W88top casino trực tuyến

timnas indonesia

Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong Baru Bisa Bilang Terima Kasih

POJOKSATU.id, BOGOR – Pelatih Timnas Indonesia resmi dikenalkan oleh PSSI, sore ini (28/12). Ia adalah pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae Yong.
Pelatih yang dikontrak semalam empat tahun ini, mengaku tidak akan kesulitan beradaptasi dengan cuaca di Indonesia.
Sebab menurutnya, cuaca di Korea Selatan dengan di Indonesia tidak jauh berbeda.
“Untuk cuaca di Indonesia tidak begitu berbeda dengan Korea. Jadi untuk adaptasi, pastinya tidak ada masalah,” ujarnya.
Sementara itu, soal bahasa, Shin Tae Yong tampaknya tidak khawatir bakal jadi kendala.
Terlebih lagi, dirinya menuturkan akan belajar bahasa Indonesia. Saat ini, ia mengaku baru bisa mengucapkan ‘terima kasih’.
“Soal belajar (bahasa Indonesia) saya pelajari pelan-pelan, yang saya bisa diucapkan baru ‘terima kasih’,” katanya.
Seperti diketahui, pasca ditunjuk sebagai pelatih, Shin Tae Yong berencana akan memanggil 60 pemain mulai dari kelompok umur, U-20, U-22 juga senior.
“Untuk sekarang, saya tidak bisa berkomentar apa-apa mengenai Timnas Indonesia. Nanti setelah bertemu pemain, baru bisa menilai. Pada 6 Januari 2020, saya akan kembali lagi ke sini mengumpulkan pemain,” tandasnya.
(adi/pojoksatu)

Usai Diperkenalkan Sebagai Pelatih Indonesia, Shin Tae Yong Langsung Pulang Kampung

POJOKSATU.id, BOGOR – PSSI baru saja memperkenalkan Shin Tae Yong sebagai pelatih Timnas Indonesia di Stadion Pakansari, Cibinong Kabupaten Bogor, Sabtu (28/12/2019) sore. Shin dikontrak hingga empat tahun ke depan.
Selain menukangi Timnas Indonesia senior, Shin Tae Yong juga akan memimpin Timnas Indonesia U-20 yang akan berlaga di Piala Dunia U-20 2021 mendatang.
Usai diperkenalkan sore tadi, Shin langsung pulang kampung, bertolak ke Korea Selatan.
“Setelah dari Pakansari akan kembali pulang (ke Korea Selatan, red),” kata Shin, dikutip Pojoksatu.id dari JPNN.
Sumber di internal PSSI menjelaskan, Shin Tae Yong dijadwalkan kembali ke Indonesia pada awal Januari nanti. Dia akan mulai bekerja, di bulan-bulan tersebut.
“Rencana kembali ke Indonesia pekan pertama Januari nanti, mungkin di tanggal 5 Januari 2020,” terang sumber tersebut.
Pelatih yang pernah menukangi Korsel di Piala Dunia 2018 itu tak hanya membesut Skuad Garuda yang akan melakoni laga lanjutan Kualifikasi Piala DUnia 2022 pada Maret 2020, tetapi juga mengurus timnas kelompok umur.
Namun untuk target terdekat, Shin diminta lebih fokus dulu menyiapkan skuat Garuda Muda yang akan berlaga di Piala Dunia U-20 2021. Pasalnya, Timnas Indonesia senior sudah tersingkir di kualifikasi Piala Dunia 2022.
“Kemarin Shin secara detail menyampaikan kepada saya bagaimana teknis dan strategi untuk mengembangkan tim nasional Indonesia,” ujar Ketua PSSI, Iwan Bule kepada wartawan saat melakukan jumpa pers.
Kemudian, lanjut Iwan Bule sapaan akrabnya, finalisasi kontraknya telah selesai dilaksanakan. Shin Tae Yong akan menjalankan program atau proyek jangka panjang dengan durasi kerjasama 4 tahun.
Tentunya, lanjut Iwan Bule, Shin diharapkan bisa membangun tim nasional Indonesia yang solid dan berprestasi. Hal itu tentu tidak bisa dilakukan dengan instan. Namun terukur dengan program kepelatihan yang disusun oleh tim pelatih.
“Jadi Shin Tea Yong tidak bekerja sendiri nanti ada asisten dan pembantunya yang dibawa dari korea dan pelatih-pelatih yang ada di Indonesia,” tutup Iwan Bule.
(adi/pojokbogor)

60 Pemain Bakal Dipanggil untuk Ikut Seleksi Timnas

POJOKSATU.id, BOGOR – Shin Tae Yong resmi dikenalkan sebagai pelatih Timnas Indonesia di Ruang VIP Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (28/12) sore.
Ia pun mengungkap rencana yang akan dilakukan pasca ditunjuk sebagai pelatih. Dikatakan, dirinya akan memanggil beberapa nama pemain mulai dari kelompok umur.
“Saya akan panggil pemain, jumlahnya 60. Mereka dari U-20, U-22 dan juga senior,” katanya.
Rencananya, latihan perdana dalam rangka seleksi pemain ini akan dihelat 13 Januari mendatang di Jakarta.
Sebelumnya, Shin Tae-Yong mengatakaan akan pulang ke Korea Selatan dan ke Indonesia pada 6 Januari mendatang.
Dia akan datang bersama seluruh staf kepelatihannya dan menyiapkan timnas Indonesia melakoni sisa laga di Kualifikasi Piala Dunia 2022.
“Saya akan pulang (ke Korea Selatan-red), nanti saya kembali dan memulai program,” katanya.
Terkait rencana seleksi pemain juga dibenarkan oleh Waketum PSSI Iwan Budianto. Dia menegaskan, bahwa PSSI akan meluncurkan surat pemanggilan kepada pemain dan klub pada 10 Januari.
“Tanggal 6 Januari di sini, dia akan langsung kami berikan database pemain. Setelah dipilih nama-nama yang akan dipanggil, pada 10 Januari kami luncurkan suratnya ke klub-klub,” tandasnya.
Untuk diketahui, pelatih asal Korea Selatan itu menandatangani kontrak berdurasi 4 tahun sebagai pelatih Timnas Garuda.
(jpnn/pojoksatu)

Tukangi Timnas Senior dan Indonesia U-20, Shin Tae Yong Fokus ke Piala Dunia 2021

POJOKSATU.id, BOGOR – Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae Yong (STY) resmi menakhodai Timnas Indonesia untuk jangka waktu 4 tahun. Selain melatih tim senior, Shin juga akan menjadi pelatih kepala untuk Timnas Indonesia U-20, dengan fokus utama menghadapi Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang.
Pelatih 50 tahun itu diharapkan bisa membawa Bagus Kahfi dkk berbicara banyak di pentas dunia dua tahun mendatang, di mana Indonesia sebagai tuan rumah.
“Dia melatih Timnas Indonesia senior dan U-20. Namun, dia juga ingin memantau perkembangan timnas level usia seperti U-22 dan U-16,” ujar Ketua PSSI, Mochamad Iriawan pada prosesi perkenalan Shin Tae Yong di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Sabtu (28/12/2019).
Seperti diketahui, PSSI dan Shin Tae Yong telah melakukan penandatanganan kontrak dengan PSSI untuk menjadi pelatih Timnas Indonesia, di Ruang VIP Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor.
Penandatangan sendiri dilakukan STY dan Ketua PSSI, Mochammad Iriawan atau Iwan Bule. Turut disaksikan Wakil Ketua PSSI, Iwan Budianto, Sekjen PSSI, Ratu Tisha.
Shin akan melakukan tugas pertamanya memimpin Timnas Indonesia pada lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022 yang akan dilaksanakan pada Maret 2020.
Namun, Shin diminta lebih fokus menyiapkan skuat Garuda Muda yang akan berlaga di Piala Dunia U-20 2021. Pasalnya, Timnas Indonesia senior sudah tersingkir di kualifikasi Piala Dunia 2022.
“Kemarin Shin secara detail menyampaikan kepada saya bagaimana teknis dan strategi untuk mengembangkan tim nasional Indonesia,” ujarnya kepada wartawan saat melakukan jumpa pers.
Kemudian, lanjut Iwan Bule sapaan akrabnya, finalisasi kontraknya telah selesai dilaksanakan. Shin Tae Yong akan menjalankan program atau proyek jangka panjang dengan durasi kerjasama 4 tahun.
Tentunya, lanjut Iwan Bule, Shin diharapkan bisa membangun tim nasional Indonesia yang solid dan berprestasi. Hal itu tentu tidak bisa dilakukan dengan instan. Namun terukur dengan program kepelatihan yang disusun oleh tim pelatih.
“Jadi Shin Tea Yong tidak bekerja sendiri nanti ada asisten dan pembantunya yang dibawa dari korea dan pelatih-pelatih yang ada di Indonesia,” tutup Iwan Bule.
(adi/pojokbogor)

RESMI…Shin Tae Young Latih Timnas Indonesia, Dikontrak 4 Tahun

POJOKSATU.id, BOGOR – Tim Nasional Indonesia resmi memiliki pelatih baru, Shin Tae Yong. Pelatih asal Korea Selatan itu menandatangani kontrak berdurasi 4 tahun sebagai pelatih Timnas Garuda.
Shin meneken kontrak lalu diperkenalkan ke media oleh PSSI di Ruang VIP Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (28/12/2019) sore.
Penandatangan sendiri dilakukan STY dan Ketua PSSI, Mochammad Iriawan atau Iwan Bule. Turut disaksikan Wakil Ketua PSSI, Iwan Budianto dan Sekjen PSSI, Ratu Tisha.
Shin akan melakukan tugas pertamanya pada lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022 yang akan dilaksanakan pada bulan Maret 2020.
Ketua PSSI, Mochammad Iriawan atau Iwan Bule menjelaskan alasan penunjukan Shin sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Menurut Iriawan, pemilihan Shin sesuai hasil rapat Exco PSSI, Departemen Teknik serta sejumlah pelatih yang ada di Indonesia.
Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae Yong resmi menukangi Timnas Indonesia, Sabtu (28/12/2019). ft/adipojokbogor
“Kemarin Shin secara detail menyampaikan kepada saya bagaimana teknis dan strategi untuk mengembangkan tim nasional Indonesia,” ujarnya kepada wartawan saat melakukan jumpa pers, usai pendatanganan kontrak.
Kemudian, lanjut Iwan Bule, finalisasi kontraknya telah selesai dilaksanakan. Shin Tae Yong akan menjalankan program atau proyek jangka panjang dengan durasi kerjasama empat tahun. “Nanti ada konsulnya kenapa 4 tahun,” ucapnya.
Tentunya, lanjut Iriawan, ingin membangun tim nasional Indonesia yang solid dan berprestasi. Hal itu tentu tidak bisa dilakukan dengan instan. Namun terukur dengan program kepelatihan yang disusun oleh tim pelatih.
“Jadi Shin Tea Yong tidak bekerja sendiri nanti ada asisten dan pembantunya yang dibawa dari korea dan pelatih-pelatih yang ada di Indonesia,” tutup Iwan Bule.
(adi/pojokbogor)

Soal Pelatih Baru, Ini Kata Ketum PSSI

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI sudah memutuskan untuk mengakiri kerja sama dengan Simon McMenemy. Saat ini, pihaknya pun tengah mencari pelatih baru.
Dikabarkan, pelatih baru merujuk pada dua nama yakni Luis Milla dan Shin Tae-yong.
Ketua Umum PSSI M. Iriawan alias Iwan Bule mengaku sudah meminta keduanya datang ke Malaysia pada 19 November mendatang.
Pasalnya, PSSI ada di Malaysia bersama timnas untuk pertandingan Kualifikasi Piala Dunia melawan Malaysia.
“Keduanya juga sudah mau untuk datang, memaparkan programmnya kepada kami,” ujarnya.
Sementara itu, laga lawan Malaysia nanti, timnas masih ditangani Simon McMenemy.
Dalam kesempatan tersebut, Iwan Bule menepis kabar yang menyebutkan McMenemy tidak mau berangkat ke Malaysia.
“Dia tidak berniat sama sekali untuk tidak datang ke Malaysia, jadi mohon dikoreksi,” ujarnya.
Iwan Bule juga menerangkan kalau PSSI sudah menjelaskan juga ke McMenemy kalau tidak ada pemutusan kontrak sepihak. Pihaknya bakal membayar sisa kontrak yang ada sesuai kesepakatan.
(jpc/pojoksatu)

Masuk Timnas Indonesia, Ardi Idrus : Bangga dan Tidak Menyangka

POJOKSATU.id, BANDUNG – Timnas Indonesia akan menghadapi Malaysia pada laga Kualifikasi Piala Dunia Grup E di Stadion Bukit Jalil, 19 November 2019.
Jelang pertandingan, sejumlah pemain mendapat panggilan untuk memperkuat timnas. Salah satunya bek Persib Bandung Ardi Idrus.
Ardi mengaku tidak menyangka dirinya masuk daftar pemain Timnas Indonesia untuk menghadapi Malaysia.
Ardi merupakan satu dari 23 pemain yang dipersiapkan dalam laga Kualifikasi Piala Dunia Grup E di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, 19 November 2019.
“Saya juga kaget dengan pemanggilan ini. Saya juga bersyukur ini kesempatan bagus buat saya,” kata Ardi dilansir laman Liga Indonesia.
“Saya juga bangga dan tidak menyangka juga. Saya berterima kasih kepada rekan-rekan di tim juga staf pelatih karena percaya kepada saya,” sambungnya.
Lebih lanjut, Ardi menilai masih banyak pemain yang memiliki kemampuan lebih bagus dibanding dirinya.
Oleh karena itu, Ardi mengaku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut.
Untuk diketahui, Ardi bukan satu-satunya pemain Persib yang mendapat panggilan untuk memperkuat timnas.
Selain Ardi, ada juga Febri Hariyadi sebagai perwakilan dari tim Persib yang masuk timnas.
(jpnn/pojoksatu)

Ranking FIFA : Timnas Indonesia Turun Empat Peringkat

POJOKSATU.id, JAKARTA – FIFA merilis rangking terbaru, Kamis (24/10). Hasilnya, posisi Timnas Indonesia turun empat peringkat.
Indonesia kini ada di posisi ke-171 dengan perolehan 975 poin, unggul satu poin dari Kamboja di posisi ke-172.
Penurunan rangking FIFA ini disinyalir karena rentetan hasil buruk yang didapat timnas.
Tercatat, timnas menelan empat kekalahan dari Vietnam, Malaysia, Thailand dan UEA di ajang kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.
Sementara itu, jika melihat daftar rangking yang ada, Vietnam masih menjadi yang terbaik di regional Asia Tenggara.
Vietnam menempati peringkat ke-97 dengan poin 1245 poin. Disusul Thailand di peringkat 109 dengan 1193.
Kemudian ada Filipina di peringkat 126, Myanmar di peringkat 147, Malaysia di peringkat 158 dan Singapura di peringkat 159.
Sedangkan Laos, ada di bawah Indonesia dan Kamboja, yakni di peringkat 188. Brunei Darussalam di peringkat 191 dan Timor Leste di peringkat 198.
(zul/pojoksatu)

Jelang Lawan UEA, Simon McMenemy Ungkap Kondisi Pemain

POJOKSATU.id, JAKARTA – Timnas Indonesia akan menghadapi Uni Emirat Arab (UEA) pada laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022, Kamis (10/10) malam WIB.
Jelang pertandingan yang digelar di Stadion Al Maktoum, Dubai, pelatih timnas Simon McMenemy sebut pemain dalam kondisi baik.
Bukan hanya, Simon juga memastikan jika pemain siap meraih hasil positif dari tuan rumah.
Hal ini tak lepas dari persiapan yang dilakukan. Diketahui, skuad Garuda sengaja datang lebih awal pada 3 Oktober ke UEA.
“Kondisi pemain saat ini bagus, selalu ada perkembangan positif setiap harinya,” ujar Simon dikutip dari laman resmi PSSI.
“Tantangan yang besar bagi Timnas Indonesia melawan UEA di laga tandang ini. Tapi kami percaya bisa improve untuk terima tantangan ini dengan baik. Tentu butuh kerja keras dan ingin mendapat hasil positif,” sambungnya.
Meski begitu, Simon mengingatkan para pemainnya untuk tetap fokus. Pasalnya, UEA memiliki tim dan pelatih yang bagus.
“Kami selalu mencoba positif dengan apa yang kami miliki dan memastikan punya senjata untuk melawan UEA. Kami harus fokus dan hati-hati dalam bermain nanti. UEA punya tim dan pelatih yang bagus. Kondisi pemain saat ini bagus, selalu ada perkembangan positif setiap harinya,” sambungnya.
(zul/pojoksatu)

Jelang UEA Vs Indonesia, Simon McMenemy Klaim Anak Asuhnya Kian Berkembang

POJOKSATU.id, DUBAI – Timnas Indonesia akan melakoni laga lanjutan Kualidkasi Piala Dunia 2022 melawan Uni Emirates Arab (UEA) di Stadion Al Maktoum, Dubai, Kamis (10/10/2019) mendatang. Jelang laga krusial itu, pelatih Timnas Garuda, Simon McMenemy mengklaim anak asuhnya semakin berkembang.
Evan Dimas dkk sendiri terus berlatih serius di Lapangan Al Arabi Sports Club. Timnas Indonesia sengaja datang lebih awal pada 3 Oktober ke UEA sebagai bagian dari persiapan pertandingan.
“Kami berlatih game internal. Kami membagi tim menjadi dua. Perkembangan pemain semakin bagus, hal ini tentu menjadi hal yang positif jelang melawan UEA,” kata pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy dikutip dari situs resmi PSSI.
“Pemain harus memahami formasi dan cara bermain yang akan dipilih. Entah itu saat bertahan maupun menyerang, mereka harus mengerti cara bermainnya. Yang paling penting bermain dengan benar. Dan memastikan strategi berjalan tepat dan memastikan pemain berusaha untuk melakukan tugasnya,” tambahnya.
Sementara pemain tengah Timnas Indonesia, Evan Dimas mengaku saat ini kondisinya dan tim semakin oke dan siap melawan tuan rumah UEA.
“Saat game internal tadi, pelatih memberikan berbagai menu taktikal dan strategi bagaimana melawan UEA. Kami juga tidak mengalami kendala di UEA, karena sudah beberapa hari melakukan adaptasi disini,” kata Evan.
Setelah semalam berlatih game internal, Timnas Indonesia berlatih recovery di kolam renang hotel. Selanjutnya pemain free hingga berkumpul kembali saat makan malam.
(fat/pojoksatu)