xherdan shaqiri

Xherdan Shaqiri Kecewa Jarang Dimainkan, tapi Tidak Menyesal

POJOKSATU.id, JAKARTA – Xherdan Shaqiri tidak menampik dirinya kecewa lantaran jarang dimainkan Liverpool.
Shaqiri tercatat lebih banyak memulai laga dari bangku cadangan dan baru tampil dalam dua laga sebagai pemain pengganti.
“Ya, tentu saja saya merasa kecewa karena tak banyak diberikan kesempatan bermain,” ujarnya dilansir ​Daily Mail.
“Jika seorang pesepakbola profesional tidak menunjukkan reaksi seperti saya, maka sepertinya mereka salah memilih pekerjaan,” tambahnya.
Meski begitu, Shaqiri memahami jika Liverpool merupakan tim besar dengan banyak pemain bertalenta.
“Jurgen Klopp memang tak bisa membahas apa tugas dari setiap pemain, itu merupakan hal yang normal. ​Liverpool memiliki skuat besar yang penuh dengan pemain bertalenta. Setiap pemain harus menunggu untuk mendapat kesempatan bermain,” tuturnya.
Lebih lanjut, Shaqiri menegaskan, meski jarang dimainkan dirinya tidak menyesal gabung ke Liverpool dari Stoke City.
“Saya tidak pernah memiliki masalah apapun dengan Jurgen Klop dan tak merasa menyesal sudah memilih hengkang Liverpool. Sebelumnya banyak yang tak menganggap saya di Stoke, namun kemudian mereka semua tak menyangka saya bisa bergabung dengan klub pemenang ​Champions League terlebih sebelumnya membela tim yang terdegradasi,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Sepasang Gol Shaqiri Tegaskan Dominasi Liverpool Atas MU

POJOKSATU.ID, LIVERPOOL – Super bigmatch pekan ke-17 Premier League antara Liverpool kontra Manchester United di Anfield Stadium, Minggu (16/12/2018) malam, dimenangi kubu tuan rumah dengan skor meyakinkan 3-1.
Pemain pengganti Xherdan Shaqiri jadi tokoh protagonis pada duel ini dengan sepasang golnya di babak kedua.
Kemenangan yang membawa Liverpool merebut kembali posisi puncak klasemen yang sempat dikuasai Manchester City kurang lebih 24 jam sebelumnya.
BACA JUGA: Rasanya, Ingin Mencekik Lalu Membanting Balotelli ke Tembok!
Sementara bagi anak asuh Jose Mourinho, kekalahan ini membuat mereka semakin tertinggal dari The Reds. Masih di peringkat 6, tapi sudah berjarak 19 poin dari tim besutan Jurgen Klopp.
Liverpool mendominasi jalannya permainan sejak awal laga. Hingga pada menit ke-24, sebuah celah kecil berhasil diekspos Fabinho, yang melepaskan umpan lob pendek akurat kepada Sadio Mane di dalam kotak penalti.
Dengan kontrol sempurna, Mane tanpa kompromi melepaskan tembakan jarak dekat untuk membuka keunggulan.
Meski dalam keadaan tertekan, MU mampu menyamakan kedudukan pada menit 33. Blunder Alisson Becker dalam mengantisipasi umpan silang Romelu Lukaku memudahkan Jesse menceploskan si kulit bundar. 1-1 skor sementara. Kedudukan ini bertahan hingga jeda.
BACA JUGA: Balotelli Sindir Selebrasi Gol Ronaldo: Jika Saya Pelakunya, Kartu Merah!
Selepas jeda, Liverpool tetap menjaga ritme permainan dan terus menekan pertahanan tim tamu. Namun penampilan gemilang David de Gea, membuat peluang emas Roberto Firmino gagal mengubah skor.
Shaqiri yang baru masuk pada menit 70 tampil sebagai pahlawan Liverpool. Tiga menit setelah merumput, winger Timnas Swiss itu menyambar bola liar dari sayap kiri.
Bola sempat mengenai kaki Ashley Young dan membuat De Gea kesulitan mencegah gawangnya kebobolan.
Tujuh menit berselang, eks gelandang Inter Milan itu menegaskan kemenangan Liverpool lewat sepakan keras dari luar kotak penalti yang terdefleksi Eric Bailly. Kedudukan 3-1 untuk Liverpool pun bertahan hingga laga usai.
Susunan Pemain:
Liverpool (4-3-3): Alisson; Clyne, Van Dijk, Lovren, Robertson; Wijnaldum, Fabinho, Keita (Shaqiri 70′); Salah, Firmino, Mane (Henderson 84′)
Manchester United (3-4-3): De Gea; Darmian, Smalling, Lindelof; Dalot (Fellaini 46′), Herrera (Martial 79′), Matic, Young; Lingard (Mata 85′), Lukaku, Rashford.
(fat/pojoksatu)

Jurgen Klopp Ungkap Alasan Dirinya Marahi Xherdan Shaqiri

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Liverpool tumbang di tangan Chelsea dihadapan pendukungnya sendiri di Anfield Stadium, Kamis (27/9/2018) dini hari WIB di ajang Carabao Cup 2018.
Gelandang asal Belgia, Eden Hazard menjadi pahlawan kemenangan The Blues setelah mencetak gol penentu di menit 85. Sementara dengan hasil minor ini, The Reds pun tersingkir di ajang tersebut.
Manajer Liverpool, Jurgen Klopp pun tak kecewa dengan kekalahan tersebut dan saat laga usai ia langsung menghampiri pemain barunya, Xherdan Shaqiri.

Klopp seperti kecewa dengan performa pemain timnas Swiss itu dan terlihat mengatakan sesuatu dengan tensi tinggi usai laga.
Setelah pertandingan, Klopp menjelaskan apa yang disampaikanya pada Shaqiri karena sang pemain telah membuang kesempatan emas di pertandingan.
Klopp menjelaskan, Shaqiri harusnya memberikan bola sepakan tendangan bebas ke Mohamed Salah yang berdiri tanpa pengawalan pemain Chelsea.
Namun, Shaqiri justru menendangnya langsung dan Liverpool gagal mengejar ketertinggalan gol di pertandingan tersebut.
“Saya berbicara tentang tendangan bebas, yang terakhir. Kami ingin agar Mo (Salah) sedikit lebih lebar, jadi oper bola ke Mo. Jika dia dapat memberinya bola dalam situasi satu lawan satu di situasi terakhir dari permainan itu, mungkin hasilnya akan lain,” ungkapnya seperti dikutip dari Metro.
Klopp menegaskan ia ingin Shaqiri memberikan bola ke Salah saat melakukan tendangan bola, daripada menendang bola langsung ke gawang Chelsea.
“Tapi anak-anak itu, mungkin itu terlalu bising di stadion sehingga tidak mendengar perintah saya lagi,” tandasnya.

Klopp Shaqiri pic.twitter.com/nLo68PBJaT
— MarcaTura (@MarcaTuraNews) September 26, 2018

(qur/pojoksatu)