Zinedine Zidane

Vinicius Junior Bakal Bertahan di Real Madrid

POJOKSATU.id, JAKARTA – Vinicius Junior dikabarkan bakal bertahan di Real Madrid. Hal ini disampaikan langsung pelatih Zinedine Zidane.
“Tidak, dia (Vinicius) tidak akan pergi kemana-mana, dia akan bertahan di sini, dia bagian dari skuat,” kata Zidane dilansir dari AS.
Diketahui, Vinicius dengan pintu keluar Real Madrid karena jarang dimainkan.
Terkait kabar ini, Zidane sendiri tidak menampik jarang memainkan pemain berusia 19 tahun itu. Namun, ia menegaskan masih mengandalkannya.
“Kami punya 25-26 pemain. Belakangan ini dia tidak banyak bermain, tapi kami masih mengandalkannya,” tegasnya.
“Sekarang bukan momen tepat, tapi itu bisa berubah dari satu hari ke hari berikutnya dan dia punya kontribusi untuk tim. Dia bertahan, saya bisa beritahukan kepada Anda dengan keyakinan.
“Masalahnya adalah ada pemain lain yang masuk ke dalam skuat dan bermain seperti halnya Rodrygo. Ketika Anda punya 26 pemain, ada empat, lima, atau enam pemain yang tidak masuk daftar skuat. Dia sudah tidak bermain di tiga-lima laga, tapi kita lihat nanti. Dia harus siap (bermain) ketika kesempatannya datang,” paparnya.
Sementara itu, ditanya soal peluang hengkang Mariano Diaz dan Brahim Diaz, ia mengaku akan memantau situasinya keduanya hingga Januari 2020.
(zul/pojoksatu)

Zidane Berharap Suporter Tidak Musuhi Gareth Bale

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane berharap suporter tidak memusuhi Gareth Bale.
Seperti diketahui, Bale diteriaki penggemar saat dimainkan pada laga lawan Real Sociedad, Minggu (24/11) dini hari WIB.
Penggemar tampaknya kesal karena Bale yang diketahui absen untuk Madrid, bisa tampil membela negaranya, Wales.
Bukan hanya itu, saat berhasil mengantarkan Wales lolos ke putaran final, Bale terlihat membentangkan bendera bertuliskan ‘Wales. Golf. Madrid’.
“Saya berharap (siulan) itu tidak berlanjut selama sisa musim ini,” kata Zidane, dikutip dari Marca.
“Kami ingin para penggemar bersama kami dari awal hingga akhir, tetapi kami tidak bisa mengendalikan ini. Para penggemar memiliki hak untuk melakukan apa yang mereka inginkan, tetapi saya meminta mereka untuk memberikan pujian pada semua pemain.
“Saya tidak bisa mengatakan apakah (siulan ke Bale) tidak adil atau tidak. Semua orang bisa memikirkan apa yang mereka inginkan. Kami membutuhkan penggemar kami, kami tidak bisa mengendalikan apa yang terjadi,” sambungnya.
Soal kontroversi yang melibatkan Bale, Zidane mengaku dirinya belum bicara dengan sang pemain. Ia hanya memberikan ucapan selamat karena Wales lolos putaran final.
“Saya belum berbicara dengan Bale (tentang perayaan Wales), saya hanya memberinya selamat (untuk lolos ke Euro 2020),” katanya.
(zul/pojoksatu)

Real Madrid Butuh Gelandang, Zidane Sodorkan 5 Nama Ini untuk Belanja Januari

POJOKSATU.id, MADRID – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane masih membutuhkan tenaga baru di posisi gelandang. Juru taktik asal Prancis itu bahkan sudah mengidentifikasi lima nama yang masuk daftar belanja untuk diserahkan kepada petinggi Los Blancos.
Diharapkan salah satu dari lima nama yang disodorkan Zidane bisa berlabuh ke Santiago Bernabeu pada jendela transfer musim dingin, Januari mendatang.
Real Madrid di bawah asuhan Zidane perlahan tapi pasti mulai menunjukkan performa positif. Mereka kini bersaing ketat dengan rival abadi, Barcelona di puncak klasemen. Sama-sama mengemas 25 poin, kedua tim hanya dipisahkan oleh selisih gol.
Empat pertandingan terakhir di semua kompetisi, Karim Benzema dkk mampu mencetak 15 gol dan mencatat lima clean sheet berturut-turut.
Pemain baru Los Merengues, Luka Jovic memang belum jadi andalan di lini depan. Sementara Eden Hazard juga perlahan-lahan kembali ke performa terbaiknya.
Rodrygo tampil sensasional sejak pertandingan pertamanya, sementara Eder Militao dan Alphonse Areola tidak mengecewakan ketika diberi kesempatan bermain.
Bisa dikatakan kelima pemain baru itu sudah bekerja dengan baik di bawah Zidane dan terus menyesuaikan diri dengan klub.
Meski demikian, Zidane masih menginginkan gelandang pada bulan Januari dan telah menyusun daftar belanja, sesuai laporan Fox Sports.
Gelandang Manchester United, Paul Pogba.
Gelandang Manchester United, Paul Pogba masih berada di puncak daftar pemain paling diinginkan Zidane, sementara Christian Eriksen berada di urutan kedua. Superstar Setan Merah hampir bergabung dengan Blancos di musim panas, tetapi gagal.
Eriksen tidak terlalu diinginkan Zidane pada awalnya karena fokusnya adalah Pogba. Tetapi tuntutan mantan pemain Juventus dan label harga yang dipatok Manchester United terlalu tinggi.
Kontrak Eriksen bersama Tottenham Hotspur berakhir pada musim panas mendatang, tetapi tidak ada kemajuan dalam negosiasi perpanjangan kontrak di klub London utara.
Gelandang Tottenham Hotspur, Christian Eriksen. Foto via @BarcaSpiral
Dengan demikian, gelandang asal Denmark sudah bisa membahas kontrak baru dengan calon klub berikutnya pada Januari mendatang untuk pindah pada awal musim 2020/2021.
Tapi di benak Zidane, buka cuma Pogba dan Eriksen. Masih ada tiga nama yang masuk daftar, andai dua nama pertama gagal direkrut.
Gelandang Napoli Fabian Ruiz, yang juga masuk radar Barcelona terus dipantau oleh pelatih awal Prancis, sementara gelandang serang Sporting Lisbon, Bruno Fernandes juga merupakan salah satu dari mereka yang merupakan daftar belanja Zidane untuk Januari. Akhirnya, Donny van de Beek dari Ajax Amsterdam juga masuk daftar, meski di urutan paling buncit.
(fat/pojoksatu)

Ternyata Messi Pengagum Berat Pelatih Real Madrid, Ini Buktinya

POJOKSATU.id, BARCELONA – Kapten Barcelona, Lionel Messi sangat jarang mau menukar kaos usai pertandingan, kecuali diminta oleh pemain lawan. Messi sendiri nyaris tak pernah meminta bertukar kaos kecuali untuk satu pemain.
Dikutip Pojoksatu.id dari dari Mirror, satu-satunya pemain yang pernah dminta kaosnya oleh Messi adalah Zinedine Zidane yang kini menukangi Real Madrid.
Dalam laporan tersebut, dikatakan bahwa Lionel Messi telah mengungkapkan bahwa ia pernah meminta jersey Zidane di awal karirnya di Barcelona. Fakta bahwa La Pulga merupakan salah satu pengagum berat Zidane.
Pemenang Ballon d’Or lima kali dan kapten Barca secara teratur diminta oleh lawan-lawannya untuk bertukar kaos di akhir pertandingan tetapi tidak membiasakan diri melakukannya sendiri.
Namun, pemain berusia 32 tahun itu mengakui dalam sebuah wawancara dengan TyC Sports, bahwa pada awal karirnya di El Clasico ketika dia berhadapan dengan Zidane, dia tidak bisa menahan diri untuk meminta kaos pemenang Piala Dunia 1998 itu.
Lionel Messi dan Zinedine Zidane.
“Aku tidak meminta kemeja, aku biasanya menukarnya, tapi aku pernah meminta pada Zidane,” kata Messi.
“Jika ada orang Argentina saya menukar dengan dia, tetapi, kecuali seseorang meminta kepada saya, saya tidak meminta siapa pun,” lanjut kapten Barcelona itu.
Pada awal musim ini, Messi diterpa rumor bakal meninggalkan Barca setelah klausul kontraknya aktif, di mana ia bebas pindah pada akhir musim 2019/20.
Namun Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu baru-baru ini bersikeras bahwa sang superstar akan tetap di klub Catalan untuk setidaknya lima tahun ke depan.
“Pada akhirnya dialah yang harus memutuskan. Dia memiliki hak untuk memutuskan kapan dia akan berhenti bermain sepakbola. Tapi seperti yang dia katakan beberapa minggu lalu, dia ingin menyelesaikan karir bermainnya di Barcelona.”
“Selama dua atau tiga musim ke depan pemimpin kita akan terus menjadi Leo Messi. Tidak ada keraguan bahwa dia masih muda, masih kuat. Dia masih ambisius.
“Jadi Leo Messi masih akan bermain bersama kami untuk dua, tiga, empat atau lima tahun ke depan. Saya tidak ragu tentang itu. ”
Barcelona saat ini berada di puncak La Liga dengan hanya unggul selisih gol dari sang rival, Real Madrid. Kedua tim sama-sama mengemas 25 poin. Messi telah mencetak delapan gol dalam tujuh pertandingan sejauh ini di La Liga musim ini.
(fat/pojoksatu)

PSG Minta Zidane Berhenti Ganggu Mbappe

POJOKSATU.id, JAKARTA – Paris Saint-Germain (PSG) dibuat kesal dengan pernyataan Zidane soal Kylian Mbappe.
Diketahui, Mbappe memang sudah lama dikaitkan dengan Real Madrid. Dalam wawancara dengan media baru-baru ini, Zidane kembali menanggapi pernyataan soal pemain timnas Perancis itu.
Zidane mengklaim bahwa mimpi Mbappe adalah bermain di Real Madrid.
“Itu akan menjadi keputusan pemain tentang masa depannya. Saat ini dia bersama PSG. Di masa depan, kita akan lihat, dia selalu mengatakan bahwa mimpinya adalah bermain di Real Madrid suatu hari nanti,” ujar Zidane.
Dilansir Marca, pernyataan inilah yang membuat PSG geram. Mereka menilai komentar Zidane cukup mengganggu.
Tidak hanya stabilitas skuad PSG, tapi juga fokus dari Mbappe.
“Itu mengganggu. Ini bukan waktunya untuk berbicara tentang mimpi dan semua itu,” kata Leonardo, Direktur Olahraga PSG.
“Itu harus dihentikan. Mbappe sangat penting bagi kita dan ini bukan saatnya untuk menggoyahkannya,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Rodrygo Cetak Hat-trick, Begini Respon Zidane

POJOKSATU.id, JAKARTA – Rodrygo menjadi salah satu pahlawan kemenangan Real Madrid saat menjamu Galatasaray di laga lanjutan Liga Champions, Kamis (7/11).
Pemai asal Brasil itu menyumbang tiga gol alias membuat hattrick pada kemenangan 6-0 Madrid.
Adapun tiga gol lainnya, dua dicetak oleh Benzema dan satu gol dicetak Ramos lewat tendangan penalti.
Bisa berpartisipasi pada kemenangan timnya, Rodrygo mengaku senang. Namun, ia enggan terlena dan menegaskan akan tetap berusaha.
“Mendengar Bernabeu menyanyikan namaku adalah mimpi yang menjadi kenyataan,” katanya dilansir dari BBC.
“Aku sangat senang, ini malam yang menyenangkan, tapi aku harus berusaha dan tetap tenang,” sambungnya.
Sementara itu, terkait penampilan apik pemain mudanya ini, pelatih Zinedine Zidane tidak terkejut.
“Dia tidak mengejutkan saya. Dia memiliki sedikit segalanya. Dia cerdas, dia belajar sangat cepat dan ingin belajar dan meningkat,” ucapnya.
“Secara fisik dia harus menjadi lebih baik tetapi secara teknis, dia tahu bagaimana melakukan segalanya dengan bola,” sambungnya.
Pujian pun datang dari seniornya Benzema. Ia menyebut Rodrygo pemain muda yang tidak kenal takut.
“Rodrygo baru berusia 18 tahun tetapi dia tidak kenal takut. Saya suka melihat pemain bola muda bermain seperti ini,” ujarnya.
(zul/pojoksatu)

Real Madrid Bermain Sempurna, Hanya…

POJOKSATU.id, JAKARTA – Zinedine Zidane buka suara soal hasil imbang 0-0 yang diraih Real Madrid saat lawan Real Betis.
Pasalnya, hasil tersebut membuat mereka gagal menyalip Barcelona dari posisi puncak.
Zidane pun mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Terlebih, menurutnya, skuad asuhannya sudah bermain sempurna.
“Ritme, intensitas, dan secara garis besar laga yang kami mainkan semuanya sempurna, kami hanya harus mencetak gol. Kami kehilangan gol (yang sulit dicetak), sudah jelas,” katanya dilansir dari Marca.
“Kami punya banyak peluang (mencetak gol) dari menit pertama dan hanya kurang penyelesaian akhir.
“Di sepanjang babak pertama kami bermain superior di setiap aspek, saya ulangi bahwa kami hanya kurang mencetak gol. Di babak kedua lebih berimbang, tapi hari ini tidak terlalu buruk,” sambungnya.
Zidane menambahkan, dirinya memuji penampilan lawan. “Betis tim yang bagus dengan pemain-pemain dengan (skill) individu yang sangat bagus,” ucapnya.
(zul/pojoksatu)

Zidane Terancam Dipecat Jelang Kontra Galatasaray, Kapten Real Madrid Angkat Bicara

POJOKSATU.id, GALATASARAY – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane di ujung tanduk. Juru taktik berkepala pelontos itu terancam pemecatan setelah serangkaian hasil buruk yang diraih anak asuhnya. Kini, Los Blancos harus melawat Stadion Ali Sami Yen Spor, markas Galatasaray, Rabu (23/10/2019) dini hari WIB.
Di tengah sorotan dan ancaman pemecatan terhadap Zidane, kapten Real Madrid, Sergio Ramos menyebut ia dan penggawa Madrid mendukung penuh sang pelatih.
Ramos menegaskan para pemain akan berjuang sampai mati untuk Zinedine Zidane.
Raksasa Spanyol menghadapi pertandingan krusial di Liga Champions melawan Galatasaray, hanya beberapa hari setelah menderita kekalahan mengejutkan 10-1 dari tim promosi, Real Mallorca di La Liga.
Tim asuhan Zidane baru mengumpulkan satu poin dari dua pertandingan pembuka Liga Champions setelah kalah 3-0 di Paris Saint-Germain dan kemudian ditahan imbang 2-2 oleh Club Brugge di Bernabeu.
“Satu-satunya hal yang kami pikirkan, terlepas dari semua yang telah terjadi, adalah menang dan memainkan permainan yang bagus. Kami harus menang,” kata Ramos dalam konferensi pers pra-pertandingan pada hari Senin.
“Semua orang tahu bahwa ruang ganti bersama Zizou sampai mati, dan apa pun yang terjadi kami semua harus bersatu untuk memberikan segalanya.”
“Madrid harus bangkit dan satu-satunya cara adalah melakukannya bersama. Hasilnya akan meletakkan segalanya di pihak kita.”
Lawatan El Real ke Ali Sami Yen Spor, dilabeli ‘welcome to hell’ atau ‘selamat datang di neraka’ karena sulitnya tim tamu menang di markas Galatasaray.
Juara 13 kali Liga Champions itu pun harus segera bangkit dari keterpurukan jika tidak ingin tersingkir di fase grup musim ini. Atau mungkin akan terlempar ke kompetisi kasta kedua Eropa, Liga Europa.
Saat ini, Real Madrid juru kunci Grup A dengan 1 poin, sama dengan Galatasaray di posisi ketiga.
(fat/pojoksatu)

Imbang Lawan Atletico, Zinedine Zidane : Kami Layak Dapat Hasil Maksimal

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane mengatakan jika timnya layak mendapatkan hasil lebih maksimal pada pertandingan lawan Atletico Madrid, Minggu (29/9) dini hari WIB.
Diketahui, pertemuan antara dua rival sekota yang berlangsung di Wanda Metropolitano berakhir imbang 0-0.
“Kami layak untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal ketimbang hasil imbang,” ujarnya dilansir​ ​Marca.
Meski begitu, ia tetap memberikan ucapan selamat pada pemainnya. Pasalnya, Karim Benzema dkk dinilai bermain apik.
“Hal yang harus saya lakukan saat ini adalah memberi ucapan selamat pada pemain. Kami tampil bagus dan bisa mencatatkan clean sheet,” ucapnya.
“Bukan hanya intensitas, kekuatan tim juga sangat bagus dalam pertandingan ini. ​Madrid benar-benar terlihat sangat kuat dan berhasil mematahkan sejumlah serangan yang dibangun tim lawan,” sambungnya.
Lebih lanjut, Zidane pun mengaku senang dengan penampilan pemainnya pada pertandingan tersebut.
“Ya, kami memang kekurangan kreativitas, tetapi secara keseluruhan, saya senang dengan penampilan tim hari ini,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Fokus Persiapan Lawan Osasuna, Zidane : Tidak Ada Laga Mudah

POJOKSATU.id, JAKARTA – Zidane Zidane memilih fokus menyiapkan timnya melawan Osasuna pada pekan keenam Liga Spanyol, Kamis (26/9).
Dirinya enggan memikirkan tekanan publik soal masa depannya sebagai pelatih Madrid yang memang tengah jadi pembahasan.
Menghadapi Osasuna, Zidane berharap para pemainnya bisa tampil kompak seperti saat lawan Sevilla.
“Solidaritas dan kerja tim merupakan elemen-elemen krusial karena terlepas dari fakta kami melakukan pekerjan dengan hebat kontra Sevilla, saya pikir kuncinya adalah kami bermain sebagai tim dari awal hingga akhir,” ujarnya dilansir Marca.
Zidane menilai jika kekompakan adalah hal yang dibutuhkan Madrid untuk memenangi pertandingan.
“Tidak ada itu yang namanya laga mudah, jadi kami harus memastikan kami bersatu bersama. Kami harus terus melaju,” ucapnya.
“Para pemain harus fokus pada laga itu dan apa yang saya pikirkan, hal yang sama berlaku kepada pemain, adalah tiga poin untuk diraih. Kami harus tampil hebat, dengan intensitas, hasrat, dan sikap yang sama. Kuncinya adalah memberikan segalanya dalam pertandingan,” sambungnya.
Sementara itu, soal isu pemecatan, Zidane menanggapi santai. Ia kembali menegaskan memilih fokus menghapi pertandingan yang akan dilakoni Madrid.
“Ketika kami (Madrid) kalah, saya (diminta fans) pergi dan ketika kami menang, saya bertahan. Saya tidak memikirkannya, memang demikian adanya. Kami harus memikirkan soal laga-laga dan saya hanya tertarik mengenai hal tersebut,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)