W88top casino trực tuyến

Zinedine Zidane

Selalu Jadi Pilihan Utama Zidane, Bale Tetap Merasa Tidak Bahagia di Madrid

POJOKSATU.id, MADRID – Penyerang Real Madrid dan Timnas Wales, Gareth Bale mengakui dirinya tidak bahagia di klubnya saat ini. Bahkan ia memprediksi akan kembali mengalami masa-masa sulit di Santiago Bernabeu.
Bale sebenarnya mulai mendapat kepercayaan dari Zinedine Zidane awal musim ini, setelah akhir musim lalu dikucilkan. Bahkan pada jendela transfer lalu diupayakan agar hengkang.
Dikutip Pojoksatu.id dari Sky Sports, Bale, yang memiliki kontrak di Real Madrid hingga 2022, mengatakan bahwa meskipun bertahan setelah musim panas, tapi ia masih merasa gelisah.
Apalagi setelah pelatih Zinedine Zidane mengatakan akan “lebih baik bagi kedua belah pihak” jika ia (Bale) pindah.
Zidane menurunkan Bale menjelang akhir musim lalu dan kemudian mengucilkannya selama musim panas yang terlihat seperti upaya yang jelas untuk memaksa dia keluar dari klub.
“Saya mengerti saya dibuat lebih dari kambing hitam daripada kebanyakan, saya mengambilnya dengan sedikit garam meskipun mungkin itu tidak sepenuhnya adil,” kata Bale.
“Menjelang akhir musim lalu sulit, tidak dapat disangkal bahwa, tidak hanya untuk saya tetapi untuk tim,” akunya.
Setelah musim panas di sela-sela, Bale kemudian dimainkan sebagai starter pada laga pembuka La Liga ketika Madrid melawan Celta Vigo. Ia bermain bagus. Memberi assist untuk Karim Benzema untuk gol pertama dalam kemenangan 3-1, dan ia melanjutkannya dengan mencetak brace dalam hasil imbang 2-2 di Villarreal, Minggu lalu.
“Saya tidak akan mengatakan saya bahagia bermain, tetapi saya bermain, ketika saya bermain saya profesional dan saya selalu memberikan semua yang saya bisa, baik untuk klub atau negara,” katanya.
Dan dengan tiga tahun masih tersisa di kontraknya, pemain 30 tahun mengharapkan spekulasi seputar masa depannya untuk terus berlanjut.
“Saya yakin akan ada lebih banyak turbulensi, jujur. Saya kira itu adalah sesuatu yang harus Anda bicarakan dengan Real Madrid dan itu ada di antara saya dan mereka, dan kita harus sampai pada semacam kesimpulan,” tuturnya.
(fat/pojoksatu)

Pelatih Real Madrid Pastikan Bale Bertahan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane memastikan jika Gareth Bale akan bertahan.
Hal ini disampaikannya usai pertandingan lawan Celta Vigo di Balaidos, Sabtu (17/8) malam WIB.
Zidane senang dengan penampilan Bale. Karena itu, sang pemain akan bertahan.
Diketahui, pada pertandingan di Balaidos, El Real menang 3-1, di mana gol pertama Madrid yang dicetak Karim Benzema adalah assists dari Bale.
Sepanjang dimainkan (diganti Isco pada menit ke-75), Bale menunjukkan kualitasnya sebagai sprinter, memberikan umpan-umpan efektif dan memamerkan kemahiran membelah pertahanan lawan dengan dribbling apik.
“Saya senang dengan cara dia bermain. Dia akan tinggal (di Real Madrid),” ujar Zidane seperti dikutip dari AS.
“Dia membantu kami berpikir positif. Dia tampil baik (menyerang), dan juga mau bertahan membantu tim. Dia akan tinggal. Saya pikir semua pemain yang ada saat ini, termasuk James (Rodriguez) akan menjaga kebesaran memakai seragam klub,” tambahnya.
(adk/jpnn/pojoksatu)

Janji Datangkan Pogba Tidak Terpenuhi, Zidane Bakal Mundur Lagi?

POJOKSATU.id, MADRID – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane diyakini kecewa berat setelah klub hampir pasti gagal mendatangkan Paul Pogba di jendela transfer musim panas ini. Padahal gelandang Manchester United itu adalah pemain paling diinginkan Zidane ada dalam skuatnya.
Dikutip Pojoksatu.id dari Express, Zidane di ambang pintu keluar dari Real Madrid setelah sang presiden, Florentino Perez melanggar janjinya mendatangkan Pogba.
Saat menerima kembali menukangi Real Madrid untuk periode kedua, Zidane mengajukan permintaan kepada Perez agar mengamankan tanda tangan Pogba. Sang Presiden pun berjanji memenuhi permintaan pelatih berkepala pelontos itu.
Di sisi lain, Zinedine Zidane juga berjanji kepada Pogba akan membawanya ke Bernabeu.
Pada jendela transfer musim panas ini, El Real memang belanja cukup besar untuk pemain seperti Eden Hazard, Luka Jovic, Ferland Mendy dan Eder Militao.
Tapi Zidane ingin Pogba dan bersikeras bintang Manchester United harus ditandatangani jika mereka ingin bersaing dengan Barcelona dan Atletico Madrid dalam perburuan gelar.
Dan sekarang, jurnalis Diego Torres telah mengatakan kepada Independent bahwa Zidane mungkin akan pergi karena tidak mendapatkan pemain incarannya.
“Tidak menandatangani Pogba menempatkan Zidane di ambang pengunduran diri,” kata Torres, yang bekerja untuk El Pais.
“Zidane secara pribadi berjanji pada Pogba bahwa dia akan membawanya ke Madrid, dan sekarang dia dibiarkan terlihat buruk.
“Ini hanya meningkatkan kurangnya kepercayaan diri antara Zidane dan Florentino.”
“Bagi Zidane, proyeknya dan Pogba hampir sama. Tidak ada yang dijanjikan kepadanya yang benar-benar terjadi.”
“Zidane kembali sebagai perisai pelindung untuk Florentino, tetapi dia sudah memenuhi misi sosial dan politik itu.”
Pogba telah melakukan tugasnya, mengakui di awal musim panas bahwa mungkin sudah waktunya untuk mencoba tantangan baru di tempat lain.
Dan, berbicara setelah United membantai Chelsea 4-0 pada hari Minggu, pemenang Piala Dunia mengakui masih ada ‘tanda tanya’ tentang masa depannya.
“Jelas sudah ada hal-hal yang dikatakan tetapi hanya waktu yang akan mengatakannya,” katanya.
“Tanda tanya ini tetap ada. Namun, seperti yang saya katakan, saya di sini di Manchester.
“Saya menikmati bermain dengan rekan tim saya dan saya selalu ingin memenangkan setiap pertandingan.
“Aku selalu memberikan segalanya. Saya selalu baik setiap kali saya bermain sepakbola. Ini adalah apa yang saya sukai – ini adalah pekerjaan saya. Saya memberikan maksimum setiap kali berada di lapangan hijau,” kata mantan gelandang Juventus itu.
Pogba ingin bergabung dengan Real Madrid untuk bermain di bawah pahlawan masa kecil Zidane.
Seperti diketahui, ini adalah periode kedua Zidane sebagai pelatih Real Madrid. Pada penghujung musim 2017/18 lalu ia mundur setelah membawa El Real berjaya di Liga Champions.
Tapi sebelum musim 2018/19 berakhir, Zidane bergabung kembali dan mungkin tak lama lagi akan mundur lagi dari jabatannya karena Pogba.
Tapi transfer Pogba semakin sulit terwujud. Selain karena MU sudah tidak bisa membeli penggantinya, mereka juga mematok harga tinggi untuk Pogba, 170 juta pound atau sekitar Rp2,8 triliun.
Ole Gunnar Solskjaer memuji sikap Pogba dan menyatakan keyakinan bahwa sang gelandang akan tetap bertahan.
(fat/pojoksatu)

Gagal ke Final Audi Cup, Zidane Minta Penggemar Tak Khawatir

POJOKSATU.id, JAKARTA – Real Madrid kembali menuai hasil negatif pada pertandingan pramusim.
Terbaru, mereka gagal ke final Audi Cup 2019 usai dikalahkan Tottenham Hotspur, di Allianz Arena, Selasa (30/7) malam WIB.
Kekalahan tersebut didapat setelah Harry Kane memanfaatkan kesalahan oper pemain Madrid di menit ke-22.
Usai pertandingan, pelatih Madrid Zinedine Zidane angkat bicara. Ia mengaku tidak senang dengan hasilnya, namun mengklaim skuadnya tampil lebih baik.
Ia pun memuji penampilan kiper Keylor Navas dalam pertandingan tersebut.
“Saya tidak senang dengan kekalahan itu, tapi kami lebih baik. Keylor sangat bagus,” kata Zidane dilansir Marca.
Lebih lanjut, dengan serangkaian hasil negatif yang didapat saat pramusim, Zidane meminta penggemar tak khawatir dengan prestasi Madrid musim depan.
“Memang benar bahwa pertandingan telah dimulai dengan buruk, itu benar. Tetapi kita tidak akan kehilangan kepercayaan diri karena ini musim yang panjang,” ucapnya.
“Para penggemar Real Madrid tidak perlu khawatir, saya selalu positif.
“Saya tahu ini sulit karena kami baru saja mengalami musim yang sulit dan karena kami sudah mengalami awal yang sulit.
“Saya tahu saya memiliki tim yang hebat. Yang perlu kita lakukan adalah memenangkan pertandingan. Hanya itu yang kita butuhkan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Zidane kembali diminta tanggapan soal rumor transfer Paul Pogba dari Manchester United.
Zidane mengatakan : “Kami di sini dan para pemainnya adalah ini. Anda tidak harus terus mengenai hal ini (transfer Pogba). Hal-hal dapat berubah hingga 31 Agustus. Saya percaya diri dengan para pemain saya”.
(zul/pojoksatu)

Transfernya Diblokir Perez, Bale Siap-siap Makan Gaji Buta, Rp11 Miliar per Pekan

POJOKSATU.id, MADRID – Transfer Gareth Bale ke klub Liga Super China, Jiangsu Suning yang sudah di depan mata, batal terwujud. Presiden Real Madrid, Florentino Perez ada di balik batalnya transfer winger 30 tahun itu.
Perez tampaknya tidak mau kehilangan pemain berkebangsaan Wales itu dengan harga murah. Setidaknya, Perez ingin mengembalikan biaya sekitar 85 juta pounds yang dikeluarkan ketika mendaratkan Bale dari Tottenham pada musim panas 2013 lalu.
BACA JUGA: Terpaksa Telan Ludah Sendiri karena Bale, Zidane Hadapi Masalah Besar Musim Depan
Padahal Bale dan Jiangsu sudah mencapai kesepakatan soal kontrak. Nilainya mencapai 1 juta pounds atau sekitar Rp17 miliar per pekan.
Kini Bale harus kembali ke skuat Los Blancos, meski sang pelatih, Zinedine Zidane sudah menegaskan tidak memasukkan penyerang sayap itu dalam rencananya musim depan.
Zinedine Zidane dan Gareth Bale. ft/express
Jika Zidane tetap bertahan pada pernyataannya, maka Bale mungkin akan makan gaji buta 650 ribu pounds (Rp11 miliar) per minggu tanpa bermain untuk tim utama.
Gareth Bale diyakini akan jadi masalah besar bagi Zinedine dalam upayanya mengembalikan kejayaan Real Madrid musim depan.
Dikutip Pojoksatu.id dari Express.co.uk, mantan pemain Arsenal, Stewart Robson mengatakan masalah terbesar Zidane musim depan adalah Gareth Bale.
BACA JUGA: Cuma Cetak Sebiji Gol dalam 14 Bulan, Apa Untungnya Rekrut Penyerang Barcelona Ini?
Pemain asal Wales itu tampaknya berada di jalur keluar yang sensasional dari raksasa Spanyol setelah berselisih dengan Zidane.
Bos Madrid Zidane mengatakan kepada wartawan bahwa ia ingin pemain berusia 30 tahun itu pergi secepat mungkin.
Dia kemudian diharapkan meninggalkan La Liga untuk melanjukan karir di Liga Super China, menandatangani kontrak yang paling besar dalam sejarah sepak bola, 1 juta pounds per pekan.
Florentino Perez. Foto via @mundodeportivo
Namun, kesepakatan itu diblokir Perez dan membuat Bale terjebak di Madrid, meski tidak masuk dalam prospek tim utama Zidane.
Robson menjelaskan bahwa akan sulit bagi pemain sayap untuk kembali ke tim utama Madrid setelah kepindahannya gagal terjadi, karena dia tahu Zidane tidak menginginkannya.
“Saya pernah berada dalam situasi ini sebelumnya,” katan Robson kepada ESPN FC.
BACA JUGA: 10 Hari Jelang Penutupan Jendela Transfer Inggris, Tak Disangka Klub Ini Paling Royal
“Sebagai pelatih, kami memiliki pemain sebelumnya di mana kami telah memberi tahu mereka bahwa mereka tidak akan berada di tim, sudah menjalani tes medis tapi gagal pergi.”
“Mereka sekarang harus dibawa kembali ke dalam tim. Dia tahu bahwa kita tidak menyukainya, ia akan berada di sekitar tim tanpa ada yang mempedulikannya.”
“Ini adalah situasi yang sulit di mana Anda memiliki pemain yang telah Anda beri tahu bahwa Anda tidak suka dengannya.”
(fat/pojoksatu)

Terpaksa Telan Ludah Sendiri karena Bale, Zidane Hadapi Masalah Besar Musim Depan

POJOKSATU.id, MADRID – Zinedine Zidane diyakini akan menghadapi ‘masalah’ besar untuk mengembalikan kejayaan Real Madrid musim depan. Masalah Zidane adalah Gareth Bale, pemain yang sudah diberitahu tidak akan masuk dalam rencananya untuk kompetisi musim 2019/2020.
Gareth Bale sempat dikabarkan akan gabung klub China, Jiangsu Suning dan akan menjadi pemain dengan gaji tertinggi di dunia, 1 juta pounds (Rp17 miliar) per pekan.
BACA JUGA: Jelang Bentrok ke-41 Arema Vs Persib, Simak 11 Fakta Menarik Berikut Ini!
Tapi Presiden Real Madrid, Florentio Perez menuntut terlalu banyak kepada Jiangsu sehingga kesepakatan urung terwujud.
Bale pun batal hengkang dan kini Zidan harus menelan ludahnya sendiri. Terpaksa mamasukkan Bale dalam skuatnya untuk menghadapi kompetisi musim depan.
Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane. (Marca)
Dikutip Pojoksatu.id dari Express.co.uk, mantan pemain Arsenal, Stewart Robson masalah terbesar Zidane musim depan adalah Gareth Bale.
Pemain asal Wales itu tampaknya berada di jalur keluar yang sensasional dari raksasa Spanyol setelah berselisih dengan Zidane.
Bos Madrid Zidane mengatakan kepada wartawan bahwa ia ingin pemain berusia 30 tahun itu pergi secepat mungkin.
BACA JUGA: Cuma Cetak Sebiji Gol dalam 14 Bulan, Apa Untungnya Rekrut Penyerang Barcelona Ini?
Dia kemudian diharapkan meninggalkan La Liga untuk melanjukan karir di Liga Super China, menandatangani kontrak yang paling besar dalam sejarah sepak bola, 1 juta pounds per pekan.
Namun, kesepakatan itu diblokir Perez dan membuat Gareth Bale terjebak di Madrid, meski tidak masuk dalam prospek tim utama Zidane.
Penyerang sayap Real Madrid, Gareth Bale.
Robson menjelaskan bahwa akan sulit bagi pemain sayap untuk kembali ke tim utama Madrid setelah kepindahannya gagal terjadi, karena dia tahu Zidane tidak menginginkannya.
“Saya pernah berada dalam situasi ini sebelumnya,” katan Robson kepada ESPN FC.
“Sebagai pelatih, kami memiliki pemain sebelumnya di mana kami telah memberi tahu mereka bahwa mereka tidak akan berada di tim, sudah menjalani tes medis tapi gagal pergi.”
“Mereka sekarang harus dibawa kembali ke dalam tim. Dia tahu bahwa kita tidak menyukainya, ia akan berada di sekitar tim tanpa ada yang mempedulikannya.”
“Ini adalah situasi yang sulit di mana Anda memiliki pemain yang telah Anda beri tahu bahwa Anda tidak suka dengannya.”
(fat/pojoksatu)

Zidane Tak Pantas Perlakukan Bale Seperti Ini, Lihat Perbandingan Statistiknya bagi Madrid

POJOKSATU.id, MADRID – Hubungan Zinedine Zidane dengan Gareth Bale di Real Madrid dikabarkan kian memanas. Zidane dianggap tidak menghormati Bale sebagai pemain yang berjasa bagi klub.
Meski Senin kemarin, Zidane membantah tudingan yang dilontarkan agen Bale tersebut. Ia mengklarifikasi bahwa mungkin pernyataannya disalah artikan wartawan sehingga menimbulkan kisruh.
Zidane juga menegaskan bahwa bukan pihak klublah yang mau menjual Bale, bukan dirinya secara pribadi.
Bale tidak bermain untuk Real dalam kekalahan 1-3 dari Bayern Munich di International Champions Cup pada hari Sabtu, dengan Zidane mengungkapkan ketidakhadirannya adalah karena klub ‘bekerja untuk menjualnya’.
Agen Bale menyebut Zidane “memalukan” tetapi pelatih asal Prancis itu membela perilakunya menjelang pertandingan pra-musim Real Madrid dengan Arsenal di Washington, D.C.
“Kadang-kadang bahasa Spanyol saya sangat tidak bagu,” kata Zidane kepada wartawan. “Saya ingin menjelaskan tentang hal ini. Pertama, saya bukannya tidak menghormati siapa pun dan paling tidak semua pemain.”
“Saya selalu mengatakan hal yang sama, para pemain adalah yang paling penting dan setiap kali saya bersama seorang pemain di sini saya akan selalu bersama mereka.”
“Hal kedua, saya katakan klub berusaha menjualnya. Poin ketiga, saya pikir sangat penting dan penting untuk mengatakan bahwa tempo hari Gareth tidak [bermain] karena dia tidak mau.”
“Gareth adalah pemain Real Madrid. Itu adalah hal yang paling penting, dia adalah pemain untuk skuad.”
Bale, 30, telah memenangkan empat gelar Liga Champions sejak bergabung dengan Madrid dari Tottenham Hotspur pada 2013 untuk rekor dunia € 100 juta (£ 89,77 juta), tetapi ia kesulitan mempertahankan tempatnya di tim inti musim lalu.
Meski demikian, kontribusi Bale bagi Real Madrid sejak bergabung dari Spurs tidak bisa dipandang sebelah mata.
Bahkan jika dibandingkan dengan Zinedine Zidane (ketika masih aktif sebagai pemain Real Madrid), Bale jauh lebih baik!
Data dari BRFootball, Zidane memaikan 227 pertandingan bersama Los Blancos, sementara Bale sejauh ini sudah tampil di 231 laga untuk Madrid.
Dalam periode itu, Zidane mencetak 49 gol, bandingkan dengan Bale yang sudah membukukan 102 gol.
Jika alasannya karena Zidane sebagai playmaker sehingga kalah dari sisi produktivitas, Bale terbukti mampu mencatat 65 assist sejauh ini. Sementara Zidane hanya unggul tipis, 66 assist.

Damn. pic.twitter.com/4LXXYPhYg9
— B/R Football (@brfootball) July 22, 2019

Terlebih jika bicara soal trofi. Zidane hanya mempersembahkan 6 trofi, sementara Bale sudah menambahkan 14 trofi di lemari piala Real Madrid. Jadi hebat mana?
(fat/pojoksatu)

Hazard Butuh Klub Seperti Real Madrid

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane mengomentari soal rekrutan anyar klub, diantaranya Eden Hazard.
Hal ini disampaikan Zidane dalam konferensi pers jelang pertandingan lawan Bayern Munchen dalam International Champions Cup, hari ini (21/7).
Zidane mengatakan jika Hazard membutuhkan klub seperti Real Madrid. Dengan kata lain, keputusannya meninggalkan Chelsea adalah tepat.
Pelatih yang dulunya mantan pemain Juventus dan Real Madrid ini yakin jika Hazard akan jadi lebih baik.
“Dia membutuhkan klub seperti Real Madrid,” kata Zidane, dilansir Marca.
“Klub ini memiliki sesuatu yang istimewa dan para pemain mengetahuinya.
“Saya tiba di sini pada usia 29 dan mendapat lebih baik dan hal serupa akan terjadi dengannya, karena kami pikir dia bisa menjadi lebih baik.
“Kami memilikinya dan kami akan memanfaatkannya sebaik-baiknya,” sambungnya.
Dalam kesempatan tersebut, Zidane juga mengometari soal rekutan anyar lainnya, yakni Takefusa Kubo.
“Dia baik-baik saja dan memiliki kualitas. Dia beradaptasi dengan baik dan rasanya seperti dia telah bersama kami selama bertahun-tahun,” paparnya.
“Saya tidak bisa mengatakan apakah dia akan memainkan ini akhir pekan. Kita harus menunggu untuk melihat bagaimana semua pemain digunakan,” tambahnya.
(zul/pojoksatu)

Real Madrid Latihan Pramusim, Zinedine Zidane Mendadak Pergi, Ada Apa?

POJOKSATU.id, MONTREAL – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane tiba-tiba meninggalkan kamp latihan pra-musim Real Madrid di Kanada. Untuk sementara, Luka Modric dkk ditangani asisten pelatih David Bettoni.
Para penggawa Real Madrid saat ini berada di Montreal, Kanada untuk menjalani tur pramusim sekaligus persiapan menjalani kompetisi musim 2019/2020.
BACA JUGA: Daftar 30 Pemain Termahal Musim Panas 2019; Atletico, Barcelona dan Madrid 3 Besar
Namun tiba-tiba terdengar kabar kalau sang pelatih, Zinedine Zidane meninggalkan kamp pelatihan. Konfirmasi dari pihak klub, Zidane kembali ke Eropa karena alasan pribadi.
“Manajer kami, Zinedine Zidane, telah meninggalkan kamp pelatihan pramusim di Montreal karena alasan pribadi,” bunya pernyataan resmi Real Madrid.
Eden Hazard terlihat mengenakan casing HP mantan klubnya, Chelsea. (RealMadrid.com)
Untuk itu, asisten pelatih, David Bettoni akan didapuk untuk memimpin latihan sampai Zidane kembali.
Rencananya, Los Blancos akan menjalani pertandingan pramusim pertama melawan Bayern Munich di Houston pada 21 Juli.
Tim asuhan Zidane kemudian akan menghadapi Arsenal di Maryland pada 24 Juli sebelum mengakhiri tur pra-musim mereka dengan pertandingan melawan Atletico Madrid di New Jersey pada 27 Juli.
BACA JUGA: Belanja Klub La Liga Sudah Rp16 Triliun, Serie A Lebih Royal Ketimbang Premier League
Menghadapi musim 2019/2020, El Real sendiri sudah menambah sejumlah pemain baru. Total 303 juta euro 303 juta euro (Rp4,8 triliun) sudah dibelanjakan pengoleksi 13 gelar juara Liga Champions itu.
Sementara pemasukan hasil dari penjuaan pemain baru sekitar 115 juta euro.
Total El Real sudah merekrut 21 pemain, termasuk yang kembali dari masa peminjaman. Adapun pembelian
termahalnya, antara lain Eden Hazard (100 juta euro), Luka Jovic (60), Ede Militao (50), Ferland Mendy
(48) dan Rodrigo (45 juta euro).
(fat/pojoksatu)

Zidane : Bukan Real Madrid Tak Ingin Menang, tapi Tak Bisa

POJOKSATU.id, JAKARTA – Real Madrid mengakhiri musim 2018/2019 dengan finis di posisi ketiga di klasemen Liga Spanyol.
Sayangnya, mereka pun harus menutupnya dengan kekalahan memalukan dari Real Betis di kandang dengan skor 0-2.
“Bukannya kami tidak ingin memenangkannya, jelas,” kata Zidane pasca-pertandingan dikutip dari Marca.
“Itu karena kami tidak bisa menang. Hal terbaik yang bisa terjadi bagi kami adalah memiliki (musim) lebih sekarang dan memikirkan tahun depan karena ini akan berubah, pasti.
“Ini rumit, tapi kami harus menerima itu musimnya buruk. Sudah sulit sejak awal musim, dan akhir dengan saya; itu adalah kenyataan,” sambungnya.
Pelatih asal Perancis ini berjanji akan membawa perubahan pada musim depan meski tak menjamin gelar juara.
“Kami akan menyiapkan pra-musim dengan sangat baik. Kami tidak akan mengatakan bahwa kami akan memenangkan segalanya tahun depan, tetapi kami akan bersaing sejak saat pertama, dan akan berada di sana untuk bertarung dengan yang lain,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)