W88top casino trực tuyến

venue piala dunia u-20

Markas Bali United Dinilai Siap Menggelar Piala Dunia U-20

POJOKSATU.id, BALI – Ketua Umum PSSI M Iriawan menyatakan Stadion Kapten I Wayan Dipta, sangat siap untuk menggelar ajang sepak bola internasional.
Hal ini disampaikannya usai melakukan peninjauan langsung ke markas Bali United itu dalam rangka inspeksi stadion calon venue Piala Dunia U-20 2021.
Pria yang karib disapa Iwan Bule itu menuturkan, Stadion Kapten Dipta pernah digunakan timnas senior menjamu Vietnam pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022, kemudian ada juga uji coba timnas U-23 lawan Iran dan uji coba timnas U-19 lawan Tiongkok.
Bukan hanya itu, Bali United juga menggunakannya di ajang Piala AFC 2018 dan 2020.
“Senang sekali melihat jumlah tempat duduk tribun single seat sudah bertambah sejak dipakai pertandingan timnas tahun lalu. Tinggal perbaikan minor seperti penambahan ruangan untuk fasilitas broadcast, peningkatan kapasitas lampu penerangan, perbaikan kamar ganti, kolam berendam air hangat, dan lain-lain,” kata Iriawan.
Dalam kunjungan tersebut, PSSI juga telah memantau lima lapangan yang dipersiapkan oleh Bali sebagai tempat latihan jika provinsi ini dipercaya sebagai salah satu tuan rumah.
Lapangan itu antara lain Gelora Samudra Kuta Badung, Lapangan Trisakti Legian Badung, Lapangan Kompyang Sujana Denpasar, Stadion I Gusti Ngurah Rai Denpasar dan Lapangan Kapten Japa Denpasar.
(jpnn/pojoksatu)
The post Markas Bali United Dinilai Siap Menggelar Piala Dunia U-20 appeared first on Pojoksatu.id.

Peluang GBT Jadi Venue Piala Dunia U-20 Kembali Terbuka

POJOKSATU.id, SURABAYA – Peluang Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya untuk menjadi venue Piala U-20 pada 2021 kembali terbuka.
Hal ini terjadi berkat negosiasi dari PSSI. FIFA akhirnya setuju untuk menggunakan enam stadion.
Kans GBT pun semakin besar. Sebab, PSSI punya sistem ‘pasangan’ untuk venue Piala Dunia U-20 nanti. Enam stadion yang dipilih, ditetapkan berdasarkan lokasi dan letaknya.
Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) berpasangan dengan Stadion Pakansari. Stadion Manahan Solo dengan Stadion Mandala Krida dan GBT rencananya bakal dipasangkan dengan Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Dengan pola berpasangan seperti itu, persiapan bakal lebih rapi. Akomodasi serta keamanan pun lebih mudah dipantau.
Antusiasme suporter termasuk menjadi salah satu penilaian untuk memilih keenam stadion itu.
Sementara itu, Ketua Umum PSSI Moch Iriawan mengatakan, dia lega lantaran pihaknya berhasil melobi FIFA untuk memperbolehkan enam stadion sebagai venue.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Iwan Bule itu mengatakan akan memantau langsung kesiapan enam stadion yang dijagokan tersebut. “Saya akan lihat sendiri, keliling. Mungkin sebelum Kongres PSSI,” tuturnya.
Setelah melihat secara langsung, Iwan Bule akan mencocokkan dengan standar yang diinginkan FIFA. Saat Kongres Tahunan PSSI pada 25 Januari mendatang, kemungkinan akan langsung ditetapkan stadion mana yang bakal jadi venue Piala Dunia U-20.
Iwan juga menanggapi soal sikap Bonek terkait venue Piala Dunia. Sebab, rencana renovasi GBT untuk persiapan Piala Dunia U-20, membuat Persebaya terancam menjadi tim musafir.
Namun, Iwan menegaskan, ada kepentingan yang lebih besar lagi untuk Indonesia bagi Surabaya. “Nasionalisme harus dikedepankan. Saya harap teman-teman Bonek mengerti tentang hal ini,” ucap Iwan.
Menurutnya, persiapan untuk Piala Dunia U-20 juga tidak lama. Artinya, setelah itu Persebaya bisa kembali berkandang di GBT lagi. Bahkan, Persebaya bisa menggunakan fasilitas berstandar FIFA untuk kompetisi.
Soal bakal adanya tim yang jadi musafir dan menyulitkan izin pertandingan ketika pindah kandang, Iwan Bule menjelaskan hal tersebut bakal dibahas di Kongres Tahunan PSSI. Pihaknya bakal bertemu dengan para Asprov untuk membahas hal tersebut.
Iwan berjanji akan menggunakan wewenangnya sebagai Sekertaris Lemhanas. Dia bakal berdiskusi langsung dengan pihak keamanan soal izin pertandingan.
Iwan sendiri sadar ketika dirinya mencalonkan diri, salah satu janji kampanyenya adalah komunikasi dengan pihak keamanan agar izin pertandingan lebih mudah. Dia berjanji akan mewujudkan hal tersebut.
“Itu yang sedang dirancang, diharap jadwal kompetisi tidak berubah, waktu pertandingan tidak sering mundur, lantas ada kepercayaan dari publik. Nanti akan kami bahas lebih fokus lagi,” tandasnya.
(jpc/pojoksatu)

Keputusan Venue Piala Dunia U-20 di Tangan FIFA

POJOKSATU.id, JAKARTA – Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, merupakan satu di antara 10 venue yang disiapkan PSSI untuk persiapan Piala Dunia U-20 2021.
Namun kondisinya saat ini perlu perbaikan pasca terjadi kerusuhan pada laga kekalahan Persebaya lawan PSS Sleman 2-3, beberapa waktu lalu.
Terkait kejadian ini, Direktur Media PSSI Gatot Widakdo menerangkan pihaknya sudah memberikan catatan khusus.
Namun, dirinya menegaskan, belum bisa dipastikan apakah GBT akan dicoret atau tidak.
Pasalnya, keputusan soal enam stadion yang akan digunakan sebagai venue Piala Dunia U-20 berada di tangan FIFA.
Perwakilan FIFA sendiri baru akan melakukan pengecekan pada November ini. Melakukan inspeksi dan memilih stadion mana saja yang layak menggelar Piala Dunia U-20.
Sementara itu, Sekjen PSSI Ratu Tisha juga menuturkan, tidak ada jaminan siapa yang bakal lolos jadi venue Piala Dunia U-20.
GBT yang rusak di beberapa bagian karena kerusuhan pun belum tentu tidak bisa jadi venue.
“Namun, yang pasti, stadion yang berpeluang lolos adalah venue yang pernah menggelar pertandingan sekelas FIFA Friendly Match,” katanya.