timnas argentina

Pelatih Brasil Curhat ke Wasit: Messi Suruh Saya Diam!

POJOKSATU.id, RIYADH – Kapten Argentina, Lionel Messi dan pelatih Brasil, Tite terlibat adu mulut ketika dua raksasa Amerika Selatan bentrok di Arab Saudi, Jumat (15/11/2019) malam waktu setempat. Tite pun mengadu ke wasit dan meminta Messi dihukum kartu kuning.
Messi berpaling ke arah sisi lapangan dan meletakkan jari-jarinya ke bibir dan di lain kesempatan memberi tahu pelatih Brasil bahwa dia terlalu banyak bicara.
Tite mengakui bahwa dia telah mengeluh kepada wasit pada babak pertama dan mengatakan dirinya terlibat adu mulut dengan Messi.
Lionel Messi mencetak satu-satunya gol pada laga uji coba Brasil kontra Argentina di King Saud University Stadium (Riyadh), Arab Saudi, Sabtu (16/11/2019) dini hari WIB.
“Saya mengeluh karena dia [Messi] seharusnya diberikan kartu kuning dan menyuruh saya diam dan saya mengatakan kepadanya untuk menutup mulutnya,” kata Tite.
Terlepas dari insiden itu, Tite memuji kinerja Messi dan Timnas Argentina yang dinilainya layak menang 1-0 pada laga tersebut.
Pertandingan lawan Brasil itu sendiri merupakan laga comeback bagi Messi yang sebelumnya absen tiga bulan. Ia menjalani skorsing setelah mengkritik federasi sepak bola Amerika Latin dan penyelenggaraan Copa America 2019. Dalam masa skorsing itu, Messi absen dalam 4 laga Tim Tango.
Messi kemudian menandai laga comeback-nya dengan mencetak gol penentu kemenangan Argentina atas Brasil. Gol La Pulga tercipta pada menit 14 setelah eksekusi penaltinya sempat ditepis Alisson Becker, namun bola disambar menjadi gol.
Argentina kini mencatat enam pertandingan tanpa kekalahan – jangka terpanjang mereka sejak 2016.
“Sejak awal kami mencoba bermain. Kami memiliki beberapa kesalahan dan mereka memiliki peluang,” kata Messi. “Tapi di babak kedua kami jauh lebih baik.”
“Ketika Anda menang, itu membuat Anda lebih nyaman dan itu sangat positif untuk apa yang ada di depan. Saya mengakhiri pertandingan dengan baik. Dan itulah yang kami lakukan di sana.”
Argentina akan menghadapi Uruguay dalam pertandingan persahabatan minggu depan sementara Brasil melawan Korea Selatan.
(fat/pojoksatu)

Lionel Messi: Sudahlah Peru, Copa America Sudah Diatur untuk Brasil

POJOKSATU.id, SAO PAULO – Superstar Argentina, Lionel Messi menjadi sorotan pada laga perebutan tempat ketiga Copa America 2019. Ia mendapat kartu merah pada laga yang dimenangkan Argentina dengan skor 2-1, Minggu (7/7/2019) dini hari WIB.
Delapan menit sebelum turun minum, Messi dan bek Chile, Gary Medel terlibat perselisihan sehingga keduanya mendapat kartu merah dari wasit Mauro Diaz de Vivar asal Paraguay.
Ini merupakan kartu merah kedua Messi sepanjang karirnya di Timnas Argentina senior, setelah sanksi serupa didapatnya kala debut bersama tim senior melawan Hongaria pada 2005.
Setelah pertandingan, Messi, yang menolak ikut pengalungan medali perunggu bersama rekan satu timnya, kembali melontarkan kritik tajam kepada pengadil.
Bintang Barcelona itu mengklaim kartu merah dari Diaz itu bukan semata karena insidennya dengan Medel. Menurutnya, kartu merah itu adalah imbas dari kritik kerasnya terhadap penyelenggaraan Copa America, setelah Argentina disingkirkan Brasil di semifinal.
Sebelumnya, Messi melontarkan kritik karena wasit tidak memberikan dua penalti kepada Argentina pada laga kontra Brasil.Dan La Pulga mengklaim insiden dengan Medel seharusnya hanya kartu kuning.
“Itu adalah permainan yang sering terjadi. [Medel] selalu bermain sampai batas. Saya pikir wasit bereaksi berlebihan. Dengan kartu kuning untuk kami berdua, itu sudah cukup,” katanya.
“Saya merasa sangat marah karena saya pikir saya tidak pantas mendapatkan kartu merah itu karena saya pikir kami memainkan permainan yang sangat bagus. Kami unggul, tetapi, seperti yang saya katakan baru-baru ini, sayangnya ada banyak korupsi wasit,” kritik Messi usai laga kontra Chile, dikutip Pojoksatu.id dari ESPN.
“Kami pergi dengan perasaan bahwa mereka tidak memungkinkan kami untuk berada di final, bahwa kami siap untuk lebih baik. Pertandingan Brasil dan pertandingan hari ini adalah dua penampilan terbaik kami, tetapi kemudian ketika Anda tulus, Anda mengatakan hal-hal dan hal-hal ini terjadi,” lanjutnya.
Ditanya langsung apakah kartu merahnya merupakan hasil dari keluhannya sebelumnya, Messi berkata: “Ya, sayangnya, ya. Anda tidak bisa jujur ​​dan Anda tidak bisa mengatakan bagaimana hal-hal harus dilakukan.”
Akibat kartu merah itu, Messi dipastikan absen pada laga pembuka kualifikasi Piala Dunia 2022 pada Maret tahun depan. Tapi Messi mengaku tidak khawatir tentang larangan tambahan karena kritik pedasnya.
“Mereka bisa melakukan apa pun yang mereka inginkan. Yang benar harus dikatakan,” katanya. “Saya pergi dengan tenang dan dengan kepala tinggi dan bangga dengan tim ini yang memberikan segalanya dan yang berkembang selama turnamen.”
“Saya harap tim ini dihormati dan orang-orang mendukung mereka karena mereka memiliki banyak hal untuk diberikan seperti yang mereka tunjukkan di pertandingan ini,” tutur Messi memuji rekan setimnya.
Messi pun sangat yakin tuan rumah Brasil akan mengalahkan Peru di final pada Minggu malam waktu setempat di Rio de Janeiro untuk mengangkat mahkota Copa pertama mereka sejak 2007.
“Saya pikir tidak ada keraguan. Sayangnya saya pikir ini (Copa America) sudah diatur untuk Brasil [untuk memenangkannya],” kata Messi. “Saya berharap bahwa VAR dan wasit tidak ada hubungannya dan bahwa Peru dapat bersaing karena mereka memiliki tim untuk menang, tetapi saya melihat itu sulit,” pungkasnya.
(fat/pojoksatu)

Argentina Gagal ke Final, Lionel Scaloni Masih Punya Kesempatan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Argentina gagal melaju ke final Copa America 2019 usai dikalahkan Brasil di babak semifinal, Rabu (3/7) lalu.
Kegagalan ini sempat menimbulkan spekulasi soal nasib Lionel Scaloni. Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) pun akhirnya memberikan pernyataan.
Mereka tidak akan memutus kontrak Scolani, melainkan masih memberikan kesempatan untuk pelatih 41 tahun itu.
Menurut televisi Argentina, TyC Sports, Scaloni mendapat penilaian positif dari AFA atas kinerjanya pada Copa America 2019.
Meski mengawali turnamen dengan kekalahan akibat kalah 0-2 oleh Kolombia (16/6), namun perjalanan Lionel Messi dkk terus melaju sampai empat besar.
“Scaloni dipercaya AFA sampai akhir tahun ini. Untuk sementara, tercatat masih ada empat laga ke depan selepas Copa America 2019,” tulis TyC Sports.
“Setelah itu, baru diputuskan apakah tetap bersama Scaloni atau mencari pelatih lain,” tambah TyC Sports.
Keempat laga ujicoba internasional tersebut akan menjadi materi evaluasi bagi posisi Scaloni.
Adapun jadwalnya, Argentina akan menghadapi Cile (6/9), Meksiko (11/9), Jerman (10/10), dan Brasil (14/11).
(jpc/pojoksatu)

Jadi Sasaran Kritik, Falcao Bela Lionel Messi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Radamel Falcao membela Lionel Messi yang dianggap selalu jadi sasaran kritik.
Salah satunya, saat Argentina takluk 0-2 dari Kolombia dalam babak penyisihan grup di Copa America.
Falcao menilai ekspektasi publik terlalu tinggi pada Messi. Karena itu, ia selalu dikritik.
Meski begitu, ia memahami jika hal tersebut merupakan harga yang harus dibayar oleh pemain terbaik dunia.
“Jika dia mencetak gol, mereka meminta dua. Jika dia mencetak gol lewat tendangan bebas, mereka mengatakan lawan tidak memasang ‘tembok’ penjagaan dengan benar,” ujar Falcao dilansir dari Tribal.
“Jika Argentina kalah, mereka mengatakan itu salahnya, itu harga yang harus dibayarnya untuk menjadi yang terbaik di dunia,” sambungnya.
Lebih lanjut, meski gagal saat lawan kolombia, Falcao yakin Messi akan kembali mencetak gol.
“Messi hampir membalikkan kami, saya yakin dia akan (mencetak gol) dalam dua pertandingan berikutnya,” tegasnya.
“Bagi kami, kami tidak bisa berpikir kami adalah kandidat (juara) hanya karena kami mengalahkan Messi Argentina, masih ada pekerjaan yang harus dilakukan,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Messi Kembali ‘Tinggalkan’ Argentina

POJOKSATU.id, JAKARTA – Lionel Messi dipastikan batal bela Argentina saat menghadapi Maroko pada 26 Maret mendatang.
Bukan tanpa alasan, absennya Messi karena ia mengalami cedera pangkal paha saat tim Tango menjalani laga uji coba lawan Venezuela, Sabtu (23/3) dini hari.
Diketahui, Messi kembali membela timnas Argentina setelah mengundurkan diri usai Piala Dunia 2018. Namun, kini ia kembali absen karena cedera.
Kini, dilaporkan Daily Mail, sang bintang pun sudah kembali ke Barcelona untuk menjalani pemulihan dari cedera yang dialaminya.
Setibanya di bandara, Messi disambut awak media dan penggemar. Usai melayani permintaan foto dan tanda tangan, ia bergegas masuk ke mobil.
Terkait cedera Messi, Barcelona tidak membantah. Mereka menyebutkan jika sang pemain memiliki masalah dengan daerah pinggulnya.
Adapun pemulihan diharapkan bisa berlangsung cepat, mengingat Barca akan menghadapi Manchester United di perempat final Liga Champions.
Dan dalam waktu dekat, Barcelona akan menghadapi Espanyol di laga lanjutan La Liga Spanyol, Sabtu (30/3) malam WIB.
Sementara Argentina, meski tanpa Messi, harus bangkit saat lawan Maroko usai menelan kekalahan 1-3 menghadapi Venezuela.
(zul/pojoksatu)

Puyol Ungkap Keinginan Terbesar Messi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Legenda Barcelona Puyol ungkap keinginan terbesar Lionel Messi.
Yakni, Messi ingin memenangkan trofi bersama Argentina.
Hal ini diungkapkannya saat mengetahui kabar pemain yang pernah menyabet gelar Ballon d’Or ini kembali ke timnas Argentina.
“Fakta bahwa Messi kembali ke tim nasional adalah berita bagus bagi Argentina dan bagi para pecinta sepak bola. Semakin banyak pertandingan yang kita lihat dari Messi, semakin baik, karena senang melihatnya menonton.
“Luar biasa bagaimana mereka hidup untuk sepak bola di Argentina,” tambah Puyol.
Lebih lanjut, Puyol mengingatkan untuk tidak lagi membebankan sepenuhnya tanggung jawab pada Messi. Pasalnya, hal tersebut tidak bisa mewujudkan untuk meraih trofi.
“Saya mengerti bagaimana mereka bisa marah dengan tim mereka, tetapi mereka tidak dapat menempatkan semua tanggung jawab pada Messi. Bagi saya, dia adalah pemain terbaik sepanjang masa, tetapi satu orang saja tidak dapat memenangkan apa pun,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Majal di Timnas Argentina, Lionel Messi Disarankan Pindah ke Spanyol

POJOKSATU.id, MADRID – Lionel Messi kerap tampil majal setiap mengenakan jersey La Albiceleste. Untuk kesekian kalinya, Messi gagal membawa Timnas Argentina berjaya di Piala Dunia.
Tak ayal Messi pun kerap mendapat kritikan atas performa kurang impresifnya bersama timnas yang sangat kontras dengan superioritasnya saat bermain untuk Barcerlona.
Teranyar, legend Timnas Argentina, Diego Armando Maradona telah melayangkan kritikan cukup pedas buat peraih 5 Ballon d’Or itu.
Tampil Impresif, Lionel Messi Diganjar Pemain Terbaik LaLiga Edisi September
Selain tak juga mampu mempersembahkan trofi Piala Dunia, Messi dinilai tidak pantas menjadi pemimpin tim.
Mantan pelatih kebugaran Maradona, Fernando Signorini pun coba membela pemain berusia 31 tahun itu, dan berharap Messi bisa memperkuat Timnas Spanyil untuk meraih trofi Piala Dunia.
“Saya berharap dia pindah kewarganegaraan ke Spanyol dan dia bisa membela La Roja untuk menjadi juara dunia,” kata Signorini kepada Radio Villa Trinidad seperti dikutip dari Marca.
Namun begitu, Signorini tentu paham sarannya itu bukan hal yang gampang dilakukan Messi. “Mereka tentu akan mengatakan jika Messi telah menjual tanah airnya karena tidak ingin bermain dengan tim nasional,” sebutnya.
“Namun saat ini dia tidak harus kembali ke tim Argentina, atau dia harus kembali ke Newell’s Old Boys,” ujarnya.
“Saya pikir atmosfer sepakbola (Timnas Argentina) tidak pantas untuk Messi,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Mauro Icardi: Lionel Messi Adalah Roh La Albiceleste!

POJOKSATU.id, MILAN – Pemain internasional Argentina, Mauro Icardi menegaskan jika Timnas Argentina membutuhkan kehadiran sosok Lionel Messi menatap ajang Copa America 2019.
Menurut bomber Inter Milan itu, La Albiceleste tidak akan bisa berbuat apa-apa tanpa kehadiran sang superstar yang bermain untuk Barcelona tersebut.
“Messi harus kembali memperkuat timnas karena kami akan menghadapi agenda Copa America,” sebut Icardi seperti dikutip dari Goal.
Leo Messi sendiri sepertinya sudah kehilangan gairah bersama timnas setelah ia kembali gagal mempersembahkan trofi Piala Dunia 2018 Rusia. Tim Tango bahkan gagal menembus final di Piala Dunia edisi ke-21 itu.
Langkah Leo Messi dan kawan-kawan dihentikan Timnas Prancis yang membungkamnya di babak 16 besar dengan skor cukup ketat 3-4.
Messi bahkan telah memberikan sinyalemen mundur dari pentas internasional bersama timnas setelah memberitahu pelatih interim Argentina Lionel Scaloni bahwa dia menolak terlibat di ajang internasional untuk beberapa saat.
Namun banyak pihak di Argentina yang mengharapkan dirinya untuk tetap bersama Albiceleste mengingat mereka akan menghadapi ajang prestisius di Amerika Selatan, yakni Copa America.
(qur/pojoksatu)

Kasihan, Maradona Sarankan Lionel Messi Mundur dari Timnas

POJOKSATU.id, BUENOS AIRES – Legenda Timnas Argentina, Diego Armando Maradona menyarankan Lionel Messi untuk tidak kembali ke Timnas Argentina.
Maradona merasa kasihan dengan superstar Barcelona itu yang selalu menjadi sasaran kekecewaan publik negaranya jika La Albiceleste menuai hasil minor.
Lionel Messi sendiri telah absen di beberapa laga ujicoba Timnas Argentina pasca gelaran Piala Dunia 2018 Rusia termasuk dipastikan absen di pertandingan berikutnya menghadapi Irak dan Brasil.

Maradona, seorang pemenang Piala Dunia 1986, merasa Messi – pencetak gol terkemuka sepanjang masa Argentina – harus pensiun dari tugas internasional.
“Jangan datang lagi,” kata Maradona saat diwawancara media asal Argentina, Clarin seperti dikutip dari Omnisport.
“Timnas U-15 kalah dan itu kesalahan Messi. Pertandingan di Argentina menempatkan Racing melawan Boca dan Messi harus disalahkan. Itu selalu salahnya,” sebutnya.
“Karenanya, aku akan berkata, ‘jangan pergi lagi’. Mari kita lihat apakah mereka bisa menanganinya,” ujarnya.
Maradona menilai, Leo Messi tidak bisa disalahkan atas pencapaian kurang mengesankan Timnas Argentina, terutama di Piala Dunia 2018 Rusia.
“Dia tidak bisa disalahkan karena Argentina tidak menjadi juara dunia,” ucapnya.
“Oke, kami menaruh harapan besar padanya, tetapi ketika Anda pergi ke arena balap, Anda memiliki harapan bahwa kuda Anda akan menang dan berakhir di urutan kedelapan,” sebut Maradona. “Di Formula 1, Vettel memiliki mesin yang hebat tetapi Hamilton selalu menang,”
“Dia tidak bisa disalahkan untuk apa pun, bukan salahnya jika orang lain kehilangan gairah,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)