timnas italia

Taklukkan Armenia 9-1, Italia Cetak Rekor Baru

POJOKSATU.id, JAKARTA – Italia mencetak rekor baru saat menaklukkan Armenia dengan skor 9-1 di laga terakhir kualifikasi Euro 2020, Selasa (19/11).
Gli Azzurri, julukan timnas Italia mencatat kemenangan besar dalam sejarah mereka dengan mencetak sembilan gol dalam satu pertandingan.
Terakhir, mereka melakukannya saat mengalahkan Amerika Serikat dengan skor 9-0 pada tahun 1948.
Adapun sembilan gol dicetak oleh Ciro Immobile dan Nicolo Zaniolo yang sama-sama mencetak dua gol.
Kemudian ada Jorginho yang mencetak gol lewat titik penalti. Sisanya dicetak oleh Nicolo Barella, Alessio Romagnoli, Riccardo Orsolini dan Federico Chiesa.
Satu-satunya gol Armenia, dicetak oleh Edgar Babayan di menit ke-79.
Kemenangan ini membuat Italia kokoh di puncak klasemen dengan nilai sempurna, yakni 30 poin.
Dengan kata lain, Italia tidak pernah kalah ataupun mendapat hasil seri selama babak kualifikasi.
(zul/pojoksatu)

Roberto Mancini: Balotelli Kembali Masuk Timnas, Jika…

POJOKSATU.id, JEREVAN – Pelatih Italia, Roberto Mancini mengatakan Mario Balotelli harus menjalani musim yang luar biasa agar punya peluang kembali membela tim nasional Italia.
Balotelli baru-baru ini kembali ke Serie A bersama Brescia, klub kota kelahirannya, tetapi musimnya belum dimulai karena ia menjalani larangan empat pertandingan.
BACA JUGA: Ada Klausul ‘Aneh’ dalam Kontrak Lionel Messi, Berisiko bagi Barcelona
Berbicara kepada TV Rai negara Italia sebelum laga kualifikasi Kejuaraan Eropa Italia di Jervan, Armenia pada hari Kamis, Mancini berharap Balotelli bisa mengembalikan performa terbaiknya.
“Saya berharap dengan kembalinya dia ke kota asalnya menjadi kesempatan untuk benar-benar meluncurkan kembali karirnya. Dia berusia 29 tahun dan harusnya berada di puncak karir. Seorang pemain dengan kualitasnya tidak bisa sepenuhnya kehilangan semua yang dia tunjukkan selama bertahun-tahun. Itu tergantung padanya,” kata Mancini.
Pelatih Timnas Italia, Roberto Mancini.(espnfc.com)
Mantan pelatih Inter Milan dan Manchester City itu kemudian mematok syarat khusus kepada Balotelli agar bisa kembali membela Timnas Italia.
“Jika Mario mencetak 25 gol, menekan lawan, bekerja dengan tim dan melakukan segala sesuatu yang harus dilakukan oleh pemain berusia 29 tahun, maka saya pikir dia memiliki kesempatan untuk (kembali membela) Timnas Italia. Namun, penting baginya bahwa dia harus memiliki musim yang luar biasa,” tuturnya.
BACA JUGA: Detik-detik Kerusuhan Suporter Saat Indonesia Vs Malaysia di SUGBK
Mancini melatih Balotelli di Manchester City dan memasukkan striker itu ke dalam dua regu Italia pertamanya, memberinya dua caps pertamanya sejak Piala Dunia 2014, tetapi penyerang itu belum dipanggil dalam setahun.
Balotelli telah mencetak 14 gol dalam 36 penampilan untuk Azzurri.
Larangan empat pertandingan bermula dari kartu merah langsung dalam pertandingan terakhir Balotelli untuk Marseille melawan Montpellier pada Mei lalu.
(fat/pojoksatu)

Italia dan Belanda Penuhi Kuota Perempat Final

POJOKSATU.id, JAKARTA – Italia dan Belanda memenuhi kuota babak perempat final Piala Dunia Wanita.
Hal ini terjadi setelah Italia menumbangkan wakil Asia, China dengan skor dua gol tanpa balas.
Valentina Giacinti membuka keunggulan Italia lewat gol yang dicetak di menit ke-15. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Di babak kedua, Italia berhasil menambah keunggulan. Kali ini, Aurora Galli yang mencatatkan namanya di papan skor setelah mencetak gol di menit ke-49.
Hingga akhir pertandingan, Italia mampu mempertahankan keunggulan 2-0. Dengan ini mereka berhak melaju ke babak perempat final.
Sementara itu, satu tiket babak perempat final diraih oleh Belanda setelah mengalahkan Jepang.
Belanda unggul lebih dulu lewat Lieke Martens di menit ke-17. Namun, dua menit jelang waktu normal babak pertama berakhir, Jepang mampu menyamakan kedudukan.
Gol penyama kedudukan dicetak oleh Yui Hasegawa, tepatnya di menit ke-43.
Di akhir pertandingan, Martens menjadi pahlawan Belanda usai mencetak gol kedua lewat tendangan penalti.
(zul/pojoksatu)

Gunduli Liechtenstein, Pemain Tua Italia Sumbang Gol

POJOKSATU.id, JAKARTA – Italia pesta gol di kandang saat menjalani laga kualifikasi Euro 2020 Grup J, Rabu (27/3) dini hari WIB.
Bermain di Ennio Tardini, Gli Azzurri berhasil menggunduli lawannya Liechtenstein enam gol tanpa balas.
Kemenangan Azzurri dibuka oleh Stefano Sensi yang mencetak gol di menit ke-17. Italia pun berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Kali ini lewat Marco Verratti yang mencetak gol di menit ke-32. Tiga menit berselang, giliran Fabio Quagliarella yang menjebol gawang Liechtenstein lewat tendangan penalti.
Tidak hanya satu, striker Sampdoria mencetak dua gol jelang akhir pertandingan babak pertama kembali lewat tendangan penalti.
Quagliarella sendiri merupakan salah satu pemain tua di skuad Gli Azzurri. Ia mendapat kepercayaan dari Mancini meski usianya 36 tahun.
Sebelum kebobolan 4-0, malang bagi Liechtenstein. Mereka harus kehilangan satu pemain yakni Daniel Kaufmann yang terkena Kartu Merah di menit ke-45+2.
Di babak kedua, pemain muda Italia tak mau kalah. Moise Kean juga mencatatkan namanya di papan skor hingga merubah kedudukan menjadi 5-0.
Italia menutup kemenangan menjadi 6-0 dengan gol yang dicetak Leonardo Pavoletti di menit ke-76.
(zul/pojoksatu)

Kontra Liechtenstein, Italia Diterpa Badai Cedera

POJOKSATU.id, JAKARTA – Italia akan menghadapi Liechtenstein pada kualifikasi Euro 2020, Rabu (27/3) dini hari WIB.
Bermain di Stadion Ennio Tardini, pasukan Roberto Mancini lebih diunggulkan. Mengingat di laga perdana mereka juga menang atas Finlandia 2-0.
Namun begitu, pada laga ini, Mancini harus dihadapkan sejumlah masalah. Diantaranya banyak pemain yang cedera.
Mulai dari Federico Chiesa, Alessandro Florenzi, Cristiano Piccini hingga Stephan El Shaarawy harus menepi karena cedera.
Karena itu, kemungkinan Mancini akan melakukan rotasi pemain. Diantaranya dengan memasang Fabio Quagliarella sebagai starter menggantikan Ciro Immobile yang dibangkucadangkan.
Perkiraan Susunan Pemain
Italia : Donnarumma; Biraghi, Chiellini, Bonucci, Spinazzola; Barella, Verratti, Jorginho; Bernardeschi, Quagliarella, Kean.
Liechtenstein : Buchel; Wolfinger, Kaufmann, Goppel, Rechsteiner; Weiser; Hasler, Polverino, M.Buchel, Salanovic; Gubser.
(zul/pojoksatu)

Kontra Finlandia, Pelatih Italia Panggil Striker Sampdoria

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pada kualifikasi Piala Eropa 2020, Italia akan menghadapi Finlandia. Pertandingan keduanya akan digelar Minggu (24/3) mendatang.
Jelang pertandingan, pelatih Italia Roberto Mancini membahas soal skuad yang akan diturunkannya.
Dikatakan, dirinya tidak bisa mengabaikan striker Sampdoria Fabio Quagliarella.
Meski usianya 36 tahun, namun penampilan Quagliarella masih bisa diandalkan untuk membantu Italia.
“Quagliarella? Dia terus mencetak gol jadi saya tidak bisa tidak memanggilnya. Dia semakin tua, itu sudah jelas, tapi saya pikir dia masih bisa membantu kita,” ujarnya.
Disebutkan Mancini, Quagliarella akan tampil bersama Italia pada pertandingan kontra Finlandia atau Liechtensten.
“Kami harus mempersiapkan pertandingan ini dengan baik dan fokus karena setiap pertandingan memiliki jebakan yang tersembunyi,” paparnya.
“Kami ingin memenangkan banyak game untuk tempat kami di grup,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Ikuti Jejak Para Senior, Giorgio Chiellini Ukir Milestone Bersama Italia

POJOKSATU.id, MILAN – Giorgio Chiellini mencatatkan caps ke-100 bersama Timnas Italia di laga kontra Portugal di ajang UEFA Nations League.
Laga itu sendiri berakhir imbang dengan skor kacamata 0-0, di Guiseppe Meazza, Milan, Minggu (18/11/2018) dini hari WIB.
Chiellini mencapai milestone ini selama 14 tahun sejak debutnya untuk Gli Azzuri untuk bergabung dengan para seniornya seperti Andrea Pirlo, Gianluigi Buffon, Paolo Maldini, Dino Zoff, Daniele De Rossi, dan Fabio Cannavaro.
Dikutip dari Goal, Chiellini sendiri sebenarnya sempat memutuskan mundur dari pentas internasional bersama Timnas Italia. Alasannya, untuk memberikan kesempatan kepada tim untuk memulai era yang baru setelah kekalahan di pertandingan play-off Piala Dunia 2018 melawan Swedia.
Namun, empat bulan kemudian, Chiellini dimasukkan ke dalam skuat Italia oleh pelatih interim Luigi Di Biagio untuk laga uji coba kontra Argentina dan Inggris, meski cedera akhirnya memaksa dirinya mengundurkan diri.
Pelatih permanen Roberto Mancini juga memanggil Chiellini ke dalam skuatnya, bahkan menunjuk dia sebagai kapten tim setelah Gianluigi Buffon pensiun.
Chiellini menjalani caps ke-98 saat Italia lawan Polandia di pertandingan pembuka UEFA Nations League pada September lalu sebelum ia mengukir caps ke-99 ketika imbang lawan Ukraina pada bulan lalu.
Di level klub, Chiellini juga memainkan peran kunci untuk Juventus. Ia merupakan pemain terlama ketujuh untuk Bianconeri sepanjang masa, dengan hampir menjalani penampilan ke-500 sejak didatangkan dari AS Roma pada 2005.
(qur/pojoksatu)

3 Kesalahan Terbesar Marcello Lippi Sepanjang Kariernya

POJOKSATU.id, TURIN – Marcello Lippi buka-bukaan soal karier panjangnya sebagai sosok pelatih sejumlah klub-klub papan atas dunia.
Namun, dibalik karier gemilangnya, pelatih legendaris asal Italia itu ternyata mengaku telah melakukan tiga kesalahan besar dalam kariernya tersebut.
Padahal, Lippi adalah sosok pelatih dengan sederet prestasi gemilang. Ia pernah memenangkan semua gelar bersama Juventus.
Sosok yang kini berusia 70 tahun itu juga pernah membawa Timnas Italia mengangkap trofi Piala Dunia 2006. Lippi juga jadi pelatih pertama yang mampu menyandingkan gelar Liga Champions Eropa dan Asia.
Meski begitu, Lippi mengaku masih menyimpan penyesalan mendalam atas tiga kesalahan terbesar yang pernah diperbuat sepanjang kariernya.
“Dalam karier saya, saya memenangkan semua yang saya impikan bahkan lebih,” ucap Lippi Corriere dello Sport seperti dikutip dari Goal.
“Namun saya melakukan tiga kesalahan yang fatal. Saya salah karena mengundurkan diri dari timnas Italia usai menjuarai Piala Dunia 2006, dan (kesalahan kedua) saya seharusnya tidak kembali (Piala Dunia 2010),” tuturnya.
Pasalnya, diakui Lippi, di Piala Dunia 2010 yang diadakan di Afrika Selatan, ia mengaku terlampau jemawa dalam menentukan pilihan pemain yang disebutnya sebagai kesalahan ketiga.
“Akhirnya, saya terlambat sadar bahwa beberapa pemain sudah memberikan segalanya,” imbuhnya.
Penyesalan Lippi sepertinya tak berlebihan mengingat Gli Azzuri tampil majal di Piala Dunia edisi tersebut. Timnas Italia yang datang sebagai sang petahana tereliminasi secara mengenaskan setelah finis sebagai juru kunci grup di bawah Paraguay, Slowakia, dan Selandia Baru.
(qur/pojoksatu)

Gianluigi Buffon Diminta Kembali ke Timnas Italia!

POJOKSATU.id, ROMA – Gianluigi Buffon telah memutuskan gantung sepatu dari pentas internasional bersama Timnas Italia.
Namun, penggawa Gli Azzuri, marco Verratti yakin, Buffon yang kini memperkuat Paris Saing-Germain itu selalu tersedia untuk panggilan negaranya.
Verratti mengklaim, kiper legendaris itu siap menerima panggilan timnas Italia apabila memang dibutuhkan.
Verratti yang kini bermain bersama Buffon di Les Parisiens meyakini sang kiper akan selalu menyambut dengan tangan terbuka apabila dipanggil untuk memperkuat kembali timnas Italia.
Verratti pun mendukung penuh apabila Buffon kembali mengenakan jersey kebanggaan biru untuk memainkan beberapa laga internasional.
“Timnas Italia adalah rumahnya,” kata Verratti kepada Le Parisien seperti dikutip dari Goal.
“Saya yakin, jika Italia membutuhkan dia, dia akan selalu menjawabnya. Ketika kami berbicara tentang hal itu, dia memberitahu saya bahwa dia akan selalu siap untuk membantu tim,” ungkapnya.
Gianluigi Buffon memutuskan mundur dari Timnas Italia pada Mei lalu setelah Gli Azurri gagal mentas di Piala Dunia 2018 Rusia.
(qur/pojoksatu)