W88top casino trực tuyến
M88cvf

M88cvf là trang web của M88Cvf – Đưa bạn vào thiên đường cá cược

Latest Posts

Egy Maulana Vikri Belum Gabung, Indra Sjafri: Tak Masalah!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sebanyak 33 orang dari 38 pemain yang dipanggil  Timnas U-22 Indonesia telah bergabung untuk menjalani seleksi yang dipusatkan Stadion Madya, Senayan, Jakarta.
Banyak muka baru yang menghiasi skuat besutan Indra Sjafri tersebut, bahkan beberapa di antaranya adalah pemain daerah yang baru sekali mencicipi pengalaman seleksi untuk skuat Garuda.
Dari lima orang pemain yang belum bergabung salahsatunya adalah bintang muda Lechia Gdansk, Egy Maulana Vikri.
Begini Cara Pelatih Timnas U-22 Indonesia Seleksi Calon Pemainnya
Seleksi Timnas U-22 Indonesia, Demam Panggung Melanda!
Egy yang sudah mendapat kepercayaan untuk tampil di skuat utama klub asal Polandia itu belum menunjukkan batang hidungnya dalam skuat Indra Sjafri.
Dikutip Pojoksatu.id dari Goal, Egy masih belum bisa pulang ke tanah air karena jadwal kompetisi yang padat bersama timnya.
Namun demikian, sang pelatih, Indra tidak memersoalkan belum bergabungnya siswa jebolan Ragunan tersebut.
Lagipula, Indra memberikan sinyalemen jika pihaknya tidak perlu melakukan seleksi terhadap Egy dan para pemain yang belum bergabung itu, seperti Ezra Walian, Saddil Ramdani, Firza Andika, dan Osvaldo Haay.
“Tidak mungkin saya seleksi lagi mereka, saya sudah tahu (kapasitas) mereka,” sebut Indra.
Kendati begitu, ditegaskan Indra, tak serta merta mereka kemudian akan langsung masuk dalam skuat timnas untuk Piala AFF 2019 itu.
“Belum tentu juga kalau masuk skuat. Tapi ketimbang mereka harus memaksakan diri ke sini, lebih baik mereka pre season di klub,” sebut dia.
Karena itu, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan pihak manajemen klub masing-masing pemain tersebut, termasuk untuk menanyakan kepastian kapan melepas mereka.
“Kami berkomunikasi baik dengan klub mereka kapan mereka harus datang, nanti akan kami tentukan. Sekarang kan mereka sedang pre season, dan saya tahu Saddil, saya tahu Egy, dan saya tahu Ezra,” sebut dia.
“Yang diseleksi itu kan yang saya tidak tahu. Silakan mereka dengan nyaman di sana (klub) untuk melakukan persiapan untuk kondisi fisik yang lebih baik di sana,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Gonzalo Higuain Bersiap Kemas Koper Menuju Stamford Bridge

POJOKSATU.id, LONDON – Striker Juventus yang dipinjamkan ke AC Milan musim ini, Gonzalo Higuain terus dihubungkan dengan Chelsea.
Kabar terbaru yang dikutip dari Marca, Higuain bahkan telah menyatakan kesediannya untuk menjadi bagian dari skuat Maurizio Sarri di pertengahan musim ini.
Sang manajer, Sarri sendiri memang berharap bisa menjadikan Higuain sebagai bagian dari komposisi pemainnya sejurus ketidakpuasannya atas pelayanan Alvaro Morata dan Olivier Giroud.
Terbukti, Sarri kerap memasang Eden Hazard sebagai hulu ledak lini depan, padahal penggawa timnas Belgia itu seorang gelandang.
Bagi Sarri, sendiri sosok Higuain bukan profil baru baginya karena ia pernah membesutnya saat keduanya masih bersama-sama di Napoli musim 2015/16.
Kala itu, Higuain bahkan tampil sebagai top skorer Serie A dengan rekor gol terbanyak semusim melalui 36 gol.
Pihaknya sendiri berencana mendaratkan striker berusia 31 tahun asal Argentina itu di Stamford Bridge sebagai pemain pinjaman hingga akhir musim dengan opsi kontrak permanen.
Sementara El Pipita terus dihubungkan dengan The Blues, penggawa Chelsea, Alvaro Morata dikabarkan akan pulang kampung ke negaranya untuk bergabung dengan Sevilla.,
(qur/pojoksatu)

Mantan Pelatih Napoli Ini Sebut Wasit Inggris Gaptek VAR

POJOKSATU.id, LONDON – Manajer Chelsea, Maurizio Sarri tak terima timnya menyerah tipis 0-1 dari Tottenham Hotspur di semi-final Piala Liga, di Wembley Stadium, Rabu (9/1/2019) dini hari WIB.
Mantan pelatih Napoli itu mengkritik habis-habisan performa wasit yang memimpin jalannya pertandingan tersebut yang menurutnya banyak merugikan Chelsea.
Betapa tidak, gol satu-satunya di pertandingan tersebut yang lahir dari eksekusi titik putih yang sukses dijalankan bomber Spurs, Harry Kane berawal dari keputusan wasit setelah meninjau VAR.
Maurizio Sarri – Manajer Chelsea (irishexaminer.com)
Sarri pun menegaskan, para wasit di Inggris ‘gaptek’ alias tidak mampu menggunakan sistem peninjau ulang pertandingan tersebut.
Pasalnya, Sarri yang juga turut melihat siaran ulangan itu menegaskan jika sebelum pelanggaran terjadi, Harry Kane sudah dalam posisi offside.
“Beberapa menit lalu saya menyaksikan video dari kamera kami. Itu offside. Kamera kami berada segaris dengan Harry Kane,” tegas Sarri kepada Sky Sport seperti dikutip dari Goal.
“Offside pada kepala, lutut. Offside. Benar-benar penting hakim garis terus berlari, ia memiliki impak besar pada bek kami,” sebut dia. “Saya tidak berpikir wasit Inggris mampu menggunakan sistem tersebut,”
Dikatakannya, wasit telah melakukan kekeliruan dan terkesan tidak yakin dengan alat bantu pertandingan tersebut.
“Jika Anda tidak yakin dengan sistem ini, Anda harus mengikuti bola dan pada akhir aksinya memutuskan,” ucapnya.
“Saya pikir mereka harus mempelajari sistemnya. Sangat aneh di Liga Primer tidak ada VAR dan di Piala Liga ada sistem ini. Ini sangat aneh untuk kami, pemain dan wasit,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Piala Indonesia 2018, PSSI: Ikut atau Sanksi Menanti!

POJOKSATU.id, JAKARTA –Sekjen PSSI, Ratu Tisha menebar ancaman untuk tim peserta babak 32 besar Liga Indonesia 2018 yang berniat mengundurkan diri di fase tersebut.
PSSI, ditegaskan Tisha akan melakukan tindakan tegas dengan memberikan sanksi berat kepada tim yang melakukan pelanggaran disiplin tersebut agar Piala Indonesia berjalan lancar sampai tuntas.
“Sudah pasti babak 32 besar lebih ketat. Jika ada tim mengundurkan diri atau tidak menyelenggarakan laga, akan ada sanksi,” kata Tisha di Jakarta, kemarin.
“Tidak hanya mengalami kekalahan, tapi juga bisa denda. Atau bisa juga dinaikkan ke Komite Disiplin jika dinilai ada kesengajaan,” tegasnya.
Dikatakan Tisha, ketegasan itu akan ditempuh semata agar tim-tim yang berpartisipasi dalam Piala Indonesia 2018 dapat lebih berkomitmen.
Dia tidak ingin gelaran tersebut hanya dijadikan ajang permainan semata. “Karena kami harus menghargai langkah klub yang terhenti di babak sebelumnya,” ucapnya.
“Mereka tidak main-main mempersiapkan hal itu. Saya rasa klub Liga 1, 2, dan 3 yang lolos ke babak 32-besar memperiapkan dengan baik,” sebut dia.
Untuk diketahui, babak 32-besar Piala Indonesia 2018 akan berlangsung pada mulai 22 Januari hingga 6 Februari. Sementara babak 16-besar akan digelar pada 11 hingga 19 Februari.
Sedangkan babak 8-besar akan berlangsung pada 24 Februari hingga 2 Maret. Untuk semifinal digelar pada 7 dan 12 Maret. Sementara babak Final dijadwalkan digelar pada 17 dan 24 Maret.
(qur/pojoksatu)

Begini Cara Pelatih Timnas U-22 Indonesia Seleksi Calon Pemainnya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sebanyak 33 orang dari 38 pemain yang dipanggil  Timnas U-22 Indonesia telah bergabung untuk menjalani seleksi yang dipusatkan Stadion Madya, Senayan, Jakarta.
Banyak muka baru yang menghiasi skuat besutan Indra Sjafri tersebut, bahkan beberapa di antaranya adalah pemain daerah yang baru sekali mencicipi pengalaman seleksi untuk skuat Garuda.
Sang pelatih, Indra Sjafri pun menegaskan ia dan tim kepelatihan tak ingin gegabah dalam memilih pemain yang nantinya akan memperkuat Merah-Putih di ajang Piala AFF 2019.
Seleksi Timnas U-22 Indonesia, Demam Panggung Melanda!
Indra Sjafri – Pelatih Timnas U-22 Indonesia (antara)
Karena itu, sejumlah materi tes telah disiapkan untuk diikuti seluruh pemain yang dipanggil tanpa terkecuali, dan yang terbaiklah ditegaskan Indra yang akan bersamanya ke depan.
“Tentu mereka yang kami pilih adalah yang terbaik, dan kami hadirkan mereka di sini karena saya yakin mereka adalah yang terbaik. Dari yang terbaik ini kami pilih yang paling baik,” tuturnya.
Eks pelatih Bali United pun menyebutkan tes yang harus dijalani para pemain meliputi tes berkaitan dengan aspek teknis dan non teknis.
“Selain ada pengamatan teknis, kami juga akan melakukan tes kesehatan. Kedua, mereka juga akan menjalani psikotes, tes intelegensi. Selain itu juga ada tes fisio,” terang Indra.
Para pemain yang tidak bisa memanfaatkan seleksi selama sepekan ini dipastikan bakal tersisih. Indra juga masih mengantongi nama lain di luar 38 pemain yang masuk daftar seleksi tahap awal.
“Tanggal 12 akan ada degradasi alias pemulangan pemain. Meski begitu, ada juga pemain baru yang akan kami panggil,” imbuhnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Tersangka Baru Match-Fixing, Giliran Wasit yang Diciduk

POJOKSATU.id, JAKARTA – Satgas Antimafia Bola bentukan Mabes Polri kembali menunjukkan komitmennya terkait pemberatasan match-fixing atau praktik mafia bola di pentas sepakbola tanah air.
Setelah menangkap dan menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus match-fixing, ­satgas baru saja menangkap seorang wasit bernama Nurul Safarid.
Nurul sendiri adalah wasit yang memimpin jalannya pertandingan Persibara Banjarnegara kontra PS Pasuruan beberapa waktu lalu.
Vigit Waluyo Diganjar Sanksi Seumur Hidup
Penangkapan Nurul terkait indikasi kuat sang pengadil lapangan tersebut menerima suap sebesar Rp45 juta dari mantan anggota Komisi Wasit Priyanto dan anggota Komdis PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih. Keduanya sendiri telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka.
Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono dalam keterangan tertulisnya membenarkan terkait kabar tersebut.
Dikatakan dia, Nurul ditangkap petugas di Garut, Senin berkat pengembangan keterangan dua tersangka pengaturan skor yang sudah diamankan, yakni Priyanto dan Dwi Irianto.
“Ya betul kita tangkap. Nurul Safarid adalah wasit pada saat pertandingan antara Persibara melawan PS Pasuruan,” sebut Argo.
Selain menangkap pelaku, pihaknya juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, salahsatunya bukti pembicaraan atau chat permintaan nomor rekening.
“Alat bukti keterangan, foto bukti transfer, dan capture percakapan meminta nomor rekening,” ungkapnya.
Sejauh ini sudah ada lima tersangka yang diperiksa dan telah dilakukan penahanan, di antaranya anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto, anggota Exco PSSI sekaligus Ketua Asprov PSSI Jateng Johar Lin Eng, mantan anggota Komisi Wasit Priyanto, dan anaknya Anik Yuni Artika Sari, serta terakhir wasit Nurul Safarid.
Selain penanganan kasus tersebut, satgas juga tengah mendalami sejumlah laporan yang layak untuk ditindaklanjuti terkait dugaan adanya praktik pengaturan skor tersebut.
Diberitakan sebelumnya, satgas menerima sedikitnya 278 laporan terkait dugaan pengaturan skor. Dari semua laporan tersebut, 60 laporan di antaranya layak ditindaklanjuti.
Meski begitu, mereka mengaku belum bisa menyebutkan laporan-laporan apa saja yang akan ditindaklanjuti tersebut.
Sementara terkait kasus yang melibatkan laga dagelan PSS Sleman dan Madura FC yang tengah dalam penanganan Dittipikor Bareskrim Polri, satgas mengaku sudah menemukan titik terang.
Hingga saat ini, dari 12 orang yang dipanggil sebagai saksi, baru sembilan yang memenuhi panggilan. Mereka diperiksa penyidik rata-rata selama empat hingga delapan jam.
Tiga orang yang mangkir adalah mantan anggota Exco PSSI Hidayat serta dua wasit yang memimpin laga PSS Sleman versus Madura FC di babak delapan besar, M. Reza Pahlevi dan Agung Setiawan.
(jpc/qur/pojoksatu)

Seleksi Timnas U-22 Indonesia, Demam Panggung Melanda!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sebanyak 33 orang dari 38 pemain yang dipanggil  Timnas U-22 Indonesia telah bergabung untuk menjalani seleksi yang dipusatkan Stadion Madya, Senayan, Jakarta.
Banyak muka baru yang menghiasi skuat besutan Indra Sjafri tersebut, bahkan beberapa di antaranya adalah pemain daerah yang baru sekali mencicipi pengalaman seleksi untuk skuat Garuda.
Tak ayal, situasi tegang dan canggung alias demam panggung tampak kentara terlihat dalam proses latihan perdama tersebut, sehingga banyak dari mereka belum bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Striker Persik Kediri, Septian Satria Bagaskara menjadi salahsatu pemain yang mengaku demam panggung. Top skor di Liga 3 2018 itu mengaku masih kesulitan adaptasi karena baru pertama kali seleksi untuk tim nasional.
“Agak minder ya, karena saingannya dari Liga 1 dan Liga 2. Kalau (persaingan) di striker ketat. Jadi saya ikuti latihan saja bersungguh-sungguh,” sebutnya.
Pelatih kiper Timnas U-22 Indonesia, Hendro Kartiko tidak menampik situasi demam panggung yang melanda suasana latihan tersebut.
“Mereka yang sudah pernah memiliki jam terbang pasti lebih menikmati latihan. Namun, terlihat yang baru tampak masih segan. Saya melihatnya sebagai hal yang wajar karena ini adalah tim nasional,” sebut dia.
Pihaknya pun menyarankan agar para pemain bisa tampil lepas. Sebab Indra Sjafri selaku pelatih utama akan menilai segalanya di masa seleksi ini.
“Coach Indra memiliki disiplin yang tinggi. Ia ingin filosofi permainan miliknya benar-benar diterapkan di dalam tim ini,” terang Hendro.
“Kalau saya di sini untuk membantu meningkatkan performa kiper agar bisa sesuai dengan filosofi,” imbuhnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Vigit Waluyo Diganjar Sanksi Seumur Hidup

POJOKSATU.id, JAKARTA – Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi berat untuk pengelola PS Mojokerto Putra, Vigit Waluyo.
Vigit dilarang beraktivitas di seluruh kompetisi dan kegiatan sepak bola di tanah air seumur hidup karena dianggap menjadi aktor praktik match-fixing di kompetisi Liga 2 2018.
“Jadi yang sudah ditunggu-tunggu, VW (Vigit Waluyo), kami sanksi seumur hidup,” ujar Ketua Komdis PSSI Asep Edwin di Kuningan, Jakarta, kemarin.
Kendati belum divonis bersalah oleh pengadilan, namun Vigit diduga kuat menjadi otak dibalik praktik mafia bola yang tengah menjadi sorotan saat ini.
Komdis PSSI sendiri mengamini sinyalemen tersebut karena banyak bukti yang menunjukkan keterlibatan pelaku atas pengaturan skor tersebut.
Sebelumnya, klub yang dikelola tersangka sendiri, PS Mojokerto Putra telah dijatuhi sanksi oleh Komdis PSSI berupa larangan berkompetisi semusim.
Sempat menghilang, Vigit Waluyo menyerahkan diri atas kasus korupsi PDAM Sidoarjo. Namun Satgas Antimafia Bola akan juga menggarapnya karena diduga kuat terlibat dalam praktik mafia bola.
Sejauh ini sudah ada empat tersangka yang diperiksa dan telah dilakukan penahanan, di antaranya anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto, anggota Exco PSSI sekaligus Ketua Asprov PSSI Jateng Johar Lin Eng, mantan anggota Komisi Wasit Priyanto, dan Anik Yuni Artika Sari.
Keempat tersangka itu terlibat dalam kasus dugaan penipuan dan pengaturan skor yang dilaporkan mantan Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani ke Polda Metro Jaya.
(qur/pojoksatu)

Datangi Rumah Bos Kalteng Putra, Sandi Sute Minta Maaf dan Kembalikan Uang

POJOKSATU.id, PALANGKARAYA – Sandi Darma Sute menunjukkan sikap ksatrianya dengan mendatangi langsung kediaman CEO Kalteng Putra, Agustiar Sabran, kemarin.
Kedatangan gelandang Persija Jakarta itu untuk menyampaikan permintaan maaf langsung terkait pembatalannya bergabung dengan Kalteng Putra untuk Liga 1 musim 2019.
Di kesempatan itu, Sandi juga menyerahkan uang muka yang telah diterimanya yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

“Saya datang ke Kalimantan Tengah untuk meminta maaf ke masyarakat di sini, CEO Kalteng Putra dan juga Gubernur Kalteng,” ucap Sandi usai diterima manajemen klub.
Sandi mengatakan apa yang telah terjadi antara dirinya dengan Kalteng Putra murni kesalahannya yang tidak teliti sebelum mengambil keputusan.
“Saya minta maaf, kesalahan ini, murni karena keteledoran saya,” ucapnya.
Pihak Kalteng Putra sendiri mengapresiasi langkah Sandi Sute tersebut. Lewat akun resmi klub, bos Kalteng Putra, Agustiar sangat menghargai kedatangan Sandi untuk meminta maaf.
Pihaknya juga meminta sang pemain untuk lebih cermat kedepannya agar tidak mengulangi kejadian seperti itu,
“Tidak ada manusia yang sempurna yang tidak luput dari kesalahan. Mari kita bicara ke depan, semoga ini menjadi pembelajaran untuk kita semua dan kita ambil hikmahnya,” ucap Agustiar lewat akun resmi klub.
“Orang dayak itu pemaaf, mengedepankan musyawarah mufakat, sopan dan santun. sandi datang baik baik dan pulang pun baik baik. Ayo pahari kita bersama-sama menolak Hoax, anti ujaran kebencian dan Anti SARA ! Salam isen mulang….!!!,”
(qur/pojoksatu)

Solskjaer Pede Finish Empat Besar

POJOKSATU.id, INGGRIS – Manchester United memiliki potensi besar untuk finish di zona Liga Champions alias empat besar pada akhir musim nanti.
Hal ini diungkapkan sang pelatih, Ole Gunnar Solskjaer belum lama ini.
Solskjaer menilai, target empat besar bukan hal mustahil.
Setelah empat kali menang beruntun, Setan Merah hanya berjarak 6 poin dari Chelsea, yang berada di peringkat 4.
Selain itu, dirinya juga menilai saat ini para pemain sudah menemukan kembali kepercayaan diri.
Meski begitu, kepercayaan diri tidaklah cukup. Ia meminta para pemain bekerja ekstra agar performa mereka makin meningkat.
“Yang terpenting saat ini adalah bagaimana kami menjaga performa ini dan mari kita lihat di mana kami akan berada nanti. Namun biasanya tim ini selalu tampil bagus menjelang akhir musim,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)