wasit

Ini Wasit di Laga Final Liga Champions

POJOKSATU.id, JAKARTA – Laga final Liga Champions antara Tottenham Hotspur vs Liverpool dihelat di Stadion Wanda Metropolitano, Minggu (2/6) dini hari WIB.
Laga ini bakal dipimpin wasit asal Slovenia Damir Skomina.
Bagi Tottenham maupun Liverpool, Skomina mungkin tak diharapkan untuk memimpin laga final.
Pasalnya, tren Skomina saat memimpin kedua tim kurang mengesankan secara hasil.
Bagi Tottenham, dalam tiga pertandingan yang melibatkan Skomina, mereka tak pernah menang.
Tottenham meraih dua kali imbang dan satu kali kalah. Sementara Liverpool mereka hanya menang satu kali dari lima pertandingan.
Terlepas dari itu, Ini untuk pertama kalinya bagi Skomina memimpin laga final Liga Champions.
Sedangkan di pentas Liga Champions, dia sudah memimpin pertandingan mulai musim 2004-2005 untuk babak kuaifikasi dan di fase grup mulai musim 2008-2009.
Pada musim ini, sebelumnya dia telah memimpin 4 pertandingan, di antaranya memimpin Liverpool kontra Napoli di fase grup yang dimenangkan Liverpool dengan skor 1-0.
(jpc/pojoksatu)

Takluk di Tangan Timnas U-22 Indonesia, Pelatih Vietnam Kambinghitamkan Wasit

POJOKSATU.id, PHNOM PEHN – Pelatih Vietnam U-22, Nguyen Quoc Tuan menuding wasit yang memimpin pertandingan babak semifinal Piala AFF U-22 2019 antara Timnas U-22 Indonesia dengan timnya sedikit berat sebelah.
Nguyen pun menyoroti sejumlah momen yang seharusnya menguntungkan skuatnya, namun wasit bergeming melihat fakta-fakta di lapangan tersebut.
“Ini adalah laga semi-final yang sama sekali tidak mudah, dan saya tahu itu.Tapi menurut saya, wasit tidak bagus, sedikit berat sebelah,” tutur Nguyen seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Goal.
Direktur Teknik VFF, Hans Jurgen
“Bisa Anda lihat kami punya banyak situasi di kotak penalti (Indonesia), tapi wasit tidak melakukan apa-apa soal itu,” ucapnya.
Nguyen juga mengkritisi performa skuat Indra Sjafri yang bermain cenderung kasar. “Indonesia bermain terlalu keras, dan saya pikir itu sedikit berlebihan,” tuturnya.
Terkait penilaian permainan keras sendiri, Nguyen sepertinya tidak berlebihan, mengingat wasit Thant Zin Oo asal Myanmar yang memimpin jalannya laga harus merogoh enam kartu kuning untuk pemain timnas dan dua untuk Vietnam atas sejumlah pelanggaran yang terjadi.
Adapun penggawa skuat Garuda yang mendapat kartu kuning antara lain Bagas Adi, Osvaldo Haay, Witan Sulaeman, Awan Setho, Firza Andika, dan Rafi Syarahil.
Pelatih timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri ogah menanggapi komentar pelatih Vietnam termasuk memberikan penilaian terhadap kinerja wasit.
“Kalau soal wasit saya tidak paham, ada match commissioner. Secara keseluruhan dalam pertandingan seketat ini bisa saja wasit membuat kekeliruan,” tuturnya.
Kekecewaan kubu Vietnam sendiri terlihat selepas pertandingan. Ofisial dari skuat Golden Dragons itu menghampiri wasit untuk meluapkan kekecewaannya. Salah satu yang paling terlihat gusar adalah Direktur Teknik VFF, Hans-Jurgen Gede.
(qur/pojoksatu)

Tersangka Baru Match-Fixing, Giliran Wasit yang Diciduk

POJOKSATU.id, JAKARTA – Satgas Antimafia Bola bentukan Mabes Polri kembali menunjukkan komitmennya terkait pemberatasan match-fixing atau praktik mafia bola di pentas sepakbola tanah air.
Setelah menangkap dan menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus match-fixing, ­satgas baru saja menangkap seorang wasit bernama Nurul Safarid.
Nurul sendiri adalah wasit yang memimpin jalannya pertandingan Persibara Banjarnegara kontra PS Pasuruan beberapa waktu lalu.
Vigit Waluyo Diganjar Sanksi Seumur Hidup
Penangkapan Nurul terkait indikasi kuat sang pengadil lapangan tersebut menerima suap sebesar Rp45 juta dari mantan anggota Komisi Wasit Priyanto dan anggota Komdis PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih. Keduanya sendiri telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka.
Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono dalam keterangan tertulisnya membenarkan terkait kabar tersebut.
Dikatakan dia, Nurul ditangkap petugas di Garut, Senin berkat pengembangan keterangan dua tersangka pengaturan skor yang sudah diamankan, yakni Priyanto dan Dwi Irianto.
“Ya betul kita tangkap. Nurul Safarid adalah wasit pada saat pertandingan antara Persibara melawan PS Pasuruan,” sebut Argo.
Selain menangkap pelaku, pihaknya juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, salahsatunya bukti pembicaraan atau chat permintaan nomor rekening.
“Alat bukti keterangan, foto bukti transfer, dan capture percakapan meminta nomor rekening,” ungkapnya.
Sejauh ini sudah ada lima tersangka yang diperiksa dan telah dilakukan penahanan, di antaranya anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto, anggota Exco PSSI sekaligus Ketua Asprov PSSI Jateng Johar Lin Eng, mantan anggota Komisi Wasit Priyanto, dan anaknya Anik Yuni Artika Sari, serta terakhir wasit Nurul Safarid.
Selain penanganan kasus tersebut, satgas juga tengah mendalami sejumlah laporan yang layak untuk ditindaklanjuti terkait dugaan adanya praktik pengaturan skor tersebut.
Diberitakan sebelumnya, satgas menerima sedikitnya 278 laporan terkait dugaan pengaturan skor. Dari semua laporan tersebut, 60 laporan di antaranya layak ditindaklanjuti.
Meski begitu, mereka mengaku belum bisa menyebutkan laporan-laporan apa saja yang akan ditindaklanjuti tersebut.
Sementara terkait kasus yang melibatkan laga dagelan PSS Sleman dan Madura FC yang tengah dalam penanganan Dittipikor Bareskrim Polri, satgas mengaku sudah menemukan titik terang.
Hingga saat ini, dari 12 orang yang dipanggil sebagai saksi, baru sembilan yang memenuhi panggilan. Mereka diperiksa penyidik rata-rata selama empat hingga delapan jam.
Tiga orang yang mangkir adalah mantan anggota Exco PSSI Hidayat serta dua wasit yang memimpin laga PSS Sleman versus Madura FC di babak delapan besar, M. Reza Pahlevi dan Agung Setiawan.
(jpc/qur/pojoksatu)

Siap-Siap, Satgas Antimafia Bola Mau Garap Wasit Nakal

POJOKSATU.id, JAKARTA – Satgas Antimafia Bola bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian terus menunjukkan komitmennya dalam memberantas praktik match-fixing yang sedang jadi perhatian publik saat ini.
Sejauh ini, sudah ada empat orang yang ditahan terkait kasus dugaan mafia bola tersebut, ditambah Vigit Waluyo, tersangka kasus korupsi PDAM Sidoarjo yang juga diduga kuat terlibat dalam kasus dugaan pengaturan skor tersebut.
Selain membidik orang-orang federasi, satgas juga telah memberikan sinyal akan membidik para pemain nakal termasuk wasit yang dinilai ikut terlibat dalam praktik kotor di pertandingan itu.
Match-Fixing Digarap Polisi, Komdis PSSI: Sudah Tepat, sebagai Efek Jera!
Satgas Antimafia Bola Segera Garap Pemain yang Terlibat Match-Fixing
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Argo Yuwono mengatakan, pihaknya akan meminta keterangan dari semua yang mengetahui dan mendengar dugaan kasus pengaturan skor.
Lebih khusus sebut dia, satgas akan fokus pada laga PSS Sleman kontra Madura FC yang diduga diwarnai main mata.
Argo mengatakan satgas butuh keterangan banyak saksi untuk mengonstruksi kasus tersebut. Saksi tidak hanya berasal dari kedua klub, tetapi juga perangkat pertandingan seperti wasit dan panitia penyelenggara.
Terkait hal ini, pihaknya mengaku sudah memanggil dua wasit yang memimpin laga yang dihelat di Stadion Maguwoharjo, Jogjakarta, pada 6 November itu, yakni  M. Reza Pahlevi dan Agung Setiawan. Pemanggilan dilakukan pada 27 Desember lalu. Namun, keduanya mangkir.
Wow, Sudah ada 240 Laporan Match-Fixing yang Masuk
Hari Ini, Satgas Antimafia Bola Garap Vigit Waluyo!
Sementara, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, pihaknya telah menerima sejumlah laporan terkait dugaan pengaturan skor.
“Namun, yang dinilai layak ditindaklanjuti ada tiga kasus terkait wasit,” sebut dia.
Dari seluruh laporan yang diterima pihaknya, pihaknya menemukan banyak kejanggalan di pertandingan dan diduga biangnya adalah kinerja wasit yang buruk.
Selain itu, penyidik juga akan melihat bagaimana prosedur penentuan wasit. ’’Siapa yang menunjuk wasit dan apa pertimbangan wasit tersebut memimpin pertandingan. Dianalisis dan assessment,” sebut dia,
Meski begitu, Dedi belum mau menyebutkan pertandingan apa saja. Dia berjanji segera mengumumkan. Sekaligus menjelaskan perkembangan kasus match-fixing yang tengah dalam penanganan satgas. “Tunggu saja, semua akan diberi tahu,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Rahmad Darmawan: Keterlaluan, Wasit Membahayakan Pemain!

POJOKSATU.id, TENGGARONG – Pelatih Mitra Kukar, Rahmad Darmawan geram dan tak habis pikir dengan asit Novari Ikhsan Arilaha yang memimpin jalannya pertandingan timnya kontra PS Tira di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Jumat (23/11/2018) malam WIB.
RD menilai sang wasit sudah keterlaluan dan sisi kemanusiaannya pertandingan itu sudah hilang saat membiarkan salahseorang pemain terkapar di lapangan setelah terkena hantaman keras bola tepat di wajahnya.
“Yang pasti dia amnesia. Kita bisa lihat bagaimana bola kena kepala dia dengan jarak yang dekat dan keras. Seharusnya wasit menghentikan pertandingan, tapi didiamkan menunggu satu pemain membuang bola,” tutur RD seperti dikutip dari Goal.
“Saya menyoroti sisi kemanusiaan wasit hari ini tidak ada. Itu paling penting dalam sepakbola. Wasit tahu itu keras, karena kejadian di depan dia. Kenapa dia tidak menghentikan pertandingan?” sebutnya.
RD juga menilai wasit mengeluarkan sejumlah keputusan yang merugikan timnya. “Sayang pertandingan harus dirusak dengan kepemimpinan wasit yang menurut saya netralitasnya harus ditegakkan di akhir kompetisi seperti ini. Keputusan wasit banyak yang aneh,” sebutnya.
“Saya mengutuk keras keputusan wasit. Saya sudah lama tidak bicara soal wasit sejak satu tahun terakhir. Tapi kali ini saya melihat bagaimana mereka melakukan banyak sekali kesengajaan yang membahayakan pemain,” ungkapnya.
Kendati timnya sukses memenangkan pertandingan dengan skor tipis 1-0, RD tetap gusar dengan kinerja wasit di pertandingan tersebut.
“(Sepakbola) Kita hanya butuh satu hal saja, sikap fair play di pertandingan. Kami sering kalah, tapi tidak pernah saya ribut, komplain terhadap wasit. Kami kali ini menang, tapi saya komplain. Kenapa? Karena kepemimpinan wasit sudah keterlaluan,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Jelang Persib Vs Persija, Mario Gomez Ingatkan Wasit Soal Ini

POJOKSATU.id, BANDUNG – Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez mengingatkan wasit yang akan memimpin jalannya El Clasico Indonesia antara Persib kontra Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9/2018) sore WIB agar bersikap profesional.
Pasalnya, dalam beberapa pertandingan kedua tim, Gomez menilai wasit yang memimpin jalannya pertandingan kurang bertindak profesional.
Gomez pun masih ingin laga Persija kontra Persib di Stadion PTIK Jakarta di putaran pertama lalu. Menurutnya, wasit Faulur Rosy tak bisa mengontrol jalannya laga sehingga berlangsung keras.
“Karena dia kerja untuk Persija, saya tidak ingin dia memimpin lagi di sini. Mungkin karena itu fans kita marah kepada mereka. Tapi setelah game, bukan sebelum game,” tutur Gomez seperti dikutip dari Simamaung.
Menurutnya, untuk memimpin pertandingan seperti ini perlu wasit dengan kualitas terbaik. Karena ketika laga dipimpin oleh wasit yang adil, dia tidak akan mempermasalahkan saat Persib dapat hasil minor sekalipun.
“Tapi jika wasit bisa bekerja imbang tidak masalah. Kami kalah, menang, draw bukan masalah tapi jika wasit bekerja untuk lawan itu tidak boleh, jangan ada di sini,” ujarnya.
Masalah non teknis seperti soal kepemimpinan wasit yang tidak adil menurut Gomez juga bisa memicu reaksi suporter, karena itu ia tak mau laga nanti terjadi hal demikian.
“Ya tentu dan itu termasuk soal wasit karena saya tak suka ada masalah di sini, oleh karena itu jangan coba buat masalah. Kami selalu ada masalah, jadi jangan menambah masalah,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)