W88top casino trực tuyến

tottenham hotspur vs liverpool

Dikalahkan Liverpool, Ini Kata Jose Mourinho Soal Finis di Empat Besar

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tottenham Hotspur menelan dua kekalahan beruntun setelah ditaklukkan Liverpool 0-1 pada laga lanjutan Liga Inggris, Minggu (12/1) dini hari WIB.
Kekalahan ini membuat Tottenham ada di posisi kedelapan dengan perolehan 30 poin dari 22 pertandingan.
Ditanyakan soal peluang finis di empat besar, pelatih Jose Mourinho tampak ragu. Ia mengaku akan sulit mewujudkannya.
Saat ini, Tottenham berjarak sembilan poin dari posisi keempat yang dihuni Chelsea.
“Adalah mungkin untuk berbicara tentang empat teratas ketika Anda memulai musim dengan poin nol. Tetapi sulit untuk membicarakannya ketika Anda mulai dari minus 12 (selisih jumlah poin Tottenham dengan posisi keempat saat Mourinho mengambil alih),” ujarnya dikutip dari BBC.
Sementara itu, terkait pertandingan lawan Liverpool, Mourinho menyayangkan timnya tidak mendapat poin meski layak. Bukan hanya itu, ia pun memuji para pemainnya.
“Ini sepakbola. Terkadang Anda mendapatkan lebih dari yang pantas Anda dapatkan. Terkadang Anda tidak mendapatkannya. Ini adalah posisi ketika kami tidak mendapatkan apa-apa padahal kami layak mendapatkan sesuatu,” katanya.
“Ini adalah (pertandingan) tim terbaik di dunia melawan tim yang tengah mengalami kesulitan, dengan cedera, dengan melewati masa sulit di musim ini. Para pemain fantastis ketika kami mencoba berubah dan menciptakan masalah (untuk lawan),” sambungnya.
(zul/pojoksatu)

Prediksi Final Liga Champions ala Michael Owen: Liverpool Bakal Kelelahan

POJOKSATU.id, MADRID – Laga final Liga Champions musim 2018/19 antara Tottenham Hotspur kontra Liverpool beberapa jam lagi kick off. Dua legenda Liverpool, Michael Owen dan Graeme Souness memberikan prediksinya jelang duel di Stadion Wanda Metropolitano, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB.
Liverpool mungkin sedikit lebih diunggulkan di pasar taruhan. Tapi Owen dan Souness sepakat pertandingan nanti akan berjalan ketat.
The Reds yang berpengalaman dan mengincar gelar Liga Champions untuk kali keenam difavoritkan karena diperkuat sejumlah pemain bintang sekelas, Mohamed Salah dan Sadio Mane.
BACA JUGA: Lawan Liverpool, Pochettino Minta Pemain Bermain Lepas
Mereka juga menunjukkan mental juara, terutama ketika mengalahkan Barcelona 4-0 di babak semifinal. Padahal di leg pertama, anak asuh Jurgen Klopp takluk 0-3 di Camp Nou.
Tottenham Hotspur tidak kalah fonemenalnya. Tertinggal defisit agregat 3-0 hingga babak pertama leg kedua semifinal, pasukan Mauricio Pochettino lolos dengan keunggulan gol tandang berkat hat-trick Lucas Moura di babak kedua.
Terlepas dari 26 poin yang memisahkan kedua tim di klasemen akhir Liga Inggris musim ini, legenda Liverpool Michael Owen dan Graeme Souness merasa pertandingan akan berjalan ketat.
“Liverpool kalah dalam empat laga final terakhir mereka, tetapi saya tidak berpikir itu akan dihitung di Stadion Wanda Metropolitano. Skuat Liverpool ini sudah dewasa. Mereka mungkin belum siap di Kiev 12 bulan lalu – tetapi kondisinya berbeda sekarang. Spurs lolos dengan gaya permainannya sendiri dan mereka juga layak mendapatkannya,” kata Owen kepada BetVictor di blog-nya, dikutip Pojoksatu dari Liverpool Echo.
“Suhu di Madrid diperkirakan mencapai 29 derajat saat kick-off pada hari Sabtu (Minggu dini hari WIB) dan diprediksi akan sulit bagi The Reds untuk mempertahankan permainan tingkat tinggi dan intens mereka dalam cuaca sepanas itu. Saya tidak setuju tapi saya tidak berpikir itu akan mudah bagi Liverpool,” kata Owen.
BACA JUGA: Sadio Mane Tegaskan Tak Iri pada Salah
Owen memprediksi Liverpool akan menang dalam 90 menit dan kedua tim mencetak gol, sementara Souness percaya The Reds akan mendapat manfaat dari pengalaman kegagalan di final tahun lalu dari Real Madrid.
“Mereka hanya kehilangan satu pertandingan di Liga Premier, mereka secara keseluruhan bermain jauh lebih baik daripada Tottenham dan mereka memiliki pengalaman kehilangan final tahun lalu,” jelas Souness.
“Tetapi Anda tidak bisa memastikan karena Spurs telah melakukan keajaiban di Liga Champions – mereka tidak akan menyerah dan serangan mereka adalah ancaman yang konstan,” tutur Souness.
(fat/pojoksatu)