timnas u-16

Kabar Duka, Alfin Lestaluhu Meninggal Dunia

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kabar duka datang dari dunia sepak bola Tanah Air. Pemain tim nasional U-16 Alfin Farhan Lestaluhu meninggal dunia.
Kabar ini diketahui lewat postingan PSSI di akun media sosial Instagram. Mereka menyampaikan rasa duka atas kehilangan Alfin.
“Telah berpulang menghadap Sang Pencipta, Alfin Farhan Lestaluhu. Semoga amal ibadah dan segala kebaikan diterima Tuhan Yang Maha Esa. Terima kasih atas jasa-jasamu untuk Indonesia, Alfin,” demikian caption dalam postingan foto Alfin di Instagram PSSI.
Sementara itu, dilansir dari laman resmi PSSI, disebutkan Alfin meninggal sekitar pukul 22.11 WIB di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta, Kamis (31/10).
Berdasarkan diagnosa dokter, Alfin meninggal karena encephalitis (infeksi otak) dengan hypoalbumin.
“Keluarga besar PSSI mendoakan yang terbaik untuk Alfin dan keluarga. Kita sangat kehilangan. Terima kasih atas sumbangsih Alfin untuk tim nasional Indonesia,” kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destira.
Seperti diketahui, Alfin merupakan pemain yang ikut berjuang dan mengantarkan Indonesia lolos ke putaran final Piala AFC tahun 2020.
Rencananya jenazah Alfin akan dibawa dan dimakamkan di kampung halamannya di Ternate, Ambon.
Sementara itu, ucapan bela sungkawa dan doa untuk Alfin langsung mengalir di mesia sosial.
(zul/pojoksatu)

Bima Sakti Coret 13 Pemain Seleksi Timnas U-16

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pelatih Timnas U-16 Bima Sakti telah mengumumkan pemain yang dipulangkan dari seleksi skuatnya.
Disebutkan, ada 13 pemain dicoret dari total 41 nama yang sebelumnya dipanggil.
Dalam pemusatan latihan di Bojongsari, Depok yang dimulai dari 13 Mei lalu, sudah dilakukan pencoretan untuk tahap pertama.
“Dari 41 pemain yang mengikuti proses seleksi dan pemusatan latihan, saya memulangkan 13 pemain. Saya memantau perkembangan mereka setiap hari, terlebih saat mereka melakukan latih tanding di internal game hari Jumat kemarin. Dan saya memilih sesuai dengan kebutuhan tim,” jelas Bima.
Salah satu pemain yang dicoret adalah Tristan Alif, pemain yang masa bocahnya sempat disebut sebagai Messi dari Indonesia karena kemampuan olah bolanya yang di atas rata-rata.
Saat ini, tersisa 28 pemain yang akan terus mengikuti pemusatan latihan sampai 26 Mei mendatang.
“Tim pelatih juga sudah merencanakan uji coba pada 25 Mei, di Stadion Pajajaran, Bogor, atau sehari sebelum seleksi sekaligus latihan tahap pertama ini selesai,” tandasnya.
Berikut 13 pemain yang dicoret :
1. M. Adrian, PSM Makassar, Tengah
2. Eelang Abila, Bhayangkara FC, Belakang
3. Rivaldo Aimar, Bhayangkara FC, Depan
4. Figo Firmansyah, Bhayangkara FC, Tengah
5. Saptian Dwi, PS Tira, Tengah
6. Fadhil Muhammad, Persela, Depan
7. Ariel Gunawan, Persib, Depan
8. Micko Dharma, Semen Padang, Belakang
9. Mohammad Hafizh A, Semen Padang, Belakang
10. Zanadin Fariz, Perseru, Tengah
11. Febrian Tri Yanto, Madura United, Tengah/Belakang
12. Tristan Alif Nouval, ASIOP, Tengah
13. Juniardi Putragaradesky, SSB Rampagoe Aceh, Tengah
(dkk/jpnn/pojoksatu)

Video Highlight Indonesia Vs Australia: Lihat Perjuangan Garuda Asia, Pantang Menyerah!

POJOKSATU.ID, KUALA LUMPUR – Timnas U-16 Indonesia tersingkir di perempat final Piala Asia U-16 Malaysia 2018 setelah ditaklukkan Australia U-16 dengan skor 2-3. Meski gagal menggapai impian tampil di Piala Dunia U-17, Garuda Asia menunjukkan perlawanan pantang menyerah.
Pada pertandingan di Stadion Bukit Jalil Kuala Lumpur, Senin (1/10/2018) sore, tim besutan Fakhri Husaini sebenarnya tampil tidak terlalu mengecewakan.
Memang faktor kualitas pemain membuat Australia U-16 bisa menekan pertahanan Indonesia U-16 hampir sepanjang laga. Tapi David Maulana dkk bukan tanpa perlawanan.
Hasil Indonesia Vs Australia: Garuda Asia Gagal!
Terbukti Indonesia bahkan unggul lebih di babak pertama lewat gol Sutan Zico. Gawang Ernando Ari juga tampil cemerlang dengan menggagalkan sejumlah peluang para pemain Kanguru Muda.
Sutan Zico membawa Indonesia U-16 unggul lebih dulu atas Australia. (afc.com)
Sayang di paruh kedua, gawang Indonesia kebobolan tiga kali. Diawali oleh gol sundulan Daniel Walsh ada menit 51. Kemudian Adam Leombruno membuat tim besutan Morgan Trover berbalik unggul pada menit 65.
Noah Botic menggandakan keunggulan timnya pada menit 74 untuk mengubah skor menjadi 3-1.
Maradona Desak Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina
Namun Indonesia masih terus berusaha mengejar ketinggalan meski akhirnya hanya bisa menipiskan skor menjadi 3-2 lewat gol Rendy Juliansyah.
Berikut video highlight Indonesia vs Australia, perempat final Piala Asia U-16 2018:

Dengan demikian, Australia yang melaju ke semifinal untuk menghadapi Jepang sekaligus merebut tiket ke Piala Dunia U-17 tahun depan.
Meski gagal, Garuda Asia sudah menunjukkan perlawanan sengit. Tetap semangat!
(fat/pojoksatu)

Demi Piala Dunia U-17, Timnas U-16 Siap Tampil Habis-habisan Lawan Australia

POJOKSATU.ID, KUALA LUMPUR – Tim nasional U-16 Indonesia akan menjalani laga superpenting melawan Australia pada perempat final Piala Asia U-16 2018 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (1/10).
Garuda Asia, julukan timnas U-16 Indonesia, harus memetik kemenangan untuk merebut satu tiket ke Piala Dunia U-17 2019.
Namun, bukan perkara mudah bagi David Maulana dan kawan-kawan untuk menjungkalkan Australia.
Pasalnya, selain memiliki pemain dengan postur lebih tinggi, Australia juga mempunyai catatan manis saat bersua Indonesia.
Suporter Indonesia Berpeluang Catat Rekor Baru di Laga Kontra Australia
Australia pernah membabat Indonesia dengan skor telak 7-3 pada Piala AFF U-16 2017 silam.
Meski demikian, seluruh pemain Indonesia sudah satu suara bakal bekerja ekstrakeras untuk menekuk Australia.
“Saya dan teman-teman sepakat tidak akan merasa gentar dan takut melawan Australia,” tegas David seperti dilansir laman resmi PSSI, Senin (1/10/2018).
Pelatih Indonesia Fakhri Husaini juga mengumandangkan tekad serupa. “Semua pemain dalam kondisi yang bagus. Tidak ada masalah. Mereka semua tak gentar melawan Australia,” tutur Fakhri.
Jadwal Bola Hari Ini, 1 Oktober: Timnas U-16, Serie A dan Premier League
Menurut Fakhri, Australia merupakan tim yang memiliki pemain dengan kualitas bagus.
Selain itu, Fakhri juga tidak menampik keunggulan Australia dari sisi postur.
Namun, Fakhri optimistis anak asuhnya bisa keluar lapangan dengan kepala tegak.
Pelatih asal Aceh itu juga percaya diri David dan kawan-kawan tidak terbebani dengan kekalahan telak pada Piala AFF U-16 2017 lalu.
“Statistik itu tidak ada di sepak bola. Saya tidak percaya hal itu. Ini sepak bola. Apa pun bisa terjadi,” kata Fakhri.
Sementara itu, pelatih Australia Trevor Morgan juga enggan memandang remeh Indonesia.
“Indonesia merupakan tim yang terstruktur dengan baik, mempunyai dukungan besar dari suporternya. Mereka memainkan sepak bola yang baik,” ujar Trevor.
(fat/pojoksatu)

Suporter Indonesia Berpeluang Catat Rekor Baru di Laga Kontra Australia

POJOKSATU.ID, KUALA LUMPUR – Loyalitas suporter Indonesia setiap kali Timnas U-16 tampil di Piala Asia U-16 2018 sudah teruji. Termasuk untuk pertandingan perempat final, Senin (1/10/2018) sore ini yang berpeluang mencatat rekor baru.
Yah, tingginya animo suporter Indonesia sebelumnya sudah berpengaruh besar pada tercatatnya rekor penonton terbanyak di Piala Asia U-16 2018 ini. Yaitu pada laga kontra India.
Pada pertandingan terakhir penyisihan Grup C yang juga menjadi penentuan langkah Indonesia ke perempat final itu tercatat disaksikan 11.338 penonton.
Jadwal Bola Hari Ini, 1 Oktober: Timnas U-16, Serie A dan Premier League
Nah, di babak perempat final animo masyarakat Indonesia di Malaysia untuk menyaksikan pertandingan di Stadion Nasional Bukit Jalil diyakini akan lebih tinggi.
Sehingga tidak menutup kemungkinan akan tercatat rekor baru, jumlah penonton terbanyak.
Pelatih Timnas U-16 Indonesia, Fakhri Husaini sendiri tidak menampik pentingnya kehadiran suporter Indonesia di setiap laga yang dimainkan David Maulana dkk.
Amiruddin Bagus (Indonesia U-16) akan beradu tajam dengan Noah Boic (Australia U-16) di perempat final Piala Asia U-16 2018, Senin (1/10/2018) sore WIB. (afc.com)
“Terima kasih atas dukungan dan doa masyarakat Indonesia. Kami tetap memerlukan dukungan dalam perjuangan kami,” kata Fakhri Husaini menambahkan.
Keyakinan akan banyaknya penonton sore nanti tidak lepas dari pentingnya laga lawan Australia ini. Sebab jika memenangkan laga ini, Garuda Asia tidak hany memastikan tempat di semifinal, tapi juga lolos otomatis ke Piala Dunia U-17 di Peru tahun depan.
(fat/pojoksatu)

Timnas U-16 Sekarang Lebih Kuat dari yang Pernah Dibantai Australia 7-3

POJOKSATU.ID, KUALA LUMPUR – Jelang laga perempat final Piala Asia U-16 2018 antara Indonesia kontra Australia, pertemuan terakhir kedua tim jadi perbincangan. Pada Piala AFF U-15 2017 lalu, Amiruddin Bagus dkk dibantai 7-3.
Pertemuan timnas U-15 Indonesia, kini timnas U-16, dengan Australia terjadi di Grup A Piala U-15 AFF, Thailand, 13 Juli 2017. Saat itu, Indonesia unggul dua gol terlebih dahulu tepatnya pada menit ke-3 dan ke-8 melalui Amiruddin Bagus. Di menit ke-63, Bagus mencegak gol ketiganya.
Namun Indonesia harus mengakui keunggulan Australia setelah Trent Ostler memperkecil skor di menit ke-9. Gol itu jadi pembuka keran gol Australia untuk memenangkan pertandingan dengan skor telak 7-3.
Jepang Lolos ke Semifinal, Tunggu Pemenang Indonesia Vs Australia
Pelatih Timnas U-16 Indonesia, Fakhri Husaini menegaskan tidak trauma dengan kekalahan telak itu. Timnya siap menghadapi Australia di Stadion Bukit Jalil, Senin (1/10/2018) sore, untuk memenuhi target lolos ke semifinal.
Timnas Indonesia U-16. (pssi)
Terlebih skuat yang dimiliki Fakhri saat ini sudah berbeda dengan tim yang dibantai di Thailand kala itu.
Di mana saat itu, Garuda Asia belum diperkuat Sutan Sico, Supriadi dan kiper Ernando Ari. Sementara David Maulana, Andre Oktaviansyah dan Rendi Juliansyah dimainkan sebagai striker.
Legenda Manchester United Ini Jagokan Liverpool Juara
Dengan banyaknya perubahan yang terjadi kini, David dan Andre jadi gelandang, ada Ernando di bawah mistar, serta Sutan Sico yang siap mengejutkan di lini depan, Garuda Asia optimis bisa melewati adangan Australia.
“Fisik menjadi salah satu kendala kami ketika itu. Akan tetapi, laga itu sudah lewat dan para pemain yang tampil saat itu juga tidak ada yang trauma. Kami saat ini fokus ke laga melawan Australia,” tutur Fakhri.
(fat/pojoksatu)

Timnas U-16 Berambisi Kalahkan Australia Demi Menghibur Korban Gempa Palu

POJOKSATU.ID, KUALA LUMPUR – Gempa dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah ternyata menjadi salah satu sumber motivasi bagi Timnas U-16 Indonesia yang tengah berlaga di Piala Asia U-16. Skuat Garuda Asia ikut merasakan duka mendalam atas musibah yang menewaskan setidaknya 400 lebih warga itu.
Untuk itu, tim besutan Fakhri Husaini ingin mengobati duka mendalam warga Palu dengan memenangi laga perempat final kontra Australia U-16, Senin (1/10/2018) mendatang.
Dalam jumpa pers Piala AFC U-16, Fakhri sempat mendoakan para korban meninggal agar mendapatkan tempat terbaik dan yang selamat bisa kuat menghadapi musibah ini.
Munir Selamatkan Barcelona dari Kekalahan Memalukan di Camp Nou
“Kami turut prihatin, turut berduka atas musibah yang terjadi di Palu,” dalam jumpa pers Indonesia kontra Australia di Malaysia, Sabtu (29/9/2018) sore dikutip dari Jpnn.com.
Timnas Indonesia U-16. (pssi)
Dia menegaskan, tim harus tetap fokus memberikan yang terbaik bagi prestasi Indonesia.
“Kami harus tetap melaksanakan tugas, mempersiapkan diri dengan baik. Mudah-mudahan saudara-saudara kami yang terkena gempa bumi di Palu bisa diberikan ketabahan dan kesabaran,” papar Fakhri.
10 Oktober Timnas Indonesia Lawan Myanmar, PSSI Belum Tahu Main di Mana
Dia ingin pemain-pemainnya bisa meraih hasil positif melawan Australia dalam laga perempat final di National Stadium Bukit Jalil, pada 1 Oktober mendatang.
Gempa Palu.
“Kami ingin bermain untuk masyarakat Indonesia. Palu dan dari Sabang sampai Merauke tentu berharap hasil yang bagus, untuk sedikit mengobati duka Indonesia saat ini,” ungkapnya.
(jpnn/fat/pojoksatu)

Bukan Bagus Kahfi atau Sutan Zico, Ini yang Diwaspadai Pelatih Australia dari Timnas U-16

POJOKSATU.ID, KUALA LUMPUR – Timnas U-16 Indonesia akan menghadapi tim kuat Australia U-16 pada perempat final Piala Asia U-16 2018 di Stadion Bukit Jalil, Malaysia pada Senin (1/10/2018) sore. Meski diunggulkan Australia tetap mewaspadai Garuda Asia.
Seperti diketahui Timnas U-16 Indonesia melenggang ke perempat final Piala Asia U-16 Malaysia 2018 setelah menjuarai Grup D yang dihuni Iran, Vietnam dan India.
Sementara Australia U-16 lolos ke 8 besar setelah menyegel status runner up Grup D, kalah bersaing dengan Korea Selatan yang jadi juara grup.
Babak I MU Tertinggal Dua Gol dari West Ham
Menghadapi Indonesia U-16, Pelatih Australia, Trevor Morgan menilai anak asuh Fakhri Husaini merupakan tim yang bagus. Tapi ia tidak menyebut secara rinci siapa pemain Indonesia yang patut diwaspadai, apakah Sutan Zico atau Bagus Kahfi.
Namun yang menjadi perhatian Morgan adalah kehadiran suporter Indonesia yang selalu meramaikan stadion setiap kali David Maulana dkk bertanding.
“Mereka (Indonesia) akan memiliki banyak suporter, tetapi ini justru menjadi kondisi yang baik (bagi kami). Kami tetap percaya diri bisa memenangkan pertandingan,” kata Morgan.
Fisik Pemain Australia U-16 Lebih Unggul dari Penggawa Garuda Asia, tapi …
“Kami sangat senang dengan hasil pertandingan ini (Melawan Afghanistan), Kami dapat lolos dan mencetak banyak gol.
“Melawan Indonesia? Mereka tim yang sangat bagus. Kami sudah melihatnya semalam (Melawan India),” tuturnya.
Permainan Indonesia yang terbilang rapih, didukung suporter yang luar biasa membuat Morgan meminta anak asuhnya mewaspadai kejutan dari Garuda Asia pada laga Senin mendatang.
“Indonesia tim yang terstruktur dengan baik, memiliki dukungan suporter yang besar, mereka memainkan sepakbola yang baik,” kata Morgan.
Indonesia U-16 dan Australia U-16 sendiri sudah pernah bertemu pada Piala AFF U-15 2017 silam. Kala itu, tim berjuluk The Joeys mencukur Garuda Asia 7-3.
(fat/pojoksatu)