timnas jerman

Neuer Kalah Bersaing dari Ter Stegen, Presiden Bayern Malah Ancam Boikot Timnas Jerman

POJOKSATU.id, MUNICH – Pelatih Joachim Low boleh bangga karena punya sejumlah kiper kualitas kelas dunia pada diri Manuel Neuer dan Marc-Andre ter Stegen. Dua penjaga gawang andalan ini pun bersaing menjadi pilihan utama Low.
Masalahnya, Presiden Bayern, Uli Hoeness ikut campur menanggapi persaingan Ter Stegen dan Neuer. Ia tidak mau kalau pemainnya (Neuer) bukan pilihan utama di Timnas Jerman.
Tidak tanggung-tanggung, Hoeness mengancam akan memboikot, tidak akan membolehkan pemain Bayern lainnya memperkuat Timnas Jerman jika Neuer tak jadi kiper utama Der Panzer.
BACA JUGA: Bukan Coutinho, Ini yang Bisa Bikin Bayern Munchen Sukses
Dikutip Pojoksatu.id dari Goal Internasional, Uli Hoeness memperingatkan Jerman agar tidak memilih Marc-Andre ter Stegen dan mencampakkan Manuel Neuer, atau menghadapi kehilangan sejumlah bintang Allianz Arena.
Ter Stegen memenuhi syarat untuk mendapat tempat di starting line-up Joachim Low di tingkat internasional dengan penampilannya gemilangnya bersama Barcelona dalam beberapa pekan terakhir.
Pelatih Timnas Jerman, Joachim Low.
Pemain berusia 27 tahun itu terpaksa duduk di bangku cadangan saat Jerman kalah 2-4 dari Belanda dan mengalahkan Irlandia Utara 2-0 dalam pertandingan kualifikasi Euro 2020 awal bulan ini. Frustasinya memuncak ketika kembali ke Camp Nou.
Ter Stegen secara terbuka menyuarakan keluhannya, mengklaim bahwa ia telah melakukan segalanya untuk jadi pilihan utama Low. Lalu Neuer mengkritik rekan senegaranya karena berbicara tentang masalah ini.
Panasnya hubungan antara dua pemain telah jadi perbincangan di media, kemudian Hoeness sepenuhnya menolak gagasan bahwa kiper utama Bayern bisa segera dibuang di panggung internasional. Ia bahkan mengancam akan boikot.
BACA JUGA: Kalahkan Ou/Zhang, Fajar/Rian Susul Marcus/Kevin
Presiden Bayern mengatakan kepada Sport Bild: “Kami tidak akan pernah menerima bahwa [Ter Stegen menggantikan Neuer sebagai No.1]. [Jika Bayern diberitahu tentang perubahan] sebelum itu terjadi, kami tidak akan lagi mengirim pemain ke tim nasional,” tegas Hoeness.
Media Jerman itu kemudian bertanya kepada direktur teknis Die Mannschaft, Oliver Bierhoff apakah dia khawatir dengan komentar Hoeness. “Tidak. Dan menurut peraturan FIFA, setiap klub berkewajiban untuk mengirim pemain mereka ke tim nasional,” tantang Bierhoff.
Ter Stegen menjadi pemain kunci Barcelona sejauh musim ini, terutama membantu timnya menahan imbang Borussia Dortmund di Westfalenstadion di Liga Champions pekan lalu.
Kiper Blaugrana dianggap sebagai salah satu yang terbaik dalam posisinya. Tetapi ia baru mencatat 22 caps sejak melakukan debutnya di Jerman pada 2012.
Sementara itu, Neuer terus menikmati kepercayaan penuh dari Low di tingkat internasional, meskipun tahun ini tidak konsisten di Bayern.
Namun, bos Jerman itu tidak takut untuk mendepak bintang-bintang yang berkinerja buruk masa lalu. Pemain seperti Jerome Boateng, Thomas Muller dan Mats Hummels telah dipecat dan tidak dipertimbangkan untuk seleksi di masa depan.
Peluang Ter Stegen berikutnya untuk mempertaruhkan klaimnya akan datang ketika Barca melakukan perjalanan ke Getafe pada Sabtu, sementara Manuel Neuer akan kembali beraksi dengan Bayern untuk laga Bundesliga di Paderborn.
(fat/pojoksatu)

Revans Sempurna, Timnas Belanda Permalukan Jerman di Hamburg

POJOKSATU.id, HAMBURG – Timnas Belanda sukses melakukan revans terhadap Jerman dalam lanjutan Kualifikasi Euro 2020, Sabtu (7/9/2019) dini hari WIB. Bertanding di Volksparkstadion (Hamburg), Tim Oranye menang 4-2 atas Der Panzer.
Kemenangan ini menjadi pembalasan sempurna bagi Belanda yang kalah 2-3 dari Jerman pada pertemuan pertama di Amsterdam, Maret lalu.
Pada pertandingan dini hari tadi, Belanda tertinggal lebih dulu di babak pertama lewat gol Serge Gnabry saat laga baru berjalan sembilan menit.
Tim asuhan Ronald Koeman bangkit di paruh kedua. Dimulai dengan aksi gelandang Barcelona, Frenkie de Jong pada menit 59 yang sukses mengonversi umpan Ryan Babel menjadi gol. Skor imbang 1-1.
Belanda berbalik unggul pada menit 66. Berawal dari sundulan Virgil van Dijk menyambut umpan sepak pojok bisa ditepis kiper Jerman, Manuel Neuer.
Bola rebound disambut Memphis Depay dengan umpan silang ke mulut gawang yang gagal diantisipasi dengan baik Jonathan Tah sehingga bola bergulir ke gawang sendiri.
Penalti Toni Kroos pada menit 73 membuat kedudukan kembali imbang 2-2. Namun enam menit berselang, pemain pengganti Donyell Malen membawa Belanda kembali memimpin 3-2.
Georginio Wijnaldum menegaskan kemenangan Belanda pada masa injury usai menerima umpan Depay. Skor akhir 4-2 untuk tim tamu.
Hasil ini memang tak membuat Belanda beranjak dari peringkat ketiga klasemen sementara Grup C. Tapi jarak dengan Jerman (peringkat kedua) terpangkas menjadi 3 angka saja dan 6 angka dari Irlandia Utara di puncak klasemen.
(fat/pojoksatu)

Piala Dunia Wanita : Jerman dan Italia Tersingkir

POJOKSATU.id, JAKARTA – Juara dua kali Piala Dunia Wanita, Jerman secara mengejutkan tersingkir di babak perempat final, Sabtu (29/6).
Saat bertemu Swedia di Rennes, mereka takluk dengan skor 1-2. Dengan ini, Swedia yang akan melaju ke semifinal menyusul Inggris dan Amerika Serikat.
Pada pertandingan tersebut Jerman unggul lebih dulu berkat Lina Magull yang mencetak gol di menit ke-16.
Tak berapa lama, Swedia menyamakan kedudukan. Gol penyama kedudukan dicetak oleh Sofia Jakobsson.
Skor 1-1 pun bertahan hingga babak pertama berakhir. Di babak kedua, Swedia balik memimpin.
Stina Blackstenius berhasil mencatatkan namanya di papan skor berkat gol yang dicetak di menit ke-48. Skor 1-2 bertahan hingga pertandingan berakhir.
Pada hari yang sama, sebelumnya digelar pertandingan Italia vs Belanda.
Hasilnya, Italia tersingkir setelah takluk di tangan Belanda dengan skor 0-2.
Belanda baru mencetak gol di babak kedua, setelah kedua tim bermain imbang 0-0 di babak pertama.
Gol kemenangan Belanda dicetak oleh Vivianne Miedema di menit ke-70 dan Stefanie van der Gragt di menit ke-80.
Dengan ini, Belanda akan menghadapi Swedia di babak semifinal 4 Juli mendatang.
(zul/pojoksatu)

Piala Dunia Wanita : Jerman, Norwegia Lolos ke Perempat Final

POJOKSATU.id, JAKARTA – Timnas Jerman dan Norwegia berhasil mengisi tempat di babak perempat final Piala Dunia Wanita 2019.
Jerman lolos setelah menumbangkan Nigeria dengan skor tiga gol tanpa balas.
Gol pembuka Jerman dicetak oleh Alexandra Popp di menit ke-20. Tujuh menit berselang, mereka mampu menggandakan keunggulan.
Kali ini berkat Sara Daebritz yang mencetak gol lewat tendangan penalti.
Skor 2-0 bertahan hingga babak pertama berakhir. Di babak kedua, Jerman yang sudah unggul kembali mencetak gol jelang akhir pertandingan.
Delapan menit jelang waktu normal berakhir, Schuller mengubah kedudukan menjadi 3-0.
Pada pertandingan lainnya, Norwegia juga lolos ke babak perempat final usai mengalahkan Australia lewat adu penalti.
Norwegia unggul lebih dulu di babak pertama berkat gol yang dicetak Herlovsen di menit ke-31.
Australia kemudian menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di babak kedua. Tepatnya, tujuh menit jelang waktu normal berakhir.
Skor imbang 1-1 bertahan hingga babak tambahan dan kedua tim harus lanjut adu penalti.
Norwegia pun keluar sebagai pemenang setelah menang adu penalti 4-1 dari Australia. Pada pertandingan ini, Australia sempat kehilangan satu pemainnya akibat kartu merah, yakni Allena Kenedy di menit ke-104.
Sementara itu, pada babak perempat final nanti, Jerman akan menghadapi pemenang antara Swedia dan Kanada.
Sedangkan Norwegia akan berhadapan dengan pemenangan antara Inggris dan Kamerun.
(zul/pojoksatu)

Hasil Piala Dunia Wanita : Perancis dan Jermang Menang, Spanyol Imbang

POJOKSATU.id, JAKARTA – Perancis finis menjadi juara Grup A usai menang tipis dari Nigeria 1-0, Selasa (18/6) dini hari WIB.
Gol tungal Perancis dicetak oleh Renard di menit ke-79 lewat tendangan penalti.
Tambahan tiga poin membuat Perancis ada di posisi puncak dengan raihan nilai sempurna dan berhak melaju ke babak 16 besar.
Pada pertandinan Grup A lainnya, Norwegia sukses menaklukkan Korea Selatan 1-2.
Dengan ini, Norwegia ada di posisi dua klasemen dengan enam poin dan bakal menemani Perancis di babak 16 besar.
Sementara itu, sebelumnya Jerman dan Spanyol juga memastikan lolos ke babak berikutnya.
Jerman lolos setelah menjadi juara Grup B dengan nilai sempurna setelah menumbangkan Afrika Selatan 0-4, Senin (17/6) malam.
Sedangkan Spanyol hanya bermain imbang 0-0 lawan Tiongkok. Hasil ini membuat mereka memiliki poin yang sama, yakni empat.
Akan tetapi, Spanyol berhak lolos karena unggul selisih gol dari Tiongkok.
Hasil pertandingan Piala Dunia Wanita 17-18 Juni :
Senin, 17 Juni 2019
Tiongkok 0-0 Spanyol
Afrika Selatan 0-4 Jerman
Selasa, 18 Juni 2019
Nigeria 0-1 Perancis
Republik Korea 1-2 Norwegia
(zul/pojoksatu)

Pep Guardiola Dituding Jadi Biang Kemerosotan Der Panzer

POJOKSATU.id, MUNICH – Der Panzer, sebutan untuk timnas Jerman tengah dalam performa buruk pasca terdegradasi dari gruo UEFA Nations League.
Juara dunia empat kali itu kini terdampar di dasar klasemen grup Liga Bangsa-Bangsa di Eropa yang digagas UEFA tersebut.
Jerman terdegradasi setelah gagal memenangkan tiga pertandingan sejauh ini di turnamen tersebut. Sebelumnya, Der Panzer juga tersingkir di fase grup Piala Dunia 2018 Rusia setelah hanya mengemas tiga poin dari grup ‘enteng’.
Mantan penggawa Timnas Jerman, Hans-Peter Briegel pun menilai anjloknya performa Timnas Jerman tidak terlepas dari kehadiran Pep Guardiola di Bundesliga beberapa musim lalu.
Menurut dia, keberadaan pelatih asal Catalonia itu di Bayern Munchen telah memberikan pengaruh buruk pada Der Panzer.
Dikatakan dia, Guardiola yang menukangi Bayenr Munchen antara 2013 hingga 2016 telah menerapkan filosofi penguasaan bola yang menjadi ciri khasnya di klub raksasa Bundesliga tersebut.
Kendati sukses mempersembahkan timnya merengkuh tiga gelar liga, dua DFB-Pokal, Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub, namun Briegel menilai filosofi Guardiola justru mengubah mentalitas sepakbola Jerman.
“Prinsip yang sangat sederhana luput dari pikiran kita, bahwa dalam sepakbola hasil lebih penting dari mengontrol pertandingan,” katanya kepada Repubblica seperti dikutip dair Goal.
“Sejak Guardiola tiba di Bayern, sesuatu telah berubah. Kami memiliki ilusi bahwa 75 persen penguasaan dibutuhkan untuk menang. Tapi mengontrol bola saja tidak cukup untuk mendapat hasil, tidak selalu,” sebutnya.
“Sejarah terkini, dan juga dengan juara dunia Prancis, telah menunjukkan bahwa Anda juga bisa menang dengan memberikan bola kepada lawan dan memilikinya kurang dari 50 persen,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)