan Atletico Madrid, Senin (13/1) dini hari WIB.
Pada pertandingan yang digelar di King Abdullah Sports City, Jeddah, penjaga gawang Real Madrid Thibaut Courtois menjadi pahlawan timnya.
Pasalnya, Courtois berhasil menepis tendangan eksekutor kedua Atletico Thomas Partey. Sebelumnya, saat menghadapi algojo pertama Atletico, Saul, si kiper asal Belgia itu juga beruntung karena mengenai tiang gawang.
Bukan hanya itu, Courtois juga tercatat tampil gemilang sepanjang 2×45 menit babak normal dan 2×15 menit perpanjangan waktu.
ESPN mencatat, mantan kiper Atletico itu membuat enam kali penyelamatan.
Usai pertandingan, Courtois mengaku senang bisa menepis tendangan Thomas hingga membawa timnya meraih gelar juara.
“Saya sudah memikirkan dan mengingat (gaya para pemain Atletico) saat di bangku cadangan. Saat ditanya apakah saya sudah siap, ya, saya siap,” katanya dikutip dari Marca.
“Saul sedikit mengejutkan saya, tetapi saya tahu soal Thomas dengan jelas. Dia gagal karena menendangnya dengan keras. Saya sangat senang berhasil menepisnya,” tandasnya.
(jpnn/pojoksatu)

Satu Laga Lagi, Thibaut Courtois Pecahkan Rekor Real Madrid 32 Tahun Silam

POJOKSATU, MADRID – Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois perlahan tapi pasti mulai menunjukkan peran pentingnya di bawah mistar Los Blancos. Penjaga gawang asal Belgia ini bahkan tinggal tunggu memecahkan rekor klub yang sudah bertahan 32 tahun.
Courtois yang direkrut El Real pada musim panas 2018 memang menjalani musim debut dengan buruk. Kerap membuat blunder dan sering dibanding-bandingkan dengan pendahulunya, seperti Iker Casillas Keylor Navas.
Tapi musim ini, penggemar Real Madrid bisa melihat kepiawaian kiper 27 tahun itu seperti yang selalu ditunjukkan ketika masih berseragam Chelsea.
Titik balik kebangkitan Courtois adalah ketika tampil buruk di babak pertama melawan Club Brugge di Liga Champions yang membuat Zinedine Zidane menggantikannya selepas jeda.
Tapi setelah dipercaya kembali dalam beberapa laga berikutnya, Courtois terus tampil cekatan di bawah mistar.
Kini Courtois semakin dekat mematahkan rekor Real Madrid yang telah bertahan sejak 1987/1988 ketika kiper Paco Buyo hanya kebobolan 12 gol hingga paruh musim.
Hingga pekan ke-18 La Liga musim ini, El Real memang sudah 12 kali kebobolan. Tapi tiga gol di antaranya terjadi ketika Alphonse Areola bertugas di bawah mistar.
Jadi Courtois baru kebobolan sembilan kali dan paruh musim sisa satu laga. Yaitu melawan Getafe pada 4 Januari mendatang. Jika kebobolan tidak lebih dari dua gol, ia akan memecahkan rekor itu.
Sangat fenomenal untuk berpikir bahwa Courtois mampu membuat catatan yang baik Iker Casillas maupun Navas tidak dapat melakukannya selama bertahun-tahun di Los Merengues.
Sejauh ini Courtois telah mencatat 10 clean sheet dalam 18 pertandingan La Liga telah memberi energi kepada pemain Real Madrid lainnya dan tim hanya kalah sekali sejauh musim ini.
Los Blancos jelas memiliki peluang fantastis untuk memenangkan gelar liga. Jika tim bisa mendapatkan kembali ketajaman di lini depan, kemenangan akan datang berkat permainan fantastis dari garis pertahanan dan dari Courtois.
(fat/pojoksatu)

Real Madrid Siap Lepas Thibaut Courtois?

POJOKSATU.id, JAKARTA – Thibaut Courtois dikabarkan bakal dilepas Real Madrid pada akhir musim 2019/20.
Padahal, kiper asal Belgia itu masih terikat kontrak jangka panjang hingga tahun 2024.
Kabar ini mencuat seiring dengan penampilan Courtois yang dinilai menurun. Bahkan saat Madrid ditahan imbang 2-2 oleh Club Brugge, posisinya digantikan Alphonse Areola di paruh kedua.
Dilansir Calciomercato, Real Madrid tidak main-main dengan rencananya tersebut.
Mereka siap melepas sang kiper, andai gagal memperbaiki serta meningkatkan performa.
Saat ini pun, Madrid dikabarkan sudah mulai mempertimbangkan suksesor andai Courtois hengkang. Yakni penjaga gawang Athletic Bilbao, Unai Simon.
(zul/pojoksatu)

Lebih Andalkan Navas, Real Madrid Bakal Lepas Courtois?

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pelatih Real Madrid Zidane memberikan isyarat soal kemungkinan menjual Thibaut Courtois.
“Saya akan mengerti jika seorang penjaga gawang meminta kepada saya untuk pergi musim depan, itu bisa terjadi,” sebut Zidane seperti dilansir El Espanol.
Lebih lanjut, Zidane menyebut jika Madrid punya kiper terbaik. Namun, ia harus memilih salah satu.
“Saya katakan baru-baru ini bahwa saya punya tiga kiper terbaik, keduanya ada di skuat utama dan yang satunya lagi adalah sosok muda (Luca Zidane) yang punya masa depan sangat cerah.
“Keylor dan Thibaut adalah kiper bagus, saya harus memilih salah satunya tentu saja dan itu rumit bagi saya karena itu berarti saya harus menentukan mana yang lebih baik bagi tim,” paparnya.
Diketahui, Courtois dibeli dari Chelsea pada musim panas kemarin. Ketika itu, Madrid masih ditangani Julen Lopetegui sebelum dilanjutkan oleh Santiago Solari.
Namun, sekembalinya Zinedine Zidane, sang kiper asal Belgia ini tak mendapat jaminan inti dan bahkan kerap dirotasi dengan Keylor Navas.
(zul/pojoksatu)

Plakat Kiper Real Madrid Ini Dirusak Fans Rojiblancos

POJOKSATU.id, BANDUNG – Plakat kiper Real madrid, Thibaut Courtois di kawasan Wanda Metropolitano mendapat perlakukan tangan jahil oknum suporter Atletico Madrid.
Aksi tak terpuji itu ditenggarai sebagai bentuk kekecewaan terhadap sang kiper yang memilih bergabung dengan Real Madrid, rival Rojiblancos di LaLiga.
Dikutip dari Diario AS, aksi tersebut dilakukan sebelum pertandingan Atletico kontra Brugge, Rabu lalu dalam lanjutan babak penyisihan Liga Champions.

Menurut El Larguero, para pelaku memanfaatkan tidak adanya petugas yang menjadi di lokasi tersebut untuk merusak penghargaan bagi pemain Atletico Madrid yang telah mencapai 100 pertadingan tersebut.
Kiper timnas Belgia di Piala Dunia 2018 itu sendiri telah bermain sebanyak 154 kali untuk juara Liga Europa 2017/18 itu.
Aksi vandalisme itu sendiri bukan pertama kalinya terjadi. Sebelumnya, plakat legenda Atletico Madrid, Hugo Sanchez juga telah dirusak dengan corat-coret, ditempeli striker dan sampah.
Aksi tersebut sebagai bentuk kemarahan fans terhadap sang bomber yang memutuskan bergabung dengan Real Madrid setelah empat musim di Atletico Madrid di tahun 80-an.
(qur/pojoksatu)