thomas tuchel

Keyor Navas Bisa Jadi Jalan Datangkan Neymar

POJOKSATU.id, JAKARTA – Keylor Navas dikabarkan ingin meninggalkan Real Madrid. Bahkan, ia meminta segera dijual.
Situasi ini, jadi perhatian Paris Saint Germain. Menurut AS, Thomas Tuchel tertarik memboyongnya.
Madrid sendiri dilaporkan tidak ingin melepas Navas setelah Andriy Lunin dipinjamkan ke Real Valladolid. Sedangkan, Luca Zidane dipinjamkan ke Racing Santander.
Akan tetapi, peluang untuk merekrut Neymar sebagai bagian dari kesepakatan penjualan Navas dianggap dapat membuat Madrid tertarik untuk melepas pemain berusia 32 tahun tersebut.
Diberitakan sebelumnya, keinginan Navas untuk hengkang lantaran kerap menjadi langganan di bangku cadangan.
Sebab, pelatih Zinedine Zidane lebih memilih Thibaut Courtois sebagai kiper utama musim ini.
(zul/pojoksatu)

Thomas Tuchel Ogah Bahas Soal Neymar

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pelatih Paris Saint Germain (PSG) Thomas Tuchel terkesan enggan menjawab saat ditanya soal rumor kepergian Neymar.
Ia mengatakan jika masalah tersebut merupakan urusan klub dan pemain.
Meski begitu, dikatakan Tuchel, sejauh ini tidak ada kabar baru soal Neymar. Pemain asal Brasil itu masih berstatus pemain PSG.
“Tidak ada hal baru (untuk dilaporkan) mengenai Neymar. Bagi saya, ia masih seorang pemain PSG, dan kami terus menjalani latihan dengannya,” ujarnya dilansir Goal.
“Ini pertanyaan untuk klub dan Neymar. Jadi, dirinya tetap pemain saya. Tidak ada yang baru,” sambungnya.
Diketahui, transfer musim panas ini diramaikan rumor kepergian Neymar setelah dua musim memperkuat PSG.
Ia pun dikaitkan dengan kepindahan ke mantan klubnya, Barcelona. Rumor makin kencang setelah diri absen pada sesi latihan dan laga pramusim.
Meski begitu, hingga saat ini memang tidak ada perkembangan terbaru soal kabar transfer Neymar.
(zul/pojoksatu)

Dembele Dikabarkan Bakal ke PSG, Begini Respon Thomas Tuchel

POJOKSATU.id, JAKARTA – Thomas Tuchel angkat bicara soal kabar kepindahan Ousmane Dembele ke Paris Saint Germain.
Diketahui, kabar ini mencuat menyusul dengan isu kepindahan Neymar ke Barcelona. Dembele dikabarkan masuk dalam dalam kesepakatan tersebut.
Tidak hanya itu, Dembele juga memiliki pengalaman dengan Tuchel saat berada di Borussia Dortmund pada 2016/17.
Akan tetapi, terkait kabar tersebut Tuchel membantahnya. Ia mengatakan jika PSG tidak tertarik merekrut Dembele.
Tuchel pun mengaku, hingga saat ini tidak akan kontak antar klub untuk membahas hal tersebut.
“Kami tidak dapat membicarakan fakta yang ada di sini. Kami menjalani kontak satu tahun lalu, ketika saya berada di Singapura. Sejak saat itu kami tidak pernah melakukan kontak apapun,” kata Tuchel dikutip dari Goal.
Dalam kesempatan tersebut, Tuchel juga menyinggung status Neymar.
Dirinya mengatakan hingga saat ini, pemain asal Brasil itu masih berstatus pemain PSG. Neymar pun bakal tetap mengikuti sesi latihan.
Soal rencana kepindahan, Tuchel menegaskan hal tersebut bukan kewenangannya. Melainkan antara pemain dan klub.
“Semua jelas di antara kita, sekarang tergantung pada klub dan Neymar. Kami bekerja sama, ini adalah sesuatu di antara klub dan dia,” ucapnya dilansir dari Marca.
(zul/pojoksatu)

Tuchel : Neymar Ingin Pergi sebelum Copa America

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pelatih Paris Saint-Germain Thomas Tuchel telah mengkonfirmasi bahwa Neymar ingin pergi musim panas ini.
Berbicara dalam sebuah wawancara yang dilansir Marca, Tuchel mengungkapkan bahwa dirinya telah menyadari beberapa waktu bahwa mantan pemain Barcelona itu gelisah.
“Saya tahu bahwa dia ingin pergi sebelum Copa America, tetapi itu adalah topik antara klub dan Neymar,” kata.
Meski begitu, terkait proses transfer adalah masalah klub dan pemain.
“Semua jelas di antara kita, sekarang tergantung pada klub dan Neymar. Kami bekerja sama, ini adalah sesuatu di antara klub dan dia,” sambungnya.
Sebagaimana diketahui, Neymar gencar dikabarkan bakal hengkang. Barcelona adalah klub yang dikaitkan dengan keinginan pergi dari PSG.
Sejauh ini, Barcelona dikabarkan siap memberikan uang tunai sebesar 40 juta euro ditambah dua pemain, yaitu Philippe Coutinho dan Ousmane Dembele.
Hal itu membuat total valuasi dari Barcelona untuk Neymar mencapai 230 juta euro. Hanya saja, PSG belum memberikan respons mengenai tawaran tersebut.
(zul/pojoksatu)

Pelatih PSG Ingin Boyong Pemain Liverpool

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pelatih Paris Saint Germain (PSG) Thomas Tuchel mengaku tertarik pada pemain depan Liverpool Firmino.
Tuchel pun berharap PSG bisa membawa Firmino ke Parc des Princes musim panas ini.
Kehadiran Firmino bisa memperkuat barisan depan PSG, yang saat ini sudah memiliki Neymar dan Kylian Mbappe.
Saat ini, PSG dilaporkan sedang mempertimbangkan langkah selanjutnya, setelah musim yang mengecewakan di mana mereka tidak dapat maju ke Liga Champions.
Mereka akan berharap dapat melakukan langkah yang diperlukan di pasar transfer untuk memperkuat skuad.
Menurut BBC Sport, PSG bisa membuat langkah untuk merekrut Firmino dari Liverpool.
Akan tetapi, belum diketahui apakah The Reds akan merenungkan penjualan atau PSG akan membayar banyak uang untuk penyerang Brasil itu.
(zul/pojoksatu)

Karena Thomas Tuchel Bukan Pesulap, Berat bagi PSG Juara Liga Champions

POJOKSATU.id, PARIS – Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps melontarkan sikap pesimistisnya mengenai kans Paris Saint-Germain menjuarai Liga Champions musim ini.
Meski begitu, Deschamps yang baru saja  mempersembahkan mahkota Piala Dunia 2018 bagi Les Blues tak meragukan sama sekali kualitas para pemain PSG termasuk sosok sang pelatih, Thomas Tuchel.
Menurut Deschamps, mantan pelatih Borussian Dortmund itu punya kualitas di atas rata-rata sebagai peramu dan juru racik klub.

“Dia memiliki keterampilan sosial tingkat tinggi, bekerja dengan sangat teliti, memiliki otoritas dan pada saat yang sama memiliki kedekatan tertentu dengan para pemain,” sebut Deschamps seperti dikutip dari Diario As.
“Tapi maaf, ada banyak hal yang terjadi di Paris, dan dia bukan seorang pesulap,” ucapnya.
Deschamps pun merujuk pada hasil pertandingan PSG dengan Liverpool di fase grup yang dimenangkan oleh The Reds 3-2.
“Mereka bermain di liga di mana mereka memenangkan sebagian besar pertandingan bahkan dengan rem tangan dan kemudian tiba-tiba menemukan diri mereka di Liga Champions lagi, menghadapi lawan yang kualitas dan agresifitasnya benar-benar berbeda, dan PSG idak terbiasa dengan itu,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)