zlatko dalic

Soal Dejan Levran, Pelatih Timnas Kroasia: Saya Akan Selesaikan Sendiri!

POJOKSATU.id, ZAGREB – Pelatih Timnas Kroasia, Zlatko Dalic buka suara menanggapi komentar pedas pemainnya, Dejan Lovren terhadap kapten Timnas Spanyol, Sergio Ramos dan La Roja.
Dalic menegaskan ia akan menangani kasus tersebut secara domestik, dalam artian bukan untuk konsumsi publik.
“Saya akan berbicara dengannya, tetapi itu akan tetap di antara kami dan skuat,” kata Dalic seperti dikutip dari Marca.

Dalic menegaskan, kasus tersebut akan diselesaikan berdua tanpa harus diperbesar apalagi diperkeruh dengan mengungkapnya ke publik.
“Aku tidak ingin berbicara di depan umum tentang itu. Cukup saya dan dia,” katanya menegaskan.
Dejan Lovren telah melontarkan kata-kata hinaan terhadap Ramos dan timnas Spanyol setelah Kroasia sukses membungkam La Furia Roja tersebut dengan skor ketat 3-2 di ajang UEFA Nations League.
Dalam pernyataannya lewat insta-story, bek Liverpool itu mengejek kapten Real Madrid itu yang berhasil “dipecundanginya”.
“Ha ha! 3-2! Silakan bicara sekarang, sobat. Sobat! Mereka adalah sekelompok pecundang,” ucapnya mengacu pada Ramos dan rekan timnya di Spanyol.
Dejan Lovren kemudian melanjutkan aksinya itu dengan menutupi bendera Spanyol di seragam pertandingannya, sambil menunjuk bendera Kroasia.
“Hanya sisi ini (Kroasia) yang layak. Sekarang untuk mengalahkan Inggris dan berjalan seperti bos!,” tandasnya.
Dalam upaya lebih lanjut untuk mengejek kapten Spanyol dan teman-teman timnya, Lovren juga memasang foto dirinya saat bertarung udara dengan Sergio Ramos disertai kata-kata “Selamat pagi Kroasia”.
(qur/pojoksatu)

Pelatih Kroasia Ungkap Rahasia Sukses Majalkan Lionel Messi

POJOKSATU.id, ZAGREB – Pelatih Timnas Kroasia, Zlatko Dalic buka-bukaan soal rahasia sukses timnya mempecundangi Timnas Argentina di Piala Dunia 2018 Rusia.
Kala itu, Luka Modric dan koleganya sukses menggulung Lionel Messi dan kawan-kawannya di laga lanjutan Grup D dengan skor telak tanpa balas 3-0 lewat donasi Ante Rebic, Luka Modric, dan Ivan Rakitic.
Dalam pertandingan tersebut, Leo Messi tanpa tak berdaya sepanjang pertandingan. Suplai bola yang sodorkan rekan-rekannya selalu mampu dibendung para palang pintu skuat berjuluk Vatreni tersebut.

“(Lionel) Messi lebih kesulitan bermain untuk Argentina ketimbang Barcelona, dan kami mencoba memanfaatkan sesuatu yang kami anggap kelemahan kecil di timnas Argentina itu,” tutur Dalic seperti dikutip dari Goal.
Dikemukakan Dalic, kekuatan tim dalam sisi kolektivitas menjadi salahsatu aspek penting impresifnya performa Kroasia saat itu. Dengan kerjasama tim juga, sebut dia, pergerakan Leo Messi mampu diredam.
“Kuncinya adalah kedisiplinan dan mengikuti taktik secara penuh, dan tim kami benar-benar melakukannya. Kami mencoba menghentikan bola sebelum ke Messi dan membendungnya dengan cepat di area tempatnya menerima bola,” terangnya.
Filosofi Dalic tersebut diakuinya bukan hal yang istimewa, mengingat sepakbola adalah olahraga tim bukan perseorangan.
“Sepak bola adalah olahraga tim, dan bila satu tim bermain lebih baik dari lainnya, sangat sulit bagi seorang individu untuk membalikkan keadaan,” sebut dia.
“Kroasia lebih baik dari timnas Argentina di pertandingan itu,” tandasnya.
La Albiceleste memang harus tersingkir di babak 16 besar setelah menyerah dari Prancis 3-4. Sedangkan Kroasia sukses melaju ke final namun gagal mengukir sejarah setelah dikalahkan Les Blues dengan skor 4-2.
(qur/pojoksatu)